APKDock Logo
Sampul Novel Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali

Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali

9.5 / 10.0
Setelah tewas terbakar di gudang anggur bersama bayi kembarnya akibat kekejaman sang suami, Vincent Kusuma, seorang istri mendapat kesempatan kedua. Di kehidupan sebelumnya, Vincent yang merupakan bos mafia menuduhnya menyebabkan selingkuhannya keguguran hingga mengurung dirinya. Kini, setelah terbangun tepat di malam sebelum melahirkan, ia tidak lagi peduli pada status pewaris keluarga. Begitu tenaganya pulih pascapersalinan, misinya hanya satu: membawa anak-anaknya pergi sejauh mungkin dari sang suami.

Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali Bab 1

Pada hari kelahiran kembar, aku menyuap dokter keluarga dan menyuntikkan semua inihibitor persalinan kuat yang ada di rumah sakit untuk menunda persalinan. Alasannya karena di kehidupan sebelumnya, Vincent Kusuma didiagnosis dengan oligospermia.

Demi punya penerus, Vincent sampai cari belasan selingkuhan di luar. Dia mengumumkan, siapa pun yang duluan melahirkan anak cowok, anak itulah yang akan jadi bos keluarga berikutnya.

Katanya, asalkan aku duluan melahirkan, dia akan mengusir semua selingkuhannya dan membiarkan anakku menjadi pewaris Keluarga Kusuma.

Aku memercayainya.

Saat tahu aku hamil kembar, rasa haru dan senang yang sulit dikatakan membuatku gemetaran.

Tapi setelah melahirkan, dia malah suruh orang mengurung aku dan bayi yang baru lahir ke dalam gudang anggur yang dingin dan melarang semua orang dekatin kami.

“Lusi berasal dari keluarga sederhana. Aku cuman mau kasih anaknya status yang sah supaya masa depan mereka lebih baik. Tapi kau sengaja menyebarkan kabar itu, sampai dia keguguran karena putus asa. Akhirnya dia dan bayinya mati.”

“Kau segitu kejam! Kau sama sekali nggak layak jadi ibu pewaris Keluarga Kusuma! Renungkanlah kesalahanmu! 3 hari lagi baru aku lepaskan kau dari sini!”

Setelah selesai berbicara, Vincent suruh kepala pelayan kunci pintunya tanpa menyisakan lubang.

Tapi, dia nggak tahu.

Malam itu, gudang anggur kebakaran. Aku dan anak kembarku tewas terbakar.

Pas aku buka mata lagi, ternyata aku kembali ke malam sebelum melahirkan.

Di kehidupan yang baru ini, aku nggak mau jadi istri sah mafia lagi.

Setelah anakku lahir dan tenagaku pulih, aku akan bawa anakku pergi jauh dari sini.

Aku panggil dokter keluarga dan minta suntikan inhibitor terakhir.

Dokter ketakutan hingga wajahnya pucat dan berkata, “Bu Avera, kau sudah harus melahirkan! Kalau terus ditahan, ibu dan anak akan mati!”

Aku menggertakkan gigiku. Belum sempat berbicara, pengawal Vincent langsung menerobos masuk dan mengangkatku dari ranjang bersalin dengan kasar.

Melihat ini, dokter yang berada di belakang berteriak dengan putus asa, “Tanda-tanda vital Bu Avera terus menurun! Dipaksa pindah akan bikin dia perdarahan berat! Ini berarti bunuh 3 nyawa sekaligus!”

Pengawal mengabaikannya, lalu menyeretku ke tempat konferensi pers keluarga yang diadakan di aula rumah.

Para selingkuhan Vincent juga dibawa masuk. Beberapa di antara mereka perutnya sudah besar. Jelas-jelas sudah mendekati masa persalinan.

Kemudian, semua wanita, termasuk aku, dipaksa minum sebotol cairan pahit oleh pengawal. Obat itu adalah obat aborsi yang sangat kuat.

Situasi di aula langsung ricuh. Tangisan dan ratapan terdengar di mana-mana.

“Kalau pun Kak Avera melahirkan, kami tetap nggak bisa rebut posisinya. Kenapa kami harus aborsi anak? Aduh! Sakit sekali! Tolong!

Aku juga dipaksa minum sampai habis. Proses persalinan yang sebelumnya ditahan oleh inhibitor langsung kacau. Darah mengucur deras dan membasahi seluruh gaun tidur sutraku.

Jeritan kesakitanku mengagetkan semua cewek yang ada di sana. Mereka memandangku dengan panik dan bertanya, “Kak Avera juga dikasih minum obat itu? Kakak ‘kan hampir melahirkan.”

“Kalau bukan anak yang dilahirkan istri pertama, lalu siapa? Siapa yang mau nyawa kita semua?”

Aku kesakitan sampai nggak bisa berdiri dengan stabil. Aku memaksakan diri untuk bangkit dan berteriak ke penjaga pintu, “Cepat panggil dokter! Ini bisa bunuh orang, tahu?”

Tepat pada saat ini, Lusi Nabila yang mengenakan setelan jas putih buatan khusus masuk sambil menggandeng Vincent Kusuma. Wajahnya bersemu merah, sama sekali nggak kelihatan lemah kayak orang yang baru saja melahirkan.

Begitu Vincent masuk, dia langsung melihat para selingkuhannya berjatuhan dan menggeliat kesakitan di lantai. Melihat ini, wajahnya langsung berubah muram.

Tapi Lusi malah langsung menatapku di antara kerumunan dan berteriak dengan suara melengking, “Kak Avera! Apa yang kau lakukan? Kok mereka bisa keguguran semua?”

“Ngeri sekali. Kalau bukan Vincent terus bersamaku, mungkin anakku juga bakal kayak mereka gitu. Kak Avera, kau kok sekejam itu?”

Lusi menatapku dengan mata berlinang, lalu langsung menuduhku sebagai biang keladi.

Mendengar ini, aku kaget hingga terus menggeleng-gelengkan kepala. Belum sempat berbicara, sepasang tangan besar mendorongku hingga jatuh ke lantai.

“Dasar bajingan! Beraninya kau racuni mereka saat aku nggak ada! Kau segitu iri hati? Sampai mau bunuh mereka dan bayi mereka!”

Aku meringkuk kesakitan, tapi mataku justru melihat Lusi yang berdiri di belakang Vincent tersenyum dengan puas.

Aku menggertakkan gigiku dan berkata, “Aku nggak buat apa-apa … Pasti dia!”

“Masih berani menyangkal?!” Vincent membentak dengan keras dan suaranya pun bergema di seluruh aula. “Ini bukan pertama kalinya kau berbuat jahat karena iri hati! Kali ini, aku nggak akan memanjakanmu lagi!”

Dia memerintah para selingkuhannya yang keguguran itu, “Satu orang kasih dia satu tamparan. Habis itu, aku antar kalian ke panti rehabilitasi swasta terbaik untuk pemulihan.”

Pengawal menahan aku di tengah aula, sama sekali nggak peduli pada darah yang mengucur deras dari bawah tubuhku.

Para selingkuhan berjalan mendekat sambil menangis dan berkata, “Maaf, Kak Avera.”

Tamparan datang bergantian. Kepalaku berdenyut, telingaku berdenging dan separuh wajahku langsung kebas.

Setelah semua orang pergi, Vincent baru menggendong bayi yang terbungkus selimut mewah dari pengasuhnya dengan puas. Lalu menghampiriku sambil menggenggam tangan Lusi.

Melihat seluruh tubuhku yang dipenuhi noda darah dan pipi yang membengkak, seberkas emosi rumit melintas di matanya.

Tapi sesaat kemudian, tatapannya kembali jernih dan berkata dengan dingin, “Jangan salahkan aku suruh mereka menamparmu. Kau buat mereka kehilangan anak. Aku harus hukum kau di depan mereka agar masalah ini bisa berakhir. Sekaligus biar kau tahu, aku nggak akan memanjakanmu lagi. Kalau kau tetap berbuat jahat, inilah akibatnya.”

“Selain itu, kali ini jangan bermimpi mau rebut posisi pewaris Lusi dan anaknya.”

Mendengar ini, seluruh badanku gemetar. Aku mendongak melihatnya.

Rupanya bukan hanya aku yang hidup kembali.

Pantesan hanya karena ucapan Lusi, Vincent langsung yakin akulah pelakunya.

Pantesan dia bilang ini bukan pertama kalinya aku berbuat jahat.

Karena di kehidupan sebelumnya, dia juga menuduhku dengan cara yang sama, menjatuhkan hukuman mati untukku dan anakku demi Lusi.

Memikirkan ini, mataku memerah. Dia malah berkata dengan dingin, “Avera, kau pura-pura kasihan juga nggak guna lagi.”

“Aku sudah suruh dokter beri Lusi obat pemacu kontraksi. Kali ini, dia yang duluan melahirkan. Sudah kubilang, siapa yang duluan melahirkan, anaknya yang akan jadi pewaris. Sekalipun kau adalah istri sahku, itu juga nggak ada gunanya.”

Mendengar ini, aku tersenyum getir sambil menahan bagian bawah tubuh yang terus mengucurkan darah, lalu berkata dengan nada rendah, “Aku sudah suntik inhibitor untuk menunda persalinan, kasih jalan buat kalian. Kenapa kau masih nggak membiarkan aku melahirkan anakku? Kenapa kau masih paksa aku minum obat dan mau bunuh anakku?”

Mendengar ini, Vincent tercengang. Dia mengerutkan alisnya dan berkata, “Jangan asal ngomong! Tenggat melahirkanmu tadi malam ‘kan sudah lewat. Aku sudah tanya ke dokter, harusnya kau sudah melahirkan.”

Sambil menahan nyeri hebat, aku mengulurkan tanganku untuk meraih celananya dan memaksanya meraba perutku yang masih besar.

Namun, wajahnya penuh rasa jijik. Dia segera melepaskan tanganku dan berkata, “Lusi baru siap melahirkan. Dia nggak tahan cium bau darah.”

“Tak usah drama lagi. Kalau mau buktikan bahwa kau nggak bermaksud mencelakai Lusi, dalam konferensi pers keluarga besok, akuilah bahwa kau yang mandul, sehingga kau minta Lusi untuk melahirkan anak untukmu.”

“Lalu, serahkan semua saham, properti, dana amanahmu pada Lusi dan anaknya. Ke depannya, kau layani mereka dengan baik.”

“Kalau masih macam-macam atau berani sentuh dia sedikit saja, kali ini yang kuhabisi bukan cuma kau saja. Jangan harap ayahmu yang terluka parah dan masih koma bisa terus dapat perawatan terbaik di panti rehabilitasi keluarga.”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tinggalkan Suami Mafia Setelah Hidup Kembali

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Derita Istri Penurut
9.7
Arini selalu patuh pada Bagas, suaminya, walau kerap mendapat perlakuan kasar. Demi melindungi orang tua, ia memendam penderitaan itu rapat-rapat. Namun, batas kesabaran Arini akhirnya habis, mendorongnya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Di tengah kemarahan Bagas yang meluap, mampukah ia meluluhkan hati sang istri? Ataukah kepedihan batin yang terlanjur mengendap lama membuat tekad Arini untuk berpisah tidak bisa digoyahkan lagi?
Sampul Novel Dokter Cantik Mantan Istriku (Penyesalanku)
9.1
Pertemuan kembali dengan Uma setelah lima tahun berpisah memicu penyesalan besar dalam diriku. Mantan istriku kini telah sukses sebagai dokter kandungan sekaligus direktur di sebuah rumah sakit swasta. Menyaksikan keberhasilan dirinya dan melihat anak kami tumbuh membuatku didera rasa bersalah yang teramat dalam. Kini, aku dirundung kebimbangan besar, mempertanyakan apakah masih ada kesempatan untuk memperbaiki segalanya dan menyatukan kembali keluarga kami.
Sampul Novel Lima Tahun, Cinta yang Memudar
8.3
Demi wasiat Yudha, pria yang dicintainya, Aruna rela mengabdi lima tahun sebagai asisten Brama. Namun setelah kontraknya berakhir, pengorbanan Aruna yang bahkan nyaris tewas dalam balapan maut demi Brama justru dituduh sebagai cari perhatian. Kekejaman Brama kian tak berperasaan saat ia membiarkan Cheryl menyiksa Aruna hingga menjualnya di lelang amal. Merasa pengabdiannya dibalas kehinaan, Aruna memilih mengakhiri hidup di jembatan kenangan Yudha dengan pesan terakhir yang memilukan.
Sampul Novel Luka & Keegoisan
9.1
Sembilan tahun dihabiskan Lina Damaris Adelia untuk melupakan Elian Zayn Anderson. Sialnya, takdir mempertemukan mereka lagi dalam ikatan kerja. Kini, Lina terikat di perusahaan milik Elian, pria angkuh yang dulu menorehkan luka mendalam di hatinya. Diuji oleh keegoisan sang bos dan emosi yang terus terkuras, Lina harus bertahan. Akankah pertemuan ini menuntun mereka menyembuhkan masa lalu yang retak, atau justru membuka kembali luka lama yang menyiksa?
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi keluar dari kemiskinan, Japri menjalani ritual pesugihan di Karang Nini. Meski menjadi kaya raya, ia harus menumbalkan darah perawan setiap Selasa Legi. Kewajiban kelam ini kini diwariskan kepada putra tunggalnya, Indra, sesuai perjanjian gaib mereka. Terjebak dalam kutukan tersebut, Indra kini menghadapi situasi pelik saat ia hampir melanggar pantangan sakral yang dapat merenggut nyawa serta seluruh harta bendanya.
Sampul Novel Suamiku Duda Muda
8.8
Demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang nyaris bangkrut, Lisa terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan seorang duda muda bernama Gionino. Pernikahan kedua bagi Gio ini didasari oleh kesepakatan rahasia antar-keluarga. Di tengah keterpaksaan tersebut, Lisa dirundung keraguan akan sifat asli sang suami serta alasan perceraiannya terdahulu. Mampukah Lisa bertahan dalam mahligai rumah tangga ini sekaligus mengungkap misteri kelam di balik status duda yang disandang Gio?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan