APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tidak Percaya Cinta

Tidak Percaya Cinta

Bagi Fahri, cinta sejati tidak pernah ada. Ia meyakini bahwa semua wanita yang mendekatinya hanya tergoda oleh kekayaan dan status sosialnya saja. Trauma mendalam dari masa lalu membuatnya menutup rapat hati dan enggan terlibat dalam hubungan asmara. Namun, keyakinan kokoh tersebut mulai goyah setelah ia mengalami sebuah pertemuan tidak terduga pada suatu malam. Kehadiran sosok perempuan misterius itu perlahan mulai mengusik prinsip hidup yang selama ini ia pegang teguh.
Bab
Bagikan

Bab 3

Fahri diam, menatap dalam-dalam pada gelas di tangannya. Perasaan yang aneh menyelimutinya, sebuah kebingungan yang tak biasa. Biasanya, dia bisa mengendalikan semua situasi, termasuk percakapan dengan siapa saja. Tetapi kali ini, Lia membawa dimensi baru yang tidak pernah dia hadapi sebelumnya. Dia merasa ditelanjangi, bukan secara fisik, tetapi emosional.

"Jadi," Lia memecah keheningan, nada suaranya santai tetapi tetap menggigit, "Apa yang kamu cari di tempat ini, Fahri? Atau lebih tepatnya, apa yang kamu coba hindari?"

Fahri tersenyum samar, tetapi senyuman itu tidak mencapai matanya. "Aku tidak menghindari apa pun," jawabnya datar. "Aku hanya menikmati malam, seperti kebanyakan orang."

Lia mengangkat alis, lalu tertawa kecil. "Menikmati malam dengan wajah penuh beban seperti itu? Maaf, tapi aku tidak yakin. Orang yang benar-benar menikmati hidup biasanya punya sinar di matanya. Tapi kamu..." Lia menunjuk matanya sendiri, mengisyaratkan sesuatu. "Matamu berbicara sebaliknya."

Fahri mendadak merasa terganggu. Tidak banyak orang yang berani menyindirnya seperti itu. Lia jelas bukan wanita biasa yang terpesona oleh gaya hidupnya atau status sosialnya. Dan justru itulah yang membuatnya penasaran.

"Apa kamu selalu suka menebak-nebak orang?" tanyanya, mencoba untuk terdengar dingin.

"Bukan menebak," jawab Lia dengan santai. "Aku hanya mendengar. Banyak orang berbicara tanpa berkata-kata. Kamu salah satunya, Fahri."

Kali ini, Fahri tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa kecil. "Hebat. Jadi sekarang kamu seorang pembaca pikiran?"

Lia hanya mengangkat bahu. "Mungkin. Atau mungkin aku hanya memperhatikan hal-hal yang tidak dilihat orang lain."

Fahri menatapnya lama. Kata-kata Lia entah bagaimana membuatnya merasa lebih kecil dari biasanya, tetapi juga lebih manusiawi. Dia ingin melawan, ingin menunjukkan bahwa dia tidak semudah itu ditebak, tetapi sesuatu dalam dirinya membuatnya menyerah.

"Kalau begitu, apa yang kamu lihat dariku?" tanyanya, hampir seperti tantangan.

Lia tersenyum, kali ini lebih lembut. "Aku melihat seseorang yang mencoba membangun tembok tinggi di sekelilingnya. Kamu mungkin berpikir tembok itu melindungimu, tapi sebenarnya tembok itu hanya membuatmu kesepian."

Fahri tercekat. Kata-kata itu seperti tamparan, tetapi juga seperti obat. Tidak ada yang pernah berkata seperti itu padanya, tidak dengan kejujuran yang begitu polos dan langsung.

"Kesepian?" dia mengulang, suaranya terdengar lebih pelan dari biasanya.

Lia mengangguk. "Iya. Kamu bisa punya segalanya-uang, kuasa, apa pun yang kamu mau. Tapi semua itu tidak bisa menggantikan hubungan manusia yang sesungguhnya. Aku tidak mengatakan ini untuk menghakimi, Fahri. Hanya saja, aku tahu seperti apa rasanya kesepian. Dan aku bisa melihat itu di dirimu."

Fahri terdiam. Dia merasa marah, tetapi bukan pada Lia. Dia marah pada dirinya sendiri, karena Lia benar. Kesepian adalah sesuatu yang dia sembunyikan selama bertahun-tahun, bahkan dari dirinya sendiri.

"Aku tidak butuh hubungan," jawabnya akhirnya, nadanya terdengar lebih defensif daripada yang dia maksudkan. "Hubungan hanya membawa masalah. Aku sudah cukup sibuk dengan hidupku sendiri."

"Kalau begitu, kenapa kamu di sini?" Lia menantang, matanya bersinar dengan rasa ingin tahu.

Fahri tidak tahu bagaimana menjawabnya. Dia selalu datang ke tempat ini untuk melarikan diri, untuk melupakan sejenak rutinitas dan beban pikirannya. Tapi malam ini, dia merasa tujuannya telah berubah tanpa dia sadari. Lia, dengan semua misterinya, membuatnya bertanya-tanya tentang sesuatu yang lebih besar daripada sekadar kesenangan sesaat.

"Aku tidak tahu," jawabnya akhirnya, dengan jujur.

"Jawaban yang bagus," Lia tersenyum, kali ini lebih hangat. "Tidak tahu adalah langkah pertama untuk menemukan jawabannya."

Fahri menatap wanita itu, merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya malam ini. Lia tidak hanya menggetarkan malamnya; dia juga menggerakkan sesuatu dalam dirinya yang sudah lama terkubur. Sesuatu yang membuatnya merasa lebih hidup, meskipun dia belum bisa menjelaskannya.

Ketika pelayan datang untuk mengambil gelas kosong di meja, Fahri menyadari bahwa waktu terus berlalu tanpa dia sadari. Bar itu mulai sepi, musik latar yang awalnya memecah kebisingan kini terdengar lebih lembut.

"Kamu tinggal di mana?" Fahri akhirnya bertanya, lebih sebagai isyarat bahwa dia tidak ingin percakapan ini berakhir.

Lia tersenyum, lalu berdiri sambil mengambil tas kecilnya. "Itu rahasia," jawabnya, sambil menatap Fahri dengan tatapan yang sulit diartikan. "Tapi jangan khawatir. Kita mungkin akan bertemu lagi, Fahri."

Sebelum Fahri bisa berkata apa-apa, Lia berjalan pergi, meninggalkan jejak aroma lembut parfumnya yang memenuhi udara. Fahri hanya bisa memandangi punggungnya yang menjauh, merasa ada sesuatu yang hilang meskipun dia tidak tahu apa itu.

Malam itu, Fahri duduk sendirian di meja, berpikir lebih dalam daripada yang pernah dia lakukan sebelumnya. Lia adalah teka-teki, dan untuk pertama kalinya, Fahri merasa ingin memecahkan teka-teki itu, meskipun dia tahu itu mungkin akan membawanya ke jalan yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Baru kali ini dia merasa penasaran dengan seseorang, lebih dari sekadar fisik atau penampilan. Ada sesuatu yang Lia bawa-sesuatu yang membuatnya merasa ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan, tentang dirinya sendiri, dan tentang arti dari koneksi manusia yang selama ini dia hindari.

Dan di tengah malam yang sunyi itu, Fahri menyadari satu hal: Lia tidak hanya menggetarkan malamnya, tetapi juga hidupnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Imperium Rahasia Miliaran Dolar Penggantinya
9.0
Demi menyokong karier Bima sebagai CEO teknologi, Anya rela berpura-pura miskin selama lima tahun. Sialnya, Bima berkhianat dengan membawa Katrina dan mempermalukan Anya di lelang bawah tanah agar ia patuh. Di sana, Anya tersadar dirinya hanya dijadikan pengganti Katrina. Bima tak pernah tahu bahwa Anya adalah investor rahasia yang menyokong hartanya. Usai hubungan mereka hancur, Anya segera menghubungi Kian untuk menikah dan meninggalkan Bima selamanya.
Sampul Novel JandA
9.4
Ketidakhadiran Aline Anderson membuat perusahaan penerbitan raksasa yang dipimpinnya goyah. Begitu kembali memegang kendali, ia langsung dihadapkan pada krisis besar. Penulis emas andalannya secara mendadak memutuskan menarik seluruh karya, membawa bisnis Aline ke ambang kehancuran. Di tengah ancaman kebangkrutan dan badai konflik yang terus berdatangan, Aline harus menanggung kerugian finansial yang masif sekaligus mengungkap rahasia mengejutkan di balik identitas asli sang penulis.
Sampul Novel Kado Dari Masa Lalu
8.5
Di hari ulang tahunnya yang ke-35, kehidupan Declan Montereau yang mapan mendadak gempar. Pebisnis sukses yang selalu skeptis pada komitmen ini dikejutkan oleh kedatangan Elio, balita empat tahun bermata abu-abu yang mengaku sebagai anaknya. Menghadapi kemiripan fisik yang mustahil dibantah, Declan terpaksa menelusuri kembali masa lalunya demi mengungkap identitas wanita yang tega menyembunyikan rahasia besar ini lalu pergi begitu saja.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
8.8
Setelah mengorbankan martabatnya demi Romeo Fernandez, Violet justru berakhir tragis di meja operasi. Beruntung, ia terlahir kembali dan bertekad segera bercerai demi menyelamatkan dirinya. Namun, Romeo yang dulu membencinya malah berbalik memohon rujuk. Enggan mengulang kesalahan, Violet memilih memeluk musuh bebuyutan mantan suaminya, Charles Griffin, dan memperkenalkannya sebagai kekasih baru di hadapan.