APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Sweet Bar-Bar

The Sweet Bar-Bar

Muli, gadis manis nan pemberani, bimbang saat dijodohkan dengan Reyzan, pria dingin yang ternyata pemalu. Di tengah pesta pertunangan mewah bertema topeng misterius, keraguan mendalam menyelimuti hati Muli karena ia sama sekali belum pernah melihat wajah ataupun mengenal kepribadian calon suaminya. Setiap langkahnya menuju panggung terasa begitu berat. Akankah Muli tetap melanjutkan komitmen ini? Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi di balik topeng tersebut?
Bab
Bagikan

Bab 1

Plakkk!!!

Suara tamparan keras memenuhi ruangan yang semula ramai oleh berbagai diskusi kini menjadi hening tanpa suara sedikitpun.

"Tidakkah kau sadar siapa dirimu?" Tanya suara tua dengan penuh emosi yang tertahan.

"Aku sangat sadar,,, dan karena itulah aku menolak nya!" Jawab suara gadis muda dengan nada yang tak terbantahkan.

"Kau….!!!" Tunjuk wanita tua dengan marah hingga tak mampu berkata-kata lagi pada gadis di hadapannya.

"Muli, hentikan jangan terlalu keras kepala! Apakah kamu tidak melihat nenek begitu mengkhawatirkan mu" Ucap gadis berbaju hijau di samping wanita tua yang dipanggil nenek.

"Mengkhawatirkan ku? Apakah aku salah pendengaran? Atau mungkin mulut manis mu terpeleset?" Jawab gadis yang dipanggil Muli dengan sedikit sarkasme.

"Tidak… bukan itu, apakah kamu tidak melihat maksud baik nenek menjodohkanmu dengan pak Rey zan?" Tanya Lina gadis berbaju hijau itu.

"Oh, maksud baik seperti apa? Coba katakan, mungkin aku berubah pikiran untuk menerima nya" Jawab nya sinis sambil melangkah menuju kursi samping tunggal.

Sebenarnya ia cukup lelah, setelah semalaman menyelesaikan pekerjaan nya hingga jam 2 pagi. Ia belum tidur karena ia tahu jika ia tidur ada kemungkinan ia takkan bangun untuk melanjutkan tugasnya, bertentangan dengan prinsip nya. Ia berencana untuk tidur saat ia menyelesaikan tugasnya dan kembali ke panti di sore hari.

Namun, segala sesuatu nya tidak seperti yang dia harapkan!.

Di tengah kenyamanan dalam gulungan selimut hangat nya, seseorang dengan paksa menarik selimutnya dan melemparkan nya ke lantai dan menyeret nya Keluar sambil terus mengomel sekeras-kerasnya, mungkin dimaksudkan untuk didengar orang lain agar tau bahwa dirinya itu gadis pemalas.

Namun sayangnya,,, mereka tidak tahu bahwa di sini ia terkenal sebagai gadis manis yang baik hati dan pekerja keras!.

Dan ketika orang-orang melihat nya di seret sedemikian rupa banyak yang membelanya, namun apa daya kedua orang yang menarik nya tak tau malu dan dengan kejamnya terus menyeret nya hingga ke dalam mobil yang pada akhirnya disinilah dia berada sekarang.

Rumah besar, keluarga besar namun setiap orang nya memiliki hati kecil.

"Muli, dengarkan bibi. Nenek menyayangi mu untuk itulah dia menikah kan mu dengan pak Reyzan. Dia orang kaya, punya perusahaan sendiri, jadi apapun yang kamu inginkan pasti dia akan memberikan nya pada mu tanpa kamu harus bekerja terlebih dahulu" Jelas dewi istri paman kedua nya.

"Oh baiklah, aku mengerti" Jawab Muli dengan malas.

Ia paham arti dari itu, mereka ingin menggunakan nya untuk mendapatkan kekayaan untuk diri mereka sendiri!

"Jadi,,, apakah kamu setuju untuk menikah?" Tanya paman nya dengan berbinar.

"Tidak! " Jawab nya dengan malas dan menyilangkan kedua kakinya serta tangan nya di depan dada dan memejamkan mata nya.

"Kamu!!! ". Tunjuk pamannya dengan kesal.

"Dasar berandalan tak tau malu, harusnya kau bersyukur karena masih ada yang memikirkan masa depan mu!" Lanjut nya.

"Oh, haruskah aku bersyukur karena kalian telah meninggalkan ku di panti asuhan? Lalu menyeret ku kembali hanya untuk pernikahan dengan terong emas tua? Bukankah itu sangat menyenangkan untuk menjadikan ku sebagai alat transaksi kekayaan kalian?" Keluhan lama dan baru tak mampu ia tahan lagi. Sudah cukup baginya untuk selalu mengalah pada hak yang seharusnya menjadi miliknya tapi mereka ambil tanpa tau malu, namun mereka masih bersikeras mendorong nya untuk keuntungan mereka sendiri!.

Semua orang terkejut dan terdiam, sebenarnya semuanya yang dikatakan nya tidak salah, hanya saja setiap orang memiliki maksud yang berbeda namun saat ini mereka tak mampu untuk menjelaskan nya.

"Muli,,, kami tak bermaksud seperti itu." Sanggah paman bungsu nya.

"Lalu apa?" Tanya muli dengan getir. Hatinya cukup lelah untuk hal-hal seperti ini.

"Kami hanya ingin kamu tumbuh mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, agar kamu memiliki kehidupan yang nyaman" Jawab paman keduanya.

"Tidak bergantung pada orang lain? Mandiri? Hidup nyaman?" Ulang muli kembali dengan nada sarkastis. "Hey!!! Aku bukan bocah bodoh yang bisa kalian tipu, tanpa bekerja pun aku bisa hidup nyaman dengan harta yang ditinggalkan oleh ayah ku!".

" Muli, itu yang tidak kami inginkan. Sikap seperti itu tidak baik!" Unggah bibi kedua nya.

"Tidak baik? Kalian memang sekumpulan bajingan tak tau malu"

"Muli..! Hentikan! " Bentak sang nenek yang tak mampu mendengar keributan ini lagi.

"Kalian semua pergilah, bahas nanti masalah ini" Ucap nenek sambil memijat pelipis nya. "Muli, tetap disini dan terima hukumanmu sebelum pergi" Kata nenek menghentikan langkah kaki muli yang akan pergi.

"Apa yang salah? Kenapa aku harus dihukum? " Tanya muli sambil berbalik menghadap sang nenek.

"Kemari!" Bentak sang nenek. "Haruskah kamu melawan ku setiap saat? Kau ingin aku cepat mati hah?" Keluh nenek dengan suara tak berdaya.

Muli menghampiri sangat nenek dan menopang nya untuk berdiri. "Nenek,,, kau yang terlalu kejam! " Keluh nya tak kalah menyedihkan.

"Berhenti bertindak seperti itu, kali ini kau tak bisa menolak nya" Ucap nenek tegas.

"Mengapa tidak bisa?".

" Bukankah kau ingin menyelamatkan ibumu?"

"Ya,,, tapi bukan nya kakak akan kembali?" Tanya nya sembari mendudukkan sang nenek di tepi kasur.

"Entah kapan kakakmu itu akan kembali dari pelayaran nya,hah.. " Desah nenek. "Andai nenek semampu sebelum nya, mungkin nasib seperti ini takkan menimpa mu".

" Baiklah, jangan menyalahkan semuanya pada dirimu sendiri nek. Mungkin aku yang kurang bekerja keras!".

"Tidak… kesalahan seperti ini berada pada orang tua bukan anak-anak. Kamu seharusnya hidup dengan baik tanpa harus memikirkan beban yang bukan tanggung jawabmu, ini kesalahan nenek karena terlalu tua dan tak mampu menjaga kalian dengan baik."

"Nenek,,, jangan salahkan dirimu. Mari kita salahkan orang lain karena terlalu serakah oke?" Ucap muli menggenggam tangan keriput nenek nya. "Oh iya, apa yang ingin nenek katakan?" Tanya muli mengalihkan pembicaraan.

"Menikah lah, dia tak terlalu buruk. Paman bungsu mu mengatakan kamu takkan menyesali nya." Nenek memandang Muli

dengan penuh kasih dan harapan agar ia mau menerima perjodohan ini.

"Dia mengenal paman bungsu?" Tanya muli terkejut, ia kira calon suami nya adalah kenalan paman ke duanya. "Bukankah pernikahan ini otak dari paman ke dua?" Tanya nya lagi penasaran.

"Bukan, sebenarnya orang tuanya adalah kenalan lama ayahmu, dan dia adalah teman paman bungsu mu. Itulah sebabnya nenek menyetujui pernikahan ini." Jelas nya.

"Tapi nek,,, aku tak mengenal nya. Bagaimana jika dia tidak menyukai ku? Atau mungkin dia orang tua yang kasar dan jelek. Kau harus tau selera paman bungsu itu selalu buruk".

Wanita tua itu hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala nya, bagaimana mungkin gadis ini berpikir buruk seperti itu? Apalagi panggilan aneh seperti itu, "Tidak… kali ini lebih baik, ini permintaan terakhir nenek. Bisakah kamu mengabulkan nya?".

Muli merasa ragu, faktanya ia belum ingin menikah. Apalagi ia selalu terbayang dermawan yang selalu datang ke panti asuhan tempat nya tinggal, meski orang tersebut tak pernah turun dari mobil nya ia tahu itu pasti tampan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALUR CINTA TIAN DAN ARLYN
8.8
Bagi Arlyna Virgolin, cinta sejati pada Bastian Pisceso adalah keyakinan mutlak. Ia bahkan berharap dapat kembali mencintai pria itu di kehidupan selanjutnya. Namun, kisah asmara mereka yang indah dan membara tidak berjalan semulus impian. Di balik kesempurnaan perasaan yang mengikat keduanya, Arlyn dan Tian harus bersiap menghadapi berbagai badai besar yang menguji hubungan mereka. Sanggupkah kekuatan cinta yang mereka miliki bertahan melewati rintangan yang begitu sulit?
Sampul Novel Cinta Terlarang, Murka Sang Wali
9.3
Sepuluh tahun memendam rasa pada sang wali, Bima Wijaya, cintaku berujung pahit saat kuungkapkan di usia delapan belas. Bima murka, merobek lukisan berhargaku, dan membawa tunangannya, Clara, ke rumah. Sosok pelindungku kini menjadi pemberi luka terdalam. Demi mengobati hati yang hancur, aku memilih pergi ke Jakarta. Bersama Ayah, aku siap memulai lembaran hidup baru sebagai mahasiswi di Universitas Indonesia.
Sampul Novel Di Bawah Rintik Hujan
8.9
Bahtera rumah tangga Juan Malvin dan Azalea tengah dilanda guncangan hebat yang mengancam pernikahan mereka. Keadaan kian pelik saat kehadiran Marissa, staf baru di kantor, mulai mengusik dan menjadi pihak ketiga di antara mereka. Di tengah badai konflik yang tiada habisnya, komitmen serta rasa percaya pasangan ini benar-benar diuji. Sanggupkah Juan dan Azalea menyelamatkan pernikahan mereka dari godaan luar dan rintangan yang terus mengintai?
Sampul Novel Kepincut Janda Tetangga
9.3
Devit, seorang dosen, sedang merencanakan pernikahan dengan mahasiswinya. Namun, takdir mengubah segalanya saat ia pindah ke rumah kontrakan sederhana. Di lingkungan baru ini, ia justru jatuh hati pada Juwi, janda muda yang tinggal di sebelah rumahnya. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia akan tetap melanjutkan rencana pernikahan yang matang, atau menyerah pada pesona sang tetangga? Ikuti pergulatan batin dalam kisah cinta mereka yang rumit.
Sampul Novel Pria Pertamaku
9.6
Alex Rayyan berkomitmen menjaga cinta sejatinya kepada sang mantan istri, Rania. Sementara itu, rumah tangga kedua Rania bersama Harris justru berujung kehancuran akibat isu keturunan dan perselingkuhan. Harris terbukti kembali pada mantan tunangannya, diperparah intrik mertua yang mendesak perceraian. Saat Rania terpuruk dalam kepedihan, mampukah ia menata kembali hidupnya? Dapatkah Alex membuktikan sumpahnya untuk hadir dan melindungi Rania lagi?
Sampul Novel Satu Malam, Dua Anak
8.8
Lima tahun usai keluarganya bangkrut, Melita terpaksa memisahkan putra kembarnya. Satu anak ia bawa, sementara yang lain ditinggal bersama sang ayah. Kini, Melita kembali sebagai influencer sukses, namun bayang masa lalu belum hilang. Mantan kekasihnya menyambutnya dengan dingin dan provokatif. Ketika bertemu anak di rumah pria itu yang sangat mirip putranya, Melita malah ditegur dengan ketus. Ia pun bertekad merebut anaknya dari pola asuh kaku sang mantan.