APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel THE GOOD GUY

THE GOOD GUY

Amora memilih pergi dari hidup Gio demi menikahi Marcel, sahabat yang ia kira tulus. Sayang, pernikahan itu justru menjadi mimpi buruk. Sifat lembut Marcel hanyalah topeng, dan penderitaan Amora kian parah akibat tekanan mertua serta kemunculan wanita dari masa lalu suaminya. Walau batinnya hancur dan didera trauma mendalam, Amora memilih bertahan dalam hubungan toksik ini. Semua ia lakukan demi calon bayi di kandungannya agar kelak lahir dengan sosok ayah utuh.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Mas, ingatlah dirimu yang datang melamar memintaku kepada kedua orangtuaku. Kau melamarku, di saat statusmu masih suami almarhum mbak Indah, meminta aku yang masih gadis dan prawan. Sekarang, hanya karena anak pembangkang itu, apakah kau akan mematahkan hati dan juga harapanku padamu, Mas?” tanya Rolla dengan tatapan nanar dan penuh dengan air mata.

Hardi pun bangkit memeluk istri keduanya, dan memberi ketenangan agar tak berfikir macam-macam. “Maafkan aku, ya Sayang? Sudahlah, kamu jangan menangis lagi, oke?” bisik Hardi dengan hangat di atas kepala Rolla sambil mendekap erat tubuh wanita yang usianya sepuluh tahun lebih muda darinya.

“Bagaimana aku tidak akan sedih, Mas? Jauh-jauh aku datang ke sini ikut denganmundan meninggalkan orangtua serta kuluargaku berharap pria yang telah aku nikahi bisa memperlakukan aku dengan baik tapi, malah dengan mudahnya berubah hanya karena anaknya yang tak bisa menerimaku. Jika memang kau berat dengan putrimu, cari saja dia Mas. Tapi, maaf. Untuk bersama dengan dirinya, aku tidak bisa. Lebih baik, pulangkan saja aku kepada kedua orangtuaku, sebelum dia datang ke sini. Itu juga akan membuatnya bahagia dan senang, kan?”

“Tidak Rolla. Aku yang telah memilihmu dan ingin menikah denganmu, mana mungkin aku akan kembalikan kamu ke pada kedua orangtuamu? Aku ini lelaki. Baiklah, aku akan diam dan memberi dia pelajaran. Aku akan terus tak menghubungi Amora sampai dia yang datang dan memohon sendiri untuk dapat kuterima kembali ke sini. Karena, bagaimana pun aku ini adalah kepala kaluarga. Aku harus tegas dan adil pada kalian berdua,” ucap Hardi sambil mengelus punggung istrinya yang baru menginjak usia tigapuluh tahun.

“Terimakasih, Mas. Ayah dan ibuku memang tidak salah menilai dirimu. Aku yakin, mereka berdua melepaskan aku untuk hidup bersama denganmu karena mereka tahu bahwa kamu adalah pria terbaik dan memang bisa bersikap adil,” ujar Rolla. Seketia tersenyum sambil mengusap air mata di kedua pipinya.

“Oh, iya Sayang, aku ada janji sama temanku, untuk urusan kerja. Aku keluar dulu, ya?” ucap Hardi setelah dia ingat bahwa dia telah membuat janji dengan seseorang.

“Siapa, Mas? Apakah aku boleh ikut?” tanya Rolla dengan penuh kecurigaan. Tentu saja dia curiga. Karena, ia takut bahwa suaminya akan mencari putrinya dan membawanya kembali. Sebab, tujuan dia menikahi Hardi karena dia adalah pria yang masih terbilang muda, dan kaya raya, sukses dalam usahanya. Ia juga berkeinginan menyingkirkan putrinya agar seluruh harta warisan suaminya kelak bisa menjadi mmiliknya saat suaminya meninggal.

“Katanya, kamu butuh supir pribadi yang bisa antarin kamu untuk pergi ke manapun kamu mau pergi? Ya, ini temanku bawa calon supir. Kamu lebih baik istirahat saja, di rumah, ya? Kamu tak mungkin keluar bersamaku dengan wajah yang masih lebam begitu, kan? Aku takut, nanti orang berfikir bahwa aku KDRT lagi, pada istri,” ucap Hardi dengan mesra dan memegang bawah dagu istrinya.

"Ah, iya Mas... habis, walaupun tetap bersama, dan setiap hari bertemu, aku juga selalu ingin terus denganmu saja, Mas. Setiap hari aku selalu kangen kamu. Apalagi, tiga hari ini kamu terlalu sibuk dengan pikiranmu sendiri, jadi, aku merasa berada jauh darimu saja," ucap Rolla. Mulai mengatakan kalimat manis dan beracunnya untuk menguasai Hardi.

"Aku minta maaf. Nanti, saat pulang dari bertemu dengan temanku itu, aku akan memperlakukan kamu dengan sangat baik untuk menebus kesalhanku tiga hari terakhir ini, oke? Ya sudah, kalau begitu, aku pamit dulu, ya Sayang?"

"Baik, Mas. Hati-hati. Ingat untuk segeralah pulang kalau urusannya selesai," ucap Rolla dengan manja.

"Aku berangkat dulu, Sayang. Kamu jaga diri di rumah, ya?" Hardi mengecup kening istrinya sebelum akhirnya dia pergi.

"Baik, Mas. Hati-hati," jawab Rolla. Mengantar suaminya pergi hingga depan pintu. Begitu mobil telah meninggalkan halaman, Rolla buru-buru mengambil ponselnya dan menelfon seseorang

"Halo, selamat malam, Bu!" sahut suara seorang pria dari seberang sana.

"Cepat, kamu awasi suamiku. Dengan siapa dia keluar, segera laporkan padaku," ucap Rolla dengan nada yang tegas.

"Siap, laksanakan, Bu," jawab pria itu. Juga dengan tegas.

"Aku pergi dulu, ya? Ada perintah dari bos," ucap seorang pria yang baru saja kematian panggilan dari atasannya.

"Kamu masih setia saja sama bos cantikmu itu, San?" tanya rekan yang menemaninya ngopi bareng.

"Ya, mau gak setia bagiamana? Kerja santai, bayaran banyak. Tinggal nunggu waktu saja kelak. Siapa tahu dapat bonus besar, mayan, kan?" jawab Santo. Pria berusia tiga puluh tiga tahun tersebut.

"Hehehe, kau tampang juga cakep. Jadi suaminya pantas, lah daripada pak Hardi. Malah kaya anak gadisnya saja," timpal rekannya. Seolah membumbui, membuat obrolan menjadi semakin panas.

"Hahaha! Aku aminkan saja doa kalian. Sekarang, aku pergi kerja dulu. Sebab, kalau misi gagal, jangankan bonus besar. Kena omel dan terancam dipecat yang ada nanti," jawab Santo. Lalu menyeruput kopi yang sisa setengah gelas dan menghabiskannya.

Di sebuah warkop remang-remang, pak Hardi menemui paman Rista. Sahabat putrinya, guna untuk mencari informasi tentang kabar dan keberadaan sang anak.

Dia tahu, kalau Rolla istrinya pasti akan mengawasi dirinya terus. Serta memasang mata-mata. Jadi, dia juga harus main trik. Karena dia juga tahu bahwa semua akun chatnya juga telah disadap.

"Bagaimana? Apakah ada kabar?" tanya pak Hardi. Demi mengelabui mata-mata istrinya, ia bersikap santai.

Rado, adik dari ibunya Rista adalah orang yang cukup cerdas, bahkan dia juga tahu seluk beluk tentang keluarga Amora. Jadi, hanya dengan bahasa isyarat saja dia juga mengerti.

"Sebentar, saya telfon dulu," ucap pria itu.

"Halo, Rista. Ini Om. Sekarang ini, om sedang bersama dengan ayahnya Amora. Kamu tahu, kabar Amora?" tanya Rado.

"Tidak tahu, ya Om. Chatnya Rista gak dibalas. Bagaimana kabarnya dan di mana dia juga, Rista tidak tahu," jawab gadis itu dari seberang sana.

"Oh, ya sudah, tolong jangan lupa kabari om, jika Amora sudah balas, ya?" ucap Rado. Kemudian mematikan panggilan.

"Apa katanya?" tanya pak Hardi, penuh harap.

"Nihil, Bang. Bahkan chat dari Rista juga tidak dibalas sama Amora," jawab Rado, dengan lesu.

Pak Hardi pun diam. Mungkin, putrinya sudah akan tahu bahwa pasti dirinya akan mencari informasi pada Rista. Karena, ia tahu bahwa Rista adalah sahabatnya dari sejak SMP hingga gadis itu lulus SMA. Jadi, dengan sengaja putrinya tidak membalas pesan dari sahabatnya tersebut.

"Selamat malam. Apakah anda pak Rado dan pak Hardi?" ujar seorang pria berusia empat puluh tahun dengan santun.

"Iya, benar. Anda pak Jupri, kan?" ujar Rado dengan ramah.

"Benar," jawab pria itu.

Lalu, Rado dan Hardi pun mempersilahkan agar pak Jupri untuk duduk.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Seorang Pengganti
7.9
Vonis medis yang mengerikan menghancurkan hidup Dira. Di masa kritis ini, ia harus berjuang sendirian tanpa dukungan dari suaminya, yang ternyata hanya menganggap dirinya sebagai sosok pengganti yang tak berharga. Didera penderitaan fisik dan batin, Dira kini dihadapkan pada keputusan besar dalam hidupnya. Apakah ketulusan cintanya mampu menyadarkan sang suami, atau ia ditakdirkan selamanya menjadi bayangan orang lain yang selalu dipandang sebelah mata?
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Demi memenuhi syarat dari sang ayah, Amanda yang manja dan kaya raya justru terdampar di pulau asing. Sosialita sombong ini harus berbagi atap dengan Senja, pria dingin yang baru dikenalnya. Mereka terpaksa tinggal bersama untuk sebuah misi acara televisi dengan motif masing-masing. Sikap egois Amanda kerap merepotkan Senja, sementara sikap ketus pria itu terus menguji kesabaran Amanda. Mampukah dua kepribadian yang bertolak belakang ini bertahan hidup di sana?
Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta
8.0
Kecantikan paras Mary Aram dari muara Mua justru menjadi kutukan yang membelenggu kebebasannya. Di tengah kepungan orang-orang serakah dan licik, ia dipaksa menjadi boneka tanpa daya. Namun, penderitaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Mary menemukan kekuatan baru saat menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sebuah kepalsuan. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk bangkit melawan, demi merebut kembali martabat dan hak atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel KESAKSIAN CINTA STEVI
8.1
Wasiat terakhir mendiang ibunya untuk selalu bekerja keras terus membayangi Stevi. Kini, di tengah duka yang belum sepenuhnya sirna, ia memulai lembaran baru sebagai istri Aria. Stevi berharap sang ibu bisa beristirahat dengan damai karena suaminya kini sangat mengandalkan dirinya. Sementara itu, Aria disibukkan oleh tanggung jawabnya sebagai dosen. Saat membimbing mahasiswi menyusun makalah, ia dengan tegas mengingatkan pentingnya keaslian karya agar terhindar dari plagiarisme saat seminar nanti.
Sampul Novel Pernikahan Yang Dikhianati
8.3
Harapan Aruna membahas pernikahan bulan depan hancur saat calon mertuanya membatalkan rencana itu demi wanita lain yang lebih setara. Di tengah kepedihan dan harga diri yang terkoyak, ia secara tak terduga menerima lamaran dari Reza, seorang duda kaya raya yang juga cinta pertamanya. Keputusan nekat Aruna ini justru membawanya masuk ke dalam pusaran intrik penuh drama, pengkhianatan mendalam, serta jalinan asmara yang jauh lebih rumit dari bayangannya.
Sampul Novel Your Lies Heart
9.7
Kehidupan Anita dalam pernikahan tanpa cinta dengan anggota keluarga politisi terpandang terasa sangat hampa, meski bergelimang harta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang jurnalis muda yang menawan melalui sebuah peristiwa tak terduga. Hubungan yang kian erat di antara mereka menumbuhkan benih cinta terlarang yang membara. Menyadari kenyataan pahit bahwa hubungan itu mustahil terwujud, keduanya terpaksa membohongi perasaan sendiri demi menyembunyikan rasa sakit.