APKDock Logo
Sampul Novel The Ceo Is My Husband

The Ceo Is My Husband

8.5 / 10.0
Hubungan unik terjalin antara gadis remaja berusia enam belas tahun dan seorang CEO sukses. Sang pria paruh baya terus mengejarnya tanpa lelah, selalu ingin menatap wajahnya. Sebaliknya, gadis itu merasa jengah dan bosan dengan kehadiran sang CEO yang terus-menerus di hadapannya. Perbedaan usia yang kontras serta keteguhan hati sang pria menciptakan dinamika interaksi yang penuh warna dalam kisah romansa mereka yang tidak terduga.

The Ceo Is My Husband Bab 1

Drreett... Drreett

Nawa terbangun dari tidurnya dan mematikan alarm paginya, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.

Cukup lama bersiap siap akhirnya nawa selesai dan berangkat kesekolah.

Sampainya diseberang sekolah, nawa turun dari bus dan langsung menyebrangi jalan tanpa melihat kearah kiri dan kanan.

Tiba tiba dari arah kanan

TIINTT... TINNTT

Membuat Nawa terkejut berdiam diri ditempat, jarak Nawa dengan mobil hanya menyisakan beberapa Cm, Lalu Nawa menoleh ke arah mobil dengan penuh emosi dan memukul bagian depan mobil.

"WOII TURUN LO!!!" Seru Nawa dengan menunjuk orang didalam mobil. "Lo gak liat ha? Gue nyebrang?" Sambungnya dengan penuh kesal.

Pengemudi mobil itu turun "Maaf, tapi saya emang gak liat kamu tadi"

"Gak liat apanya? Gue segede ini" ketus Nawa

"Tapi benar saya gak liat kamu"

"Aggkkhh udahlah, ribet amat ngomong sama om om kayak lo" lalu pergi meninggalkan pria itu.

Gue? Om om? Masa gue setua itu? Pria berkata didalam hati, sambil memandangi nawa masuk kesekolahnya.

drrtt drrtt

Pria itu mengangkat teleponnya "Ya No, Gue bentar lagi sampe dikantor nih" lalu mengakhiri panggilan.

Pria itu kembali kedalam mobilnya dan melaju pergi

~🌱~

Sampainya dikelas Nawa masih emosi melihat pria tadi.

"Ihh, Awas aja kalau gue ketemu lagi sama tu om om" ucap nya sendiri dan didengar oleh temannya yang datang entah darimana.

"Om om siapa?" Hanni yang nongol di samping nawa.

"Woii!!! ngagetin gue aja lo"

"Gue denger lo bilang om om, om siapa sih?"

"Siapa yang bahas om om anjir" merebahkan kepalanya dimeja

~🌱~

Bell sekolah berdering...

Seluruh siswa siswi mengakhiri pelajaran akhir dan pulang.

"Eh hann, temanin gue bisa gak?"

"Bisa dong, Kemana?"

"Ke perpus sekolah ini doang"

"Oh kirain lo mau pergi keluar, tapi nanti temanin gue ya"

"Sipp" ujar Nawa mengacungkan jari jempol nya.

Mereka berdua keluar kelas dan menuju perpustakaan sekolah, sampainya didalam Nawa mengembalikan buku yang telah ia pinjam.

Saat berbalik Nawa yang tidak memperhatikan jalan lalu bertabrakan dengan seorang pria.

"Aduh maaf gue gak sengaja" lalu mengambil buku yang jatuh.

"Gak apa apa santai aja" menerima buku dari tangan nawa

Nawa lalu melihat ke arah pria itu dan meminta maaf sekali lagi atas ketidaksengajaannya.

"Maaf ya gue gak sengaja, maaf banget" ujar Nawa.

"Gak apa apa santai aja" ucap pria itu menahan tawa nya melihat ekspresi Nawa. "Gue gak pernah liat lo, Lo anak baru?" Sambungnya.

"Engga, Gue gak anak baru, cuma yaa baru kali ini gue masuk perpus"

"Oh pantesan gue gak pernah liat lo"

Nawa hanya tersenyum "Oh ya gue duluan ya" sahut Nawa dan berlalu pergi.

"Lo dikelas apa" teriak pria itu.

Nawa menoleh ke arah pria itu "kelas 11A" dan berlalu pergi.

Pria itu tersenyum melihat Nawa 'Gue baru tau kalau ada cewek secantik dia, Aiisshh hayolah apa gue pikirin sih' gerutu pria itu didalam hatinya dan tersenyum

"Bodoh banget gue anj, masa nanyain kelasnya bukan nama ataupun no telepon nya sih" kesal melihat kebodohannya sendiri.

"Ihh wa, lo lama banget sih? Ngapain coba?" Hanni mendengus kesal.

"Lama apaan monyet? Gue rasa bentar tadi loh" sahut Nawa.

"Yaudah deh ayo temanin gue" lalu mengandeng pergelangan tangan Nawa.

Selama diperjalanan, Nawa melihat ke kiri dan kekanan, "Ih Hanni, Lo mau kemana sih tujuannya"

"Kita ke cafe" ucap Hanni yang sedang mengendarai motor matic nya.

Nawa hanya mengangguk angguk saja mengikuti kemana tujuan sahabatnya satu itu.

Setelah 25menit berlalu akhirnya nawa dan hanni sampai di cafe starlight

Mereka berdua turun dari motor lalu memasuki cafe tersebut dan memilih tempat duduk bagian pinggir

"Lo mau minum apa wa?" Ujar Hanni yang melihat buku menu

"Gue mau frappucino"

"Oke, gue pesan dulu lo tunggu disini okee"

Nawa memainkan ponsel nya seraya menunggu Hanni dan pesanannya.

Nawa tidak sadar bahwa ada sepasang mata mengamatinya sambil tersenyum.

"Duhh, lama amat si Hanni" merebahkan kepalanya di meja cafe dan melihat ke arah pria yang menatapnya, awalnya Nawa tidak menyadari nya lama kelamaan Nawa teringat bahwa pria itu yang hampir menabraknya pagi tadi.

Pria itu terus menatap Nawa sambil meminum minumannya. Pandangannya selalu tertuju kepada Nawa, membuat Nawa ingin sekali memarahinya namun dicafe sangat ramai pengunjung.

Nawa pun mengurungkan niatnya, Dan hanya memalingkan wajahnya dari pria itu.

"Ish, Gue rasanya ingin pukul tu wajah om om" mendengus kesal.

Hanni datang dengan membawa pesanan mereka berdua "Ini minuman lo" memberikan minuman pesanan Nawa.

"Hann, kita minum ditempat lain aja yuk"

"Eh? Kenapa sih?" Ujar Hanni bingung "Tempatnya gakbagus ya?" sambungnya.

"Aduhh bukan masalah itu, t-tapii" perkataan nawa terhenti karna pria itu menghampiri mereka berdua.

Hanni pun melihat ke arah pria itu, "aduhh ada cowok ganteng wa" spontannya. Nawa yang malu melihat temannya langsung menutup mulut hanni dengan tangannya.

"Apa?" Ucap Nawa datar kepada pria itu.

Pria itu tersenyum dan tertawa kecil

"Aneh ini om om, ditanya malah ketawa lo" ketus Nawa.

"Om om apanya anjir? Jelas-jelas muda begitu" bisik Hanni ketelingan Nawa.

"Apaansih lo han" ujar Nawa lalu berjalan keluar meninggalkan hanni.

"Eh wa tungguin gue" siap siap ingin melangkah pergi.

"Hei tunggu" ucap pria itu kepada Hanni.

Hanni kembali menoleh ke arah pria itu, "iya ada apa?" Tersenyum manis.

"Siapa nama teman kamu tadi?"

"Oh yang tadi?" Menunjuk keluar, "itu namanya Nawa, biasalah kak bocil 16tahun mah gitu kelakuanya" sambungnya.

"Oh Nawa" tersenyum setelah mengetahui namanya.

"Oh iya saya hanni" memberi tangannya yang hendak berkenalan, "nama kakak siapa?"

"Saya Maven Williams" menerima jabat tangan Hanni.

"Oh tunggu, jangan jangan kakak ini Maven Williams robert kan?" Jawab Hanni antusias.

Maven hanya mengangguk berarti iya, Hanni pun langsung takpercaya bahwa ia bersalaman dengan ceo tampan.

Saat sedang bersalaman nawa meneriaki Hanni dari pintu luar, "WOII LO GAK PULANG HA? GUE TINGGALIN NIH"

"eh iya gue pulang, tungguin lah" sahut Hanni lalu berpamitan pulang dengan Maven.

Hanni menuju ke arah Nawa "Lama anjir, Bisa telat gue kerja nanti" cetus Nawa.

Mereka pun pergi dari cafe tersebut. Di perjalanan Nawa menikmati minuman nya.

"Eh wa, Lo ditanyain loh sama cogan tadi" ucap Hanni membuka pembicaraan

Nawa hanya diam berarti tak menanggapi perkataan hanni.

"Dia nanyain nama lo, Jadi yaaa gue kasih tau lah"

"Anj, kenapa lo kasih tau monyettt" kesal Nawa terhadap temannya yang caper itu

"Anjir lo gaktau siapa dia?"

"Gak, Lagian gue gak peduli" ucapnya dan meminum minumannya kembali.

"Dia itu CEO di perusahaan sandbox, monyettt" celetuk Hanni dengan nada yang agak kesal melihat sahabatnya ini gak tau apa apa.

"Oh" respon yang terdengar dari mulut Nawa

Sampainya di depan rumah Nawa, ia pun turun dari motornya Hanni "Oke thanks han"

"Cie ciee ciee, ditanyain CEO ganteng"

"Lo kalau mau dia ambil anjir, jangan ledekin gue mulu"

"Gue mau, cuma kayaknya dia suka lo" jawab Hanni berpura pura sedang memikir.

Nawa geli melihat tingkah sahabatnya itu "Udah sana lo balik"

"Dahh, Sahabatku semangat kerjanya nanti" menyalakan motornya dan melaju pergi dari sana.

•

•

•

To be continued



Nawa kallandra

Berusia 16tahun

Kelas 11A

Bekerja paruh waktu



Maven williams robert

Pendiri dan ceo sandbox

Berusia 27tahun

Baik, pintar, tampan, kaya raya

Cuek, anti cewek kecuali dengan nawa



Hanni aninda

17tahun

Kelas 11A

Sahabat setia nawa

Anak orang kaya

Jangan lupa di vote dan comment ya❤️

Lanjut Membaca

Daftar Isi The Ceo Is My Husband

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel BURONAN
9.5
Sammy, eks-militer yang kabur dari penjara akibat fitnah keji, kini menjadi buronan Interpol demi melacak adik angkatnya. Di tengah pelarian, ia terpaksa bertahan hidup sebagai pembunuh bayaran berdarah dingin. Kehidupannya mulai berubah saat ia jatuh hati pada Rheyna. Namun, dilema besar menghantam Sammy ketika ia mendapati bahwa target eliminasi berikutnya merupakan sosok penting yang sangat dekat dengan wanita yang dicintainya tersebut.
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berjuang keras menghapus Sean Alexander dari ingatannya. Dulu, CEO dominan itu menolak putri mereka demi menghindari tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat Sean berjumpa dengan Lilly, ikatan batin yang kuat langsung terjalin di antara mereka. Di tengah upaya Sean mendekat, sebuah kenyataan pahit terungkap bahwa Lilly menderita kanker darah. Sean pun memohon kesempatan menebus dosa masa lalunya demi menjadi ayah seutuhnya bagi sang putri.
Sampul Novel Harta Tahta Kesayangan Duda
8.9
Hidupku yang unik mendadak berubah saat seorang duda tenang mulai mengejarku. Ingin rasanya aku menghindar, tetapi pesona anaknya yang sangat menggemaskan terus membuatku ragu. Walau ada rasa takut terlihat cepat tua jika mendampinginya, gelimang hartanya tentu sulit diabaikan. Begitu dia datang melamar, aku pun menuntut syarat untuk mempunyai bayi yang lucu. Di luar dugaan, respons santainya kini membawa masa depan kami pada sebuah keputusan yang tak disangka-sangka.
Sampul Novel I Choose The Villain Crown Prince
8.6
Seorang pembunuh bayaran terlahir kembali sebagai Athea Dominic, putri bangsawan klan Api yang dibenci. Usai tewas tragis akibat mencintai Pangeran Alexander di masa lalu, ia bangkit menjadi prajurit elite demi membalas dendam atas pembantaian keluarganya. Athea lalu bersekutu dengan Azrael, sosok misterius yang merupakan Putra Mahkota Klan Api. Bersama-sama, mereka berjuang merebut takhta dari pangeran kejam itu demi menuntut keadilan bagi klan mereka.
Sampul Novel Melepas Daster Burukku
7.8
Sartika hancur setelah Riya, sepupu suaminya, mengaku menjadi selingkuhan Roni. Rasa sakitnya kian dalam karena suaminya kerap merendahkan penampilannya yang kusam di hadapan Riya. Ogah terpuruk, Sartika mengubah dirinya menjadi sosok yang anggun dan menyiapkan rencana pembalasan yang matang. Saat Roni mulai mengemis maaf, mantan kekasih Sartika datang menawarkan kembali cintanya. Sartika pun dihadapkan pada pilihan sulit antara masa lalu atau lembaran baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan