APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Beautiful Mistress

The Beautiful Mistress

Akibat mabuk, Shane melakukan kesalahan fatal dengan meniduri Shaleta. Demi bayi mereka, Shaleta rela menjadi simpanan hingga kehilangan sahabatnya. Meski Maria meminta Shane melindunginya, sebuah rahasia besar justru memicu kebencian mendalam di antara mereka. Kini Shaleta telah bersuami. Di tengah penyesalan, Shane harus membuang harga dirinya demi menebus dosa masa lalu dan merebut kembali hati wanita yang kini sangat membencinya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Shaleta tampak diam dengan ucapan Shane tentang dirinya, entah apa yang lelaki itu ketahui semuanya tidaklah penting. Harus Shaleta akui kalau selama ini dia memendam rasa pada Shane, rasa yang seharusnya tidak hadir dalam hati ini karena Shane adalah milik Maria. Selama ini Shaleta berusaha menyembunyikan perasaannya, bersikap biasa saja meski Shane sering ada di sekitarnya.

"Aku tidak akan pernah putus dengan Maria, kami sudah bertunangan dan sebentar lagi menikah. Jadi, sadar dirilah posisi kamu seperti apa," ujar Shane yang masih kesal akan kebodohannya dan melampiaskan pada Shaleta.

"Aku tidak akan meminta tanggung jawabmu, tenang saja," jawab Shaleta tak memiliki pilihan lain.

"Anggap kejadian semalam itu tidak pernah ada, mengerti!" desis Shane menatap Shaleta tidak suka.

Shane berlalu meninggalkan Shaleta, begitu lelaki itu pergi air mata yang sekuat tenaga dia tahan akhirnya luruh juga. Hatinya sungguh pedih karena melihat lelaki yang dia cintai selama ini memandang rendah dirinya, padahal selama ini Shane begitu baik padanya.

Shaleta tentu saja mengerti, dia sendiri juga tidak ingin Maria sampai tahu hal ini. Dia tidak ingin kehilangan sahabatnya hanya demi lelaki seperti Shane Davies, biarkan saja semua seperti ini.

Shaleta mengusap pelan pipi basahnya, padahal dia bertekad untuk memberikan keperawanan pada suaminya tapi entah kapan. Dia harus bisa bangkit, dan berusaha kembali menatap hidupnya.

Sementara itu, Shane memukul samsak dengan pukulan terkeras. Cepat dan sat set. Sudah beberapa jam Shane melakukan hal ini, dan tibalah Nico, sekretaris lelaki itu.

"Ini berkas yang Anda inginkan," ucap Nico menyerahkan bekas tentang informasi siapa Shaleta.

Selama ini Shane membiarkan Shaleta terus bersama Maria karena kekasihnya begitu menyukai wanita itu, entah apa yang dilihat dalam diri Shaleta.

Untuk sesaat Shane membaca berkas tersebut, dan tidak ada yang istimewa. Dia melempar berkas tersebut dengan asal, merasa kesal karena bisa-bisa salah meniduri Shaleta.

"Ikuti dan laporkan segala hal yang menyangkut Shaleta padaku!" perintah Shane meneguk minumannya hingga tandas.

"Baik," jawab Nico kemudian melihat jadwal Shane hari ini.

"Jam dua belas siang Anda harus menghadiri seminar di Universitas Z, pembahasan dan materi sudah saya siapkan," lanjut Nico kembali menyerahkan laporannya.

"Atur saja, dan lakukan perintahku," jawab Shane, dan Nico menunduk sebentar.

Shane berolahraga sebentar, dan menyiapkan diri menghadiri seminar tersebut. Walk in closet penuh dengan setelan mewah, dasi, jam tangan serta sepatu berjajar di sepanjang lorong. Shane yang melilitkan handuk di pinggang tengah memilih setelan yang pas untuk dirinya, tubuh lelaki itu terpahat sempurna. Tegak dan gagah.

Shane Davies adalah salah satu pengusaha muda yang sukses dalam bisnis, dan tentu saja banyak wanita yang mengincar dia meski hanya sebatas penghangat ranjangnya saja.

***

Shaleta memilih untuk tidak tinggal di Apartemen Maria lagi, beruntung ada salah satu teman bisa membantunya untuk tinggal bersama untuk sementara. Langkahnya terlihat biasa, namun menahan perih di pangkal pahanya.

Semalam adalah yang pertama untuk Shaleta, dan Shane memperlakukannya dengan kasar. Apa mungkin Shane juga memperlakukan Maria seperti itu ketika mereka bercinta? Astaga. Shaleta memukul kepalanya karena memikirkan hal itu.

"Dasar bodoh," keluh Shaleta yang sudah sampai di Universitas tempatnya belajar.

Shaleta tahu kalau hari ini ada seminar yang mengundang salah satu pengusaha untuk mengisi acara ini, tentu saja dia tertarik karena bisa belajar lebih baik lagi untuk materi kuliahnya.

Shaleta datang pertama dan memperoleh kursi deretan nomor dua dari depan, dia sangat menanti hal ini. Beberapa orang sudah mulai berdatangan, beberapa menyapa Shaleta dan duduk bersama. Beberapa orang berbisik, dan mengatakan kalau pengusaha muda ini sangatlah tampan.

Shaleta hanya mendengar saja tentang pujian itu, tujuannya datang ke sini bukan untuk menikmati paras tampan pengusaha itu melainkan ingin menyerap banyak ilmu dari apa yang akan disampaikan.

"Astaga, sungguh tampan sekali," puji Marry yang duduk di samping Shaleta.

Shaleta yang masih sibuk pada tas bawaannya seketika menatap Marry yang menatap penuh pujaan, kebucinan terlihat jelas dari raut wajah wanita yang duduk di sampingnya. Shaleta hanya menggeleng, dan menghadap depan. Dia ingin tahu siapa yang membuat seisi ruangan ini membicarakan pengusaha muda tersebut.

Shaleta tidak menyangka kalau Shane yang akan mengisi seminar hari ini, dia enggan untuk menatap lelaki itu setelah kejadian semalam. Namun, ini adalah salah satu tugas yang harus dia selesaikan.

Beberapa tatapan Shane dan Shaleta bertemu, namun mereka berusaha bersikap biasa dan menyelesaikan seminar ini dengan cepat. Shaleta sendiri sudah mendapatkan materi untuk tugas kuliahnya, dan di akhir acara sungguh meriah karena banyak wanita bersorak atas sikap ramah yang ditunjukkan oleh Shine.

Shaleta memilih untuk menghindar begitu seminar selesai, dia memilih untuk membeli kopi supaya tidak mengantuk untuk kelas selanjutnya. Tapi, ketika dia menuju kelas. Ada beberapa wanita yang histeris dan menabrak Shaleta, alhasil kopi yang dia bawa tumpah dan tubuhnya pun ikut terjatuh.

"Maaf ... maaf. Saya sungguh tidak sengaja," ucap Shaleta menunduk.

Shane tahu kalau itu adalah Shaleta, dia tidak mungkin marah karena ada banyak orang di tempat ini. Dia sangat menghindari untuk bertemu Shaleta, tapi malah bertemu di seminar ini. Sungguh sial.

"Kita bicara di mobil," minta Shane dengan suara baritonnya.

Shaleta segera mengangkat kepalanya, ternyata orang yang dia tabrak adalah Shane. Astaga, setelan dan baju Shane kotor oleh kopi yang dia bawa. Tampak Shaleta masih diam dengan keterkejutan yang baru saja dia tahu, Shane segera mendekat dan berbisik.

"Jangan membuatku semakin marah padamu!" desis Shane membuat Shaleta tersadar.

Shane tidak ingin menarik banyak perhatian, dan kembali berjalan diikuti Nico. Shaleta memejamkan mata dan memaki dirinya, kenapa harus bertemu dengan Shane lagi? Dengan lemas Shaleta mengikuti Shane menuju mobilnya, dan masuk.

"Kamu pandai sekali mencari perhatianku!" ejek Shane yang sudah melepas jas, dan tersisa kemeja putih yang sudah di gulung hingga lengan.

"Aku tidak mencari perhatianmu, aku justru menghindar," bantah Shaleta menatap Shane yang menatapnya remeh.

Shane menyesap wine yang ada di dalam mobil mewahnya. " Munafik! Aku tahu kamu sengaja melakukan hal itu."

"Percuma aku menjelaskan apa pun padamu, tak akan membuatmu percaya," sahut Shaleta yang kini tahu sifat asli Shane seperti apa.

Shane menarik kasar lengan Shaleta supaya mendekat padanya, tatapan mengerikan dan amarah terlihat. "Enyahlah dari hidup Maria, dia terlalu baik untuk wanita sepertimu!"

Shaleta kesal, kenapa Shane memperlakukannya seperti ini? Dia tidak bersalah, dan tidak meminta tanggung jawab. Kurang apa lagi!

"Aku sungguh kasihan pada Maria, memiliki tunangan yang tidak punya hati!" sembur Shaleta yang selalu saja dihina oleh Shane.

"Sialan!" Cengkeraman Shane semakin erat, dan membuat Shaleta kesakitan tapi berusaha dia tahan. "Kalau bukan karena Maria, kamu bukan apa-apa berada di tempat ini."

"Aku tidak pernah memaksa Maria untuk berteman denganku, kami saling memahami dan itulah yang membuat kita bersama hingga saat ini. Jadi, jangan berlagak paling tahu tentang hubungan kami," tegas Shaleta geram bukan main.

Shaleta segera menepis kasar tangan Shane, dan menatap lelaki itu tanpa takut. "Aku tidak bersalah, dan harusnya kamu yang malu karena memperkosaku tuan Shane yang terhormat!"

Shaleta segera keluar, dan membanting pintu mobil Shane dengan keras. Di dalam mobil, Shane mengumpat keras karena Shaleta begitu berani padanya. Dia bersumpah akan membuat hidup Shaleta hancur jika sampai Maria tahu tentang hal ini.

Malam harinya, Shane pergi ke salah satu club malam terbesar di New York. Dia baru saja tahu kalau Maria sedang berada di Los Angeles untuk bekerja, dan dia juga kesal karena tunangannya tidak memberitahu sama sekali.

Dentuman musik begitu membuat telinga berdengung, namun memberikan efek sensasi menyenangkan. Pengunjung semakin berdatangan ketika hari semakin malam, banyak wanita meliuk-liukan tubuhnya untuk menarik perhatian Shane.

"Kamu terlihat kacau, Shane," ujar Bartender yang sudah lam mengenal Shane sejak masa kuliah.

"Semua karena wanita brengsek itu, dia berusaha mendekatiku dengan menjadi sahabat Maria," balas Shane meneguk habis whiskey yang begitu nikmat.

"Semua wanita memang seperti itu, kamu beruntung mendapatkan Maria," puji Bartender tersebut yang juga mengenal Maria.

Shane sudah menghabiskan beberapa botol whiskey, dan dia mulai merasa lelah untuk minum. Dia berjalan sempoyongan menuju ruangan VIP yang dia miliki, namun langkahnya terhenti ketika melihat Shaleta berada dalam pandangannya.

"Sialan, kenapa wanita murahan itu ada di sini?" geram Shane berjalan dan menyeret Shaleta menuju ruangan VIP.

Shaleta yang sedang bekerja tentu saja terkejut ketika Shane menarik paksa dirinya, berusaha memberontak tapi tak banyak orang yang tahu kalau berada di lorong VIP. Shane bahkan membungkam mulutnya supaya tidak menimbulkan suara.

"Kamu sungguh keras kepala," seru Shane mulai melepaskan kancing bajunya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Dua Hati
8.8
Kecewa karena lamarannya ditolak Maida akibat perbedaan status sosial, Razi memilih menikahi Hana, gadis desa pilihan sang ibu. Konflik dimulai ketika Razi memboyong istrinya menetap di Jakarta. Maida yang rupanya memendam rasa kini terobsesi merebut Razi kembali. Keadaan kian rumit dengan campur tangan kakak angkat Maida yang memperkeruh suasana. Di tengah badai ujian dan gangguan ini, mampukah rumah tangga Razi dan Hana bertahan dari kehancuran?
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Kencan Buta Setelah Pulang Kampung
9.7
Tujuh tahun mendampingi Daniel Liman secara rahasia membuat Nadya, putri Keluarga Luandra, mengharapkan lamaran di hari perilisan albumnya. Namun, Daniel justru mengumumkan kerja sama dengan Yuna Fadian, cinta pertamanya yang baru kembali. Saat mencari penjelasan, Nadya mendengar obrolan menyakitkan dari luar ruang istirahat. Daniel mengonfirmasi bahwa selama ini Nadya hanyalah sosok pengganti sementara yang kini harus tersingkir setelah sang tokoh utama kembali.
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin
9.2
Clayden Ardhanesa, dahulu dikenal sebagai Bradford, rela melepas kejayaannya di puncak dunia demi menikahi wanita yang dicintai. Ia memilih melindungi sang istri dari balik layar hingga wanita itu sukses. Namun setelah berhasil, sang istri justru menganggap Clayden tidak berguna dan meminta cerai. Saat nama Clayden kembali bergema di panggung dunia, sang mantan hanya bisa bersimpuh menyesali keputusannya sambil menangis tanpa henti.
Sampul Novel SENI DI ATAS RANJANG
8.5
Kumpulan kisah romansa dewasa ini menyajikan rangkaian cerita penuh gairah dengan beragam konflik yang memikat. Melalui bab-bab yang unik dan panas, pembaca akan diperkenalkan pada deretan karakter dari berbagai profesi serta latar belakang kehidupan. Nikmati dinamika hubungan yang intens, provokatif, dan mendalam di setiap alurnya. Antologi variatif ini dirancang khusus untuk menghadirkan hiburan maksimal bagi pembaca dewasa yang mencari cerita cinta yang berani.
Sampul Novel Tergoda Sahabat Mama
7.9
Brian, pemuda berusia dua puluh tahun, jatuh hati pada Aurora, sahabat karib ibunya yang terpaut usia delapan belas tahun lebih tua. Walau sempat ditolak, kegigihan Brian berhasil meluluhkan hati Aurora hingga keduanya nekat menjalin hubungan asmara secara rahasia. Sialnya, hubungan tersembunyi ini akhirnya terbongkar dan memicu kemarahan besar sang ibu. Cinta beda generasi mereka kini berada di ujung tanduk karena mustahil mendapatkan restu dari keluarga.