APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bastard CEO

The Bastard CEO

Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford memaksa Angelina Wilson menyetujui kontrak dua tahun. Namun, karena dianggap mandul akibat tak kunjung mengandung, Angelina diusir oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki paras sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang asal-usul sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Angelina pulang dengan kondisi linglung. Setelah melempar tubuh ringkih Rupert ke sofa double seater yang ada di ruang tamu flat sempit mereka, dia pun masuk ke dalam kamarnya—mengunci diri di sana—hingga matahari kembali tergelincir di ujung horizon dan menyisakan rasa sesak yang lagi-lagi memadati dadanya. Wanita itu terus terjaga sepanjang malam. Pikirannya kacau sekarang—lebih dari kacau malah, ayah sialannya itulah yang jadi penyebab atas semua kekalutannya.

Angelina menengok sekali lagi ke arah jam dinding. Peranti penunjuk waktu itu berhenti di angka lima, tetapi warna kuning gading sudah muncul dan mencair di ufuk timur langit. Musim panas di San Francisco memang selalu menyenangkan. Namun, kini perasaan Angelina justru berbeda.

Adam tak ubahnya sesosok iblis yang menjelma sebagai seorang CEO dan memerangkap wanita itu di dalam neraka pribadi miliknya. Dua jam lagi para bawahan pria itu akan segera datang ke sana untuk menjemputnya. Dia ingin Angelina berada di kediamannya sebelum pukul delapan.

“Angelina? Angelina? Di mana kau, anak pemalas? Cepat, siapkan sarapan untukku!”

Angelina menggigit bibir. Itu suara ayahnya. Apa dia bahkan mampu mengingat insiden yang terjadi tadi malam? Wanita itu kemudian tersenyum getir, dia tahu betul jawabannya. Rupert sangat mahir menyingkirkan segenap momen penting dari kepalanya yang kosong.

“Bangunlah, anak bodoh! Aku lapar!” teriak Rupert sambil menggedor-gedor pintu yang terbuat dari bahan kayu itu sampai bergetar dan langsung melonjakkan tubuh Angelina di tempatnya.

“Aku benci pria itu,” bisik Angelina yang menelungkupkan wajahnya ke lutut.

“Keluarlah, anak tidak berguna! Apa kau ingin tidur hingga sore, hah? Apa kau tuli?” hardik Rupert sekali lagi diiringi entakkan yang berulang pada kenop.

Angelina memang sedang menulikan telinganya sendiri. Dia berpura-pura tak mendengar dan enggan menanggapi sang ayah, wanita itu jenuh dengan situasi yang sama setiap harinya. Rupert selalu membentak dan memukulinya. Keadaan itu seperti siklus yang terangkai dan terputar secara teratur.

“Siapa kau?” tanya Rupert dari balik sana—pria itu tengah berbicara dengan seseorang.

Angelina kembali menajamkan alat pendengarannya. Dia bangkit dan menguping di belakang pintu. Suara maskulin yang terdiri dari sejumlah fonetik berbeda itu sedang bertanya pada Rupert tentang keberadaan putrinya; Angelina Wilson. Wanita itu sontak melebarkan sepasang mata indahnya yang mencolok.

“Keluarlah, Angelina. Aku tahu kau mendengarku sekarang.”

Suara itu berat dan dalam. Nada yang familier. Angelina seketika mengenalinya; Adam Ford. Mereka datang lebih awal. Apa yang pria itu pikirkan?

“Buka pintunya atau aku akan menghancurkannya sekarang juga.”

Ancaman Adam langsung membuat Angelina mundur. Wanita itu menelan ludahnya dengan susah payah. Dia merutuk, lantas bergegas mengemasi beberapa barang pribadinya ke dalam koper kulit tua koleksi mendiang ibunya. Belum selesai mengatur tiga set pakaiannya, bunyi keras yang memekakkan telinga itu mendadak menyeruak di belakang Angelina.

Adam berdiri di balik sana bersama sederet orang-orangnya yang mengenakan model jas dengan warna senada; hitam. Pintu yang semula utuh itu pun menjadi remuk di bagian tengah-tengah. Kini Angelina dapat menyaksikan pria itu mengurai senyum keji di sudut bibirnya lewat lubang yang dia ciptakan.

“Mengapa ka—”

“Merusaknya? Bukankah aku memintamu untuk membukanya?”

Angelina tergagap-gagap, “Y-ya, tetapi aku tengah mengepak seluruh barangku.”

Adam memberi kode pada para bawahan yang berbaris di sampingnya melalui sentakkan kecil di dagunya. Mereka refleks merangsek maju dan melepas kenop sampai akhirnya daun pintu itu terbuka dan memberi akses bagi Adam. Angelina mempercepat pekerjaannya, dia memasukkan dua set piama, dua pasang kaus kaki serta sejumlah pakaian dalam terbaik—tanpa bolong-bolong—yang dia punya.

“Apa yang kau lakukan?” sela Adam yang otomatis menghentikan kegiatan wanita itu.

Angelina spontan mendongak, “Memangnya kau pikir aku sedang apa? Mandi?”

Adam menggertakkan gigi menahan emosinya tumpah, “Kau berani sekali, Angelina.”

“Apa boleh buat? Kau menjemputku dua jam lebih awal. Jadi, berikan aku waktu sepuluh menit. Apa aku juga harus mengucapkan ‘selamat datang di rusun kecil kami’?”

Adam mendengus, “Ha. Aku suka tipe lawan jenis yang kurang ajar sepertimu. Kau membuatku tertantang untuk menaklukkanmu.”

Angelina balas melengos. Dia berusaha mengabaikan Adam, memfokuskan perhatiannya ke seperangkat pakaian lain yang masih menumpuk di depannya. Pria itu kemudian melangkah ke arahnya dan menyentak lengan kanan Angelina. Aktivitas wanita itu sontak terpotong.

“Kau menyakitiku,” keluh Angelina yang mengusap-usap lengannya.

“Dengar, Angelina. Kau tidak perlu mengangkut semua barang rongsokan itu. Aku akan menyediakan seluruh kebutuhan pokokmu termasuk pakaian.”

“Barang rongsokan?”

Adam menaikkan satu alisnya, “Apa itu masih layak pakai?”

“Kau... kau benar-benar kelewatan, Tuan Ford.”

“Ch! Bukankah aku pernah mengatakannya padamu? Aku benci drama. Tinggalkan koper butut itu di sana. Kau harus ikut aku sekarang.”

“Bagaimana dengan Ayahku?”

“Dia akan baik-baik saja.”

“Tung-tunggu, aku be—”

“Kau mempersulitku, Angelina. Aku tidak suka itu.”

Adam bergerak mengambil inisiatif. Dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Angelina dan mengangkat tubuh wanita itu ke salah satu pundaknya. Dia melakukannya dengan mudah, seolah-olah Angelina hanya terbuat dari kapas.

“Apa yang kau lakukan? Turunkan aku!” jerit Angelina yang terkejut oleh aksi Adam.

“Kau harus belajar mengontrol mulutmu di hadapanku. You will pay for that in this life or the next.”

“Tidak! Lepaskan aku!” pekik Angelina lagi sambil meronta-ronta—mencoba untuk meloloskan diri, tetapi upayanya sia-sia.

“Aku bersumpah akan membuatmu menangis di bawah kendaliku.”

“Biadab! Pria kejam!”

“Biadab dan kejam adalah nama tengahku, Angelina. Senang kau mengetahuinya sekarang,” balas Adam yang diiringi kekehan pendek.

“Aku akan mematahkan hidungmu!”

“Kau membuatku takut,” seloroh Adam dengan intonasi yang dibuat-buat.

Mereka melintasi ruang tamu dan menemukan Rupert yang hanya mampu termangu-mangu menonton Angelina dibawa paksa sebab di lantai bermaterial parket itu ada jutaan dolar sebagai uang tutup mulut bagi ayahnya. Pria separuh abad itu lagi-lagi melirik—memandangi si anak yang masih merengek dengan tatapan senang—berpikir bahwa Angelina ternyata punya nilai jual yang tinggi; investasi yang sangat menguntungkan. Dia sempat berandai-andai mempunyai satu atau dua putri lain agar mendapatkan lebih banyak uang dari mereka.

“Ayah! Ayah!” racau Angelina dalam kondisi berantakan.

Sepasang mata biru yang sama seperti milik Angelina itu enggan mengalihkan sorotannya. Dia menjadi seorang jutawan dalam sekejap. Siapa sangka nasibnya seberuntung itu? Adam membiarkan tawanya pecah di udara sesaat sebelum mereka keluar dari tempat yang Angelina sewa dengan biaya murah per bulan tersebut, memberikan sedikit kesempatan untuk wanita yang ada dalam cengkeramannya agar melihat sikap tamak Rupert yang kini tengah menimang-nimang lembaran uang di pangkuannya seperti bayi.

“Money can make people happy, but money also can make people greedy. Kau sudah melihat wajah asli Rupert, bukan?”

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Mantan
9.6
Nasib Diandra berbalik total setelah dipaksa menikah dengan Dave Airlangga, pewaris tunggal Aerles Corporation. Sayangnya, prahara akibat salah paham fatal merusak pernikahan mereka hingga berujung perceraian. Di antara luka ego dan bayang-bayang masa lalu yang belum usai, mampukah mereka berdua mengatasi keretakan yang ada? Ikuti kisah emosional perjuangan mereka dalam menyatukan kembali puing-puing rumah tangga yang sempat hancur.
Sampul Novel Ciuman Sang Ular: Balas Dendam Seorang Istri
9.0
Dikhianati hingga tewas terbakar oleh keluarga Adhitama, aku menyadari hanya Gilang, sang paman yang dingin, yang tulus melindungiku. Saat terbangun seminggu sebelum tragedi itu, aku bertekad mengubah nasib. Demi merebut warisan triliunan rupiah dan membalas dendam pada tiga kakak yang culas, aku menolak rencana pernikahan dengan mereka. Di hadapan pengacara, aku justru memilih Gilang sebagai suamiku. Kini, pembalasan dendamku resmi dimulai.
Sampul Novel CLARITTA, KAMU MILIKKU
9.1
Model terkenal Claritta Indriana terjebak pernikahan pelik bersama Aslan Teryeka, sang pewaris Andromeda Group. Walau menyatakan cinta, Aslan justru bersikap posesif, bertindak semena-mena, bahkan mengkhianatinya dengan sang sekretaris. Di bawah bayang-bayang kebencian dan pengkhianatan suaminya, Claritta menghadapi pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan sebagai boneka tak berdaya dalam rumah tangga yang hancur, atau melarikan diri selamanya demi kebebasan?
Sampul Novel Dinodai Mantan Majikan
8.3
Demi membiayai operasi sang ibu, Anjani Aswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Barata Yudha, majikannya sendiri. Namun, sang konglomerat justru menjadikannya alat pemuas nafsu rekan bisnis di bawah ancaman pembunuhan. Saat hamil demi menghidupi adik-adiknya, Barata menolak bertanggung jawab dan menuduh bayi itu anak pria lain. Konflik memuncak ketika istri Barata, Ayudya, mengetahui skandal ini. Di tengah pengusiran, Anjani yang menderita harus mengungkap kebenaran.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istri Suamiku
9.6
Lima tahun mengabdi sebagai ibu rumah tangga demi Neil dan putranya, pernikahan wanita ini hancur seketika saat mantan istri sang miliarder memutuskan kembali. Diusir dari kamar utama oleh anak tirinya sendiri di bawah tatapan mengejek para pelayan, ia hanya mendapati sikap acuh tak acuh dari Neil. Menyadari posisinya yang tak pernah dihargai, ia menolak sentuhan Neil di malam hari. Dengan tenang, ia bersiap mengakhiri pernikahan mereka yang tersisa dua hari lagi.
Sampul Novel My Fair Lady
9.0
Gugur di luar angkasa, Alex yang merupakan calon kaisar terlahir kembali di Bumi abad ke-21. Sialnya, jiwanya merasuki tubuh Alexandra, gadis tertindas yang dibenci keluarga Klein. Ia bahkan dipaksa menikahi Master Dietritch yang dingin demi menyelamatkan bisnis keluarganya. Walau dianggap sebelah mata sebagai sosok pengganti, jiwa tangguh Alex menolak menyerah. Kisah perjuangan sang ratu pemberani di bawah kuasa presiden tiran yang posesif pun dimulai.