APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel The Bastard CEO

The Bastard CEO

Demi seorang pewaris, CEO berdarah dingin Adam Ford memaksa Angelina Wilson menyetujui kontrak dua tahun. Namun, karena dianggap mandul akibat tak kunjung mengandung, Angelina diusir oleh keluarga Ford. Tujuh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Kali ini, Angelina datang bersama seorang anak laki-laki yang memiliki paras sangat mirip dengan Adam. Akankah rahasia besar tentang asal-usul sang putra akhirnya terungkap di hadapan Adam?
Bab
Bagikan

Bab 3

Kediaman Adam sukses membuat mulut Angelina melongo lebar. Bibirnya terbuka sejak tadi, seolah-olah dia kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya secara tiba-tiba. Kawasan Bittersweet Valley merupakan area wastu yang megah—mansion—yang hanya pernah dia lihat di kolom tabloid properti. Desainnya mengusung tema klasik modern. Halamannya dilengkapi taman luas dengan aneka ragam pepohonan yang ditata simetris serta helipad dan kolam renang yang ukurannya empat kali lipat lebih besar daripada kolam renang umum yang biasa wanita itu kunjungi di libur musim panas sewaktu sekolah.

Angelina seketika disambut oleh sepuluh orang pelayan berseragam ala maid di depan gerbang. Mereka setengah membungkuk, lantas seseorang dari mereka menuntunnya masuk ke dalam dan menunjukkan kamar khusus padanya. Ruangan yang telah disiapkan Adam itu terletak di lantai empat. Angelina pun harus menaikinya melalui lift. Dia lagi-lagi berdecak kagum selepas empat orang pelayan menyambutnya dengan takzim.

“Tuan Ford akan segera kemari, Nona Wilson. Mohon, kesediaannya menunggu,” pinta seorang pelayan wanita yang mengantarnya.

“Ba-baiklah.”

Pelayan berkepang dua itu pamit setelah menyampaikan pesan agar memanggilnya jika membutuhkan sesuatu; jenis sajian yang ingin dia makan atau minyak esensial di bathub, apa saja. Angelina kembali mengangguk mengiyakan sebab kepalanya mulai pening. Dia belum tidur, apalagi sarapan. Wanita itu memutuskan untuk duduk di pinggir ranjang king size yang sanggup diisi tiga hingga empat orang dewasa di sana dengan raut wajah kusut.

Ingatan tentang perilaku buruk Rupert menciptakan kabut yang makin lama makin mengembun di sudut matanya. Dia memaki sang ayah berulang kali sebelum akhirnya sosok rupawan yang sedang berdiri di dekat pintu itu hadir menertawakannya. Adam melipat kedua tangannya di dada, sementara sepasang matanya dinginnya memandangi Angelina dengan tatapan mencemooh. Sorot yang selalu dia berikan terhadap wanita itu.

“Apa kau akan terus-menerus meratapinya?”

Isak tangis Angelina spontan berhenti, “Ka-kau.”

“Apa kau suka kamar barumu?”

Angelina mengusap jejak air mata di kedua pipinya. Ada masalah lain yang jauh lebih besar daripada sekadar mengutuk Rupert yang tengah menantinya sekarang; Adam. Pria itu tak akan membiarkan hidupnya tenang sampai dua tahun berikutnya.

“Aku bertanya padamu, Angelina. Jawab aku. Apa kau suka kamar barumu?” sambungnya lagi.

“Kupikir agak berlebihan. Maksudku, suasananya memang nyaman, tetapi terlalu besar untuk ditinggali sendiri.”

“Kau hanya harus membiasakan diri. Kau tinggal di kamar yang kecil sebelumnya. Satu lagi, mengapa kau mengira kau akan sendiri?”

Angelina melihat kedua alis Adam yang tebal bertaut dan wanita itu pun menyahut, “A-apa kau juga tidur di kamar yang sama denganku, Tuan Ford?”

“Tentu saja. Apa kau pikir aku menyewamu sebagai piala untuk dipajang? Kita punya program bercinta hingga kau hamil.”

Jadwal terprogram itu akan membuat Adam mengoyak tubuh Angelina yang malang. Dia terperangah dan tetesan bening lagi-lagi merebak menuruni wajahnya. Rasanya sulit mengontrol diri di dekat pria itu.

“Aku mengerti wanita adalah makhluk emosional, tetapi kau selalu menjual air matamu.”

“Terima kasih atas perhatianmu, Tuan Ford. Anggap saja aku memang seperti itu,” desis Angelina yang menahan rasa marahnya.

“Tidurlah dan berhenti berdebat denganku. Aku tahu kau belum tidur.”

Angelina menggigit bibir. Dia bingung dengan perubahan sikap Adam yang mendadak perhatian padanya. Wanita itu mendongak, tetapi yang dia temukan hanya ekspresi pongah di wajah aristokratnya.

Adam adalah tipe lawan jenis yang mudah dicintai. Sorot mata tajam, hidung runcing yang ideal, juga warna kulit cokelat memukau yang membungkus otot-otot biseps dan pecs di tubuhnya yang liat. Postur semampai serta rambut hitamnya yang selalu ditata ala pompadour menyumbangkan segenap nilai lebih sebagai penunjang penampilannya.

Figur yang berhasil mendominasi sekaligus memesona hidup Angelina sekarang. Wanita berusia dua puluh tujuh tahun yang selalu merindukan sosok ibunya. Dia hanya punya tinggi badan rata-rata, iris terang yang menyerupai batu safir, serta rambut pirang panjang sepunggung yang mengombak setiap kali dia mengayunkan langkahnya.

“Ba-bagaimana kau tahu?”

“Itu bukan sesuatu yang sulit, kau tahu. Kantung matamu terlihat dua kali lipat lebih besar dari sejam lalu,” ejek Adam sambil melipat kedua tangannya di dada.

Angelina hanya mendengus, enggan mengacuhkan kalimat bernada hinaan itu karena dia letih berdebat dengan Adam. Pria itu tak pernah suka menerima kekalahan, meskipun dia salah. Jadi, apa gunanya dia membuang tenaga untuk sekadar menanggapi?

“Aku ingin tidur,” gumam Angelina yang menguap dan menutup mulutnya.

“Persiapkan dirimu pukul sembilan nanti malam.”

“Apa maksudmu?”

Adam mengetatkan rahang sampai bibirnya yang semula rapat menjadi berkedut-kedut, “Berhentilah berlagak idiot. Kita akan bercinta. Apa itu cukup jelas sekarang?”

Angelina menekuri sepasang kakinya sendiri, “Y-ya.”

“Ada beberapa peraturan yang kubuat dan salah satu kewajibanmu adalah mematuhinya. Pertama, kau hanya boleh sarapan di ruang makan bersamaku. Setiap pukul satu siang, orang-orangku akan datang kemari dan mengantarkan aneka sajian yang kau minta. Kau tidak diizinkan keluar dari kamarmu selain waktu makan pagi. Apa kau mengerti?”

Angelina memandang Adam dengan tatapan ngeri, “Kau memperlakukanku seperti tawanan.”

Sorot mata Adam yang terkunci pada ekspresi wajah Angelina pun sontak mengeras, “Aku punya hak atasmu, Angelina. Aku membelimu.”

Bibir Angelina bergetar menahan jutaan sesak yang menjejali dadanya, “Kau juga membuatku terdengar seperti jalang.”

“Itu fakta. Aku menyewa rahimmu, aku punya hak untuk memperlakukanmu sesuai dengan keinginanku.”

Angelina memejamkan matanya, “Baiklah, Tuan Ford.”

“Tidurlah. Kau boleh menikmati waktu istirahatmu.”

“Apa kau pikir aku masih ingin tidur selepas kau mencela harga diriku?” sahut Angelina yang jengkel.

Adam menyipitkan mata, “Kupikir aku harus menambahkan satu aturan baru.”

“Aturan baru?”

“Kau harus menjaga semua perilakumu di hadapanku, Angelina. Aku benci dibantah. Aku juga benci ditentang. Ingat itu.”

Angelina mengangguk tanpa mempertemukan tatapan mereka, “Bolehkah aku bertanya satu hal padamu, Tuan Ford?”

“Itu tergantung.”

“Lupakan saja,” desah Angelina yang putus asa.

“Apa yang ingin kau tahu?”

Angelina kembali mendongak, “Mengapa... mengapa kau memilihku? Kau seharusnya tidak perlu mencampuri urusan ayahku, bukan?”

“Pertanyaan yang menarik,” bisik Adam yang membalas tatapan sedih Angelina.

“Apa kau sengaja melakukannya?”

“Dengar, Angelina. Aku punya kekasih, dia seorang model yang memegang prinsip childfree dalam hubungan kami. Aku menghormati pilihannya, tetapi aku tetap membutuhkan seorang pewaris. Aku ingin darah dagingku sendiri. Anggaplah kau sedang dinaungi oleh Dewi Fortuna, aku melemparkan sasaran yang membidikmu malam itu.”

“Ke-kekasih? Apa dia tahu kau menyimpan wanita lain di belakangnya?”

Adam mengumbar tawanya, “Tentu saja. Ada apa? Apa kau menaruh minat pada aktivitas threesome atau sejenisnya?”

Kedua pipi Angelina terasa panas, “Tidak. Berhentilah berpikir bahwa aku akan menyetujui ide gila itu.”

“Sayang sekali,” komentar Adam yang menerbitkan seringai sinis di wajahnya.

“A-apa aku boleh istirahat sekarang, Tuan Ford?”

“Baiklah,” sahut Adam pendek, dia berbalik memunggungi Angelina keluar dari sana dan meninggalkan wanita itu dengan seluruh ketidakberdayaannya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Karma Dibalik Kematian Palsu Suamiku
8.9
Setelah melahirkan prematur akibat syok mendengar suami dan ibu mertuanya tewas jatuh ke jurang, kehidupan seorang wanita hancur total. Setahun kemudian, saat sekarat akibat keracunan herbisida, kebenaran pahit terungkap di depan matanya. Suami dan mertuanya yang dikira tewas ternyata masih hidup dan sengaja memalsukan kematian demi menyingkirkannya. Mereka kembali bersama Jane, anak tetangga yang kini menjadi istri baru, siap merebut uang ganti rugi lahan secara sah.
Sampul Novel Kerinduan Tak Berujung
7.9
Lima tahun membina rumah tangga, Stella baru menyadari bahwa pernikahan dengan Felix hanyalah kepalsuan belaka. Sang suami sengaja memalsukan akta nikah mereka demi memberikan status hukum kepada wanita lain bernama Tania demi kelancaran bisnisnya. Felix mengira Stella yang telah mengorbankan hubungan keluarga demi dirinya tidak akan pernah pergi. Namun, rasa kecewa yang mendalam membuat Stella memilih melangkah pergi selamanya, meninggalkan Felix yang terlambat menyesali keputusannya.
Sampul Novel PINANGAN JUTAWAN BERKEDOK SENIMAN
9.5
Rencana pernikahan Lilyah dan Ishak batal seketika akibat keputusan mendadak sang ayah. Tak berdaya, ia malah dipaksa menikahi Lois, pelukis jalanan miskin dengan penampilan biasa saja. Langkah ini membuat Lilyah menjadi bahan tertawaan orang-orang, yang mengecapnya bodoh karena menukar calon suami mapan berstatus manajer dengan pria melarat. Kini, ia terpaksa mengarungi bahtera rumah tangga yang penuh keraguan bersama pasangan barunya itu.
Sampul Novel Rahasia di Balik Istana
9.5
Demi menyelamatkan keluarganya dari hukuman berat, seorang gadis terpaksa menggantikan saudara kembarannya yang melarikan diri bersama kekasihnya. Setelah meminum ramuan herbal rahasia untuk memicu produksi ASI, ia menyamar sebagai ibu susuan bagi putra mahkota kecil di istana. Namun, tugasnya ternyata jauh lebih rumit dari dugaan. Di balik dinding istana, ia tidak hanya harus menyusui sang bayi pangeran, melainkan juga Adipati Halinka, sang penguasa dewasa yang rupawan dan bertubuh kekar.
Sampul Novel Suara Dari Kamar Mama
9.4
Liontin, gadis berusia 22 tahun, mencurigai gelagat aneh ibunya, Bu Santy. Kepada sang kekasih, Sandrian, ia mengadukan suara desahan misterius yang selalu terdengar dari kamar ibunya tiap malam. Namun, upaya Liontin mengungkap misteri ini kerap dihalangi Wulan, kakaknya yang pemarah. Di rumah yang kian mencekam sejak wafatnya sang ayah, hanya Bi Siti dan adiknya, Anggun, yang mendukung Liontin. Rahasia kelam apa sebenarnya yang disembunyikan oleh keluarga ini?
Sampul Novel UNPERFECT MARRIED
9.2
Keberhasilan Kaira sebagai istri membuat Sunny merasa terasing dan tertekan. Demi melepaskan beban tersebut, ia berselingkuh dengan Diva, murid menulisnya sendiri. Saat Kaira mengetahui perselingkuhan ini, tidak ada amarah yang meledak-ledak. Alih-alih melabrak suaminya, ia memilih menuangkan segalanya ke dalam karya tulis terbaru. Lewat untaian kalimat yang ia susun secara perlahan, Kaira tengah merancang sebuah pembalasan yang sangat menyiksa bagi Sunny.