APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tetangga Manisku

Tetangga Manisku

Erick menjalani pernikahan yang dingin sampai ia merasakan kebahagiaan lewat kekasih virtualnya. Ternyata, sosok di balik dunia maya itu adalah Nana, tetangga barunya sendiri. Nana memiliki trauma mendalam untuk menikah lagi akibat dicap pembawa sial setelah kehilangan dua suaminya. Meski awalnya hubungan digital mereka hanya untuk kesenangan instan, pertemuan nyata ini mengubah segalanya. Dua jiwa yang penuh luka ini pun mulai saling menyembuhkan dan mengubah takdir hidup mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nana masih termenung menatap smartphone-nya yang tergeletak di atas meja. Kopinya yang sudah mulai mendingin dan kue tiramisu yang sudah tidak lagi menggugah selera makannya, tak disentuhnya lagi. Lapar yang tadi sempat melilit perutnya kini menguap entah kemana.

Nana teringat saat pertama berkenalan dengan Erick. Pria yang dikenalnya dalam salah satu game online yang digemarinya. Pria yang kerap menggodanya dan membuatnya terbuai dalam sebuah angan yang membuatnya melayang, meski hanya di dunia maya saja.

Erick awalnya hanyalah teman diskusi yang menyenangkan. Dengan kepandaiannya dan wawasannya yang luas, dia tidak hanya menjadi teman berbincang seputaran game saja, namun juga dalam banyak hal.

@Erick

[Nana]

[Sudah menikah?]

Pertanyaan yang tiba-tiba dilontarkannya setelah mereka asyik berdiskusi tips dan trik game serta ngobrol-ngobrol ringan saja. Awalnya Nana enggan untuk membalasnya. Berbicara mengenai statusnya kerap membuat dirinya merasa canggung.

Selama berkelana di dunia maya, Nana enggan mengumbar kehidupan pribadinya seperti status, pekerjaan atau pun usianya. Baginya itu bukanlah hal-hal yang dapat dijadikan sebagai konsumsi publik.

@Nana

[Pernah]

[Sekarang sendiri lagi]

Meski ragu, Nana kali ini menjawab pertanyaan seputar statusnya dengan jujur. Entah apa yang membuatnya berkeinginan untuk mengungkapkan dirinya apa adanya di depan pria yang kerap membuatnya merasa nyaman. Mungkin karena Erick pun selalu bersikap apa adanya.

Tidak bermaksud untuk menutupi statusnya, namun dia juga tidak ingin mengundang hal-hal negatif dengan statusnya yang memang kerap mendapatkan tanggapan sinis dari lingkungan sekitarnya sekali pun itu di dunia maya. Itulah alasan Nana enggan membicarakan statusnya pada siapapun.

Kini dia mencoba untuk bersikap apa adanya meski tak berharap Erick akan menanggapinya dengan positif. Nana hanya berusaha untuk menghadapi apapun resiko dari status dirinya baik di dunia nyata mau pun dunia Maya.

@Erick

[Maksudnya menjanda?]

[Begitukah]

@Nana

[Iya]

[Abang sendiri bagaimana]

[Bujangan]

[Duda]

[Atau laki orang]

@Erick

[Owh aman dong]

[Abang laki orang]

[Wkwkwkwkwk]

@Nana

[Aih]

[Bahaya ini]

[Nggak aman ah]

@Erick

[Aman kok]

[Asal nggak lebay aja]

@Nana

[Nggak ah]

[Nana tidak suka monster yang menyeramkan]

[Eh bini yang menyeramkan]

[Hahahaha]

@Erick

[Astaga]

[Siapa yang menyeramkan]

@Nana

[Bini kalau cemburu]

[Lebih serem dari setan lho]

[Ngeri]

@Erick

[Wkwkwkwkwk]

[Kalau nggak ketahuan]

[Amanlah]

@Nana

[Owh begitu]

[Jadi harus main cantik ya]

[Biar nggak ketahuan]

@Erick

[Iya]

[Kalau nggak alay]

[Nggak bakalan ketahuan]

[Dijamin aman]

@Nana

[Wkwkwkwkwk]

[Dasar Abang]

[Kang gombal]

@Erick

[Mana ada gombal]

[Cuma godain kamu aja kok]

@Nana

[Cuma godain doang ya]

[Nggak boleh baper]

[Nggak boleh bucin dong]

@Erick

[Tergantung kalau itu]

[Bagaimana komitmen awal aja]

@Nana

[Baiklah]

[Saling godain aja]

[No baper-baperan]

[Deal]

@Erick

[Deal]

[Mulai kapan]

@Nana

[Tahun depan Bang]

@Erick

[Astaga]

[Kelamaan Markonah]

@Nana

[Kapan dong Bambang]

@Erick

[Sekaranglah Markonah]

@Nana

[Etdah]

[Buru-buru amat Bang]

[Wkwkwkwkwk]

@Erick

[Harus]

[Nanti keburu dirimu diambil si Bambang]

[Wkwkwkwkwk]

@Nana

[Eh]

[Bambang siapa]

@Erick

[Itu]

[Si anu]

[Si kamvret]

@Nana

[Mana ada]

[Abang jangan ngadi-ngadi ya]

@Erick

[Wkwkwkwkwk]

@Nana

[Sudah ah]

[Nanti ketahuan bini]

[Abang dijewer]

@Erick

[Nggaklah]

[Aman kok]

[Ya sudah]

[Inget ya Markonah]

[Kita sudah deal]

@Erick

[Iya Bambang]

Berawal dari sendau gurau mereka di dunia maya dua tahun lalu, Nana dan Erick menjadi semakin dekat. Entah apa yang membuat Nana bisa menerima Erick setelah selama ini selalu menutup diri.

Erick bukanlah tipe pria yang menjadi idaman banyak wanita secara umum. Dia bukan tipe pria yang setia seratus persen, mengingat sepak terjangnya di dunia maya. Nana tahu benar bagaimana hubungan Erick dengan beberapa gamers wanita yang lain. Belum lagi fakta dia berstatus menikah dan memiliki istri di dunia nyata.

Namun meskipun begitu selama mengenal Erick, Nana tidak pernah sekali pun mendengarnya terlibat dalam skandal yang memalukan. Erick selalu menjaga privasi mereka, dan membuat Nana merasa nyaman berada di sekitarnya tanpa pernah takut ketahuan oleh siapapun.

"Ibu jangan melamun! Nanti beneran kesurupan lho!" Mbak Siti menepuk bahunya pelan.

Nana terkejut dan membuyarkan lamunannya ke masa dua tahun lalu. Mendesah pelan dan meregangkan tubuhnya yang terasa pegal dan lelah sejenak.

"Mbak Siti emang pernah kesurupan?" Nana mengulurkan cangkir kopinya pada wanita yang kini sibuk membersihkan meja makan.

"Belum sih Bu. Ini kopinya mau diapain?" Mbak Siti tersenyum lebar, sembari menerima cangkir kopinya.

"Yeay, kirain sudah pernah kesurupan. Dari tadi berisik mulu ngomong kesurupan!" Nana mencerucutkan bibir penuhnya dengan kesal.

"Kopinya panasin bentar Mbak di microwave. Sudah dingin jadi nggak enak lagi." Nana beranjak dari kursi, mengikat rambut panjangnya asal-asalan.

"Saya mau mandi dulu ya Mbak. Nanti kopinya baru dikeluarkan kalau saya sudah selesai mandi." Nana mendorong kursi pelan dan bergegas menuju ke kamarnya.

"Asiiiaapp Bu!" Mbak Siti mengacungkan jempolnya dan membawa cangkir kopinya ke dapur.

Nana segera ke kamar mandi dan bersiap untuk berendam dengan aroma terapi favoritnya. Biasanya dengan berendam dan memanjakan diri dengan perawatan paripurna, jiwa dan raganya bak mendapatkan asupan yang menyegarkan sekaligus memperbaiki moodnya.

Setelah hampir tiga puluh menit berendam, Nana tidak lagi berendam lebih lama. Meski enggan namun aktivitas hariannya telah menunggu. Diraihnya handuk, mengeringkan tubuh dan rambutnya kemudian membungkus tubuh mungilnya dengan jubah mandi berwarna putih bersih.

Berdiri di depan meja riasnya, Nana meraih botol body lotion dan mulai mengolesi sekujur tubuhnya dengan cairan kental beraroma harum yang memberikan sensasi lembut dan sejuk di kulitnya. Setelah beres dengan lotion, kini dia duduk dan mulai memoleskan make up meski tipis dan natural namun memberikan kesegaran di wajah cantiknya.

Nana bukan perempuan penganut anti make up dan mendukung penampilan alami idaman emak-emak seantero negeri khatulistiwa ini. Bagi Nana, berdandan adalah hak prerogatif wanita yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun apalagi kaum Adam.

Berdandan dan merawat diri merupakan salah satu hal yang menyenangkan sekaligus menenangkan bagi Nana. Dengan gaya apa pun asal sesuai dengan waktu dan tempat, berdandan tentu saja suatu hal yang wajar.

Meski begitu ada kalanya Nana sama sekali tidak memoleskan make up dan hanya cukup mengulas kan pelembab secukupnya. Berpenampilan alami bukan berarti tidak berdandan sama sekali.

Smartphone-nya bergetar. Nana hanya meliriknya, tidak berniat untuk mencari tahu apa yang membuat benda pipih itu bergetar berkali-kali. Entah mungkin panggilan atau ada pesan, namun dia tidak berminat untuk segera meresponnya.

Setelah beberapa lama, getarannya berganti dengan bunyi-bunyian yang merupakan notifikasi adanya pesan masuk. Nana meraih benda canggih itu dan berhenti memulaskan bedak.

Dengan hati-hati disentuhnya layar smartphone-nya. Tampak ada beberapa panggilan video dan kesan dari Erick.

"Hadew, meow kenapa vc lagi sih?" Nana bergumam kesal.

Setelah tadi sempat melakukan panggilan video meski sekejap, sepertinya Erick masih ingin mengobrol dengannya. Bukan suatu hal yang biasa dilakukannya di jam kerjanya.

Smartphone-nya bergetar lagi, mau tidak mau Nana terpaksa menjawab panggilan video itu.

"Apa sih mpuss?" Nana mencerucutkan bibirnya menyambut wajah tampan si kucing garong yang muncul di layar smartphone-nya.

"Astaga, ikan asin! Baru selesai mandi?" Erick tersenyum tipis menggodanya saat melihat Nana masih terbungkus jubah mandi dan handuk di kepalanya.

"Iya gara-gara Abang ini." Gerutu Nana kesal.

"Salah Abang apa coba?" Erick terkekeh geli melihat Nana yang tengah kesal dan justru membuatnya semakin menggemaskan.

"Salah! Kenapa Abang jadi tetangga Nana sih!" Nana memberengut kesal, mencebikkan bibirnya.

"Lah Abang mana tahu kalau dirimu tinggal di sini juga." Erick masih tersenyum tipis.

"Abang balik gih ke Papua." Nana masih mencebikkan bibirnya dan merajuk.

"Beneran nggak mau dekat Abang? Oke, nanti Abang balik lagi ke Papua." Erick terdengar serius dengan ucapannya.

"Eh jangan!" Nana spontan berteriak.

"Hadew! Terus abang harus bagaimana?" Kini Erick yang mencebikkan bibirnya, merasa serba salah.

"Jangan pergi." Nana bergumam lirih, menatapnya dengan sendu.

"Tapi Nana juga takut, kalau terlalu dekat seperti ini." Lanjutnya masih dengan lirih.

"Nggaklah, Abang janji nggak akan ada monster yang menyeramkan yang akan mengganggu Nana-ku yang imut." Bujuk Erick meyakinkannya.

Nana hanya menganggukkan kepalanya. Meski belum pernah bersua sebelumnya, tapi Nana tidak pernah meragukan komitmen Erick terhadap hubungan mereka. Selama dua tahun ini semua berjalan baik-baik saja tanpa ada masalah menerpa mereka.

Apakah dengan kondisi mereka sekarang ini semua masih akan baik-baik saja atau meregangkan kedekatan mereka atau justru semakin menjadi. Entahlah, hanya Nana dan Erick yang tahu jawabannya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Doa Istri Pertama
8.2
Sejak Hamza berpoligami dengan Aina, hidup Annisa berubah total. Namun, alih-alih mendendam pada madunya, Annisa memilih jalur tak biasa melalui doanya sendiri. Ia memohon agar setiap rasa sakit dan air mata akibat pengkhianatan sang suami diubah menjadi tumpukan dosa bagi Hamza. Kisah ini menyoroti perjuangan batin seorang istri pertama yang melawan ketidakadilan suaminya lewat kekuatan doa yang sunyi.
Sampul Novel Gairah Tanpa Akhir
8.8
Kehangatan menyelimuti ruang tamu sederhana saat Renata mendesah pasrah di bawah kecupan mesra Eka pada lehernya. Di atas sofa tua yang bergoyang, hasrat muda mereka meledak. Jemari nakal Eka menyusup ke balik kaos oblong Renata, meremas tubuhnya dan mengalirkan getaran hebat di ruangan sempit itu. Dalam dekapan erat sang kekasih, Renata hanya mampu mendesah memanggil nama Eka seiring sentuhan intens yang memilin seluruh raganya.
Sampul Novel MENUNGGU MANTAN MENJANDA
8.0
Tujuh tahun pernikahan Diana Angelina dengan Reynaldi Yahya hancur setelah rahasia poligami sang suami terbongkar. Di tengah kepedihan itu, Denny Permana datang menawarkan kembali cinta lamanya, tetapi terbentur restu keluarga. Untuk menghindar, Diana nekat berpura-pura pacaran dengan duda tampan, Ivan Sanjaya. Situasi kian pelik ketika mantan adik iparnya, William Yahya, juga mulai mengejar cintanya. Siapakah lelaki yang akan dipilih Diana?
Sampul Novel There's Love In KKN
9.7
Menjalani KKN selama sebulan penuh membawa perubahan besar bagi Ataka. Mahasiswa Teknik Arsitektur yang berstatus jomblo ini tak menduga akan jatuh cinta pada seorang mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Sayangnya, saat perasaan Ataka semakin dalam, ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa gadis idamannya sudah punya pacar. Kini, Ataka dihadapkan pada pilihan sulit: menyatakan perasaannya atau melangkah pergi memendam cinta.
Sampul Novel Trapped In Past Love
8.4
Sejak kecil, Caca dan Dafa berbagi ikatan persahabatan yang sangat erat. Namun, seiring waktu, benih cinta mulai tumbuh di hati Caca untuk sahabatnya itu. Situasi menjadi rumit karena Dafa tumbuh menjadi sosok playboy yang kerap berganti kekasih, hingga sering mengabaikan dan menggoreskan luka di hati Caca. Di tengah dilema ini, akankah jalinan perasaan mereka mampu bersatu dalam komitmen cinta yang tulus, atau justru selamanya terjebak dalam batas persahabatan saja?