APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari yang tidak kunanti akhirnya tiba. Mama sejak tadi mengomel karena aku yang masih rebahan sambil bermain ponsel. 

“Kamu tuh, harusnya sudah mandi, terus dandan yang cantik. Ini kok, masih kayak gembel,” omelnya sambil menarik kakiku agar turun dari kasur.

Tak perlu heran jika melihatku memiliki sifat yang bar-bar dan petakilan, sebab itu sudah turunan. Makanya, aku dan mama tidak bisa disatukan, apalagi berdebat. Kami sama-sama keras kepala dan tak suka diatur. Berbeda dengan Bapak yang tidak suka banyak bicara, tetapi jika beliau berbicara semuanya otomatis diam, dan tak berani membantah. Gen Bapak lebih banyak diturunkan ke Kinara, dan hanya secuil diturunkan padaku. Itu pun hal yang tidak kusukai. Di semua keluarga dari mama memiliki kulit putih seputih awan di langit, kecuali aku. Kulitku hitam manis, sehingga jika aku berkumpul di keluarga mama, mereka kerap mengataiku anak pungut, sebab hanya aku yang memiliki warna kulit berbeda. 

Oke mereka memang sedikit rasis. Namun, meski kulitku lebih gelap dari mereka, tapi aku tidak minder berkumpul dengan teman-teman di kampus. Kulitku khas wanita Indonesia pada umumnya. Keluarga mama saja yang keputihan. Wajar karena mama memiliki garis keturunan orang Rusia. Nenek dari pihak mama berasal dari Rusia. 

“Ini masih lama, Ma.” Aku tak membutuhkan waktu yang lama untuk bersiap-siap. Paling hanya memakai bedak tabur dan lip tint. Jangan menantikan adegan seperti gadis-gadis lainnya, yang harus berkutat dengan semua alat make up. Aku hanyalah seorang gadis pejuang skincare, dan minim make up. Mungkin karena wajahku sudah lumayan cantik, sehingga tak perlu dipoles secara berlebihan lagi. Takut kalau dandan, banyak yang naksir lagi. Kan, berabe. Sombong dikit wajar, kan?

“Ini sudah jam tujuh, Nan. Sebentar lagi keluarga Rangga bakal datang.” Mama lagi-lagi ngedumel. “Pokoknya mama nggak mau tahu, kamu harus siap dan rapi saat mereka sudah datang.”

“Oke, Mam. Siap laksanakan,” jawabku santai, tetapi tak kunjung bergerak dari kasur. 

Seharusnya pihak keluargaku tak usah se-exited seperti sekarang. Ini bukanlah kali pertama mereka bertemu. Kedua keluarga itu sudah bertemu sebelumnya. Mengapa harus dijamu secara formal? Toh, kami sudah saling mengenal satu sama lain. 

Aku menekan tombol power pada ponsel, memandang sekilas layar yang menyala. Setengah jam lagi waktu yang sudah ditentukan akan tiba. Dengan hati yang sedikit tak terima, aku berusaha menggerakkan tubuh yang tiba-tiba saja terasa sangat berat. Sejak kapan berat badanku bertambah? Apa karena sedang setres dan frustrasi sehingga berat badanku pun ikut menunjukkan eksistensinya. Namun, hal ini sebenarnya patut kusukuri. Saat aku berusaha menaikkan berat badan, makan banyak, dan minum suplemen, tak ada pertambahan yang signifikan. Akan tetapi, saat kepalaku pusing dengan segala masalah yang ada justru berat badan ini naik tanpa makan banyak sekali pun. Ah, ternyata resep gendutan itu tak susah. 

Dengan langkah gontai, aku berjalan ke kamar mandi. Berniat membasuh wajah dan gosok gigi. Jangan harap akan ada adegan mandi kembang tujuh rupa atau mandi busa. Aku bukanlah gadis serempong itu yang akan melakukan hal-hal yang sangat menyita banyak waktu.

***

Setelah panggilan mama berkumandnag, aku segera turun ke lantai utama dan melihat semua orang sudah berada di ruang makan. Kutatap satu persatu tamu kehormatan yang datang. Ada Tante Mira, Om Rafli, Rani, dan jangan lupakan bintang utama hari ini, Rangga. Laki-laki itu mengenakan kemeja navy.

Heh! Navy? Kupandangi baju atasan yang kukenakan yang nahasnya berwarna serupa. Ini benar-benar hal yang sangat memalukan. Bagaimana bisa kami mengenakan atasan yang sama, dan jangan lupakan warna bawahan juga sama. Sama-sama berwarna hitam. Adegan macam apa lagi ini?

“Waw, kalian udah janjian pakai warna samaan ya, hari ini?” Rani adalah orang pertama yang mengomentari pakaian kami, seketika semua orang menatapku yang baru datang.

“Ah, tidak. Ini hanya kebetulan.”

“Nah, kan, Jeng. Sepertinya mereka memang jodoh.” Tante Mira membuat mama mengangguk setuju dengan analisisnya. Bagaimana bisa hanya dengan warna pakaian yang sama, dua orang dikatakan berjodoh?

Aku mengerutkan kening samar. Jodoh katanya? Aku seolah dejavu, dulu mereka juga mengatakan hal yang sama pada Kinara. Apa aku juga akan berakhir seperti Kinara? Sampai akhir hayatnya, ia tak pernah mendapat kasih sayang dari suami yang sangat ia cintai. Terkadang aku merasa sangat bersalah pada saudaraku sendiri. Aku seperti mengambil miliknya.

“Kinan!” Panggil mama sambil menarik tanganku. Aku menoleh, “duduk,” bisiknya, membuatku tersadar bahwa posisiku masih berdiri.

“Kinan udah dua puluh dua, kan?” Tante Mira kembali bertanya.

“Dua minggu lagi baru genep dua puluh dua, Tante,” jawabku membetulkan. 

“Wah bagaimana kalau hari ulang tahun kamu dijadiin hari pernikahan juga.” Usulan yang membuat hatiku semakin menjerit. Aku tidak mau ulang tahunku diisi dengan sesuatu yang tidak membuatku bahagia. 

“Ide yang bagus, Jeng.” Mama ikut menyetujui. Kupandangi mereka secara bergantian dan sepertinya semua setuju dengan pendapat itu.

Aku tak habis pikir dengan semua orang yang berada di sini. Mengapa tak ada acara pilih-pilih tanggal yang baik, seperti weton atau apa yang biasanya digunakan oleh orang tua untuk memilih hari baik.

“Kamu setuju kan, Nan?” Mama menggenggam tanganku, dan meremasnya kuat. Aku tahu ia tak mau dikecewakan olehku. Beliau pastinya tak mau mendengar kata penolakan.

Dengan sangat terpaksa, aku mengangguk pelan membuat semuanya mengucapkan syukur karena aku akhirnya setuju juga. 

“Bagaimana dengan Rangga. Apakah kamu bersedia menikahinya? Mengingat Kinan adalah adik Kinara.” Bapak melontarkan pertanyaan yang sontak membuatku mengangkat kepala dan memandangnya.

“Saya bersedia, Pak.” Lagi-lagi jawaban singkat.

“Saya berharap, kau memperlakukan Kinan seperti pasangan, bukan adik ipar lagi. Tidak menutup kemungkinan hatimu masih mengingat Kinara.”

“Maaf, Pak. Sampai sekarang Kinara akan tersimpan di hati saya. Ya, Kinara memiliki tempat tersendiri yang tak akan pernah saya lupakan. Namun, Bapak tidak perlu khawatir, saya akan memperlakukan Kinan dengan sangat baik. Dan Kinan memang cocok untuk menjadi ibu sambung bagi Lala. Toh, mereka sudah sangat akrab.”

Ada banyak hal yang ingin kutanyakan dalam kalimat Rangga barusan. Pertama, apa ia pernah menyukai Kinara dengan tulus, sehingga kakakku memiliki tempat tersendiri di hati laki-laki itu? Kedua, perlakuan seperti apa yang akan ia lakukan padaku? Ketiga, apa hanya itu alasannya menikahiku, hanya karena Lala yang butuh ibu sambung? Ah, semuanya benar-benar membuatku pusing. Apa aku hanya perlu mengikuti arus, dengan catatan harus siap tersakiti dan kecewa?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
9.3
Dunia sang protagonis hancur saat mengetahui anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, bahkan didukung orang tuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Yobel justru menolak cerai dan memohon ampun. Berpura-pura percaya, ia memberi Yobel waktu tujuh hari untuk membuktikan cinta. Namun, semua orang tidak menyadari bahwa sang istri sebenarnya telah meninggal tujuh hari lalu. Malaikat kematian hanya memberinya waktu singkat untuk kembali sebelum polisi meminta mereka mengidentifikasi jasadnya.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara sangat terkejut saat mendapati noda putih misterius kembali mengotori kasurnya. Cairan tersebut mengeluarkan aroma pandan yang sangat familier, memicu kecurigaan mendalam di hatinya. Padahal, ia sangat yakin sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang baru. Kini, keadaan ranjang yang tiba-tiba kusut dan basah menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut saat ia pergi? Rahasia gelap kini mulai menghantui pernikahan mereka.
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1
9.7
Aleina Xavinzo lelah menghadapi Richard, mantan kekasihnya yang sangat obsesif. Demi melarikan diri dari kejaran itu, ia tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Adrianus James Verona, akibat insiden mabuk di kelab malam. Siapa sangka, sebulan kemudian mereka dipertemukan kembali dalam sebuah perjodohan oleh orang tua mereka. Kini, Aleina harus menjalani takdir baru bersama Adrianus lewat pernikahan kontrak yang penuh misteri dan benih cinta.
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
9.3
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, seorang gadis mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Tanpa pilihan lain, ia mendatangi tabib tua setempat untuk meminta bantuan pijat medis. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksa melepas celananya dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi korbannya, nafsu liar sang tabib memuncak hingga ia nekat menyerang gadis malang tersebut di tengah keterasingan desa.
Sampul Novel Sandiwara Pernikahan
8.0
Elvano kerap direndahkan oleh Tuan Dandi karena kondisi finansialnya yang serbapas-pasan saat meminang Nadine. Walau memiliki paras tampan, ketiadaan aset dan pekerjaan tetap membuatnya dianggap tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Wijaya. Sang kakek pun menantangnya untuk mengakuisisi seluruh aset Hotel Chandra sebagai syarat pengakuan. Tanpa keraguan, Elvano menerima misi tersebut demi membuktikan kelayakannya serta memperjuangkan cinta dan harga dirinya.
Sampul Novel Terjebak Cinta Mantan Buron
9.3
La Rossa, pembunuh bayaran andal, mendapat tugas mengeksekusi pewaris tunggal SKYLINE yang dikenal lumpuh dan idiot. Tak disangka, sang target ternyata menyembunyikan jati diri aslinya yang sangat berbahaya. Bukannya berhasil membunuh, La Rossa malah terjebak dan disandera oleh pria misterius itu di tempat persembunyiannya. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: mencari jalan untuk kabur atau justru selamanya terjerat dalam pelukan mantan buronan tersebut.