APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Terpaksa Menikahi Kakak Ipar

Kinan Maharani tak berdaya menolak kehendak orang tuanya untuk menikahi Rangga, kakak iparnya sendiri. Demi masa depan keponakannya yang membutuhkan figur ibu, kedua belah keluarga sepakat menjodohkan mereka. Meski Rangga pria mapan dan tampan, Kinan merasa pernikahan ini tidak etis. Kini ia terjebak dalam kebimbangan besar, menghadapi amukan sang ibu yang galak sekaligus cibiran tetangga yang siap menghakiminya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Perjodohan. Satu kata yang mungkin akan terdengar biasa saja bagi mereka yang memiliki sistem jadulisasi yang menjunjung tinggi akan nilai bakti pada orang tua yang telah merawat sejak dini. Meski perjodohan selalu terkait dengan era pre-boomer yang terkenal dengan sebutan zaman Siti Nurbaya, tetap saja sampai sekarang masih banyak yang menerapkan sistem tersebut.  

Terbukti, saat ini orang tuaku sudah meronrong dan memintaku agar ikhlas dan bersuka cita menyetujui keinginan mereka. Aku yang hidup di zaman milenial dengan segala kecanggihan dan modernisasi yang sudah berkembang dengan sangat cepat, dipaksa menerima pernikahan yang tercipta di jalur perjodohan.

“Aku nggak bisa, Ma,” tolakku sedikit meninggikan suara.

“Kami sudah sepakat.”

“Kami?” tanyaku tak mengerti maksud dari beliau.

“Mama Rangga juga sudah setuju.”

“Sebelum kalian menetapkan hal ini, seharusnya aku ditanya dulu, mau atau nggak? Ya, jelas aku nggak mau, dong. Masa nikah sama kakak ipar sendiri. Apa nggak ada laki-laki lain yang bisa jadi menantu Mama selain Mas Rangga?” protesku tak terima. 

Meski populasi di dunia ini sebagian besar adalah perempuan, tetap saja masih ada laki-laki lain yang mungkin akan bersedia menjadi suamiku.

“Kamu nggak kasihan sama Lala. Dia udah empat tahun lebih, lho, Nan. Udah masuk sekolah, takutnya teman-teman yang lain malah mengejek karena Lala nggak punya seorang ibu.” Mama kembali mengeluarkan jurus andalan, wajah memelas dengan nada suara yang sengaja dibuat pilu agar para pendengarnya merasa iba.

“Ya, kan, aku ada. Aku dipanggil bunda, kan? Ya, manfaatkan aku aja.”

“Ish, semakin bertambahnya usia, mereka bakal tahu kalo kamu cuma bibinya.”

Aku memutar bola mata jengah. “Pokoknya aku nggak mau nikah sama Mas Rangga. Titik nggak pake koma.”

“Kinan!” Suara dingin itu membuatku menegang. Bapak selalu saja membela mama. Beliau juga jajaran makhluk dingin yang mengalahkan dinginnya es batu pop ice Mang Tarya. 

“Pak, aku benar-benar nggak bisa.”

“Meski kamu menolak, semuanya sudah terencana. Minggu depan Rangga akan datang kemari melamar kamu.”

Aku menutup mata, berusaha menahan amarah yang hampir meledak. Segera kulangkahkan kaki masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras, agar kedua orang tuaku paham bahwa aku sedang tidak baik-baik saja.

Setelah kepergian Kinara, aku kerap dijodohkan dengan Rangga. Kukira keluargaku hanya bercanda, ternyata mereka benar-benar merealisasikannya. Ironis memang, tetapi itulah kenyataannya. Aku pernah berdoa agar suamiku kelak tak memiliki sifat dingin seperti ayah dan Mas Rangga. Namun, lagi-lagi Tuhan tak mengabulkan keinginanku. Mas Rangga justru lebih dingin dibanding ayah. Jika ayah diibaratkan kulkas berjalan, Mas Rangga justru seperti pegunungan Himalaya.

Aku tak paham dengan pikiran orang tua yang tak pernah update. Saat anak muda zaman sekarang ingin menikmati masa remaja dan memilih memperjuangkan karier, para orang tua justru berlomba-lomba menikahkan anaknya di usia yang menurutku masih belia. Padahal, sekarang zaman milenial, tetapi otak mereka masih saja stay di zaman pre-boomer, zaman yang masih menganut sistem jadulisasi dengan tingkat perjodohan yang tinggi.

Kumeraup ponsel pintarku, membaca beberapa pesan yang sudah sejak tadi tak kubuka. Ada beberapa pesan dari  Mela, grup cecunguk, grup kampus, grup keluarga, dan grup cara cepat melunasi utang. Tunggu! Sejak kapan aku masuk ke grup yang bersangkut pautkan utang piutang. Padahal, tak pernah sekali pun aku terjerat dalam lingkaran nano-nano yang disebut pinjam meminjam, apalagi pinjaman online yang bunganya mampu mencekik para pinjamers. 

Setelah menghapus grup pinjol tadi, aku beralih ke pesan Mela yang sejak tadi menanyakan keberadaanku. Aku baru tersadar bahwa hari ini geng cecunguk akan bertemu di salah satu kafe yang tidak jauh dari rumahku. 

***

“Lo dari mana aja, sih?” tanya Dewi dengan nada kesal. 

“Gue telat lima belas menit doang, Wi. Lo ngototnya nggak ketulungan. Apa kabar yang kemarin telat sampai sejam.” Aku kembali mengingatkan, siapa tahu dia lupa tentang kejadian tempo hari yang membuat kami harus rela membeli tiket yang baru, karena jadwal pemutaran film sudah dimulai, dan dirinya tak kunjung datang juga. Sebagai sahabat yang katanya setia kawan, kami memilih untuk tidak meninggalkannya.

“Macet, woi. Gue juga tanggung jawab, kan? Yang beli tiket nonton kalian siapa?”Mata Dewi melotot, “gue.” Ia menunjuk-nunjuk diri sendiri.

“Bukan masalah gitu, Wi. Waktu kita yang berharga malah sia-sia.”

“Eleh, lo di rumah juga cuma rebahan.” Lagi-lagi perdebatan yang tak berfaedah malah semakin memanas.

Mela memukul lenganku. “Udah, yang waras diam.”

“Jadi gue nggak waras, gitu?” pekik Dewi membuat yang lainnya tertawa. 

“Gue kan, nyuruh yang waras diam. Kalo lo waras, harusnya diam juga, Wi,” timpal Mela tak mau kalah. 

“Udah, bahas yang lain aja.” Rara menengahi. “Jadi ada masalah apa lo, Nan. Gue kayaknya denger dari tetangga kalau lo bakal nikah. Siapa yang berani ngelamar cewek bar bar kayak lo?”

“Asem banget lo, Ra.” Aku terdiam sejenak, membicarakan hal ini kepada mereka mungkin akan membuat beban di otak dan hatiku sedikit berkurang. “Tuh si Rangga,” lanjutku membuat mereka memperlihatkan ekspresi yang sama. Sama-sama bingung.

“Rangga siapa?” Rara melebarkan matanya.

“Kakak ipar lo?” jerit Dewi membuatku mengangguk.

“Gila bener.”

Ya, aku setuju dengan mereka. Fakta ini memang terdengar sangat Gila. Kakak ipar yang dulunya dianggap saudara, kini akan diajak menikah. Orang yang dulunya selalu dipanggil kakak, akan berubah status menjadi pasangan suami istri. Membayangkannya saja sudah membuatku bergidik ngeri.

“Berarti lo nikah sama dosen killer, dong.” Tawa Rara menggelegar. Definisi sahabat sejati sepertinya memang begitu. Hobi menertawakan segala musibah yang menerpa sahabat sendiri. 

Sebenarnya itu semua bukanlah kebetulan. Kinara yang dulunya merekomendasikan kampus itu padaku. Katanya, dengan adanya Rangga, aku akan terjaga dan tidak macam-macam. Meski sedikit bar-bar aku juga tahu yang mana baik dan buruk. Tujuan kuliah, ya, untuk belajar bukan untuk nongkrong sana sini. 

“Gue harus gimana? Mau nolak, tapi gue takut durhaka.”

“Ya, terima aja. Lumayan dapet cowok good looking.”

“Gue mending milih yang biasa aja, tapi penyayang dan hangat, daripada cowok kayak dia. Sudahlah cuek, dingin, muka datar lagi,” omelku tak terima dengan kenyataan.

“Yaelah terima aja kali, Nan. Pak Rangga tuh paket lengkap. Udah ganteng, mapan, mateng lagi. Pokoknya definisi duren mateng sesungguhnya.”

“Idih, lo aja, Ra. Gue mah ogah. Kayak nggak ada cowok lain aja. Emak gue kayaknya nggak mau nerima menantu selain Rangga, deh,” simpulku. 

Aku benar-benar tak tahu pemikiran para orang tua. Bagaimana bisa kedua keluarga itu memikirkan tentang perjodohan ini. Tunggu! Apa Rangga juga ikut-ikutan setuju? Eii, sepertinya tidak. Laki-laki itu tak mungkin menginginkan perjodohan ini. Aku akan menanyakan hal ini jika bertemu dengannya. Aku harus memastikan bahwa perjodohan ini dibatalkan oleh kedua belah pihak. Ya, sepertinya hanya ini jalan satu-satunya yang bisa membuat kami tak menikah. 

Alasan utama yang membuatku tak setuju bukanlah siapa yang akan menjadi pasanganku, tetapi aku benar-benar takut memulai suatu hubungan yang disebut pernikahan. Aku takut, tak bisa sesabar Kinara. Aku takut tak bisa menjadi istri yang patuh pada suami, dan aku takut menghadapi malam pertama yang katanya menyakitkan. Poin terakhir sepertinya menjadi ketakutan yang tak berani kubayangkan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Luka Abadi, Cinta Tak Berarti
9.3
Dunia sang protagonis hancur saat mengetahui anak angkatnya adalah hasil perselingkuhan suaminya, Yobel, dengan adiknya sendiri, bahkan didukung orang tuanya. Di tengah pengkhianatan ini, Yobel justru menolak cerai dan memohon ampun. Berpura-pura percaya, ia memberi Yobel waktu tujuh hari untuk membuktikan cinta. Namun, semua orang tidak menyadari bahwa sang istri sebenarnya telah meninggal tujuh hari lalu. Malaikat kematian hanya memberinya waktu singkat untuk kembali sebelum polisi meminta mereka mengidentifikasi jasadnya.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara sangat terkejut saat mendapati noda putih misterius kembali mengotori kasurnya. Cairan tersebut mengeluarkan aroma pandan yang sangat familier, memicu kecurigaan mendalam di hatinya. Padahal, ia sangat yakin sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang baru. Kini, keadaan ranjang yang tiba-tiba kusut dan basah menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut saat ia pergi? Rahasia gelap kini mulai menghantui pernikahan mereka.
Sampul Novel My Possessive Husband Book 1
9.7
Aleina Xavinzo lelah menghadapi Richard, mantan kekasihnya yang sangat obsesif. Demi melarikan diri dari kejaran itu, ia tidak sengaja terlibat cinta satu malam dengan pria asing, Adrianus James Verona, akibat insiden mabuk di kelab malam. Siapa sangka, sebulan kemudian mereka dipertemukan kembali dalam sebuah perjodohan oleh orang tua mereka. Kini, Aleina harus menjalani takdir baru bersama Adrianus lewat pernikahan kontrak yang penuh misteri dan benih cinta.
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa
9.3
Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, seorang gadis mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Tanpa pilihan lain, ia mendatangi tabib tua setempat untuk meminta bantuan pijat medis. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksa melepas celananya dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi korbannya, nafsu liar sang tabib memuncak hingga ia nekat menyerang gadis malang tersebut di tengah keterasingan desa.
Sampul Novel Sandiwara Pernikahan
8.0
Elvano kerap direndahkan oleh Tuan Dandi karena kondisi finansialnya yang serbapas-pasan saat meminang Nadine. Walau memiliki paras tampan, ketiadaan aset dan pekerjaan tetap membuatnya dianggap tidak pantas menjadi bagian dari keluarga Wijaya. Sang kakek pun menantangnya untuk mengakuisisi seluruh aset Hotel Chandra sebagai syarat pengakuan. Tanpa keraguan, Elvano menerima misi tersebut demi membuktikan kelayakannya serta memperjuangkan cinta dan harga dirinya.
Sampul Novel Terjebak Cinta Mantan Buron
9.3
La Rossa, pembunuh bayaran andal, mendapat tugas mengeksekusi pewaris tunggal SKYLINE yang dikenal lumpuh dan idiot. Tak disangka, sang target ternyata menyembunyikan jati diri aslinya yang sangat berbahaya. Bukannya berhasil membunuh, La Rossa malah terjebak dan disandera oleh pria misterius itu di tempat persembunyiannya. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: mencari jalan untuk kabur atau justru selamanya terjerat dalam pelukan mantan buronan tersebut.