APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Tiga tahun setelah malam penuh gairah dengan seorang penguasa elite Kota Persy yang memanggilnya "Putri Kecil", sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra kembali. Demi cinta pertamanya itu, Farel tega membiarkannya ditabrak mobil, merusak peninggalan ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Kecewa dan menyerah, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikah dengan pria lain, membuat Farel panik mencarinya ke penjuru kota.
Bab
Bagikan

Bab 5

Saat tertabrak mobil, kesadaranku mulai kabur.

Rasa sakit menyebar dari seluruh tubuh, tetapi yang lebih menyiksa adalah keputusasaan karena merasa sepenuhnya ditinggalkan.

Segudang kenangan melintas di pikiranku.

Pertama kali aku bertemu Farel, dia duduk di belakang meja kerjanya, kacamata emasnya memantulkan cahaya dingin.

Aku sengaja memprovokasinya, tetapi dia tak tergoyahkan.

Saat pertama kali dia menindihku, dia memanggilku Putri Kecil, suaranya serak dan rendah, begitu menggoda hingga membuatku terpesona.

Aku mengira itu cinta.

Malam demi malam, aku berbaring di pelukannya, mendengarkan detak jantungnya, berpikir bahwa aku telah menemukan tempatku untuk pulang.

Adegan terakhir membeku pada momen barusan itu. Farel tanpa ragu langsung menyerbu ke Nia dan memeluknya dalam pelukannya.

Sedangkan aku, seperti orang yang tak penting, ditinggalkan di tengah bahaya.

Saat membuka mata lagi, aku mendapati diriku terbaring di ranjang rumah sakit.

Ruang perawatan sangat hening, sampai terdengar suara Farel sedang menelepon.

"Nia, masih sakit kah?" Suara Farel terdengar begitu lembut sampai terasa asing bagiku.

"Sudah mendingan. Terima kasih, Kak Farel." Suara Nia terdengar lemah. "Kalau bukan karena kamu memelukku tepat waktu, aku mungkin sudah ...."

"Jangan pikirkan hal-hal itu lagi." Farel menenangkannya, "Dokter bilang kamu hanya syok ringan, nggak ada luka luar."

"Kak Farel, kalau bisa mengulang kembali, kamu pasti akan menyelamatkanku dulu, 'kan?"

Farel tidak ragu menjawab, "Tentu saja."

"Tapi, Kak Alisa tertabrak ...."

"Dia nggak punya alasan untuk marah." Suara Farel terdengar datar. "Dalam situasi darurat, tentu aku akan menyelamatkan orang yang paling rentan dulu. Dia sendiri juga paham alasannya."

Aku memejamkan mata, merasa jantungku ditikam dengan kejam.

Rupanya di hati Farel, aku bahkan tidak punya hak untuk marah.

Suara langkah kaki terdengar, tirai kamar rumah sakit dibuka.

Farel berdiri di samping ranjang, melihat aku terbangun, wajahnya tidak menunjukkan sedikit pun rasa bersalah. "Sudah bangun?"

"Hmm." Suaraku agak serak.

"Dokter bilang kamu cuma mengalami gegar otak ringan, luka lecet di kaki dan nggak yang serius," kata Farel. "Aku sudah menyiapkan tim medis terbaik. Beberapa hari ke depan, aku akan tetap di sini untuk menjagamu."

"Terima kasih," jawabku sambil menatap langit-langit. "Sepuluh hari lagi, aku akan mengembalikan biaya pengobatan ini padamu."

Farel mengerutkan dahi. "Maksudmu apa? Sepuluh hari lagi?"

"Aku bilang, biaya pengobatannya akan kukembalikan," kataku sambil menoleh padanya. "Semua biaya penginapan selama ini juga akan aku hitung dan kukembalikan bersamaan."

Ekspresi Farel sedikit canggung. "Alisa, kamu nggak perlu menghitung sedetail itu denganku."

"Kenapa nggak?" Suaraku terdengar tenang. "Kita memang nggak ada hubungan, 'kan?"

Ruang perawatan sempat hening beberapa detik.

Farel tampak ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya hanya berkata, "Istirahatlah yang cukup."

Beberapa hari berikutnya, Farel memang tetap berada di rumah sakit untuk merawatku.

Dia selalu datang tepat waktu untuk mengecek kondisiku, memastikan perawat memberiku obat sesuai jadwal, bahkan sesekali menyuapiku makan.

Namun, aku tetap bersikap dingin.

Tidak menangis, tidak rewel, tidak manja, dan tidak keras kepala.

Seperti memperlakukan orang asing yang baik hati, sopan, tetapi menjaga jarak.

Sikapku seperti ini membuat Farel tampak agak tidak nyaman.

Pada sore hari di hari ketiga, Farel duduk di kursi di samping tempat tidur, memperhatikan aku yang sedang membolak-balik majalah.

"Alisa," ucapnya.

"Hm?" Aku tak mendongak menatapnya.

"Soal malam itu ...." Farel terhenti sejenak. "Aku menyelamatkan Nia dulu, bukan karena aku nggak ingin menyelamatkanmu."

"Tubuh Nia lemah, nggak tahan benturan. Itu pilihan terbaik ...."

Aku meletakkan majalah dan memotong ucapannya. "Aku tahu."

Farel menatapku, sorot matanya menyingkap sedikit emosi yang sulit dimengerti. "Kamu benaran nggak marah?"

"Kamu ingin aku marah?"

Tepat pada saat itu, suara keributan terdengar dari lorong.

"Cepat! Bawa ke UGD sekarang!"

"Ada apa?"

"Nona Nia jatuh dari tangga, lukanya cukup parah!"

Ekspresi Farel langsung berubah.

Dia sontak berdiri dan buru-buru berkata, "Aku ada urusan sebentar."

Farel berjalan menuju pintu, menoleh sejenak ke arahku. "Nanti aku akan menemuimu lagi."

Aku mendengar langkahnya yang tergesa-gesa makin menjauh, lalu memejamkan mata dengan lelah.

Nia sekali lagi berhasil menjauhkan Farel dariku.

Sementara aku, bahkan tidak memiliki tenaga untuk memperjuangkannya.

Lagi pula, seminggu lagi, Farel bisa dengan terang-terangan bersama Nia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, seorang gadis polos anak asisten rumah tangga, menjadi korban dendam Axel. Sang tuan muda tega melecehkannya karena ibu Nara adalah selingkuhan ayahnya. Namun, niat awal menyiksa justru berubah menjadi obsesi cinta yang ekstrem. Axel menjelma sebagai pria posesif yang mengurung kebebasan Nara. Meski terus mencoba kabur, Nara selalu berhasil ditangkap kembali. Akankah takdir membawa hubungan penuh luka ini menuju akhir yang bahagia, ataukah kehancuran?
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Demi memenuhi syarat dari sang ayah, Amanda yang manja dan kaya raya justru terdampar di pulau asing. Sosialita sombong ini harus berbagi atap dengan Senja, pria dingin yang baru dikenalnya. Mereka terpaksa tinggal bersama untuk sebuah misi acara televisi dengan motif masing-masing. Sikap egois Amanda kerap merepotkan Senja, sementara sikap ketus pria itu terus menguji kesabaran Amanda. Mampukah dua kepribadian yang bertolak belakang ini bertahan hidup di sana?
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin, gadis polos yang malang, harus menjadi penebus hutang ayahnya. Ia dipaksa menikah dengan Avram, konglomerat misterius yang terkenal kejam dan tertutup. Setelah sekian lama menderita akibat ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya, kini Lavira justru terperangkap dalam pernikahan dengan pria yang haus darah tersebut. Sanggupkah Lavira bertahan menghadapi takdir barunya bersama sang penguasa kegelapan?
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.