APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Tiga tahun setelah malam penuh gairah dengan seorang penguasa elite Kota Persy yang memanggilnya "Putri Kecil", sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra kembali. Demi cinta pertamanya itu, Farel tega membiarkannya ditabrak mobil, merusak peninggalan ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Kecewa dan menyerah, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikah dengan pria lain, membuat Farel panik mencarinya ke penjuru kota.
Bab
Bagikan

Bab 2

Nia berdiri di mulut tangga, mengenakan gaun putih polos yang membuatnya terlihat memilukan.

Dia melihatku dan segera menunjukkan senyum manis. "Kamu pasti Alisa, 'kan? Aku Nia, senang bertemu denganmu."

Aku tidak menjawab, hanya memandangnya dalam diam.

Abbas melangkah keluar dari ruang tamu. Saat melihat Nia, raut wajahnya yang biasanya dingin tiba-tiba menampakkan kelembutan yang jarang terlihat.

"Nia, kamu pasti capek, 'kan? Biarkan Alisa mengantarmu ke kamar untuk beristirahat."

"Terima kasih, Paman Abbas," sahut Nia dengan manis dan patuh.

"Pergilah ke kamar Alisa. Di sana pencahayaannya paling baik, cocok untuk pemulihanmu," kata Abbas.

Aku menoleh padanya. "Kamarku?"

"Mulai hari ini, itu akan menjadi kamar Nia. Kamu pindah ke lantai tiga, di sana ada kamar kosong."

Aku tersenyum sinis. "Nggak usah."

Aku berbalik dan naik ke lantai atas untuk mulai membereskan barang-barangku.

Tiga puluh menit kemudian, aku menuruni tangga sambil menyeret koper.

Melihat koperku, Abbas mengernyit. "Kamu mau ke mana?"

"Pergi dari sini," jawabku tanpa menoleh. "Lagi pula, aku sudah bukan lagi anak Keluarga Elio, nggak ada alasan untukku tinggal di sini."

"Alisa!" teriaknya menghentikanku. "Dua minggu lagi kamu akan menikah. Jangan bertingkah seenaknya!"

"Aku tahu." Aku membuka pintu. "Dua minggu lagi aku akan hadir tepat waktu di pernikahan, menepati kesepakatan kita."

Pintu tertutup dengan keras. Aku mengemudikan mobil meninggalkan rumah Keluarga Elio.

Tujuan pertamaku adalah langsung menuju hotel mewah terbaik di kalangan elite Kota Persy.

"Aku mau suite termahal yang kalian punya," kataku ke resepsionis.

"Untuk berapa malam?"

"Dua minggu."

Saat membayar, aku memakai kartu tambahan yang diberikan Keluarga Elio.

Kartu ini punya limit 60 miliar, biasanya jarang kugunakan.

Namun, hari ini, aku ingin memakainya sampai habis.

Setelah masuk ke suite, aku memulai balas dendam lewat belanja besar-besaran.

Aku menghubungi desainer pribadi, Vera dan memesan tiga gaun pengantin berbeda, masing-masing bernilai lebih dari dua miliar.

Lalu, aku membeli sepuluh set perhiasan dan dua jam tangan Rolex edisi terbatas.

Dalam sehari, aku menghabiskan hampir 50 miliar.

Tak lama kemudian, telepon dari Abbas masuk.

"Alisa! Kamu gila ya? Sehari sudah habis hampir 60 miliar!"

"Memang kenapa?" Aku bersandar di sofa kulit hotel dengan santai. "Aku akan menikah ke tempat yang jauh dari sini, jadi setidaknya aku harus belanja sedikit untuk menaikkan gengsi."

"Kamu butuh banyak uang hanya untuk menjaga gengsi?"

"Tentu saja." Aku minum sampanye. "Aku akan menikahi penerus Keluarga Fathir, mana boleh terlihat pelit? Lagi pula, Keluarga Fathir akan memberikan dana pernikahan 6 triliun, apa artinya aku menghabiskan beberapa ratusan miliar?"

"Kamu!" Abbas kesal sampai tak bisa berkata apa-apa.

"Ayah, oh, salah, seharusnya aku memanggilmu Pak Abbas." Aku tersenyum. "Bukankah kita sudah putus hubungan? Jadi, kalau aku pakai uangmu, ya memang salah sih. Begini saja, begitu dana pernikahan masuk, aku akan langsung mengembalikannya."

Setelah menutup telepon, aku melanjutkan rencanaku berbelanja.

Aku harus mengosongkan arus kas Keluarga Elio sebelum dana pernikahan itu cair.

Nantinya, uang 6 triliun itu akan langsung ditransfer ke rekeningku. Jika Abbas ingin mengambilnya kembali, dia harus memohon kepadaku.

Lihat saja nanti, apakah dia masih berani memihak ibu dan anak itu.

Saat aku bersiap untuk melakukan pembelanjaan terakhir, ponselku bergetar.

Ternyata pesan dari Farel: [Kamu sudah tiga hari nggak ke kantor, ada apa?]

Aku menatap pesan itu, jantungku tiba-tiba berdebar.

Namun, aku segera menenangkan diri.

Farel cuma kesal karena aku tidak mengikuti arahan dia, cuma itu saja.

Aku membalas: [Ada urusan keluarga, beberapa hari lagi selesai.]

Farel tidak membalas lagi.

Keesokan paginya, saat aku hendak keluar untuk melanjutkan berbelanja, resepsionis hotel menghentikanku, "Nona Alisa, maaf, akun Anda dibekukan. Anda nggak bisa membayar biaya kamar lagi."

"Maksudnya?"

"Anda harus segera melunasi tagihan, atau ...." Dia berhenti sejenak dengan sopan. "Anda harus meninggalkan hotel."

Satu jam kemudian, aku berdiri di depan hotel sambil menyeret koper.

Tanpa uang sepeser pun, tanpa tempat tinggal.

Aku tidak rela dan tidak ingin menjual barang-barang mewah yang sudah kubeli karena semua ini akan kubawa untuk pernikahanku.

Aku sempat berpikir menelepon temanku, tetapi sadar bahwa aku tak punya teman sejati.

Orang-orang di sekitarku hanya tertarik pada kekuasaan Keluarga Elio.

Sekarang aku sudah diusir dari rumah, siapa yang mau peduli padaku?

Hari makin gelap, aku menyeret koper dan berjalan tanpa tujuan di jalanan.

Akhirnya, aku duduk di sebuah bangku di taman.

Malam sudah larut, taman sunyi, hanya sesekali terdengar suara mobil dari jauh.

Aku memeluk lutut, menghitung mundur lima hari menuju pernikahan, tetapi aku tak bisa terus-terusan berkeliaran di jalan.

Saat aku sedang bingung, beberapa pria mabuk berjalan sempoyongan mendekatiku.

"Hai, cantik, sendirian nih?" Salah seorang mendekat, baunya alkohol murah menyengat.

Aku berdiri dengan waspada. "Menjauh dariku!"

"Jangan dingin gitu dong." Pria itu mengulurkan tangan ingin menyentuhku. "Temani kami minum sebentar, yuk?"

Aku mundur selangkah, tetapi terhalang oleh bangku panjang.

Saat itu, terdengar suara berat.

"Dia sudah ada yang menemani."

Aku menoleh, melihat Farel muncul dari bayangan, ekspresinya sangat muram.

Beberapa pemabuk yang melihat aura Farel langsung minggat.

Farel berjalan ke depanku, memandang koperku, lalu melihat bangku panjang itu.

"Sudah nggak punya rumah, masih juga nggak mau mencariku?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Kehidupan mapan Jent sebagai CEO terusik oleh konflik pernikahan karena belum memiliki anak. Didorong rasa curiga, ia membuntuti istrinya diam-diam dan memergokinya tengah berselingkuh dengan pria lain. Dikhianati dengan kejam, Jent enggan memilih jalan cerai biasa. Ia menyusun rencana pembalasan yang matang dan sadis untuk menghukum sang istri beserta kekasih gelapnya. Pengalaman pahit ini mengubah karakter Jent menjadi sosok yang dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Fatal
9.2
Esther harus membayar mahal kesalahan fatal di masa lalunya yang telah merenggut nyawa seseorang. Demi menebus dosa besar tersebut, ia terpaksa menjalani pernikahan penuh penderitaan bersama Felix. Sebagai kakak dari korban yang tewas, Felix diselimuti amarah dan bertekad menggunakan ikatan pernikahan ini sebagai alat balas dendam. Esther pun hanya bisa pasrah menerima segala siksaan dari suaminya di bawah bayang-bayang penyesalan mendalam.
Sampul Novel GAIRAH PRIA IMPOTEN
9.8
Mela, wanita malang yang diusir ibu tirinya dan menjadi korban pelecehan, terpaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Di sana, ia mendapat misi khusus untuk memikat seorang pria impoten yang penuh misteri. Hubungan tak terduga ini justru membuat Mela hamil anak dari pria tersebut. Kini, ia terjebak dalam dilema besar mengenai masa depan janinnya, di tengah pusaran rahasia besar yang menyelimuti kehidupan mereka berdua.
Sampul Novel Ketika Suamiku Tak Mencintaiku Lagi
8.2
Pasca kecelakaan tragis yang membutakannya selama empat tahun, Bella akhirnya menjalani operasi pembukaan perban mata. Di usianya yang menginjak dua puluh tujuh tahun, ia sangat mendambakan untuk kembali melihat dunia, terutama wajah Galas, sang suami tercinta. Namun, kebahagiaan Bella langsung sirna dan berganti menjadi kebingungan yang mendalam. Tepat ketika penglihatannya telah kembali pulih, sosok suaminya justru lenyap secara misterius tanpa jejak.
Sampul Novel MR. AKSA
9.1
Demi berbakti, aku terpaksa setuju menikah muda dengan pria asing pilihan orang tua. Namun, duniaku seketika hancur saat mengetahui rahasia besar bahwa calon suamiku tidak menyukai perempuan. Aku tak habis pikir mengapa orang tuaku tega menjodohkanku dengannya. Kini aku terjebak dalam dilema yang menyiksa, meratapi nasib buruk ini sambil berharap ada jalan untuk melarikan diri. Aku sangat membutuhkan bantuan agar bisa lepas dari jeratan pernikahan yang tidak normal ini.
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?