APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Ternyata Jodoh Selalu di Sampingku

Tiga tahun setelah malam penuh gairah dengan seorang penguasa elite Kota Persy yang memanggilnya "Putri Kecil", sang protagonis harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika ia menyatakan cintanya pada Farel, Nia Candra kembali. Demi cinta pertamanya itu, Farel tega membiarkannya ditabrak mobil, merusak peninggalan ibunya, hingga menjebloskannya ke penjara. Kecewa dan menyerah, ia memutuskan pergi ke Kota Appia untuk menikah dengan pria lain, membuat Farel panik mencarinya ke penjuru kota.
Bab
Bagikan

Bab 3

Farel mengantarku pulang dengan mobil ke rumah vilanya di utara kota.

Aku duduk di kursi penumpang, menatap lampu neon yang melintas di luar jendela, hatiku terasa hampa.

"Sudah sampai." Farel berhenti, berjalan ke sisiku dan membuka pintu mobil.

Kenapa selalu begini, tidak mencintaiku, tetapi tidur denganku dan tetap begitu perhatian.

Hidungku terasa perih.

Aku turun dari mobil, menyeret koper dan berjalan mengikutinya.

Rumah ini sangat kukenal, setiap sudutnya ada jejak-jejak kebersamaan kami.

Farel hendak mengambil koperku dan membawanya ke kamarku.

"Nggak usah." Aku langsung menuju kamar tamu. "Aku hanya tinggal dua belas hari, kamar tamu sudah cukup."

Langkah Farel terhenti sejenak. "Kalau ingin tinggal lebih lama, boleh saja."

Aku menaruh koper di kamar tamu dan menutup pintu.

Duduk di tepi tempat tidur, aku menatap layar ponsel.

Dua belas hari lagi, aku akan meninggalkan kota yang aku tinggali sejak kecil ini untuk selamanya.

Keesokan paginya, aku bangun dan turun ke bawah.

Farel sudah sarapan di ruang makan. Saat melihatku turun, dia menunjuk kursi di seberangnya.

Aku duduk dan pelayan menghidangkan susu dan roti panggang.

"Farel." Aku membuka percakapan.

Dia menatapku dari balik kacamata emasnya dengan tatapan tenang.

"Kamu tahu Nia adalah anaknya Rara, 'kan?"

"Baru tahu kemarin," jawab Farel tanpa menunjukkan rasa bersalah sedikit pun.

Aku tersenyum pahit. "Jadi, Nia itu bagimu apa?"

Farel meletakkan cangkir kopinya. "Teman SMA. Dia pernah menahan sebilah pisau untuk menyelamatkan nyawaku. Setelah itu, dia tinggal di Negara Bargata untuk pemulihan."

"Benaran cuma teman SMA dan penyelamatmu? Sesederhana itu?"

Dahi Farel sedikit mengernyit saat menatapku. "Alisa, aku nggak ingin kamu sengaja menyusahkannya hanya karena dia sekarang kembali ke Keluarga Elio."

Aku tertawa, suaraku terdengar getir. "Kamu memperingatkanku?"

"Aku mengingatkanmu," kata Farel dengan nada dingin. "Tubuh Nia lemah, nggak tahan diganggu."

Aku mengangguk, tidak berkata apa-apa lagi.

Sikap Farel yang melindungi Nia ternyata lebih tegas daripada yang kubayangkan.

Apa lagi yang bisa kutanyakan?

"Oke, aku mengerti," kataku sambil berdiri. "Aku naik ke atas dulu."

Seharian itu, aku tetap di kamar tamu. Makan siang dan makan malam diantar oleh pelayan ke kamar, aku bahkan tidak turun ke lantai bawah.

Di malam hari, aku berbaring di tempat tidur, tetapi tidak bisa tidur.

Dulu, pada saat seperti ini, Farel akan mendorong pintu masuk tanpa banyak bicara, menindihku dengan tubuhnya, memegangi pinggulku dan memanggilku putri kecil.

Namun, malam ini, koridor terasa sunyi.

Memang, kalau cinta pertamanya sudah kembali, bagaimana mungkin dia akan mengingatku lagi?

Hari berikutnya adalah akhir pekan, Farel tidak pergi ke kantor.

Pukul sepuluh pagi, dia mengetuk pintu kamarku.

"Alisa, malam ini ada pesta. Temani aku."

Aku membuka pintu, Farel sudah mengenakan setelan jas hitam.

"Pesta apa?"

"Pesta lingkaran pertemanan kita."

Sebenarnya, aku tidak ingin sendirian di rumah yang penuh kenangan ini, jadi aku pun mengangguk setuju.

Pukul tujuh malam, mobil Farel berhenti di depan pintu masuk sebuah klub pribadi.

Aku mengikutinya masuk dan menemukan bahwa tempat ini dihias dengan sangat hangat, dipenuhi bunga-bunga dan pita di mana-mana.

Tidak seperti pesta lingkaran bisnis yang pernah aku hadiri sebelumnya.

Sebelum sempat bertanya lebih lanjut, tiba-tiba terdengar suara yang familier.

"Kak Farel! Akhirnya kamu datang!"

Nia mengenakan gaun malam putih, melesat ke arahku seperti kupu-kupu.

Ketika dia melihatku, ekspresinya tertegun sejenak, lalu tersenyum manis.

"Kak Alisa juga datang, bagus sekali!"

Aku menoleh ke sekeliling dan melihat spanduk bertuliskan: [Selamat Datang Kembali, Nia].

Ternyata ini adalah pesta penyambutan Nia.

Farel membawaku ke pesta penyambutan Nia.

Aku berbalik hendak pergi, tetapi Nia menahanku.

"Kak Alisa, kamu kenapa? Sakit?" Dia menatapku dengan penuh perhatian. "Aku dengar kamu pindah dari rumah, apa karena aku? Aku benar-benar minta maaf, aku nggak tahu Paman Abbas akan menempatkanku di kamarmu."

Suaranya lembut, tetapi terdengar jelas oleh orang-orang di sekitar.

Beberapa tamu menatapku dengan rasa ingin tahu yang samar.

"Nggak apa-apa," jawabku. "Cuma masalah kamar."

"Tapi, Paman Abbas bilang, hubungan kalian, hubungan ayah dan anak, sudah putus." Mata Nia berkaca-kaca. "Semua ini karena aku. Kalau aku nggak kembali ...."

"Nia." Aku memotongnya. "Aku sendiri yang memutuskan hubungan dengan Abbas, apa hubungannya denganmu yang orang luar?"

Air matanya menetes, menatap Farel dengan tatapan memelas.

Farel mendekat, awalnya melemparkan pandangan peringatan padaku, lalu dengan lembut berkata kepada Nia, "Jangan menangis, nanti matamu bengkak."

Dia mengeluarkan saputangan, perlahan menyeka air matanya.

Nia tersenyum setelah berhenti menangis, matanya masih basah, berkata, "Kak Farel, kamu baik banget."

Aku berdiri di samping, menyaksikan momen hangat itu.

Hatiku terasa sesak, seperti direndam di dalam es.

Aku berbalik menuju meja minuman, mengambil gelas sampanye, dan meneguk hampir setengahnya sekaligus.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Tuan Muda
9.5
Nara, seorang gadis polos anak asisten rumah tangga, menjadi korban dendam Axel. Sang tuan muda tega melecehkannya karena ibu Nara adalah selingkuhan ayahnya. Namun, niat awal menyiksa justru berubah menjadi obsesi cinta yang ekstrem. Axel menjelma sebagai pria posesif yang mengurung kebebasan Nara. Meski terus mencoba kabur, Nara selalu berhasil ditangkap kembali. Akankah takdir membawa hubungan penuh luka ini menuju akhir yang bahagia, ataukah kehancuran?
Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Bukan Menantu Idaman Mama
8.6
Demi mempertahankan cintanya pada Alya, seorang pemuda berani menentang dominasi sang ibu. Mirna, sang ibu, menuntut pernikahan bisnis guna menjaga kestabilan perusahaan mereka. Ia menolak keras Alya yang merupakan seorang yatim piatu miskin. Bagi Mirna, pernikahan hanyalah alat demi keuntungan finansial. Namun, putranya menolak tunduk pada kendali keluarga dan memilih berjuang demi wanita pilihannya.
Sampul Novel Bukan Teman Tapi Sekamar?
8.4
Demi memenuhi syarat dari sang ayah, Amanda yang manja dan kaya raya justru terdampar di pulau asing. Sosialita sombong ini harus berbagi atap dengan Senja, pria dingin yang baru dikenalnya. Mereka terpaksa tinggal bersama untuk sebuah misi acara televisi dengan motif masing-masing. Sikap egois Amanda kerap merepotkan Senja, sementara sikap ketus pria itu terus menguji kesabaran Amanda. Mampukah dua kepribadian yang bertolak belakang ini bertahan hidup di sana?
Sampul Novel Istri Kecil Penebus Hutang
8.1
Lavira Amrin, gadis polos yang malang, harus menjadi penebus hutang ayahnya. Ia dipaksa menikah dengan Avram, konglomerat misterius yang terkenal kejam dan tertutup. Setelah sekian lama menderita akibat ketidakadilan ayah kandung serta kekejaman ibu dan adik tirinya, kini Lavira justru terperangkap dalam pernikahan dengan pria yang haus darah tersebut. Sanggupkah Lavira bertahan menghadapi takdir barunya bersama sang penguasa kegelapan?
Sampul Novel Menaklukan CEO Mesum
8.2
Demi menyelamatkan sang ibu dari jeruji besi akibat penggelapan dana satu juta dolar, Bianca nekat menemui CEO pusat di Singapura, Steve Dvalton. Namun, Steve justru menawarkan kesepakatan gelap yang menuntut Bianca menjadi pemuas nafsunya. Terjebak dalam dilema besar antara kesetiaan pada sang kekasih dan keselamatan ibunya, Bianca terpaksa masuk ke dalam hubungan intim yang penuh tipu muslihat. Di sisi lain, Steve merasa sangat tertantang oleh keliaran Bianca di ranjang.