APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ternyata Jatuh Keperangkap Pelatihku

Ternyata Jatuh Keperangkap Pelatihku

Ketampanan sang pelatih di tepi kolam renang seketika mencuri perhatianku, memicu ketertarikan yang begitu mendalam. Aku sangat mendambakan momen kedekatan dan kontak fisik dengannya. Namun, begitu keinginan tersebut akhirnya menjadi kenyataan, sebuah realitas tak terduga mulai terungkap. Aku baru menyadari bahwa semua interaksi ini bukanlah kebetulan belaka, melainkan sebuah jebakan matang yang membuatku kini sepenuhnya jatuh dan terperangkap di dalam cengkeraman manis sang pelatih.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bagaimana? Apa kamu merasakannya?" tanya pria itu.

Aku tiba-tiba mendongakkan kepala untuk menatap ke arah Theo yang menyunggingkan senyum di sudut mulutnya.

Dalam benakku, aku merasa dia sepertinya sedang memberi isyarat padaku. Ketika melihat ekspresinya yang licik, aku pun mengangguk sedikit.

"Baguslah …."

Tangan Theo masih menempel di pangkal pahaku. Setelah membelai beberapa kali, tangan itu langsung masuk ke dalam celana dalamku.

Aku langsung tersentak dengan gerakan tanpa peringatan dari Theo. Bulu kuduk di seluruh tubuhku pun langsung meremang.

Setelah menyelipkan tangan ke balik celana dalamku dengan cepat, Theo meraih dan mencubit pantatku. Kemudian, dia menarik tangannya kembali, bangkit berdiri seolah-olah tidak ada yang terjadi. Dia terus memberikan instruksi pada siswa lainnya.

Gerakan tiba-tiba ini membuatku terpaku di tempat.

Sekarang, aku merasa makin yakin bahwa Theo memiliki pemikiran yang tidak seharusnya padaku.

Setelah melakukan pemanasan selama sepuluh menit, Theo menyuruh kami semua masuk ke dalam air untuk mulai berlatih.

Mungkin karena aku sudah berlatih gerakan-gerakan itu dengan sangat terampil, aku jelas lebih terampil daripada siswa lainnya begitu masuk ke dalam air.

Aku bahkan bisa mencoba beberapa gerakan renang lainnya sendirian.

Theo yang berdiri di pinggir menyaksikan semua ini.

Theo berujar, "Kalian semua sudah berlatih dengan baik hari ini. Terutama Serena, yang pantas mendapatkan pujian khusus!"

"Serena cukup berbakat dalam berenang. Kamu bisa tinggal sebentar, aku akan memberikan beberapa pelajaran tambahan untukmu," lanjut Theo.

Ketika mendengar ini, aku langsung merasa terkejut.

Ditambah dengan "perhatian khusus" dari Theo padaku sebelumnya, aku memahami dengan sangat jelas bahwa "pelajaran tambahan" ini bukan dengan niat baik.

Murid-murid yang lain juga sepertinya bisa menyadari hal ini. Ketika mereka pergi, mereka semua melemparkan pandangan iri ke arahku. Bahkan ada sedikit kilat rasa cemburu di mata mereka.

Setelah kelas selesai, kolam renang akhirnya kosong. Hanya ada aku dan Theo saja di sana.

Pria itu sepertinya sudah tidak sabaran. Dia menarik tanganku, mengajakku masuk ke dalam air.

Kali ini, Theo menuntunku langsung ke bagian kolam yang dalam.

Namun, perasaan hampir tenggelam di area kolam yang dalam tadi masih membekas di benakku, membuatku merasa sedikit takut. Jadi, seluruh tubuhku bersandar erat pada tubuh Theo.

"Nggak apa-apa. Serena, kamu nggak perlu gugup. Sebenarnya, kolam yang dalam dan yang dangkal itu sama saja. Kamu bisa belajar lebih cepat di kolam yang dalam," jelas Theo.

Aku mencoba mengatasi rasa takut di hatiku, perlahan-lahan berenang ke kolam yang dalam.

"Ya, benar begitu. Rilekskan saja tubuhmu, lalu ayunkan kedua kakimu secara perlahan," ucap Theo.

Di bawah kata-kata bimbingan dari Theo, aku mendapati diriku bisa mengambang di dalam air.

Perasaan ini membuatku merasa terkejut sekaligus senang. Theo juga berada di sampingku setiap saat untuk melindungiku, agar tidak terjadi apa-apa padaku.

Tanpa aku sadari, Theo sudah meletakkan salah satu tangannya di pinggang dan perutku, sementara tangan lainnya menopang pahaku.

Ketika aku menatapnya, aku menyadari bahwa mata pria itu menatap lurus ke arah dadaku.

Karena aku mengenakan pakaian renang yang terbuka, serta karena bentuk tubuhku yang cukup indah, lekukan di depan dadaku bisa terlihat dengan sangat jelas.

Meskipun sudah ketahuan olehku, Theo masih tidak memalingkan pandangannya. Tingkahnya bahkan makin tidak terkendali. Matanya yang membara seakan menusuk ke dalam diriku.

Meskipun aku berada di dalam air yang sejuk, aku masih merasakan hawa panas di sekujur tubuhku.

Entah sejak kapan, sepasang tangan besar Theo menyentuh pusarku, bergerak ke bawah di sepanjang perutku.

Theo tiba-tiba bertanya, "Serena, kamu nggak punya pacar, ya? Kamu pasti sangat menginginkannya …."

Theo mencondongkan tubuh ke telingaku sambil berbisik. Pada detik berikutnya, dia langsung menggigit daun telingaku.

Pada saat yang sama, tali baju renangku terlepas. Sementara itu, ada sepasang tangan yang mencoba bergerak maju mundur beberapa kali sebelum mengusap dadaku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Fajar Baru
9.1
Sophie Wilson telah memberikan segalanya untuk Daniel Carter. Namun di akhir hayatnya, ia justru menerima kenyataan pahit. Daniel mengaku menyesal telah menikahinya dan merindukan Lily Harvey, wanita dari masa lalunya di desa nelayan. Meski Daniel sempat memilih hidup mewah bersamanya, di saat-saat terakhir ia mengungkapkan bahwa kesetiaan pada Sophie hanyalah beban yang melelahkan.
Sampul Novel MEMBALAS HINAAN BAPAK
9.6
Sumi kerap direndahkan ayahnya sendiri karena belum mendapat pekerjaan meski berpendidikan tinggi. Di tengah rasa sakit akibat dibanding-bandingkan dengan sang adik yang mapan, nasibnya berubah setelah bertemu pengusaha otomotif sukses, Hiraka Yamada. Namun, di saat puncak keberhasilan mulai diraih, Sumi harus kehilangan Zaki. Sahabatnya itu pergi membawa cinta yang tak pernah terungkap. Kini, ia bimbang apakah kesuksesan ini bermakna saat hatinya terasa hampa tanpa Zaki.
Sampul Novel Menantu Tak Diharapkan
7.9
Cakra menjalani masa kecil yang berat bersama paman dan bibinya. Kehidupannya semakin rumit ketika sang paman terlilit utang besar kepada sebuah keluarga terpandang. Demi melunasi kewajiban tersebut, Cakra terpaksa menjadi menantu di keluarga kaya itu melalui pernikahan kontrak. Alih-alih hidup tenang, perbedaan status sosial yang jurang justru membuat Cakra harus menerima kebencian, sikap dingin, serta penolakan ekstrem dari mertua barunya.
Sampul Novel Not Friend's With Benefit
8.3
Dua tahun lamanya Fernanda menjalani hubungan fisik tanpa status cinta dengan Daniel. Meski Daniel tulus mengasihinya, trauma akibat kegagalan tunangan masa lalu membuat Fernanda menutup rapat hatinya. Di bawah tekanan sosial dan ambisi menyenangkan orang tua, ia terus mengabaikan ketulusan Daniel. Namun, sebuah konflik pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti penting pria itu. Ini kisah perjuangan menyembuhkan luka batin demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel PEDIHNYA JADI ISTRI KE DUA PAK DOSEN
9.7
Menjadi istri kedua membawa penyesalan mendalam bagi Rania. Penulis ini berusaha pergi demi mendapatkan perceraian, tetapi sang suami yang berprofesi dosen terus menerornya. Saat berjuang menuntut keadilan, ia bertemu Yudha. Sosok yang terlihat tulus itu rupanya menyimpan niat buruk. Di tengah kepedihan dan pengkhianatan baru, mampukah perempuan tangguh ini bertahan, bangkit melawan, serta menyelesaikan badai hidupnya dengan cara yang elegan?
Sampul Novel Pesona Duda Manja
8.8
Pengkhianatan mantan istri menjadi titik balik bagi Rizaldi Takki untuk bangkit. Lewat keahlian teknologinya, ia berhasil menarik minat investor dunia dan tumbuh menjadi pebisnis sukses. Di tengah pemulihan lukanya, dilema besar datang menghampiri. Sang mantan istri meminta kembali, seorang wanita baik berubah total, dan gadis sederhana malah menolak pinangannya. Mampukah sang duda kaya mengatasi peliknya asmara dan sisi manjanya di balik kesuksesan ini?