APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlambat Menyesal: Mantan Istriku Bersinar Terang

Terlambat Menyesal: Mantan Istriku Bersinar Terang

Empat puluh tahun menjadi istri pajangan John, bos mafia yang kejam, membuatku menyerah ketika selingkuhannya, Angel, makin semena-mena. Saat perceraian bergulir, aku justru mengandung di usia senja, sementara Angel terbukti mandul. Demi melindungi janinku, aku nekat kabur ke desa terpencil di tengah badai salju. John yang didera penyesalan kini mendepak Angel dan memohon ampun hingga berlutut di hadapanku. Namun, semuanya sia-sia. Pintu hatiku telah tertutup rapat bagi masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Celia POV:

Undangan itu datang seperti sekoci penyelamat di tengah badai-melalui email terenkripsi.

Sebuah lembaga seni anonim di Eropa menawarkan residensi.

Tempat tinggal.

Studio.

Dan yang paling mahal dari semuanya: Kebebasan.

Aku menerimanya tanpa berpikir dua kali. Jari-jariku gemetar saat menekan tombol 'kirim', takut tawaran itu akan lenyap jika aku berkedip.

Selama seminggu terakhir, aku mulai melucuti hidupku, selapis demi selapis.

Bukan ke dalam koper perjalanan mewah, tapi ke dalam kotak-kotak sumbangan kardus yang kusam.

Gaun-gaun malam sutra yang John belikan agar aku terlihat cantik-agar aku menjadi ornamen yang sempurna-di pestanya.

Perhiasan berkilau yang dia lemparkan padaku sebagai permintaan maaf setiap kali parfum wanita lain tercium di kemejanya.

Semuanya masuk ke dalam kotak.

Aku mengambil bros berlian yang dia berikan di hari pernikahan kami. Benda itu berkilau dingin di telapak tanganku, seperti mata yang menuduh.

Empat puluh tahun yang lalu, aku pikir ini adalah janji keabadian.

Sekarang aku tahu, ini hanyalah borgol bertahtakan berlian.

Dengan gerakan tenang yang mengejutkan diriku sendiri, aku melemparkannya ke dalam perapian yang menyala.

Logam itu tidak meleleh, tentu saja. Tapi melihatnya tergeletak tak berdaya di antara abu hitam dan bara api memberiku kepuasan yang gelap.

"Aku sudah selesai menjadi figuran," bisikku pada pantulanku di cermin.

Wajah di cermin itu terlihat lelah, dimakan usia, tapi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, matanya menyala hidup.

BAM! BAM! BAM!

Ketukan keras di pintu studioku menghancurkan momen itu. Itu sopir John.

"Nyonya!" serunya dari balik pintu. "Don John meminta Anda ke rumah utama. Segera. Ada rapat keluarga penting."

Perintah.

Selalu perintah.

Aku meletakkan kuasku dengan perlahan. Ini akan menjadi kali terakhir aku mematuhi titahnya.

"Baik," jawabku singkat, suaraku datar.

Di dalam mobil mewah yang membawaku menuju rumah utama, aku memejamkan mata, mencoba mengatur napas.

Namun tiba-tiba, rasa mual itu datang. Bukan sekadar kegugupan, tapi gelombang fisik yang menghantam ulu hati.

Lebih kuat dari sebelumnya.

Mobil berbelok tajam di tikungan, dan pertahananku runtuh.

"Berhenti!" teriakku, tanganku membekap mulut.

Sopir itu menepi dengan panik. Sebelum mobil benar-benar berhenti, aku sudah membuka pintu dan memuntahkan isi perutku di pinggir jalan.

Hanya cairan bening dan rasa pahit empedu yang membakar tenggorokan.

Sopir itu, setia pada protokol keluarga, membawaku ke klinik pribadi keluarga, bukan ke rumah sakit umum. Rahasia harus tetap menjadi rahasia.

Dokter tua kepercayaan keluarga memeriksa dengan wajah yang sulit dibaca. Ruangan itu hening, hanya terdengar detak jam dinding yang menyiksa.

Dia menatapku, lalu menatap hasil tes di tangannya, lalu kembali menatapku seolah aku adalah hantu.

"Nyonya..." suaranya bergetar, kehilangan ketenangan profesionalnya. "Anda hamil."

Dunia berhenti berputar.

Oksigen seolah tersedot keluar dari ruangan.

Hamil?

Di usiaku?

Setelah empat puluh tahun rahimku kosong dan dingin?

Ini tidak mungkin. Ini absurd.

Ini adalah lelucon Tuhan yang paling kejam.

Aku keluar dari klinik dengan langkah limbung, seolah-olah tanah di bawah kakiku telah berubah menjadi rawa.

Pikiranku kacau balau, bertabrakan satu sama lain. Anak ini... janin ini bisa menjadi penjara baruku, atau alasan terkuatku untuk menghilang selamanya.

Aku berjalan tanpa tujuan, membiarkan kakiku membawaku, sampai aku menyadari aku berdiri di depan restoran Italia favorit John.

Takdir, tampaknya, belum selesai mempermainkanku.

Di balik jendela kaca besar yang memisahkan kehangatan di dalam dan dinginnya malam, aku melihat mereka.

John dan Angel.

Mereka duduk di meja sudut yang romantis, diterangi cahaya lilin.

Angel sedang menyuapkan sepotong tiramisu ke mulut John. John tertawa-tawa yang jarang ia berikan padaku-dan memegang tangan Angel dengan lembut.

Aku berdiri mematung di trotoar yang dingin. Penonton bisu dari tragedi hidupku sendiri.

Dua pelayan restoran keluar melalui pintu samping untuk merokok di dekatku. Mereka tidak menyadari siapa wanita tua yang berdiri dalam bayangan itu.

"Kasihan wanita itu," gumam salah satu pelayan, menghembuskan asap rokok ke udara malam. "Nyonya Angel itu."

"Kenapa?" temannya bertanya.

"Aku dengar dia baru saja menjalani perawatan kesuburan lagi. Sangat menyakitkan, katanya. Tapi rahimnya rusak. Dokter bilang dia tidak akan pernah bisa memberi Don keturunan."

Darahku membeku seketika.

Angel mandul.

Dan aku...

Aku membawa satu-satunya hal yang tidak bisa dibeli oleh uang John: Pewaris darah dagingnya.

Teror dingin merambat naik ke tulang punggungku. Jika John tahu... jika dia tahu aku mengandung, dia tidak akan pernah membiarkanku pergi.

Perceraian tidak akan pernah terjadi. Kebebasan akan menjadi mimpi mustahil.

Aku akan dikurung di menara gading, dipaksa menjadi inkubator hidup bagi penerus kerajaannya, sementara Angel tetap menjadi ratu di hatinya.

Di dalam restoran, John tiba-tiba menoleh ke arah jendela.

Matanya menyipit, mencari-cari sesuatu di kegelapan, seolah insting predatornya merasakan kehadiranku.

Aku mundur cepat ke dalam bayangan pilar.

Angel menarik wajah John kembali padanya, mencium pipinya, mengalihkan perhatiannya sepenuhnya.

John tersenyum padanya, melupakan gangguan sesaat itu.

Cukup.

Aku memegang perutku yang masih rata. Ada kehidupan di sana. Sebuah nyawa yang tidak berdosa, namun berbahaya.

Angin malam yang dingin menusuk kulitku, tapi hatiku jauh lebih dingin dan keras.

Tiket pesawat di tasku terasa berat, seolah-olah terbuat dari timah.

Rencana awalku hancur lebur.

Sekarang taruhannya bukan lagi sekadar kebebasanku.

Tapi nyawa anak ini.

Aku berbalik, meninggalkan pemandangan "keluarga bahagia" yang palsu itu di belakangku.

Aku menghilang ke dalam kegelapan malam, sendirian, ketakutan, namun dengan kenekatan seorang ibu yang baru lahir.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ADA DARAH DI DALAM AIR
8.8
Demi membalas dendam atas kematian tragis sang ibu, seorang pemuda bertekad menghabisi pembunuhnya, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri. Namun, misinya sangat mustahil karena targetnya merupakan bos tertinggi MBR, sindikat mafia terkuat dan paling ditakuti di Asia. Di bawah bayang-bayang kekuasaan sang ayah yang begitu besar, mampukah ia menuntaskan dendamnya? Ataukah perlawanan nekat ini justru akan berbalik menghancurkan hidupnya?
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
9.5
Delapan tahun pernikahan dengan Elvin, gembong mafia Nasara, hancur di hari jadi mereka saat foto kemesraan sang suami bersama Lina dan putra kandungnya sendiri, Owen, tersebar. Alih-alih membela sang ibu, Owen justru menginginkan Lina sebagai penggantinya. Tanpa amarah atau air mata, sang istri menyajikan dokumen perceraian yang telah lama ia siapkan. Ia memilih merelakan segalanya dan melangkah pergi dari lingkaran keluarga beracun tersebut demi kebebasannya sendiri.
Sampul Novel Dijual Ibu Tiri Dijadikan Tuan Putri
9.7
Zhea Logari, siswi SMA, dijual oleh ibu tirinya kepada germo yang juga bos mafia penguasa Malta. Di luar dugaan, sang mafia justru memperlakukan Zhea dengan sangat terhormat layaknya seorang putri. Perubahan nasib yang drastis ini memicu rasa iri yang mendalam pada kakak tiri Zhea. Kini, sang kakak mulai merancang rencana licik dan menghalalkan segala cara untuk merebut posisi istimewa tersebut dari tangan Zhea.
Sampul Novel Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia
8.7
Tiga tahun mendampingi Lewis dan kini mengandung lima bulan, Merry telah melewati enam belas kegagalan pernikahan akibat ulah Agnes, adik angkat suaminya. Menjelang janji suci yang ke-17, Lewis bersumpah tidak akan pergi lagi. Namun, Merry memegang rahasia: sebuah undangan pulang dari ayahnya, sang kepala Keluarga Damian. Jika sang suami kembali ingkar janji demi Agnes, Merry memutuskan untuk pergi selamanya dan kembali ke pelukan keluarga mafianya di Vireka Utara.
Sampul Novel Duka Sang Putri Tertawan
8.8
Tiga tahun setelah malam bersama Vincent, sang pewaris mafia, hidupku hancur saat cinta pertamanya kembali. Demi wanita itu, Vincent tega mencelakaiku, membuang pusaka ibuku, hingga menjebloskanku ke penjara. Namun, setelah aku bebas dan terbang ke Arunika untuk menikahi pria lain dalam kondisi tak berdaya, Vincent justru murka. Ia nekat mengobrak-abrik seluruh Mandala Jaya demi merebutku kembali ke pelukannya.
Sampul Novel Mafia Koplak: Kekacauan Cinta Antara Don Arkhan dan Si Bebeb Gila
9.0
Kehidupan Don Arkhan, bos mafia yang dingin dan disegani, berubah total setelah menikahi Yara. Tingkah konyol dan kelakuan ajaib sang istri terus menguji kesabarannya. Di balik keceriaan itu, Yara rupanya memendam trauma masa lalu yang membuatnya takut akan keintiman. Di tengah gempuran ancaman dari rival organisasinya, Arkhan berjuang meruntuhkan tembok pertahanan hati Yara. Inilah kisah cinta yang absurd sekaligus emosional antara sang predator dan istrinya yang unik.