APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku

Saat putra mereka mengalami diseksi aorta, sang suami yang merupakan spesialis jantung justru menyalahkan istri dan anaknya atas kematian teman masa kecilnya, Sophia. Setelah meracuni keluarganya sendiri sebagai aksi balas dendam, sang istri tiba-tiba terbangun di hari suaminya menerima telepon dari Sophia di kehidupan kedua. Dalam novel romantis misteri ini, sang istri memilih menyelamatkan putranya sendiri tanpa memohon pada suaminya, tetapi sang suami justru berakhir berlutut meminta maaf.
Bab
Bagikan

Bab 1

Putraku menderita diseksi aorta, keadaan di mana terjadi robekan pada arteri utama tubuhnya. Dia perlu dioperasi sesegera mungkin. Suamiku adalah seorang spesialis jantung. Namun, aku tidak meneleponnya, melainkan langsung melaju ke rumah sakit.

Di kehidupan sebelumnya, setelah aku berulang kali memohon, suamiku akhirnya pulang bersama ambulans dan membawa putra kami ke rumah sakit. Dia juga mengaturkan kamar terbaik untuk putra kami.

Berhubung suamiku lupa membawa ponselnya, dia tidak menerima telepon dari teman semasa kecilnya yang penyakit jantungnya kambuh. Akhirnya, temannya itu pun meninggal dalam ambulans.

Suamiku menghilang selama tiga bulan. Setelah dia kembali, semuanya kembali seperti semula. Bahkan di hari ulang tahun putra kami, dia yang berinisiatif memasak. Ternyata, dia menaruh racun dalam masakannya.

“Kamu yang paksa aku pulang untuk jemput Levi. Kalau aku menerima telepon Sophia hari itu, dia nggak akan mati. Kalian sekeluarga adalah pembunuh! Kalian harus membayarnya dengan nyawa kalian!”

Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari putraku tiba-tiba terkena serangan jantung. Kali ini, suamiku menerima telepon dari Sophia. Namun, kenapa dia malah akhirnya berlutut dan meminta maaf padaku?

“Kak Jessica, aku mengerti perasaan kalian. Tapi, semua kamar benar-benar sudah penuh.”

Pria di hadapanku adalah Thomas, rekan kerja suamiku. Dia juga merupakan dokter yang bertugas hari ini.

Setelah terlahir kembali, aku langsung membawa putraku melaju ke rumah sakit. Namun, Thomas malah langsung menghalangiku di luar poli bedah jantung tanpa melirik putraku.

Pada saat ini, air mata putraku tidak berhenti menetes. Saat di mobil tadi, dia sudah kehilangan tenaga untuk berteriak kesakitan.

Ibuku merasa sangat panik. “Mana mungkin nggak ada kamar kosong? Bukannya ada sebuah kamar kosong di sana? Dokter, memangnya kami nggak boleh pakai kamar itu?”

Thomas menjawab dengan ekspresi datar, “Kamar itu sudah dipesan orang lain.”

Ibuku pun murka. “Memangnya kamar rumah sakit bisa dipesan? Bukankah sistemnya adalah melayani yang duluan tiba? Cucuku sakit parah, tapi kalian malah menolak untuk memberinya kamar, padahal masih ada kamar kosong di rumah sakit. Memangnya kamu termasuk dokter?”

“Buat apa kamu teriak-teriak?”

Thomas berkata dengan dingin, “Kenapa aku merasa dia sama sekali nggak kelihatan kayak anak yang punya penyakit jantung? Lagian, kalian tahu betapa sulitnya untuk dapatkan kamar di rumah sakit ini? Atas dasar apa kami harus langsung aturkan kamar untuk kalian begitu kalian datang?”

Seusai membentak ibuku, Thomas memandangku. “Kak Jessica, aku nggak mau ngomong terlalu kasar. Tapi, kalau kalian lanjut sandiwara, aku akan panggil satpam.”

Ada sedikit amarah yang terpancar dari raut wajah Thomas. Dia sepertinya sangat marah terhadap perilaku kami.

Hanya dalam waktu singkat, sudah ada banyak keluarga pasien yang berkumpul untuk menyaksikan keributan. Begitu mendengar ucapan Thomas, satu per satu orang itu mulai marah.

“Orang yang mau diopname di rumah sakit ini pada dasarnya harus tunggu belasan hari. Memangnya kalian itu orang penting sampai harus langsung dapat kamar begitu tiba?”

“Sudah pura-pura sakit masih nggak malu untuk buat keributan di tempat ini! Kalau begitu pengen tinggal di rumah sakit ini, beli saja langsung rumah sakitnya!”

Orang-orang mulai memaki kami.

Putraku yang terkapar di bahu ibuku memejamkan matanya dengan erat. Badannya sudah dibasahi keringat dan seluruh tubuhnya tidak berhenti gemetar karena sakit. Dia tidak berhenti berkata, “Mama, Nenek, aku sakit banget. Tolong aku.”

Hatiku langsung terasa sakit dan rasa sakit itu menjalar sampai ke kepalaku. Namun, meskipun begitu, Thomas tetap tidak percaya bahwa putraku menderita diseksi aorta, keadaan di mana terjadi robekan pada arteri utama tubuhnya.

Ibuku meminta maaf pada Thomas. “Dokter, aku yang salah bicara. Tolong periksa dulu cucuku. Dia benar-benar kesakitan.”

Thomas menjawab dengan sombong, “Rumah sakit punya peraturan sendiri. Sebelum diopname, penyakitnya nggak bisa ditangani.”

Ibuku sudah nyaris histeris dan hendak langsung memukul orang. Namun, aku segera melangkah maju untuk menghentikannya.

Kemudian, aku mendongak dan berkata pada Thomas, “Thomas, putraku bukan terkena penyakit jantung biasa. Dia menderita diseksi aorta. Kamu seharusnya tahu jelas seberapa seriusnya keadaan ini. Dia harus diopname dan dioperasi sekarang juga.”

Mungkin karena aku bersikap terlalu serius, Thomas baru menyimpan tampang acuh tak acuhnya. Namun, setelah beberapa saat, dia malah tertawa.

“Jessica, sandiwaramu meyakinkan juga. Tapi, waktu kamu cari informasi tentang penyakit ini di internet, memangnya informasi itu nggak menuliskan bahwa anak kecil nggak mungkin terkena penyakit ini?”

“Waktu Kak William bilang kamu akan melakukan apa saja untuk merebut kamar Sophia, aku masih nggak percaya. Ternyata, kamu bahkan bisa manfaatkan anakmu karena merasa cemburu. Kamu benar-benar menjijikkan.”

Ucapan Thomas dipenuhi dengan ejekan.

Aku yang sudah terlahir kembali tahu jelas betapa seriusnya keadaan putraku. Orang dewasa yang mengidap diseksi aorta memiliki peluang hidup tidak sampai 1%, sedangkan angka kematiannya mencapai nyaris 100%.

Anak yang mengidap penyakit ini lebih jarang lagi. Satu-satunya dokter dalam negeri yang mampu mengoperasinya hanyalah direktur departemen kardiologi rumah sakit ini.

Aku tidak bisa marah pada Thomas, juga tidak punya waktu untuk memberi penjelasan kepadanya. Setelah melirik putraku yang bibirnya sudah berwarna keunguan karena kesakitan, rasa putus asa langsung melandaku.

Aku tahu Thomas tidak akan menerima putraku diopname di rumah sakit ini. Oleh karena itu, aku memutuskan untuk langsung pergi ke kantor kepala perawat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Akan Pernah Diam Saat Keluargaku Terancam
9.6
Adikara, duda berkuasa yang divonis mandul, melampiaskan rasa frustrasinya melalui hubungan singkat yang ceroboh. Takdir mempertemukannya dengan Alara, model 19 tahun sekaligus putri bawahannya. Setelah malam tragis yang merenggut kesucian Alara, kejutan besar muncul sebulan kemudian saat Alara mengaku hamil. Kini, di tengah perbedaan usia 15 tahun dan rahasia medisnya, Adikara harus memilih: bertanggung jawab atau menghancurkan masa depan gadis itu demi egonya.
Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Godaan Mantan Istri
8.2
Demi melindungi miliknya, Anne menyepakati pernikahan kontrak dengan Kevin untuk melahirkan pewaris dalam waktu setahun. Namun, perlakuan buruk Kevin membuatnya menyerah. Setelah menyelamatkan Kevin dari kecelakaan tragis, Anne memilih pergi tanpa jejak. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali saat putra mereka sudah besar. Kini, Anne kembali bukan demi cinta masa lalu, melainkan untuk merebut kembali hak serta masa depan anak tercintanya.
Sampul Novel JAHIDA
9.2
Kehidupan kelam seorang gadis remaja terungkap saat ia terjebak dalam jerat perbudakan yang mengerikan. Pelakunya adalah seorang pria dewasa yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek langganannya sendiri. Kisah ini mengeksplorasi penderitaan mendalam serta dinamika kekuasaan yang eksploitatif di era modern. Mengingat adanya materi sensitif, pembaca diharapkan bijak karena konten ini khusus untuk dewasa.
Sampul Novel Kau Menikahi Aku Dengan Benci
8.0
Saat Prakasa, suaminya yang bertugas, hilang tanpa kabar, Anjani dirundung duka. Namun, ia justru dipaksa menikah dengan Arjuna untuk menggantikan sang adik yang melarikan diri. Meski berprofesi sebagai dokter spesialis, Anjani tetap diremehkan keluarga Arjuna dan dituduh mengincar harta. Masalah kian pelik ketika Prakasa mendadak kembali. Anjani pun terjebak dalam rumitnya status hukum pernikahan, di tengah kebencian Arjuna yang perlahan terkikis menjadi cinta.
Sampul Novel Langit dan Evelyn
8.6
Evelyn sangat menginginkan kebebasan tanpa pasangan, sementara Langit bertekad menghindari pernikahan seumur hidupnya. Walau sama-sama menyimpan trauma dan luka masa lalu yang mendalam, takdir justru menjebak mereka dalam situasi pelik. Dua orang yang sangat anti terhadap komitmen ini terpaksa tinggal bersama di bawah satu atap. Di tengah ketakutan akan sebuah ikatan, mampukah keduanya bertahan serumah tanpa membiarkan benih cinta tumbuh?