APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terkadang Cinta Itu Pilu

Terkadang Cinta Itu Pilu

Menikah dengan seorang CEO tidak menjamin kebahagiaan. Sang suami berjanji hanya akan mengabulkan 99 permintaan mantan kekasihnya yang hilang ingatan. Namun, setelah hitungan terakhir terlewati, sang istri justru menyaksikan mereka berpelukan mesra. Tanpa keributan, ia memilih mundur dan menyiapkan surat perceraian secara diam-diam melalui pengacaranya. Saat ia meminta gelang kaki bayi sebagai kenang-kenangan terakhir untuk calon anak mereka, sang suami yang tidak tahu apa-apa hanya memintanya menunggu hingga urusannya selesai.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suami CEO-ku berjanji padaku bahwa dia hanya akan mengabulkan 99 permintaan untuk mantan kekasih pertamanya yang terluka dan kehilangan ingatan.

Namun, ketika aku selesai menghitung hingga permintaan yang ke-99 dalam hati, aku melihat suamiku berpelukan mesra dengan mantan kekasih pertamanya.

Setelah itu, aku tidak lagi membuat keributan, membiarkannya merawat mantan kekasih pertamanya.

Aku hanya meminta sebuah gelang kaki bayi darinya, sebagai kenang-kenangan untuk anak kami yang akan segera lahir.

Ketika membicarakan tentang anak, ekspresi pria itu sedikit melunak. "Tunggu aku menyelesaikan urusanku. Nanti kita akan pergi ke toko perlengkapan ibu dan bayi untuk memilih barang-barang bersama."

Aku dengan patuh menjawab, "Baiklah."

Aku tidak memberitahunya bahwa seminggu yang lalu aku sudah meminta pengacara menyiapkan surat cerai.

Pada saat ini, kami sudah selesai.

Setelah menyelesaikan prosedur keluar dari rumah sakit, aku bertemu dengan Evan Wangsa di taman rumah sakit.

Tania Darman bersandar lembut di pelukannya, keduanya berbincang mesra dengan suara yang lembut. Begitu mereka melihatku, senyuman di wajah Evan langsung menghilang.

Evan melindungi Tania di belakangnya, seolah takut aku akan melakukan sesuatu pada wanita itu. "Apa yang kamu lakukan di sini?"

Tatapan waspada dan dinginnya seakan menembus hatiku.

Tania dengan lembut menarik Evan, lalu berujar, "Kak Evan, jangan sampai kamu membuat Kakak takut."

Sebelum aku sempat menjawab, wanita itu kembali menatapku dengan wajah penuh penyesalan. "Kak Luna, kamu jangan salah paham. Aku terluka, Kak Evan hanya mengkhawatirkanku saja."

Evan menoleh untuk menghiburnya dengan suara lembut. Namun, saat melihatku lagi, dia masih menunjukkan ekspresi tidak sabaran yang sama. "Ada urusan apa?"

Aku membuka mulut, merasa ragu sejenak, lalu hanya menggelengkan kepala. "Nggak ada apa-apa, aku hanya lewat."

Evan mungkin menyadari ada yang aneh denganku. Dia melangkah maju menghampiriku, lalu berbicara dengan lembut padaku, "Kalau nggak ada apa-apa, pulanglah. Kamu sekarang sedang hamil, harus lebih berhati-hati."

Pada saat ini, Tania yang ada di belakangnya menatapku dengan wajah tidak senang.

Aku mengangguk. "Aku mengerti."

Setelah berkata demikian, Evan mengajak Tania pergi.

Pada saat itu, wajah Tania tampak dipenuhi dengan rasa bangga.

Aku berbalik, sementara kedua tanganku tanpa sadar mengusap perut kecilku. Rasa pahit tiba-tiba melonjak di hatiku.

Pada saat ini, suamiku sedang menemani wanita lain. Dia tidak tahu bahwa istri yang dia tinggalkan di belakangnya ini sudah kehilangan anaknya.

Andai saja pria itu menoleh untuk melihatku pada hari itu. Andai saja dia bersedia datang ke ruang perawatanku sekali saja.

Dia pasti akan mengetahui semuanya.

Aku menunjukkan senyuman mengejek diri sendiri. Tiba-tiba, aku menyentuh botol kaca di dalam saku. Aku tidak bisa menahan diri untuk menggenggamnya erat-erat. Masa lalu muncul satu per satu di dalam ingatanku.

Pada hari pertama sekaligus terakhir pria itu menemaniku ke rumah sakit, mantan kekasih pertamanya menemuinya. Sejak saat itu, pria itu tidak pernah pulang lagi, juga jarang pergi ke kantor, hanya menemani wanita itu.

Ketika aku memohon dengan mata memerah agar Evan menemaniku satu hari saja, dia malah berkata.

"Tubuh Tania lemah. Sekarang dia sedang terluka dan kehilangan ingatan, dia membutuhkanku di sampingnya."

"Tenang saja, aku hanya akan membantunya untuk pulih, nggak ada yang lain."

Evan juga berjanji padaku bahwa dia hanya akan membantu Tania mewujudkan 99 keinginannya.

Setelah mewujudkan 99 keinginannya, Evan akan benar-benar kembali ke sisiku, memenuhi janjinya di awal untuk bersamaku seumur hidup.

Setiap kali dia membantu Tania mewujudkan satu keinginan, aku akan melipat satu bintang.

Tujuh hari yang lalu, aku sudah melipat 99 bintang.

Jika Evan bisa memenuhi 99 keinginan Tania, bisakah aku menukar 99 bintang ini dengan satu keinginanku?

Ketika aku membawa toples bintang ini untuk menemuinya, aku dipenuhi dengan kegembiraan.

Namun, dia dan Tania sedang berpelukan erat. Di atas meja ada kue ulang tahun dan lilin yang sudah selesai digunakan untuk memanjatkan harapan.

Aku mendengar Evan berkata dengan lembut padanya, "Aku akan mewujudkan keinginanmu. Berapa pun keinginanmu, aku akan membantumu mewujudkannya."

Aku tidak ingat bagaimana aku bisa berjalan ke hadapan mereka. Saat ini, aku hanya ingin satu jawaban.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Suaraku sedikit bergetar.

Ketika Evan mendengar suaraku, dia langsung melepaskan pelukannya pada Tania, matanya tampak sedikit panik. "Luna, kenapa kamu ada di sini? Jangan salah paham, kami nggak ...."

Sebelum Evan selesai berbicara, Tania sudah menangis sambil meminta maaf padaku, "Kak Luna, kamu jangan salah paham. Kak Evan hanya ingin membantuku mewujudkan keinginanku."

Evan menghibur Tania dengan penuh kasih. Namun, saat melihatku, matanya berubah menjadi penuh dengan tatapan menyalahkan.

"Maaf, aku yang sudah mengganggu."

Sebelum Evan berbicara, aku berbicara lebih dulu. Setelah selesai mengatakan ini, aku langsung berjalan ke luar tanpa menoleh.

Namun, karena berjalan dengan terlalu tergesa-gesa, aku tidak memperhatikan truk kecil yang melaju ke arahku.

Aku tertabrak hingga terjatuh. Aku kira Evan akan mengejarku keluar. Namun, saat aku terjatuh, yang aku lihat justru dia sedang memeluk Tania yang pingsan karena menangis dengan panik, sambil menelepon ambulans.

Sedangkan aku, aku hanya dibawa oleh ambulans yang kebetulan lewat. Tania sudah dibawa oleh Evan sendiri ke rumah sakit.

Ketika aku tersadar lagi, aku diberi tahu bahwa anakku sudah tidak ada.

Selain air mata, hanya tersisa kesedihan yang tak berujung.

'Evan, aku akan merelakanmu, merelakan kalian berdua, juga merelakan diriku sendiri,' pikirku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hari pernikahan Nada yang dinanti justru menjadi awal kehancuran hidupnya. Di hadapan para tamu, seorang wanita muncul membeberkan kenyataan pahit bahwa calon suami Nada telah memiliki istri sah. Skandal memalukan ini mencoreng nama baik keluarganya. Kini, di balik rasa kecewa dan luka mendalam akibat dikhianati, Nada harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih berat. Ia mendapati dirinya sedang mengandung anak dari pria yang telah menghancurkan masa depannya tersebut.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley menyerah pada pernikahan dinginnya dengan Harold, yang ternyata mendambakan perempuan lain. Di saat publik mengira Miley akan hancur begitu cinta sejati suaminya kembali, ia justru memilih pergi dan menyodorkan surat cerai. Harold murka dan menuntut jawaban, tetapi Miley dengan tenang mengungkap rencana pernikahan barunya. Terungkap bahwa selama ini Harold bukanlah pria yang dicintai Miley; ada sosok lain yang diam-diam bertahta di hatinya.
Sampul Novel My Teacher My Husband
9.1
Kim menghadapi situasi pelik ketika dipaksa menikah oleh orang tuanya demi menyelamatkan aset pribadi. Walau sempat menentang, ia akhirnya mengalah demi sang ibu. Kejutan besar menanti Kim saat mengetahui bahwa sosok calon suaminya ternyata adalah Alvin, gurunya sendiri di sekolah. Kehidupan pernikahan mereka pun diuji oleh perbedaan usia dan cara pandang yang bertolak belakang, membuat hubungan guru dan murid ini selalu diwarnai konflik bagai air dan api.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Satu malam tak terduga dengan Biantara Edzhar Martinez, kekasih sahabatnya, mengubah hidup Violetta Gilda. Kehamilan Gilda akibat peristiwa di pesta itu membuat kakek Edzhar mendesak pernikahan demi menutupi aib. Carla yang murka bersekutu dengan ibu Edzhar untuk menghancurkan Gilda lewat pernikahan kontrak. Di tengah penderitaan itu, Gilda harus bertahan demi bayinya sembari memendam cinta yang tumbuh pada Edzhar. Akankah perasaan tulusnya terbalas?
Sampul Novel Saat semua Memihak Kakakku
9.5
Hidupku hancur setelah kakak perempuanku merebut novel karyaku yang viral dengan bantuan kakak laki-lakiku yang bertindak sebagai editor. Fitnah kejam itu membuatku dirundung, kehilangan suami miliarder asal Kota Bet yang memilih menikahi kakakku, hingga akhirnya aku diasingkan dan dibunuh olehnya. Di ambang kematian, ibuku bahkan tetap menyalahkanku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun kembali tepat di hari tuduhan plagiarisme itu pertama kali dilayangkan.