APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terkadang Cinta Itu Pilu

Terkadang Cinta Itu Pilu

Menikah dengan seorang CEO tidak menjamin kebahagiaan. Sang suami berjanji hanya akan mengabulkan 99 permintaan mantan kekasihnya yang hilang ingatan. Namun, setelah hitungan terakhir terlewati, sang istri justru menyaksikan mereka berpelukan mesra. Tanpa keributan, ia memilih mundur dan menyiapkan surat perceraian secara diam-diam melalui pengacaranya. Saat ia meminta gelang kaki bayi sebagai kenang-kenangan terakhir untuk calon anak mereka, sang suami yang tidak tahu apa-apa hanya memintanya menunggu hingga urusannya selesai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku tidak ingin memikirkannya lagi. Tawa Tania yang ada di belakangku terdengar begitu menyakitkan telinga. Aku tanpa sadar mempercepat langkahku.

Sejak Evan jarang pulang, seluruh rumah terasa kosong. Selain aku dan Bibi Laras, tidak ada orang lain lagi.

Ketika mendengar aku pulang, Bibi Laras keluar menyambut dengan gembira. Dia langsung bertanya dengan khawatir ketika melihat wajahku yang pucat, "Luna, kamu sudah lama nggak pulang. Apa kamu sakit? Kenapa wajahmu pucat sekali?"

Bahkan Bibi Laras pun mengkhawatirkan diriku. Namun, kenapa Evan tidak pernah merasa khawatir padaku sekali pun? Bahkan kata-kata penuh perhatian pun tidak ada.

Aku menarik sudut bibirku dengan lemah, menenangkannya dengan berkata, "Aku nggak apa-apa, Bibi Laras. Ayo kita masak, aku sedikit lapar."

"Baiklah, baiklah. Aku akan membuatkanmu sup kesukaanmu. Sup ini juga bagus untuk pemulihan tubuh." Bibi Laras pun pergi ke dapur untuk mulai memasak.

Aku mengeluarkan toples berisi bintang itu, meletakkannya di atas meja, lalu menatapnya dengan pandangan kosong.

Tiba-tiba bel pintu berbunyi. Aku bangkit untuk membuka pintu. Ternyata itu adalah Ibu dari Evan, Sinta.

Sebelum aku sempat berbicara, dia sudah berteriak dengan kaget, "Astaga! Luna, kenapa wajahmu tampak nggak baik?"

Wanita itu segera menarikku masuk untuk duduk. Jika bukan aku yang menghentikan, dia pasti akan langsung membawaku ke rumah sakit.

Sinta berkata, "Kamu sedang hamil, harus menjaga tubuhmu dengan baik."

"Di mana Evan? Apa dia nggak menemanimu?"

"Akhir-akhir ini dia jarang ke kantor. Aku dan ayahnya mengira dia sedang menemanimu."

"Kalau bukan Bibi Laras yang menelponku, kamu pasti akan menyembunyikannya dariku, 'kan?"

Sinta sangat baik padaku, ini membuatku merasa hatiku menghangat.

Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa. Kebetulan, Bibi Laras keluar dari dapur dengan membawa sup kesukaanku.

"Luna, jangan menyalahkanku yang cerewet ini. Aku hanya khawatir terjadi sesuatu padamu," kata Bibi Laras.

Aku tersenyum sambil menggelengkan kepala. "Bagaimana mungkin aku menyalahkanmu, Bibi Laras."

Suara pintu terbuka terdengar lagi. Kali ini, yang masuk adalah Evan.

Dia tampak sedikit terkejut ketika melihat kami. "Ibu, kenapa kamu ada di sini?"

"Kamu masih berani bertanya? Kamu pergi ke mana saja? Kenapa nggak menemani Luna?" Kata-kata Sinta dipenuhi dengan nada menyalahkan.

Evan tidak tahu harus berkata apa untuk sementara. Kemudian, dia menjawab dengan tergagap, "Aku ... akhir-akhir ini ada banyak urusan."

"Urusan apa yang lebih penting dari Luna? Dia sekarang sedang hamil. Lagi pula, urusan apa yang nggak bisa kamu serahkan pada mereka? Kenapa harus kamu sendiri yang menangani?" balas Sinta.

Aku menarik tangan Sinta, menghibur sambil menjelaskan untuk Evan, "Nggak apa-apa. Kalau dia ada urusan, biarkan saja dia mengurusnya. Aku baik-baik saja."

Evan menatapku dengan sedikit perasaan bersalah. "Terima kasih, Luna."

Aku tidak tahu apakah Evan berterima kasih karena aku membantunya keluar dari situasi sulit, atau karena aku tidak mengungkapkan yang sebenarnya.

"Nggak peduli bagaimanapun juga, kamu nggak boleh pergi malam ini. Kamu harus tinggal di sini untuk menemani Luna." Sinta memperingatkan.

"Tapi ...." Evan tidak bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan. Karena dia sendiri juga mengetahui betapa tidak terhormat perilakunya.

Hanya ada satu lampu di dinding kamar tidur. Cahaya redup menerpa wajahku, membuatku tampak makin lemah.

Evan mendorong pintu untuk melangkah masuk, duduk di tepi tempat tidur, lalu perlahan berkata dengan hati-hati, "Luna, Tania masih menungguku. Dia nggak bisa ditinggal sendirian."

Aku tidak mengatakan apa-apa, hanya mengeluarkan toples berisi bintang itu.

"Apa ini?" tanya Evan dengan bingung.

"Sembilan puluh sembilan bintang. Aku sudah selesai melipatnya," ujarku.

Dia sedikit terkejut. "Sudah 99 kali, ya?"

"Jadi, apa kamu masih mau pergi?" Nada suaraku terdengar hampir memohonku, tetapi itu tetap tidak berhasil meluluhkan hatinya.

"Luna, Tania kehilangan ingatan, aku nggak bisa membiarkannya begitu saja. Kamu bisa memahaminya, 'kan?" ujar Evan.

"Aku berjanji padamu. Begitu Tania pulih, aku akan menyuruhnya pergi dari sini. Lalu, aku hanya akan menemanimu seorang, oke?" lanjut pria itu.

Bagaimana mungkin aku memaksanya untuk tetap tinggal? Kepergiannya sudah ditakdirkan. Sama seperti kepergianku yang juga sudah ditakdirkan.

Aku mengangguk, lalu mengajukan satu permintaan padanya, "Aku ingin gelang kaki bayi sebagai hadiah untuk anak kita."

Evan mengusap kepalaku dengan lembut. "Baiklah, aku berjanji padamu. Setelah aku kembali nanti, aku akan menemanimu ke toko perlengkapan ibu dan bayi. Kita akan memilih barang-barang untuk anak kita."

Seiring dengan suara pintu tertutup saat Evan pergi, suara isak tangisku di dalam kamar terdengar makin jelas.

Aku menyalakan lampu, mengeluarkan tumpukan surat hasil pemeriksaan dari lemari.

Dulu saat aku menerima surat-surat pemeriksaan ini, yang muncul adalah air mata kegembiraan. Itu adalah wujud kebahagiaan karena memiliki anak untuk pertama kalinya.

Sekarang, saat berpisah dengan surat-surat pemeriksaan ini, air mataku masih tetap muncul. Hanya saja, yang tersisa hanyalah kesedihan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hari pernikahan Nada yang dinanti justru menjadi awal kehancuran hidupnya. Di hadapan para tamu, seorang wanita muncul membeberkan kenyataan pahit bahwa calon suami Nada telah memiliki istri sah. Skandal memalukan ini mencoreng nama baik keluarganya. Kini, di balik rasa kecewa dan luka mendalam akibat dikhianati, Nada harus menghadapi kenyataan yang jauh lebih berat. Ia mendapati dirinya sedang mengandung anak dari pria yang telah menghancurkan masa depannya tersebut.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel Membebaskan Diri: Cinta CEO yang Hilang
8.8
Miley menyerah pada pernikahan dinginnya dengan Harold, yang ternyata mendambakan perempuan lain. Di saat publik mengira Miley akan hancur begitu cinta sejati suaminya kembali, ia justru memilih pergi dan menyodorkan surat cerai. Harold murka dan menuntut jawaban, tetapi Miley dengan tenang mengungkap rencana pernikahan barunya. Terungkap bahwa selama ini Harold bukanlah pria yang dicintai Miley; ada sosok lain yang diam-diam bertahta di hatinya.
Sampul Novel My Teacher My Husband
9.1
Kim menghadapi situasi pelik ketika dipaksa menikah oleh orang tuanya demi menyelamatkan aset pribadi. Walau sempat menentang, ia akhirnya mengalah demi sang ibu. Kejutan besar menanti Kim saat mengetahui bahwa sosok calon suaminya ternyata adalah Alvin, gurunya sendiri di sekolah. Kehidupan pernikahan mereka pun diuji oleh perbedaan usia dan cara pandang yang bertolak belakang, membuat hubungan guru dan murid ini selalu diwarnai konflik bagai air dan api.
Sampul Novel Noda Darimu
8.5
Satu malam tak terduga dengan Biantara Edzhar Martinez, kekasih sahabatnya, mengubah hidup Violetta Gilda. Kehamilan Gilda akibat peristiwa di pesta itu membuat kakek Edzhar mendesak pernikahan demi menutupi aib. Carla yang murka bersekutu dengan ibu Edzhar untuk menghancurkan Gilda lewat pernikahan kontrak. Di tengah penderitaan itu, Gilda harus bertahan demi bayinya sembari memendam cinta yang tumbuh pada Edzhar. Akankah perasaan tulusnya terbalas?
Sampul Novel Saat semua Memihak Kakakku
9.5
Hidupku hancur setelah kakak perempuanku merebut novel karyaku yang viral dengan bantuan kakak laki-lakiku yang bertindak sebagai editor. Fitnah kejam itu membuatku dirundung, kehilangan suami miliarder asal Kota Bet yang memilih menikahi kakakku, hingga akhirnya aku diasingkan dan dibunuh olehnya. Di ambang kematian, ibuku bahkan tetap menyalahkanku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun kembali tepat di hari tuduhan plagiarisme itu pertama kali dilayangkan.