APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Gairah Berbahaya

Terjerat Gairah Berbahaya

Demi menjaga nama baik keluarga, Melati terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang kabur dari perjodohan. Ia kini harus menikah dengan Arya Dwicandra, atasannya sendiri yang sangat ia benci. Bagi Arya, kehadiran Melati hanyalah kesialan yang merusak masa depannya. Di tengah kebencian yang membara dan rahasia besar yang dipendam Arya, mampukah pernikahan tanpa landasan cinta ini tetap bertahan? Akankah benih asmara tumbuh di antara dua jiwa yang saling mendendam?
Bab
Bagikan

Bab 1

Si pengacara cantik tengah meninjau lokasi tanah yang sedang dijadikan perkara, wanita itu bernama Melati Widya Hutama. Beberapa warga merasa keberatan untuk melepaskan tanahnya karena sudah menjadi tempat meraup rezeki untuk mereka. Sebagai pengacara yang memiliki hati nurani, membuat wanita itu memasang dada melawan orang-orang yang menindas kaum lemah.

Ditengah perbincanganya dengan para warga. Tiba-tiba mobil sedan berwarna hitam hati berhenti di kerumunan itu. Ada dua mobil lain yang mengikutinya dari belakang.

Seorang pria bertinggi 180 sentimeter keluar dari kendaraan roda empat itu. Lalu seketika melepas kacamata hitamnya. Dia adalah perwakilan dari Dwitama Group, perusahaan yang ingin membangun cabang di lokasi tersebut. Pria tampan itu bernama Arya Dwicandra, putra sulung dari keluarga Dwicandra.

“Jadi kamu pengacara yang akan membela orang-orang bego ini?” Arya melempar senyum angkuh.

Kalimat itu sontak membuat Melati tersenyum santai. Hampir tak terlihat sedikit pun ketakutan menghadapi pria sombong di depannya.

“Kenapa? Apa kamu merasa takut dengan repotasiku?” Melati memperlihatkan perlawanannya. Dengan tatapan yang tenang, membuatnya tak gentar menghadapi pria angkuh ini.

Pria itu terkekeh mendengar ancaman itu. Dan semua anak buahnya juga ikut menertawai Melati. Tampaknya mereka benar-benar meremehkan kemampuan si pengacara cantik ini.

“Aku memiliki pengacara yang sangat hebat yang akan mengalahkanmu di pengadilan,” ungkap Arya dengan sorot mata yang menakutkan. “Ingat, aku nggak pernah gagal meraih apa yang aku mau,” sambungnya.

Emosi Melati sudah meluap. Ia benar-benar ingin memberi pelajaran pada sosok pria sombong di depannya. Namun, ia menahan diri. Wanita itu ingin memberinya pelajaran di pengadilan nanti.

“Kamu boleh menertawaiku. Tapi aku punya kartu As untuk menghancurkanmu!” ancam Melati lagi.

Arya masih belum mengerti makna yang barusan Melati katakan. Kartu As apa yang dimaksud oleh wanita cantik di depannya. Ia semakin penasaran dan tertantang dalam permainan ini.

“Jangan sok mengancamku. Bukankah kamu pengacara yang gagal dan dipecat dari kantor pengacara terkenal itu karena nggak becus, kan?” kekeh Arya menghina si pengacara.

Emosi Melati lagi-lagi meluap mendengar penghinaan dari Arya. Akan tetapi, ia tidak ingin memperlihatkan sikap yang buruk di depan para warga. Meskipun hatinya ingin sekali mencabik-cabik wajah pria itu.

“Liat aja, kamu akan kalah dalam kasus ini,” ungkap Melati.

“Mimpi kali kamu,” ejek Arya tertawa renyah. Anak buahnya juga ikut menertawai Melati lagi.

Setelah itu, Arya memasang kembali kacamatanya. Dan melangkah pergi dari hadapan wanita itu. Sebelum kendaraan roda empat itu beranjak, pria itu membuka kaca mobil seraya tersenyum ke arah Melati.

“Menyerahlah. Pengacara lemah sepertimu nggak akan menang melawanku,” hina Arya lagi, sambil tersenyum angkuh.

Melati benar-benar kesal dengan kelakuan pria itu. Ia pun berpamitan dengan para warga. Ia tidak ingin kemarahannya terlihat di sana.

***

“Aku nggak mau dijodohkan!” seru seorang wanita cantik bermata cokelat yang baru saja memasuki kamar Melati.

Sontak kalimat itu membuat wanita bertubuh sintal yang sedang duduk menghadap laptop menoleh. Konsentrasinya menyelidiki satu kasus dari klien terganggu.

“Apa? Dijodohkan? Apa ini ide Papa lagi?” Putri bungsu di keluarga Hutama itu memandang serius ke wajah kakaknya. Ini bukan kali pertama sang ayah menjodohkan kakaknya dengan pria tak dikenal.

Wanita yang memasang ekspresi kaku di depan Melati mengangguk. Sorot matanya melekat pada sosok sang kakak. Tatapan yang penuh kepasrahan terlihat di mata cokelat itu sangat tidak disukai oleh sang adik.

Pemilik mata Almon dengan iris cokelat indah itu adalah Mawar Adinda Hutama. Tahun ini dia tercatat sebagai mahasiswa doktor di sebuah universitas swasta di Ibukota.

“Aku harus gimana, Mel. Aku nggak mau dijodohkan. Nggak mau!” keluh Mawar.

Wanita cantik itu terlihat pasrah dengan keputusan papanya. Tidak ada yang bisa menolak titah dari sang kepala keluarga yang tegas. Bersamaan dengan itu, pandangan Melati tertuju pada sorotan lirih sang kakak, membuat hatinya terkoyak.

Wanita itu hanya termenung mendengar keluhan adiknya. Bergegas ia bangkit, lantas meraih kedua bahu adiknya. Melati sebenarnya tidak tega melihat perempuan periang itu selalu menjadi korban perjodohan yang dilakukan orang tua mereka.

“Maaf ya, Kak. Aku juga nggak ngerti ma jalan pikiran Papa. Percuma juga kita bantah atau ngelawan. Nggak akan ngaruh,” ujar Melati. Dia berusaha bicara dalam intonasi tenang agar tidak membuat sang adik makin kalut.

“Gimana kalau aku kabur dari rumah?” Mawar mengutarakan satu ide konyol.

“Nggak!”

Melati spontan menggeleng, menolak keras usulan kakaknya. Kabur dari rumah adalah hal yang tidak termaafkan. Adiknya akan dianggap mencoreng nama baik keluarga Hutama. Keluarga terpandang dan terhormat di negeri ini.

“Itu fatal. Please, jangan pernah berpikir melakukan itu.” Melati memperingati kakaknya.

Mawar menatap wajah sendu sang kakak. Mata perempuan itu berkaca-kaca. Air mata seolah berlomba membanjir keluar. Hati Melati serasa diremas melihat kakaknya yang rapuh.

“Kamu tenangin diri dulu. Aku akan coba yakinkan Papa dan Mama,” tutur Melati.

Wanita itu menyunggingkan seulas senyum, mencoba menenangkan kakaknya. Dia menepuk bahu adiknya pelan sebelum berjalan keluar kamar. Langkahnya lebar-lebar menemui orang tuanya yang ada di ruang keluarga.

Tak butuh waktu lama bagi Melati tiba di ruang yang menjadi pusat aktivitas seluruh keluarga. Matanya menangkap sosok sang Ayah duduk di sofa kulit mewah, sedang asyik bermain gawai. Wajah damai pria itu membuat dada Melati terasa sesak.

Segera wanita pemilik tinggi 170 sentimeter itu menghampiri orang tuanya. Tanpa basa-basi dia langsung mendudukkan pantat di sofa tunggal.

“Pa, kenapa harus seegois itu?” Melati berkata dengan nada kesal.

Papanya bernama Rafael Hutama, pria yang keras kepala dan semua ucapannya sudah menjadi nilai mutlak dalam keluarga.

“Nggak usah protes, Melati. Kalau kamu emang peduli sama kakakmu. Kenapa kamu nggak mau menikah? Kenapa nggak kamu aja yang duluan nikah, lalu memberikan cucu pertama buat kami,” cecar Rafael.

“NO!”

Gelengan Melati muncul sangat cepat sebagai bentuk penolakan dari permintaan ayahnya. Mana mungkin dirinya menerima perjodohan yang tidak masuk akal seperti itu.

“Apa kamu lupa kalau usiamu udah dua cukup layak untuk menikah. Mau kamu disebut perawan tua?” cecar sang Ibu—Kirana. Wanita berkacamata minus itu ingin sekali putri bungsunya menentukan masa depannya perihal jodoh. Sudah ada tiga orang yang datang melamarnya, tetapi semuanya ditolak mentah-mentah.

Melati tak berkutik ketika ibunya berbicara. Semua kalimat yang terlontar barusan, sangat mengganggu hatinya. Seketika dia menjadi galau, dan bimbang.

Beberapa detik Melati terdiam. Bibirnya terkunci. Mulutnya membisu. Tidak sepatah kata pun mampu dikeluarkannya untuk menyanggah pendapat sang Ibu.

“Sebaiknya kamu pikirkan lagi prinsipmu. Kalau bukan kamu yang menikah, maka kakakmu yang harus menikah, paham!” tegas Rafael.

“Papa egois!” kesal Melati.

Ia langsung kembali ke kamar dan menemui adiknya. Panggilan dari sang Ayah pun tak digubrius sama sekali. Ia merasa kecewa karena ayahnya benar-benar tak punya rasa peduli terhadap anak-anaknya.

Keesokan harinya, Melati baru saja tiba masuk ke mobilnya. Terlihat sepuluh panggilan tak terjawab dari sang Ayah. Wanita itu pun menelepon balik.

Tidak lama kemudian, sang Ayah menerima panggilan teleponnya.

“Melati, segera pulang. PENTING!”

Tut... Tut... Tut!

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam mengikhlaskan dirinya diceraikan Abimanyu, suaminya, yang harus menikahi Mega Mentari karena tuduhan menghamili. Tanpa disangka, kakak sulung Mega, Halilintar Sabda Alam, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Senja yang diperkenalkan sebagai adik bungsu Abimanyu. Sementara Abimanyu berjuang mencari kebenaran untuk merebut kembali hati Senja, Sabda salah paham saat memergoki Abimanyu memperlakukan Senja seperti kekasih, bukan kakak. Gelap mata, Sabda menjebak dan menanamkan benihnya di rahim Senja. Terperangkap antara kebencian dan kehamilan yang tak diinginkan, Senja harus bertahan di tengah kekuasaan Sabda yang kejam.
Sampul Novel Ku hancurkan rumah tanggaku
8.6
Demi mempertahankan pernikahan hasil perjodohan, aku selalu berusaha sabar dan memaafkan segala kesalahan suamiku. Namun, perselingkuhan yang dia lakukan menjadi batas akhir pertahananku. Pengkhianatan ini tidak akan pernah kumaafkan. Kini, rasa setiaku telah sirna, berganti menjadi ambisi kuat untuk membalas dendam. Aku bertekad membuatnya merasakan penyesalan terdalam karena telah menghancurkan kepercayaan dan menodai janji suci pernikahan kami.
Sampul Novel Mahkota Murka
8.3
Amelia Hopewell tidak pernah menduga bahwa Edmund Nash, tunangan tercinta yang pernah ia selamatkan, tega menghancurkan bisnis keluarganya. Sebagai bos kriminal kejam, Edmund bahkan menutup akses dana saat ayah Amelia kritis demi menuruti keinginan Rosalyn. Setelah tiga tahun menderita akibat pengkhianatan keji ini, kebenaran akhirnya terungkap. Dipenuhi amarah mendalam, Amelia segera mengerahkan pasukannya untuk membalas dendam dan menghancurkan Edmund hanya dalam waktu tiga hari.
Sampul Novel Rindu Yang Terlarang
9.1
Bagi Alessandra Vega, berjumpa lagi dengan sang mantan jauh lebih menakutkan daripada melihat hantu. Naasnya, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Fabian Reva, perwira militer yang dulu pernah bertakhta di hatinya. Urusan pekerjaan kini memaksa mereka untuk terus berinteraksi dengan intens. Alessandra pun terjebak dalam dilema besar antara kenangan indah masa lalu dan kenyataan pahit. Akankah asmara lama mereka kembali tumbuh, ataukah luka lama justru memicu perselisihan baru?
Sampul Novel SUAMIKU TIDAK TAHU AKU PEMILIK RESTO
8.8
Demi mewujudkan pernikahan impian dengan Aksa, Aira memilih menyembunyikan status aslinya sebagai pemilik restoran kaya raya lewat bantuan sahabatnya. Namun, ketulusannya dibalas pengkhianatan pahit saat suaminya berselingkuh dengan Selena. Enggan terus ditindas, Aira yang semula terlihat lemah kini bangkit untuk membalas dendam. Aksa akan segera menyadari bahwa mencampakkan sang istri adalah kesalahan terbesar yang akan menghancurkan hidupnya hingga jatuh miskin.