APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Suami Bayaran

Terjebak Suami Bayaran

Samantha Connors, pewaris angkuh yang mendambakan pria berharta, terpaksa menikah demi mendapatkan warisan kakeknya. Ia lalu menyewa Noah Spencer, pria miskin yang butuh uang untuk pengobatan ibunya. Walau terikat pernikahan kontrak, Noah bersikap dingin dan profesional. Tak disangka, Samantha malah jatuh cinta pada suami sewaan itu. Saat rahasia kelam masa lalu Noah terkuak, sanggupkah Samantha meluluhkan hati pria yang telanjur membencinya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Semilir angin sore menerbangkan rambut panjang seorang gadis yang sedang berjongkok di sebuah pusara bertuliskan nama Edward Emmerson, di sebuah pemakaman elit di pusat kota Pearl Santos. Sepi, tidak ada satu pun pelayat yang bertahan.

Ia adalah satu-satunya orang yang masih tidak rela meninggalkan jasad sang kakek bersatu dengan bumi.

Terdengar suara langkah kaki mendekat. Gadis bersurai panjang itu menoleh ke belakang dan mendapati sosok pria yang selama ia hidup selalu setia berada di samping kakeknya.

"Hari sudah sore, Nona. Sepertinya cuaca sedang tidak baik. Beberapa minggu terakhir badai sering datang tanpa diprediksi. Sebaiknya kita segera meninggalkan area pemakaman ini."

Alan Davis, pria berumur sekitar 40 tahun itu adalah asisten pribadi kakeknya. Satu-satunya orang yang Samantha percaya di antara orang-orang yang bekerja di perusahaan milik kakeknya. Bahkan terhadap ayahnya sendiri, Haddley Connors, Samantha hanya memiliki tingkat kepercayaan yang sedikit.

"Baik lah, Paman Alan. Mari kita segera pulang. Tolong antarkan aku ke rumah kakek karena mulai saat ini aku akan tinggal di rumah beliau."

Pria bernama Alan itu berjalan di belakang Samantha, sementara semilir angin di pemakaman menjatuhkan daun- daun akasia kering yang berjajar di sepanjang jalan menuju pemakaman.

Memasuki mobil mewah peninggalan sang kakek, Samanta sempat menoleh ke pemakaman sebelum akhirnya mobil itu meluncur ke jalan.

********

"Bagaimana bisa pria tua itu membuat surat wasiat seperti itu! Ini benar-benar tidak masuk akal. Ia masih memiliki seorang putri yang masih hidup. Ini pasti hanya akal-akalan kalian saja!"

Brakkkk!!!

Haddley Connors, menantu Edward Emmerson merasakan emosi luar biasa setelah pengacara Patrick mengatakan jika mendiang mertuanya menyerahkan seluruh aset yang dimiliki kepada cucu satu-satunya yang merupakan putrinya, Samantha Connors di saat istrinya yang merupakan putri pria tua itu masih hidup.

Samantha yang saat ini duduk berdampingan dengan Sunny Connors, sang ibu hanya bersedekap tangan di atas dada. Sejak dulu, gadis ini tahu jika hubungan ayahnya dengan sang kakek tidak berjalan harmonis, entah disebabkan masalah apa.

"Tuan Edward sudah membuat surat wasiat ini sejak 10 tahun yang lalu."

Patrick, pengacara itu kemudian membuka salinan surat wasiat yang asli yang sudah ditandatangani oleh mendiang Edward Emmerson. Haddley menatap salinan surat wasiat itu dengan kemurkaan di wajahnya.

"Kenapa Anda harus keberatan dengan surat wasiat yang ditujukan untuk putri Anda, Tuan? Bukan kah pada akhirnya kekayaan Anda juga akan jatuh kepada Nona Samantha?"

Pertanyaan menohok itu diucapkan oleh Alan Davis kepada pria berstatus menantu Tuan Besarnya.

"Apa hakmu menanyakan hal tersebut? Statusmu di sini hanyalah sebagai seorang asisten dari pria tua yang sudah meninggal. Jadi---"

"Cukup, Ayah, jangan diteruskan. Paman Alan Davis merupakan orang kepercayaan kakek, dan selama beliau hidup, kakek menganggap Paman Alan sebagai putranya sendiri. Jadi, tidak seharusnya Ayah mengatakan hal tersebut kepada Paman Alan!"

Setelah sejak tadi berusaha diam agar tidak memperkeruh suasana, akhirnya Samanta mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap reaksi sang ayah atas wasiat itu.

"Kamu bisa bicara seperti itu karena hatimu sedang bahagia, bukan? Menerima banyak warisan dari kakekmu sementara aku lah yang sejak kecil membesarkanmu!"

Haddley mengepalkan kedua tangannya, sementara itu sang istri berusaha mengelus punggungnya untuk memberikan sedikit ketenangan.

"Aku tidak pernah ingin dilahirkan sebagai putri kalian, tetapi Tuhan menginginkan hal itu terjadi. Apa karena aku lahir sebagai wanita, maka Ayah selalu saja menganggapku hina. Apakah hanya makhluk bernama laki-laki yang keberadaannya diakui Tuhan di muka bumi!"

Tidak mampu lagi membendung rasa sakit yang dirasakan selama beberapa tahun ini, akhirnya, saat ini lah Samantha mengungkapkan kesedihan hatinya.

"Samantha, sudah cukup. Jangan terus melawan ayahmu karena bagaimanapun kamu adalah seorang anak yang tidak seharusnya bersikap seperti itu kepada orang tuamu."

Sunny menatap sang putri dengan tatapan penuh permohonan. Selama ini Samantha bukannya tidak tahu jika sifat ayahnya juga begitu kasar terhadap ibunya. Entah bagaimana hubungan mereka bisa bertahan sejauh ini jika pernikahan itu tidak didasari cinta. Kenapa di usia pernikahan ke-26 tahun mereka masih tetap bersama?

"Saya meminta maaf sebelumnya. Tujuan kita berkumpul di sini adalah membacakan surat wasiat Tuan Edward Emmerson."

Patrick kembali membuka pembicaraan setelah melihat suasana semakin tidak kondusif. Semua ini harus segera diselesaikan seperti wasiat yang tertera di hadapannya.

"Katakan saja, Tuan Patrick dan ini semua akan selesai." Alan menambahkan.

Pria bernama Patrick itu mulai membuka kertas yang berisi surat wasiat yang sebenarnya. Meskipun sudah diliputi oleh perasaan marah dan kecewa, akhirnya Haddley pun terdiam.

"Dalam surat wasiat ini disebutkan bahwa seluruh kekayaan yang dimiliki oleh Tuan Edward Emmerson diserahkan kepada cucu satu-satunya beliau yang bernama Samantha Connors. Untuk selanjutnya, Nona Samantha bebas menggunakan kekayaan tersebut, tetapi ada sebuah syarat yang harus Nona Samantha lakukan terkait pengambilan warisan."

Patrick menjeda kalimatnya. Tatapan pria itu bergantian mengarah pada tiga orang yang duduk di hadapannya, Samantha beserta kedua orang tuanya yang masing-masing menampakkan ekspresi tegang.

"Untuk mendapatkan warisan itu, Nona Samantha harus menikah selambat-lambatnya satu bulan sejak surat wasiat ini saya bacakan."

Hening, hening, hening. Tidak ada seorang pun yang berani berbicara sebelum akhirnya suara Samantha membuat semua orang terkejut.

"Ini pasti salah!" pekik gadis itu sambil mengambil surat wasiat yang masih berada di tangan Patrick. Gadis itu menggeleng dengan ekspresi frustasi. Di dalam surat itu jelas-jelas tertulis-- ia harus menikah dalam waktu paling lambat satu bulan atau seluruh harta kekayaan kakeknya akan dihibahkan kepada seluruh panti asuhan yang ada di Pearl Santos.

"Sepuluh tahun yang lalu Tuan Edward Emmerson menyuruh saya membuat surat wasiat ini dan beliau dalam kondisi sesadar-sadarnya. Jika Anda tidak percaya, maka saya memiliki bukti rekaman CCTV yang menayangkan peristiwa tersebut."

Patrick tersenyum tipis. Ia tahu betul alasan di balik Tuan Edward Emmerson mengatakan hal tersebut kepadanya. Tidak lain hanya untuk menyelamatkan cucu satu-satunya dari seseorang yang sebenarnya menginginkan keburukan terjadi atas cucunya.

"Oh, harus kah aku mengagumi apa yang diperkirakan kakek atas takdirku? Sepuluh tahun yang lalu aku bahkan masih berusia limabelas tahun dan kakek meyakini jika aku belum menikah di usia 25 tahun."

Samantha menggeleng berulang kali karena merasa tidak yakin dengan kenyataan yang akan ia hadapi nanti.

Dalam hati sebenarnya gadis itu mengakui jika wasiat itu adalah bukti nyata agar hasil usaha keras kakeknya selama ini tidak jatuh pada orang yang tidak bertanggung jawab. Sam tahu, selama ini kakeknya sudah bisa melihat keburukan yang terjadi pada sang menantu.

"Hal yang ditulis kakek Anda adalah nyata, Nona. Dan yang tertera dalam surat wasiat itu adalah kewajiban yang harus Anda lakukan."

Suara Alan Davis kembali terdengar. Sam menatap pria itu lekat-lekat. Pada sepasang netra berwarna hitam milik Alan, Sam bisa melihat harapan di sana. Gadis itu tahu betapa besar peran Paman Alan bagi kejayaan Emmerson's Industries. Dan di antara semua orang yang setiap hari dekat dengannya, Sam mempercayai pria ini.

"Benar-benar tidak bisa dinalar. Apa yang mendasari otak pria tua itu hingga membuat keputusan seperti ini."

Haddley masih berusaha menekan kemarahan di hatinya. Pria itu seakan masih tidak menyangka jika harapannya mendapatkan perusahaan raksasa itu akhirnya harus pupus begitu saja.

Dan tersenyum tipis. Ia melihat kekecewaan itu di sana. Pada wajah kesal dan raut amarah sang ayah.

"Aku tidak ingin mengecewakan kakek yang sudah membangun perusahaan itu walau saat itu aku tidak tahu perjuangan kakek. Tetapi sejak aku kecil, kakek memang selalu mengatakan jika aku harus mempertahankan perusahaan karena ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya pada Emmerson's Industries," ucapnya kemudian.

Sam sadar, membiarkan seluruh kekayaan kakeknya jatuh ke panti asuhan bukan merupakan tindakan bijak. Ia masih membutuhkan uang untuk hidup meskipun nantinya ia juga akan menyumbangkan sebagian kekayaan itu ke panti sosial.

"Jika demikian, saya menunggu keputusan Nona secepatnya. Anda harus mengumumkan calon suami Anda di hadapan kami hingga kami bisa merencanakan pernikahan secepatnya," ucap Alan Davis yang membuat tangan Haddley terkepal.

"Wasiat gila!" pekik Haddley sebelum akhirnya meninggalkan ruangan dengan ekspresi kemarahan yang memuncak disusul oleh sang istri.

"Aku akan segera mengumumkan calon suamiku. Perusahaan itu berarti untuk kakek. Aku akan menyelamatkannya. Wasiat kakek yang ditujukan padaku adalah bukti jika beliau menyayangiku dan aku ingin membuat kakek tersenyum dari surga sana."

Ia berusaha tenang, meredam kebingungan yang sebenarnya melingkupi perasaannya.

Menikah ....

Satu bulan ....

Warisan ....

Panti asuhan ....

Empat kata itu berputar di kepala Samantha hingga telinganya pun berdenging karena pusing.

Tiba-tiba sebuah pemikiran konyol melintas dalam benaknya hingga senyum tipis tersungging di wajah cantiknya. Tidak ada yang berjalan indah tanpa sebuah rencana luar biasa. Atas nama cintanya pada sang kakek, ia yakin semesta akan mendukung rencananya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Before After: Marriage
7.8
Crystal Winter Oberoi selalu bingung dengan sikap dingin dan kasar Austin, kakak laki-lakinya. Padahal, kekejaman Austin hanyalah topeng untuk meredam rasa cinta terlarang yang kian tumbuh. Austin bahkan nekat bertunangan demi mengubur perasaannya, tetapi cinta itu tetap bersemi kuat. Kini, kakak beradik tersebut terjebak dalam pusaran dosa dan dilema batin yang rumit, mengancam hubungan darah serta komitmen yang telah mereka bangun.
Sampul Novel Istri Tanpa Suami
7.9
Aminarsih, gadis yatim piatu, dinikahi seorang CEO kaya hanya sebagai penangkal nasib buruk. Pria itu selalu kehilangan istrinya yang tewas misterius dua hari setelah menikah. Bukannya hidup layak, Aminarsih justru disembunyikan di rumah kosong yang menyeramkan. Demi bertahan hidup di tempat terasing itu, ia terpaksa berteman dengan alam sekitar. Hanya pohon apel, tikus, kecoa, dan semut yang menemaninya setiap hari, hingga ia menganggap makhluk-makhluk tersebut sebagai keluarganya sendiri.
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya, Gideon Mosha, mahasiswa cerdas, hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya. Sang ibu pun menyewa pengasuh pribadi. Namun, sifat jahil Gideon membuat tak ada pengasuh yang bertahan lama. Di sisi lain, Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak menerima pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski harus menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Mendadak Presdir
9.7
Melly Sabira harus bertahan di tengah siksaan finansial dari Alan, suaminya, serta perlakuan buruk dari sang ipar, Lian. Di balik penderitaan itu, Melly diam-diam merintis bisnis kecantikan hingga sukses besar di tingkat nasional. Ketegangan memuncak saat Lian berniat menjodohkan Alan dengan Siska, yang sebenarnya merupakan bawahan Melly. Merasa direndahkan, Siska nekat melakukan tindakan keji yang menewaskan orang-orang terdekat Melly. Kini, ia harus menghadapi duka mendalam.
Sampul Novel Pernikahan Kontrak Sang Mafia
9.8
Kematian misterius sang ibu menghancurkan hidup Allea Maxwell. Yakin ayahnya menyembunyikan fakta, gadis berusia dua puluh tahun ini memberontak dan mencari pelarian di kelab malam. Konflik memanas saat sang ayah memaksa Allea menikah dengan Morgen William, pria pemarah yang sangat ia benci. Sembari menyelidiki konspirasi pembunuhan ibunya, Allea kini harus mencari cara membatalkan ikatan pernikahan kontrak dengan pria brengsek itu demi menyelamatkan masa depannya.
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku
9.0
Demi memicu kembali api cinta Radwan, Arlisa mengambil langkah nekat dengan meminta suaminya berpoligami. Ia berharap taktik ini bisa memantik kecemburuan sang suami. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka saat Radwan justru benar-benar jatuh hati pada istri mudanya. Kini, Arlisa harus menelan pil pahit menyaksikan kemesraan suaminya yang telah berpindah tangan. Di tengah kepedihan mendalam ini, akankah ia bertahan atau memilih berpaling ke pelukan pria lain?