APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona Nathan

Terjebak Pesona Nathan

Davina memendam cinta pada Nathan Evano sejak lama, namun terpaksa bungkam karena merasa tak sepadan. Setelah satu dekade berpisah, takdir mempertemukan mereka lagi dalam misteri besar. Nathan telah berubah dan kini berkecimpung di dunia intelijen yang penuh rahasia. Perubahan ini membuat Davina bimbang dan curiga. Apakah pria asing ini adalah sahabat masa kecilnya, ataukah orang lain yang menyamar? Kisah cinta penuh teka-teki dan ketegangan pun dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Nathan! Halo! Apa kamu baik-baik saja?” tanya Mark membuyarkan lamunan Nathan yang tak kalah terkejutnya dengan Davina.

“Ah, iya, aku baik-baik saja,” jawab Nathan tak melepaskan tatapannya dari sosok gadis yang pernah menjadi teman mainnya di masa lalu.

“Astaga! Sepertinya ide mengalihkan perhatian dengan cara berciuman itu sangat menarik. Aku harus mencobanya di lain waktu,” goda Mark.

“Apa kamu berhasil?” tanya Nathan tak memedulikan candaan Mark.

“Tentu saja! Usulmu untuk mengenakan pakaian dan membawa koper yang sama mampu membuat mereka terkecoh. Apa mereka tidak tahu kalau tinggi dan wajah kita berbeda? Aku sudah melihat mereka semua pergi bersama bapak tua ….”

“Baik. Kamu langsung pulang saja! Aku akan menyusul nanti,” tukas Nathan.

“Hei! Apa kamu mengusirku?” Mark bertanya dengan nada suara tidak percaya. Namun, Nathan sudah memutuskan sambungan komunikasinya.

“Hai! Maaf. Tadi aku ….” Terlalu gugup membuat Nathan kesulitan untuk melanjutkan kalimatnya sehingga ia memilih untuk berhenti dengan tatapan lembut yang mengunci pandangan Davina.

Gadis yang baru saja menginjakkan kakinya di sebuah tempat yang masih terasa asing itu terlihat memegangi bibirnya dan perlahan mengerjap. Ia masih berusaha memulihkan kesadaran dan debaran di dadanya.

“Lama tidak berjumpa.” Akhirnya Davina bersuara.

“Iya,” sahut Nathan salah tingkah.

“Sambutan yang tak terduga.” Davina berkata seraya tertawa geli melihat sikap pemuda di hadapannya itu.

Melihat reaksi Davina yang cukup santai, membuat Nathan bernapas lega dan ikut tertawa.

“Maaf,” ucap Nathan lagi.

Wajah Davina merona karena menahan malu. Pun dadanya berdebar-debar.

Bagaimana bisa Davina marah pada Nathan? Laki-laki itu teman masa kecilnya dan bisa dikatakan cinta pertama di hatinya. Dulu mereka pernah hidup bertetangga. Bermain setiap sore. Hingga tragedi itu terjadi dan mengharuskan dirinya mengikuti saran Steven, kakaknya, untuk pindah ke rumah yang berukuran lebih kecil.

Sejak kepindahannya, ini pertama kali Davina kembali bertemu dengan Nathan.

“Apa kamu sedang berlibur?” tanya Davina melirik ke arah koper di samping Nathan.

“Tidak. Aku tinggal di sini. Apa Steven tidak pernah menceritakannya padamu?” jawab Nathan.

Davina menggeleng pelan. Ia tahu, kemungkinan Steven tidak ingin mengungkit masa lalu karena khawatir akan menimbulkan kenangan pahit di dalam ingatannya.

“Bagaimana denganmu? Apa kamu sedang berlibur?” tanya Nathan.

“Iya. Aku sedang berlibur dan baru saja tiba,” jawab Davina yang tiba-tiba menepuk dahinya dengan sebelah tangan, “oh, aku hampir saja lupa untuk mengambil koper.”

“Aku akan menemanimu,” ujar Nathan ikut melangkah di samping Davina dengan pandangan yang terus mengedar ke sekitar untuk memastikan keadaan tetap aman.

Davina mengangguk dan merasa heran ketika Nathan menariknya ke satu konter yang berada di paling ujung. Tidak ada antrean di sana.

Nathan menunjukkan sebuah kartu yang menurut Davina terlihat seperti kartu identitas yang cukup sakti. Terbukti ketika melihat kartu tersebut, petugas imigrasi yang tadinya memasang raut wajah sangat mengerikan praktis tersenyum ramah dan segera mengangguk, memberi tanda agar Davina menyerahkan passpor miliknya. Hanya dalam sekejab, Davina sudah mendapatkan izin masuk di Negara Singapura.

“Selamat berlibur, Davina!” ucap gadis itu pelan pada diri sendiri seraya memasukkan passpor ke dalam tas.

Sesudah mengambil koper, Davina bermaksud untuk pamit dan mencari taxi. Namun, Nathan kembali menarik tangannya dan berkata, “Aku akan mengantarkanmu.”

“Eee, tidak perlu. Aku kemari untuk berlibur dan tidak ingin mengganggu aktivitasmu,” tolak Davina merasa sungkan.

“Kamu menginap di mana?” tanya Nathan mengabaikan penolakan Davina.

“Hotel Oba. Kalau tidak salah terletak di kawasan Queensway,” sahut Davina masih tidak sadar kalau pergelangan tangan kanannya berada di dalam genggaman Nathan.

“Kita searah,” jawab Nathan yang sudah kembali melangkah, diikuti oleh Davina.

***

Sementara itu di sebuah toko kecil yang sudah lama kosong, yang terletak di kawasan Little India, Singapura.

“Apa maksud kalian sudah melihat koper itu ditukar, tetapi tidak bisa mengambil koper itu kembali?!” Bernard menghardik dalam bahasa Inggris.

Tak ada seorang pun yang berani mengeluarkan suara. Mereka semua bahkan menunduk seolah khawatir kepala mereka akan meledak sewaktu-waktu jika bertatapan langsung dengan sorot tajam mata Bernard.

“Bagaimana denganmu, pak tua? Untuk apa kamu melepaskan koper dari tanganmu?” tanya Bernard beralih menatap Dedi, seorang pria paruh baya yang sebenarnya asli dari Indonesia, hanya sudah lama tinggal di Singapura.

Dedi adalah seorang pengacara yang selama lima tahun belakangan ini hanya bekerja untuk Bernard, seorang mafia yang terkenal sangat kejam.

Kedatangannya di bandara tadi lantaran Dedi mendapat tugas untuk mengatur agar seluruh warisan orang tua Bernard yang baru saja meninggal di Australia hanya jatuh ke tangan Bernard seorang.

Bisa dibayangkan, seluruh harta dan pulau pribadi yang terletak di kawasan Asia Pasifik milik orang tua Bernard akan membuat ketua mafia itu semakin mudah membangun markas yang tidak akan bisa disentuh oleh siapa pun. Itu sungguh sangat berbahaya.

“Aku hanya ingin membeli nomor baru untuk memudahkan berkomunikasi denganmu, mengingat nomorku yang lama sudah kamu hancurkan,” jawab Dedi dengan berani. Lama-lama dia kesal juga dengan sikap semena-mena tuannya itu.

“Hei, pak tua! Kamu pikir aku bodoh?” murka Bernard, membuat Dedi tak ingin membalas kemarahannya lagi.

“Aku sudah berhasil merentas CCTV di bandara. Pencuri itu seorang sleeper agent yang ternyata masih berkeliaran dengan seorang gadis ketika kalian semua meninggalkan bandara.” Tiba-tiba Willie menyela. Ia adalah seorang ahli IT kepercayaan Bernard.

“Ha! Sudah kuduga. Mereka semua selalu saja ikut campur urusanku. Bunuh sleeper agent dan wanitanya!” titah Bernard.

Perintah yang sudah dikatakan, tidak mungkin ditariknya kembali. Laki-laki itu memang luar biasa kejam.

Tak perlu terkejut! Bernard bahkan memiliki dua adik perempuan yang seharusnya ia lindungi. Namun, keserakahan membuatnya tak berperasaan hingga mengabaikan saudara kandungnya sendiri.

***

Di dalam sebuah city car berwarna perak, Davina menyeringai penuh kemenangan ketika membaca pesan dari Mira yang berisi umpatan akibat dirinya meninggalkan Arsenio semalam. Setidaknya untuk saat ini, teman kantor yang sangat menjengkelkan itu tidak mungkin bisa memaksanya untuk bertemu Arsenio lagi.

“Ada kabar baik?” tanya Nathan ketika sudut matanya menangkap senyum Davina yang terlihat manis.

Davina memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas, tanpa memberikan jawaban. Gadis introvert itu tidak akan mudah menceritakan masalahnya pada orang lain, termasuk Nathan.

Tanpa disadari oleh Davina, ternyata Nathan juga menyukainya sejak mereka beranjak remaja. Waktu itu mereka hanya masih terlalu kecil untuk memahami arti cinta sesungguhnya.

Sepuluh tahun telah berlalu dan baru sekarang mereka kembali berjumpa. Senyum itu masih mampu membuat Nathan berdebar-debar.

Getar ponsel membuat Nathan terkesiap dan segera mengaktifkan bluetooth earphone miliknya.

“Jangan tinggalkan gadis itu sendirian! Ia dalam bahaya. Ralat! Kalian berdua dalam bahaya,” ujar Mark melalui telepon.

Tanpa membalas perkataan Mark, Nathan segera menginjak pedal gas dan memegang erat kemudinya melaju ke kawasan Gunung Faber. Padahal, mereka sebenarnya sudah dekat dengan kawasan Queensway.

Hingga beberapa saat kemudian, laki-laki tampan itu menghentikan kendaraannya, membuat Davina sibuk mencari-cari tulisan Hotel Oba dengan raut wajah bingung.

“Kita ada di mana? Apa kamu tidak jadi mengantarku ke hotel?” Davina bertanya.

“Lupakan hotelmu itu! Kita akan jalan-jalan dan menginap di sekitar sini,” jawab Nathan sembari turun dari mobil.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With My Ex
9.1
Pernikahan Bella Nayaka hancur seketika saat Alura Gayatri datang mengaku hamil anak Ellard William. Ellard justru memilih menikahi selingkuhannya itu ketimbang membela Bella, kekasihnya selama dua tahun. Meski dikhianati dengan kejam, Bella yang masih memendam rasa cinta nekat mendatangi hari pernikahan sang mantan. Apakah keputusan Bella ini akan sia-sia, atau ada niat terselubung yang ia siapkan saat berhadapan lagi dengan Ellard?
Sampul Novel Cintaku Terhenti Di Kamu
9.1
Kepergian Elena Nugroho secara tiba-tiba demi menyembunyikan perbedaan status sosial membuat Putra Prayoga patah hati. Putra pun berubah menjadi sosok dingin yang kerap mempermainkan perasaan wanita. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan mereka. Sayangnya, cinta Putra kini telah berubah menjadi rasa benci yang mendalam. Elena pun didera kebimbangan besar antara harus membongkar kebohongan masa lalunya atau tetap memendam rapat perasaan cintanya.
Sampul Novel Gairah Pelarian Cinta
8.3
Di tengah keheningan yang menyelimuti, Cinta dan Robi saling berpandangan. Ketegangan di antara mereka mencapai puncak ketika Robi membalikkan tubuh Cinta hingga berada di posisi missionary. Dengan tatapan penuh permintaan, Robi menunggu persetujuan Cinta yang hanya mampu berbisik pelan. Perlahan, Robi menuntun kehormatannya memasuki tubuh Cinta, menembus selaput darah yang menjadi simbol penyerahan diri seutuhnya. Rasa sakit yang menusuk dijawab oleh belaian lembut dan ciuman hangat di kening. Cinta pasrah, menyerahkan segalanya pada lelaki yang telah merebut hatinya.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Pertemuan pertama dengan Will Greyson langsung membuat Hanna muak karena sikap lancang miliarder angkuh tersebut. Kekesalan Hanna memuncak saat Will mendadak melamarnya hanya untuk dijadikan alat terapi pribadinya. Walau mendapatkan penolakan keras, pria sombong itu tidak tinggal diam. Hanna yang telanjur geram pun bertekad memberi pelajaran, sementara Will justru semakin tertantang untuk menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya.
Sampul Novel Krisis Pernikahan: Apakah Cinta Sebuah Jebakan?
9.5
Cinta tulus Leona sejak kecil pada Elmer hancur ketika Aurora, saudara angkatnya, merampas segalanya. Meski Elmer membencinya, Leona nekat menikah walau harus menerima hinaan kejam. Terluka parah, Leona bersumpah takkan melepas Elmer sebelum ajal tiba, lalu lenyap tanpa jejak. Elmer pun tersiksa penyesalan dalam mimpi. Lima tahun berlalu, Leona kembali membawa rahasia besar bersama seorang anak di sisinya.
Sampul Novel Terbelenggu Hasrat
8.1
Kebahagiaan rumah tangga Aruna dan William terusik sejak Jones hadir kembali. Sang mantan kekasih yang menyimpan dendam itu bertekad merusak pernikahan mereka. Demi melancarkan aksi liciknya, Jones bahkan memengaruhi Karin, adik kandung Aruna. Di bawah bayang-bayang teror dan tekanan mental yang hebat, Aruna harus berjuang mempertahankan perkawinannya. Obsesi gelap masa lalu kini mengancam kehancuran rumah tangga mereka dalam pusaran konflik yang penuh hasrat.