APKDock Logo
Sampul Novel Cintaku Terhenti Di Kamu

Cintaku Terhenti Di Kamu

9.1 / 10.0
Kepergian Elena Nugroho secara tiba-tiba demi menyembunyikan perbedaan status sosial membuat Putra Prayoga patah hati. Putra pun berubah menjadi sosok dingin yang kerap mempermainkan perasaan wanita. Setelah lima tahun berlalu, takdir kembali mempertemukan mereka. Sayangnya, cinta Putra kini telah berubah menjadi rasa benci yang mendalam. Elena pun didera kebimbangan besar antara harus membongkar kebohongan masa lalunya atau tetap memendam rapat perasaan cintanya.

Cintaku Terhenti Di Kamu Bab 1

"Elena aku sudah di depan gang menuju rumahmu, keluarlah!" 

Pesan terkirim kepada Elena Nugroho, wanita berparas cantik yang telah menjerat hati seorang Putra Prayoga. Sudah sejak masa SMA dirinya menaruh hati kepada wanita itu. Bukan hanya cantik, Elena juga sangat menyenangkan dan penuh kasih.

Putra hanya bisa mengagumi Elena tanpa berani mendekati dirinya. Dia selalu menjaga jarak dengannya, entah karena apa. Padahal dia tidak pernah merasa melakukan sebuah kesalahan kepada Elena.

Putra tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Elena. Dia membiarkan cintanya terpendam. Dia percaya Tuhan akan menuntun takdirnya dengan wanita itu.

Tuhan benar-benar mempertemukan dirinya dengan Elena kembali. Elena masuk ke kampus yang sama dengan dirinya lewat jalur beasiswa. Perasaan yang dulu telah tumbuh untuk Elena, sekarang kembali bersemi lagi.

Putra tidak akan  membiarkan perasaan itu kembali pergi. Putra dengan gigih memperjuangkan cintanya kepada Elena. Dia mendekati wanita itu dengan berbagai cara. 

Tentu saja Elena mati-matian menghindari dirinya. Entah apa yang salah dengan dirinya sampai-sampai Elena terus-menerus menghindari dirinya. Sampai suatu sore, dirinya sudah tidak tahan lagi. Dia menarik Elena membawanya ke tempat sunyi.

"Ka lepaskan, aku harus pulang," pekik Elena sambil meronta agar bisa lepas dari tangan pria itu.

"Tidak! Sebelum kamu jelaskan kepadaku apa alasanmu terus-menerus menghindari aku," salak Putra, dia mulai kesal dengan tingkah Elena yang menghindari dirinya lagi dan lagi.

"Sudah aku katakan berapa puluh kali pada Kakak, Kakak tidak punya salah apapun," teriak Elena frustasi.

"Lalu mengapa kamu menghindariku?" cecar Putra.

Elena menyerah, kepalanya benar-benar pening karena berurusan dengan Putra. Menghembuskan nafas beratnya, Elena menatap pria itu dengan sinis. "Kakak mau apa?" tanya Elena dengan nada dingin.

"Jadilah pacarku," pintanya sambil menatap mata teduh Elena.

"Please, aku sudah mencintaimu dari kita sekolah SMA. Aku pernah menyerah karena melihatmu yang menghindari diriku. Melupakan cintaku kepadamu. Tapi, Tuhan kembali mempertemukan kita dan aku yakin jika kita memang ditakdirkan untuk bersama." Tangan putra menggenggam tangan Elena dengan lembut.

 Elena menatap kedalam mata coklat pekat milik Putra. Mencari sebuah kejujuran di mata pria itu. Dia sebenarnya sudah mengetahui jika Putra mencintainya. Tapi, status sosial mereka yang timpang membuatnya mundur. Menutup perasaannya kepada pria di hadapannya.

Dia juga mencintai pria itu. Karena itulah dia menghindarinya mati-matian. Tidak membiarkan rasa itu tumbuh semakin besar dan membuatnya lupa diri akan siapa dirinya. 

Elena menghela nafas, ditatapnya pria itu. "Apakah jika aku menerimamu sebagai kekasihku kakak akan berhenti bertingkah konyol. Sungguh, aku hanya tidak ingin beasiswa yang sudah aku perjuangkan hilang begitu saja. Hanya karena Kak Putra yang setiap hari mengganggu konsentrasi belajarku, please. Jika Kak Putra sayang kepadaku, ikuti apa mauku dan jangan menemuiku jika aku tidak memintanya," tutur Elena.

"Tidak bisa begitu dong, masa aku tidak boleh menemui pacarku sendiri dan memberikan perhatian kepadanya," tolak Putra.

"Aku tidak melarang Kakak untuk menemui aku, tapi jangan temui aku saat jam pelajaran berlangsung. Di luar saja! Apa Kakak tidak melihat beberapa hari terakhir ini aku ditegur oleh dosen karena ulahmu," ketus Elena.

"Baiklah, aku tidak akan melakukannya lagi. Aku minta maaf! Jadi, apakah kita sekarang jadian?" tanya Putra dengan wajah penuh harap.

Elena menghela nafas, tidak ada salahnya kan dia mencoba berhubungan dengan Putra. Elena menatap manik mata hitam milik Putra, lalu mengangguk. 

Wajah Putra langsung berbinar, dia bahkan sampai menggenggam erat tangan Elena. 

"Benarkah kamu menerima cintaku?" tanya Putra, dia masih belum yakin dengan jawaban Elena.

"Iya Kak, aku menerima Kak Putra jadi pacar aku," jawab Elena mantap.

Putra menarik Elena ke dalam pelukannya. Dia begitu bahagia saat itu karena cintanya diterima oleh Elena.

Hari berganti hingga keduanya sudah menjalin hubungan lebih dari dua tahun lamanya. Elena masih menjaga jarak dengan dirinya. Meski keduanya berpacaran, tidak ada aktivitas yang biasa dilakukan oleh sepasang kekasih. 

Elena sibuk dengan kuliahnya, dia mengejar kuliah cepat agar bisa segera lulus. Sementara Putra sudah memasuki masa akhir tahun perkuliahan. Dia sedang sibuk menyiapkan skripsi. Mereka kadang berpacaran dengan belajar bersama. Mengerjakan tugas bersama, tidak seperti pacaran pada umumnya.

Suatu hari mereka pergi ke bioskop berdua setelah pulang dari kampus. Itupun karena Putra yang terus mendesak Elena untuk ikut. Tanpa sengaja mereka bertemu dengan ibu dari Putra. Wanita cantik dengan pakaian bermerek di seluruh tubuhnya. 

Wanita itu memandang Elena dengan pandangan tidak mengenakkan membuat Elena minder. Tidak dengan Putra, tangan pria itu menggenggam erat tangan Elena seolah takut kehilangan dirinya.

"Kamu bersama siapa, Nak?" tanya wanita itu.

"Perkenalkan Ma, dia Elena. Elena kenalkan, dia mamaku." Elena memajukan tangannya untuk menjabat tangan wanita itu namun, dia tidak memberikan reaksi apapun.

"Saya Ratna Prayoga, mamanya Putra. Dia adalah penerus perusahaan milik papanya dan dia harus menikah dengan orang yang sederajat dengan kami," sarkas Ratna sambil menatap Elena dari atas sampai ke bawah. 

Tidak ada yang mewah di mata Ratna. Baginya, Elena seperti penghalang baginya. Dia tidak bisa membiarkan putranya bersama dengan Elena. Apalagi melihat Putra yang begitu memuja wanita disampingnya. Tidak boleh terjadi, dia harus memisahkan keduanya.

"Ma, kami duluan ya, ayo sayang kita pergi!" Putra tahu, Elena sangat tidak nyaman dengan tatapan mamanya. 

"Tante, saya permisi." Kembali Elena memajukan tangannya untuk mencium punggung tangan wanita itu. Namun lagi-lagi, tangannya diabaikan.

Meski canggung, Elena menarik kembali tangannya. Dia mencoba tetap tersenyum walau dalam dirinya ada sesuatu yang melasak minta keluar. Mereka berjalan menjauh dari Ratna. Setelah dikira sudah tidak terlihat lagi, Elena melepaskan tangan Putra.

Pria itu menatapnya dengan tatapan heran. "Kenapa? Kenapa wajahmu memerah? Tolong jangan dengarkan kata-kata mama. Dia memang seperti itu kepada setiap orang yang dekat denganku," jelas Putra.

"Kak, kita pulang saja yah, aku sepertinya tidak enak badan. Nontonnya lain kali saja." Elena mencoba tersenyum kepada Putra. Dia tidak menanggapi apa-apa atas penjelasan Putra tentang mamanya. 

"Kamu marah?" tanya Putra dengan cemas.

"Buat apa? Perkataan mama kamu benar. Kamu harus memiliki kekasih yang sesuai dengan keinginan Tante Ratna, yang jelas bibit bebet bobotnya. Aku hanya anak beasiswa Kak, tidak lebih. Untuk bersama dirimu tentunya akan banyak jalan terjal yang harus aku lalui." Elena mengangkat sudut bibirnya, mencoba tersenyum walau dipaksakan.

"Tolong jangan bicara seperti itu. Aku menyayangimu dan aku mencintaimu. Itu sudah cukup untukmu, aku tidak akan membiarkan orang lain merusak hubungan kita berdua," tutur Putra, dia menarik Elena kedalam pelukannya.

"Aku mencintaimu Elena dan aku tidak bisa jika harus kehilangan kamu," bisik Putra.

Elena ingin membalas pelukan Putra tapi tangannya tidak mampu hanya sekedar untuk terangkat. Elena mengepalkan tangannya kuat, gemuruh di dadanya membuat dirinya sesak.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cintaku Terhenti Di Kamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Boy and Secret
9.2
Kenzo dan Alesha terpaksa menikah demi menuruti keinginan orang tua mereka. Tanpa rasa cinta, hubungan ini kian rumit karena status pernikahan tersebut harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Konflik mencapai puncaknya ketika Alesha mendapati dirinya hamil, memicu ketakutan besar di dalam batinnya. Di tengah badai emosi dan tekanan yang mendera, keduanya kini harus berjuang membangun komitmen demi menghadapi rahasia besar serta tanggung jawab baru yang tak terduga.
Sampul Novel Derita Istri Penurut
9.7
Arini selalu patuh pada Bagas, suaminya, walau kerap mendapat perlakuan kasar. Demi melindungi orang tua, ia memendam penderitaan itu rapat-rapat. Namun, batas kesabaran Arini akhirnya habis, mendorongnya melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama. Di tengah kemarahan Bagas yang meluap, mampukah ia meluluhkan hati sang istri? Ataukah kepedihan batin yang terlanjur mengendap lama membuat tekad Arini untuk berpisah tidak bisa digoyahkan lagi?
Sampul Novel Gelora Panas Sekretaris Seksi
8.4
Dikhianati hingga berpisah dari Bisma membuat Kayla bertekad membalas dendam pada Miranda. Guna melancarkan aksinya, ia melamar menjadi sekretaris pribadi Jason. Pria tampan itu pun langsung terpikat oleh pesona dan kecantikan Kayla. Demi menuntaskan ambisi pribadinya, Kayla berjanji akan memberikan kepuasan yang jauh melampaui apa pun yang pernah Jason dapatkan dari Miranda sebelumnya, dalam sebuah hubungan kerja yang provokatif.
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Demi membalas budi Hans Anderson yang membiayai kuliahnya, Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan. Dosen playboy itu membutuhkan ibu untuk putranya. Namun, pernikahan ini harus dirahasiakan demi karier mantan istri Hadyan yang terobsesi kembali. Helga kini terjebak dalam ancaman sang mantan dan sikap dingin suaminya yang belum move on. Mampukah Helga bertahan saat Hadyan justru terus membela wanita masa lalunya yang telah berkhianat?
Sampul Novel Satu Talak Seribu Luka
8.4
Setahun menjalani pernikahan hampa, Aurelia Shanum langsung diceraikan Damian Revan Alveric begitu ayah mertuanya tiada. Dua tahun berlalu, kini Aurelia telah bangkit menjadi perempuan mandiri yang sukses memimpin bisnis EO pernikahannya sendiri. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali lewat cara yang tak terduga. Damian mendadak datang sebagai klien baru yang meminta Aurelia merancang hari bahagianya. Kini, ia dituntut profesional di hadapan mantan suami yang dahulu telah mematahkan hatinya.
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar
8.8
Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan