APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERJEBAK PESONA CEO

TERJEBAK PESONA CEO

Akibat pengaruh alkohol, insiden satu malam di kelab malam memaksa Arion dan Quin menikah tanpa rasa cinta. Perbedaan kepribadian yang sangat kontras memicu pertikaian tanpa henti, membuat Arion frustrasi menghadapi keras kepalanya sang istri. Di tengah konflik yang terus memanas, mampukah mereka meredam ego masing-masing demi kedamaian? Perjuangan berat untuk membuka hati yang beku pun dimulai dalam kehidupan pernikahan yang sarat akan tekanan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Melihat pria yang hadapannya itu sangat menyebalkan. Jelas membuat wanita itu merasa kesal. Ia melirik pria itu sambil duduk di hadapan pria itu.

“Apa dia gila? Kenapa pria ini sangat menyebalkan sekali!” ucap Quin di dalam hatinya.

Quin adalah seorang wanita muda. Ia bekerja di sebuah Perusahaan ternama. Di tempat bekerjanya, ia memiliki seorang mantan kekasih. Mantan kekasihnya seorang manager di perusahaan di mana ia bekerja. Sedangkan Quin sendiri juga seorang manager. Tapi mereka beda divisi.

Quin masih diam. Ia hanya memerhatikan pria yang ada di hadapannya itu dalam diam.

Arion melihat wanita itu sambil menatapnya dengan tatapan yang tajam.

“Makanlah, aku tidak memberikannya racun! Tidak perlu kau berterima kasih padaku! Tapi setelah ini, aku akan membuat perhitungan denganmu!”

Quin mengernyit. “Perhitungan apa? Sedangkan kau sudah merenggut mahkotaku!” ucap Quin ketus.

“Perhitungan karena kau sudah mengotori jaket mahalku! Aku jelas akan meminta kau untuk mengganti rugi!” sahut Arion yang tak kalah ketusnya.

Quin menelan salivanya. “Tapi kan aku tidak melakukan kesalahan! Aku juga tidak sengaja.”

Arion mendorong sebuah box yang ada di bawah meja makan miliknya dengan menggunakan sebelah kakinya.

“Itu, kau boleh mencucinya atau kau boleh menggantinya dengan yang baru, terserah kau saja!” ucap Arion lalu ia memakan potongan rotinya yang terakhir.

Quin menatap kotak itu. Ia ingin membukanya lalu Arion langsung menginjaknya dengan sebelah kakinya.

Quin kaget. “Aku sedang makan, itu sangat bau dan menjijikan,” ucap Arion lalu meminum kopi buatannya sambil menatap Quin yang masih diam membisu.

Quin masih diam. Ia jelas kesal. Memangnya siapa pria ini? seenaknya saja membuat keputusan. Tapi kalau bukan dia yang sudah menyelamatkanku. Tidak mungkin juga aku selamat hari ini. Bisa saja, sesuatu akan terjadi padaku, batin Quin.

“Dimakan dulu, aku tidak suka di bantah! Kau sudah menyusahkanku. Dan aku sudah membantumu. Jadi jangan membuat aku susah lagi!” ucap Arion kesal karena sejak tadi wanita itu seperti orang bodoh saja. Diam terus dan jelas itu sangat membuatnya kesal sekali.

Quin menatap rotinya lagi. Ia sebenarnya ragu, takut roti itu diracuni atau diberikan obat yang entah apalah itu. Tapi ia juga tidak enak dengan pria sinting ini.

Quin mau tidak mau memakannya saat mendengar perutnya kembali bernyanyi.

‘Dasar perut sialan!’

Arion yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya. Ia memilih meninggalkan wanita itu sendirian. Arion paling malas berurusan dengan wanita. Pasti akan sangat menyebalkan sekali.

Quin menghabiskan rotinya dengan cepat. Mumpung tidak ada pria itu ia memakannya dengan sangat lahap sekali. Quin tak bisa menahan rasa lapar ini. Dan perutnya juga tidak bisa diajak kompromi sama sekali.

Arion menuju kamarnya untuk mengambil jaket miliknya. Pakaian yang ia gunakan selalu saja casual walau ia harus pergi ke kantor.

Siapa yang ingin memarahinya? Bahkan orang tuanya juga tak mau ambil pusing selagi pakaian yang digunakannya sopan.

Quin menatap pria yang baru saja turun dari kamarnya. Ia sudah menunggu Arion sejak tadi.

Arion memerhatikan Quin. Ia memberikan kartu nama miliknya.

“Hubungi aku jika kau sudah membersihkan jaket milikku. Takutnya aku tidak ada di apartemen ini.”

Quin mengambil kartu nama itu. Lalu ia mengambil kotak yang berisi jaket milik Arion.

Mereka berdua langsung keluar dari dalam apartemen lalu menuju basement.

Arion membuka pintu mobilnya. Ia mencari tas milik wanita itu. Ia hanya berharap setelah ini, dirinya tidak akan pernah bertemu dengan wanita ini lagi. Sangat menyusahkan sekali.

“Ini?” ujar Arion sambil memberikannya.

“Iya, terima kasih karena sudah menolongku. Aku akan segera mengembalikan jas milikmu,” ucap Quin lembut.

Arion hanya mengangguk. Ia langsung masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan Quin sendirian di sana.

Quin jadi bingung. Ia harus keluar lewat jalan mana? Lift yang digunakan ini adalah lift khusus yang langsung menuju apartemen Arion.

Quin membaca kartu nama yang diberikan pria itu. Ia membaca nama lengkap Arion Madava.

Quin mengerucutkan bibirnya lalu ia membuang nafasnya panjang sambil melihat sekeliling.

Quin jadi merasa takut sendiri. Bagaimana jika ada seseorang yang akan membunuhnya di sini. Basement ini terlihat sangat sepi dan juga menyeramkan.

Quin mencoba melangkahkan kakinya. Ia memerhatikan sekelilingnya sambil mencari apa ada seorang security yang bisa menolongnya agar ia bisa keluar dari dalam sini.

Quin semakin merinding. Ia benar-benar merasa takut. Bagaimana jika ada hantu yang tiba-tiba muncul di hadapannya. Ia harus berbuat apa nanti.

Quin memeluk kotak yang berisi jas milik Arion. Ia semakin kesal dengan pria yang tidak bertanggung jawab itu. Bisa-bisanya meninggalkan dirinya di basement. Kenapa bukannya meninggalkan dirinya di pinggir jalan saja yang jelas ia bisa tahu ke mana arah tujuannya.

Quin melihat sebuah cahaya. Ia pikir itu jalan keluar. Tapi ternyata bukan. Ternyata itu cahaya mobil yang menyilaukan wajahnya.

Quin menutup wajahnya dengan kotak itu. Lalu ia menurunkan perlahan-lahan kotak itu dari wajahnya. Quin melihat siapa yang datang.

“Masuk!” perintah Arion.

Arion terpaksa kembali lagi karena ia tahu jika basement miliknya sangat jauh jika harus menuju keluar dari dalam sini. Quin harus berjalan kaki ke beberapa lantai agar bisa keluar dari ruang basement yang gelap ini.

Quin melihat sekelilingnya. Ia langsung membuka pintu mobilnya setelah merasa sangat merinding.

Arion tidak melihat wajah wanita yang ada di sampingnya sama sekali. Ia langsung melajukan mobilnya dan Quin memerhatikan jalannya.

“Jauh juga ternyata, pantas dia kembali lagi,” ucap Quin di dalam hatinya.

Quin melirik sejenak. Memerhatikan pria yang ada di sampingnya. Ternyata pria ini cukup tampan jika diperhatikan dengan baik.

Quin membuyarkan lamunannya saat Arion sudah menghentikan mobilnya tepat di halte depan apartemen miliknya.

“Turun,” usir Arion ketus.

Quin mengangguk. “Terima kasih,” ucapnya lalu ia turun dari mobil.

Arion langsung pergi begitu saja. Dan Quin memerhatikan mobil Arion yang semakin menjauh sebelum ia memerhatikan dirinya sendiri. Tubuhnya masih memakai gaun yang ia gunakan tadi malam. Quin menghembuskan nafasnya lalu ia menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat di hadapannya.

Quin kembali bersedih saat ia mengingat kejadian sebelum dirinya mabuk. Quin tidak menyangka jika tepat di hari jadinya dirinya dengan sang kekasih. Ia justru mendapati kekasihnya sedang memadu kasih dengan wanita lain.

Air matanya kembali mengalir begitu saja. Quin mencoba melupakan luka itu tapi entah kenapa bayang-bayang saat melihat kekasihnya dan selingkuhannya sedang bercinta terus terlintas di kepalanya.

Quin mencengkram erat kedua tangannya. Lalu ia memerhatikan kotak yang ada di tangannya.

Tak lama Quin tiba di apartemennya. Ternyata apartemen miliknya tidak jauh dari apartemen milik Arion. Quin tahu jika apartemen yang ditinggali Arion adalah apartemen yang sangat mewah. Pasti pria itu bukan orang biasa.

Sesampainya di apartemen Quin membuka kotaknya dan bau muntahan pun langsung tercium olehnya.

“Uuuhhh bau sekali. Pantas saja dia melarangku membukanya. Apa ini benar muntahanku?” ucap Quin sambil mencoba mengingatnya. Dan sebelah tangannya terus ia gunakan untuk menutup hidungnya.

Bersambung

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benih Rahasia sang Fuckboy
8.7
Demi Edgar Emiliano, si playboy sekolah, Vania Clarista rela melepaskan kemewahan hidupnya. Namun, cinta buta itu berujung luka saat ia hamil dan ditinggalkan berjuang sendiri. Vania pun memilih pergi menjauh demi kehormatan keluarganya, lalu membangun hidup baru secara mandiri. Enam tahun berselang, anaknya kini tumbuh besar. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali, ataukah Vania bakal tetap bertahan sendirian tanpa Edgar?
Sampul Novel Dia Menolak untuk Kembali
8.0
Tiga tahun lamanya Belen bertahan dalam hubungan tanpa kepastian demi mendapatkan hati Lanny. Namun, impiannya pupus seketika saat Lanny memamerkan pacar barunya dan mengusir Belen dari hidupnya. Belen pun memilih pergi dan lenyap tanpa kabar. Kehilangan tersebut justru menyadarkan Lanny akan kesalahannya. Diliputi penyesalan besar, ia mencari Belen ke berbagai penjuru dunia hingga akhirnya bersujud memohon agar wanita itu mau kembali bersamanya.
Sampul Novel Fantasi Dina, di Tengah Duda Beranak 3
8.1
Dina, seorang sekretaris andal, harus menghadapi ancaman kebangkrutan kantornya akibat pandemi. Di waktu yang sama, sang atasan, Pak Agus, sedang terpuruk dalam duka setelah kepergian sang istri. Saat bantuan bersyarat dari Mr. Hanks datang dan memicu dilema moral, Dina memilih bertahan demi nasib rekan-rekan kerjanya. Berbekal keberanian, ia mengambil alih kemudi untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran finansial sekaligus memulihkan kondisi emosional di sekitarnya.
Sampul Novel Kumpulan Cerita 21+
9.0
Antologi fiksi romantis modern ini dirancang khusus untuk pembaca dewasa. Setiap kisah di dalamnya menyajikan dinamika hubungan yang intim dan emosi mendalam, lengkap dengan unsur eksplisit yang memerlukan kedewasaan sikap. Konten ini sangat tidak diperuntukkan bagi anak di bawah umur. Pastikan usia Anda telah memenuhi syarat sebelum mulai membaca lembar demi lembar penuh gairah ini.
Sampul Novel Kutunggu Jandamu
9.8
Demi sang ayah, Benara nekat menjadikan Laras sebagai kekasih sewaan. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa perempuan itu sebenarnya telah bersuami. Alih-alih mundur setelah melihat Laras terus disakiti oleh suaminya, Benara justru memanfaatkan situasi tersebut. Ia mulai mendekati Laras secara agresif. Kini, Benara bertekad kuat untuk merebut hati Laras dan mengejar cintanya, meski status pernikahan Laras menjadi rintangan besar yang menghadang langkahnya.
Sampul Novel Om Om Kaya
8.9
Demi menyelamatkan nyawa sang nenek yang sedang kritis di rumah sakit, Erin Tiathe terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Gadis berumur 19 tahun ini nekat menemui Madam Egeline di sebuah kelab malam untuk menjual kesuciannya demi melunasi biaya medis yang sangat besar. Walau sempat diragukan oleh Madam Egeline, tekad Erin sudah bulat. Kini, di tengah situasi yang begitu mendesak, ia harus bersiap menyerahkan tubuhnya untuk pertama kali demi mendapatkan uang yang ia butuhkan.