APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama

Terjebak Pesona Anak Teman Mama

Nadia Anindita, siswi pemberontak yang menggemaskan, selalu berselisih dengan ketua OSIS populer nan kaku, Raka Bratama. Di balik kebencian dan perdebatan sengit mereka, tersimpan masa lalu keluarga yang rumit. Takdir tak terduga pun datang saat keluarga menjodohkan mereka secara paksa. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan yang konyol. Akankah ego mereka memicu perceraian, atau justru menumbuhkan benih cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tap

Tap

Raka melangkah masuk ke dalam rumah besar yang sepi. Pekerja rumah tampak sibuk dengan tugas mereka masing-masing.

Dengan langkah yang tenang, ia mengangguk singkat kepada mereka sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruang tamu.

Suasana di dalam rumah ini terasa hampa, seperti ada sesuatu yang hilang sejak kepergian ibu mereka.

Raka terus berjalan dengan mengingat memori kecil walau waktu itu sudah sangat berlalu.

Tiba-tiba, ada suara bariton yang di kenal Raka muncul.

"Raka!" Suara Papanya, Malik Abraham muncul dari arah ruang makan.

Raka menoleh, wajahnya tetap datar tanpa ekspresi apapun.

Sejak kecil, ia terbiasa dengan sikap Papanya yang sering memberi perintah.

Malik Abraham, seorang pria berkumis tebal yang dikenal berwibawa di dunia bisnis, sedang duduk di meja makan.

"Ayo, nanti makan malam bersama klien, mau ikut Papa?" Ujar Malik sambil menyandarkan tubuhnya di kursi makan, tampak berusaha mencairkan suasana.

Raka menghela napas panjang. "Tidak, Raka males kemanapun Pa, lain kali saja." jawabnya singkat, lalu berbalik melangkah menuju tangga.

Tap

Tap

Malik menatap punggung anaknya, seolah menunggu ada tanggapan lebih lanjut, namun Raka tidak menoleh lagi. "Raka..." Malik menyebut nama anaknya sekali lagi, namun Raka hanya terus berjalan tanpa peduli.

Helaan napas Malik terdengar begitu dalam. Ia memandangi foto mendiang istrinya yang masih terpasang di dinding ruang makan. Malam ini, meski harus menghadap klien-klien penting, hatinya tetap merasa kosong.

**

Raka tidak peduli, ia masuk ke kamar dan menutup pintu dengan kasar. Tubuhnya ambruk ke atas kasur, membiarkan dirinya tenggelam dalam kesendirian.

Ia menarik selimut dan menutupi wajahnya dengan satu tangan. Air mata yang tak bisa ia tahan akhirnya mengalir.

Tanpa suara, Raka merasakan kepedihan itu lagi, sebuah luka yang tak pernah sembuh.

Beberapa saat kemudian, ia membuka mata, mengusap air mata yang masih membasahi pipinya.

Raka bangkit dan duduk di tepi ranjang. Matanya jatuh pada sebuah foto yang tergeletak di meja.

Sebuah foto wanita cantik yang tersenyum memeluk seorang anak kecil.

Tanpa sadar, bibirnya terangkat sedikit, meski hatinya terasa berat. Ia memeluk foto itu, menatap keluar jendela.

Pikiran Raka terhenti ketika terdengar ketukan pelan di pintu kamarnya.

Tok

Tok

Ia menghapus sisa air mata dan membuka pintu. Papanya berdiri diambang pintu dengan nampak wajah lelah.

"Kamu tidak mau ikut makan malam? Temani Papa ya." tanya Malik.

Raka mengangguk pelan. "Aku tidak lapar."

Malik menghela napas. "Tapi ini penting, Raka. Ini untuk bisnis kita dan Papa harap kamu bisa memaklumi hal itu dan juga Papa ingin memperkenalkan seseorang sama kamu. "

Raka hanya diam. Ia tidak ingin melibatkan dirinya dalam dunia yang dipenuhi dengan pembicaraan bisnis.

Ia lebih memilih diam dan menghindar, daripada terlibat lebih jauh.

Dengan perasaan yang campur aduk, mereka berdua pun naik ke mobil.

**

Malik terus berusaha membuka percakapan, namun Raka tetap terdiam, hanya sesekali mengangguk atau menggeleng.

Sejak kejadian yang mengubah hidup mereka, hubungan mereka semakin terasa renggang.

Mobil akhirnya berhenti di sebuah kafe mewah, tempat pertemuan dengan klien-klien ayahnya.

Mereka turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam. Di dalam Cafe, sepasang pria tua dan wanita anggun yang cukup sudah berumur sudah menunggu Raka dan Papanya.

Malik langsung berjabat tangan dengan pria tua yang terlihat serius, lalu menyapa wanita cantik di sampingnya.

"Kenalkan dia ini anakku, Raka Abraham." ujar Malik, memperkenalkan Raka dengan senyum tipis.

Raka menjabat tangan pria tua itu dengan sopan, meski ekspresinya tetap datar.

"Panggil saya Wijiaya Kusuma, Nak Raka!" Pria tu itu tersenyum.

Raka hanya mengangguk sopan.

Wanita cantik itu kemudian menyapa, matanya tidak lepas dari Raka.

"Senang bertemu denganmu, Raka," kata wanita itu dengan suara lembut, membuat Raka sedikit menoleh.

Raka hanya membalas dengan anggukan singkat, namun tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Matanya kembali menatap layar ponsel di tangan, mencoba mengabaikan percakapan di sekitarnya.

Tiba-tiba, sesuatu yang tak terduga muncul di layar ponselnya.

Tling

Sebuah video pendek muncul di grup WhatsApp sekolah.

Nadia, gadis yang baru ia lihat beberapa hari lalu, sedang bermain basket dengan teman-temannya.

Video itu hanya berdurasi beberapa detik, tapi cukup untuk membuat Raka berhenti sejenak dan menontonnya dengan penuh perhatian.

Tanpa sadar, bibirnya terangkat sedikit dalam senyum miring.

Raka segera menekan tombol pause, merasa canggung dengan reaksi yang baru saja ia alami setelah melihat video Nadia.

"Raka kenapa diam aja? Tidak apa-apa kan?" Suara wanita cantik itu kembali terdengar, membuat Raka mendongkak dan menatap.

Wanita itu tersenyum padanya, menunggu jawaban.

"Oh ya, Raka ini Sekolah di mana kalo boleh saya tahu?" tanyanya dengan nada ramah.

Raka menatapnya sejenak, lalu menjawab, "Di SMA Abadi."

Wanita itu mengangguk, senyumnya semakin lebar.

"Oh, aku pikir kamu lebih muda. Ternyata kita hampir sebaya," katanya dengan nada santai, sambil merapikan rambutnya.

Raka hanya mengerutkan alis, bingung dengan sikap wanita ini.

Tanpa sadar, ia mendengarkan percakapan di antara ayahnya dan klien-kliennya.

Namun, perhatian Raka kembali teralihkan ketika ia melihat Papanya Malik menggenggam tangan wanita cantik itu dengan lembut.

Wanita itu tersenyum, dan Raka merasakan sesuatu yang aneh. Apa hubungan mereka? Pikir Raka.

"Raka, sebenarnya Papa undang kamu kesini mau bilang kalo wanita disamping Papa ini namanya Maria Alora , dia ada lah calon Ibu tirimu yang akan menjadi ibumu Raka." ujar Malik memperkenalkan wanita itu kepada Raka.

**

Raka terkejut, matanya membelalak sejenak. Ia menatap wanita itu dengan wajah datar, berusaha menutupi rasa kagetnya.

"Calon ibu tiri?" ucapnya perlahan, seolah tidak percaya.

Maria Alora tersenyum lebar, namun Raka tetap tak menunjukkan reaksi apapun.

Ia merasa kebingungan, hatinya di penuhi dengan pertanyaan yang tidak terjawab.

Papanya yang biasanya sangat menghargai mendiang ibunya, kini memperkenalkan wanita ini sebagai calon ibu tirinya.

Raka hanya menatap mereka berdua dengan mata datar, seolah tak tahu apa yang harus dilakukan atau dikatakan.

Sesuatu dalam dirinya terasa berat, seakan masa lalu dan kenyataan saat ini beradu di dalam dirinya.

Papa Malik memandang Raka dengan sedikit cemas, namun tetap tersenyum.

"Kamu akan terbiasa Raka, dengan hal ini." Katanya pelan. Namun, itu kata-kata yang seakan tidak cukup untuk menenangkan hati anaknya yang terluka karena kejadian ini.

Bersambung*

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta
9.0
Sepuluh tahun bertahan tanpa cinta di sisi Arga membuat Amanda menyerah. Setelah masa kesepakatan mereka berakhir, ia bertekad membawa putrinya, Adele, pergi jauh. Hubungan dingin ini sempat menghasilkan kehamilan setelah satu malam Arga mabuk dan kehilangan kendali. Walau difasilitasi sebuah vila untuk melahirkan, Amanda harus menerima syarat kejam: anaknya dilarang memanggil Arga sebagai ayah. Arga tetap berlagak lajang di depan publik dan menegaskan tidak akan pernah mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Di usia 22 tahun, Ayyana Binar Keana mendambakan pernikahan yang penuh kehangatan. Namun, realita berkata lain karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berusia 29 tahun, mengidap kelainan medis tertentu. Kondisi ini membuat rumah tangga mereka yang berjalan sebelas bulan belum dikaruniai anak. Akibat sang suami tak bisa menunaikan nafkah batin, Ayyana pun masih menjaga kesuciannya. Hal ini memicu konflik mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan
9.7
Pernikahan yang batal di hari H membuat July hancur hingga jatuh sakit. Namun, usai keluar dari rumah sakit, ia bertekad bangkit dan melupakan masa lalu yang kelam. Dalam upaya menyembuhkan luka hatinya, July justru menemukan kenyamanan baru. Ia mulai menjalin hubungan dekat yang tak terduga dengan David, sosok pengawal pribadi setia yang selalu ada untuk menjaga dan mendampinginya melewati masa-masa sulit tersebut.
Sampul Novel Terjerat Obsesi CEO Arogan
9.1
Pengkhianatan sang suami meninggalkan luka mendalam bagi Elena. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya kembali dengan Karl, pria masa lalu yang kini menjadi CEO dingin. Hubungan satu malam di bar memicu obsesi posesif Karl, yang menuntut Elena segera bercerai agar bisa ia miliki sepenuhnya. Kini, Elena terjebak dalam dilema besar: menolak dominasi Karl yang berbahaya atau justru menyerah pada gairah penuh risiko yang menguji batas kewarasannya.