APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona Anak Teman Mama

Terjebak Pesona Anak Teman Mama

Nadia Anindita, siswi pemberontak yang menggemaskan, selalu berselisih dengan ketua OSIS populer nan kaku, Raka Bratama. Di balik kebencian dan perdebatan sengit mereka, tersimpan masa lalu keluarga yang rumit. Takdir tak terduga pun datang saat keluarga menjodohkan mereka secara paksa. Kini, keduanya terjebak dalam ikatan pernikahan yang konyol. Akankah ego mereka memicu perceraian, atau justru menumbuhkan benih cinta sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Raka masih duduk diam di meja pertemuan itu. Ekspresinya tetap datar meski hatinya berkecamuk hebat. Pikiran tentang Maria sebagai calon ibu tirinya terus berputar di kepalanya.

Pria tua di samping Maria, yang tidak lain adalah ayahnya Maria, Mario Aritama, memecah keheningan.

"Raka, apakah kamu baik-baik saja?" tanyanya dengan nada ramah namun tegas.

Raka menoleh, menatap pria tua itu dengan pandangan kosong, lalu kembali diam tanpa menjawab.

Malik, yang duduk di sebelah Raka, menghela napas berat.

"Raka," Malik akhirnya angkat bicara.

"Papa ingin menikah lagi dengan Maria. Papa harap kamu bisa memahamai semua keputusan Papa ini."

Raka mendecih, menunjukan ketidaksukaannya dengan jelas. "Lakukan saja, Pa Toh, aku tidak bisa mencegahnya, bukan?" jawabnya ketus.

Maria menoleh ke arah Malik, matanya tampak khawatir. Malik hanya tersenyum tipis, berusaha menenangkan suasana.

Sementara itu, Mario memperhatikan Raka dengan tatapan penuh pengertian, seolah memahami perasaan anak muda itu.

"Sepertinya kami harus pulang dulu," ujar Mario dengan sopan, memecah ketegangan.

Malik segera bangkit dari kursinya. "Maafkan jika ada sikap Raka yang kurang sopan," ujarnya dengan nada menyesal.

Mario menggeleng pelan, lalu berdiri sambil tersenyum. "Tidak apa-apa, Malik. Anak muda memang memang butuh waktu untuk menerima keputusan ini."

Maria menyentuh lengan Malik dengan lembut sebelum melangkah pergi.

Ia memeluk Malik singkat, lalu menoleh ke arah Raka.

"Semoga kita bisa saling mengenal lebih baik, Raka, dan semoga bahagia selalu." ucapnya dengan senyum hangat.

Raka hanya mengangguk kecil tanpa berkata apa-apa, lalu bergegas pergi ke arah parkiran.

Malik menatap punggung anaknya dengan pandangan sendu, merasa berat dengan situasi ini.

**

Di dalam mobil, Malik mencoba memulai percakapan saat mereka dalam perjalanan pulang. "Raka, Papa tahu ini sulit, tapi Papa ingin kamu mencoba menerima Maria."

Raka, yang duduk di kursi penumpang, hanya memalingkan wajah ke luar jendela.

"Papa tidak perlu repot-repot menjelaskan. Aku sudah bilang, terserah dan lakukan saja."

Jawaban itu membuat Malik terdiam sejenak.

Ia menghela napas panjang, menyadari betapa keras hati anaknya.

Suasana di dalam mobil pun menjadi hening sepanjang perjalanan pulang.

**

Sesampainya di rumah, Raka segera turun dari mobil dan melangkah masuk tanpa menunggu ayahnya.

Para pelayan menyapanya dengan ramah, namun hanya mendapat anggukan kecil sebagai balasan.

Begitu tiba di kamarnya, Raka membanting pintu dengan keras, membuat beberapa pelayan yang kebetulan lewat menoleh dengan kaget.

Brakkk

Den Raka, kenapa Tuan?" Salah satu pelayan bertanya.

"Raka hanya kecapean, jadi seperti itu." ujar Malik pelan, mencoba menenangkan para pekerja rumah.

Para pelayan pamit undur diri untuk segera istirahat karena hari sudah malam.

Malik masuk ke kamarnya sendiri dan langsung menuju meja tempat foto mendiang istrinya diletakkan.

Ia memandangi foto itu dengan mata berkaca-kaca. "Maafkan aku, sayang. Aku hanya ingin melanjutkan hidup bukan aku bermasud melupakanmu tapi Maria ada wanita yang baik dan soal permintaan kamu akan aku kabulkan sayang, dengan persetujuan Maria." bisiknya.

**

Di tempat lain Nadia Anindita sedang tersenyum dengan aksi kecilnya yang biasa dia lakukan.

Gadis itu tepat berdiri dipagar sekolahan di pagar rumahnya, memandang sekeliling untuk memastikan situasi aman. Melihat jalanan sepi, ia tersenyum lebar.

Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara deheman. Nadia menoleh dengan terkejut, mendapati seorang pria berdiri di dekatnya.

"Berani sekali, ya lo! Lo mau loncat di pagar ini!" ujar pria itu dengan nada datar.

Raka berdiri di sana, bersedekap dengan wajah tanpa ekspresi.

Nadia mendecih kesal. "Apa peduli lo, heh!"

Tanpa menjawab, Raka berjalan mendekat.

Dan menarik Nadia ke Ruang BK. Nadia terus berontak dari tarikan Raka dan semua siswa dan siswi melihat hal itu.

"Pasti deh, Nadia membikin masalah lagi!"

"Ya benar, capek bener melihat Nadia seperti itu, kasian Ayang Raka!"

"Untung Raka sabar ya."

**

Dalam sekejap, keduanya sudah berada di ruang BK. Guru BK menggeleng pelan sambil menatap Nadia.

"Nadia, lagi-lagi kamu membuat masalah," ujar guru itu dengan nada tegas.

Nadia hanya mendengus, menolak untuk bicara dengan wajah kesalnya.

Raka, yang duduk di sebelahnya, menyenggol pelan lengan Nadia sambil memasang wajah datar. "Diam saja, ya? Biasanya kamu cerewet dan mulut lo tidak bisa berhenti."

Nadia hampir saja membalas dengan suara keras, namun langkah seseorang yang masuk ke ruangan menghentikannya. Itu adalah Deni Anindita, Ayah Nadia.

"Maaf, Bu," ujar Deni dengan sopan. "Saya sudah diberitahu tentang masalah ini."

Guru BK mengangguk dan mempersilakan Deni duduk.

"Pak Deni, Nadia memang perlu diawasi lebih ketat. Kami sering mendapati dia melanggar peraturan sekolah."

Deni tersenyum tipis. "Saya benar minta maaf atas kelakuan anak saya. Saya akan lebih memperhatikannya lagi dan mohon kedepanya untuk lebih sabar menghadapi Nadia."

Guru BK akhirnya memberikan hukuman bagi Nadia untuk membersihkan toilet sekolah selama seminggu.

Nadia, yang mendengar keputusan itu, menggerutu sambil memasang wajah kesal. "Hukuman bersihkan toilet! Membuat gue bikin kesal saja!"

Nadia menoleh dengan wajah kesal untuk Ayahnya.

"Kenapa sih, Pa? Selalu aku yang disalahin, Papa juga tidak membela aku." Nadia begitu

kesal keluar dari ruangan BK.

Deni menatap anaknya dengan tajam. "Karena kamu memang salah, Nadia. Kamu harus bertanggung jawab atas yang kamu lakukan."

Nadia hendak membalas dengan suara keras, namun suara lain memotong.

"Kamu tidak sopan kalau bicara seperti itu sama Ayahmu," ujar Raka, yang tiba-tiba muncul di dekat mereka dengan wajah datar

Nadia menatap Raka dengan kesal, namun tidak berani membalas.

Sementara itu, Deni hanya tersenyum tipis yang samar menatap Raka yang bersede dada di tangan menatap Nadia dengan wajah tanpa takut.

Bersambung*

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ISABELLA: Dibelai Maut, Dicintai Takdir
9.2
Isabella terjerumus ke prostitusi kelas atas akibat pengkhianatan sang ayah. Saat menemukan cinta, duka justru menghampiri karena calon suaminya tewas misterius. Demi membalas dendam, ia menyelidiki kasus ini, hingga terungkap bahwa pembunuhnya adalah Ronald, pria pertama yang membelinya. Kini, Isabella terjebak pusaran konspirasi antar-keluarga yang mengancam nyawanya, sembari berjuang mengungkap rahasia jati diri aslinya.
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta
9.0
Sepuluh tahun bertahan tanpa cinta di sisi Arga membuat Amanda menyerah. Setelah masa kesepakatan mereka berakhir, ia bertekad membawa putrinya, Adele, pergi jauh. Hubungan dingin ini sempat menghasilkan kehamilan setelah satu malam Arga mabuk dan kehilangan kendali. Walau difasilitasi sebuah vila untuk melahirkan, Amanda harus menerima syarat kejam: anaknya dilarang memanggil Arga sebagai ayah. Arga tetap berlagak lajang di depan publik dan menegaskan tidak akan pernah mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Passionate Hubby
9.3
Di usia 22 tahun, Ayyana Binar Keana mendambakan pernikahan yang penuh kehangatan. Namun, realita berkata lain karena Biru Evaksa Aiden, suaminya yang berusia 29 tahun, mengidap kelainan medis tertentu. Kondisi ini membuat rumah tangga mereka yang berjalan sebelas bulan belum dikaruniai anak. Akibat sang suami tak bisa menunaikan nafkah batin, Ayyana pun masih menjaga kesuciannya. Hal ini memicu konflik mendalam di antara keduanya.
Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan
9.7
Pernikahan yang batal di hari H membuat July hancur hingga jatuh sakit. Namun, usai keluar dari rumah sakit, ia bertekad bangkit dan melupakan masa lalu yang kelam. Dalam upaya menyembuhkan luka hatinya, July justru menemukan kenyamanan baru. Ia mulai menjalin hubungan dekat yang tak terduga dengan David, sosok pengawal pribadi setia yang selalu ada untuk menjaga dan mendampinginya melewati masa-masa sulit tersebut.
Sampul Novel Terjerat Obsesi CEO Arogan
9.1
Pengkhianatan sang suami meninggalkan luka mendalam bagi Elena. Di tengah kepedihan, takdir mempertemukannya kembali dengan Karl, pria masa lalu yang kini menjadi CEO dingin. Hubungan satu malam di bar memicu obsesi posesif Karl, yang menuntut Elena segera bercerai agar bisa ia miliki sepenuhnya. Kini, Elena terjebak dalam dilema besar: menolak dominasi Karl yang berbahaya atau justru menyerah pada gairah penuh risiko yang menguji batas kewarasannya.