APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERJEBAK CINTA TUAN ANTARES

TERJEBAK CINTA TUAN ANTARES

Dunia Alenka Gealova runtuh setelah ayah tirinya tega menjual dirinya kepada Antares, seorang miliarder dingin dan angkuh. Di usia sembilan belas tahun, Alenka dipaksa menjalani pernikahan yang mengguncang batinnya, mengubah gadis ceria ini menjadi pemurung. Antares sendiri hanya menganggap pernikahan ini sebagai formalitas demi menjaga citranya di mata klien. Kini, Alenka harus berjuang bertahan di tengah tekanan pernikahan palsu yang menyesakkan ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

Hanya air mata yang Ale bisa persembahkan sejak mendekam di dalam kamar berukuran luas yang dipenuhi barang-barang mewah. Sungguh, ia tidak menyangka hidupnya yang baik-baik saja awalnya berubah drastis hanya karena lelaki yang bernama Dirga yang sekaligus ayah sambungnya itu.

Bagaimana ia menjalani hidup dengan tekanan dan air mata seperti sekarang ini? Usianya bahkan masih terlalu muda dan seharusnya sekarang ini, ia bersenang-senang dengan teman-teman kampusnya bukan meneteskan air mata tanpa henti di rumah bagai neraka itu.

Tuan Antares! Lelaki itu licik pada orang yang lemah.

Bagaimana ia bertahan?

Krek

Pintu terbuka. Ale menghapus air matanya, menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya lalu berpura-pura tidur. Itu adalah hal terbaik yang ia pikirkan dari pada berurusan dengan lelaki bernama Antares.

Nama yang aneh!

"Nona Alenka," panggil seseorang lembut. Suara seorang perempuan.

Terdengar ketukan antara sepatu dengan lantai menandakan jika pemilik langkah kaki itu semakin mendekat ke arah Ale.

Ale menghela napas pelan, berharap perempuan itu tidak akan memaksanya untuk menemui Antares atau hal.lain yang ia tidak sukai.

"Nona Alenka. Waktunya makan malam." Suara perempuan itu terdengar lagi.

Ale masih memilih diam dan berupa-pura tidur.

"Saya membawa makan untuk Nona Alenka. Setelah selesai makan malam, akan ada yang datang ke sini untuk mendandani Nona Alenka. Cepatlah dimakan makanannya."

Slepp

Selimut disingkap oleh perempuan itu dan terlihat jelas Alenka yang tidak tidur.

"Berhenti berpura-pura tidur. Jika Nona Alenka ingin baik-baik saja, cepat makan. Jangan membantah Tuan Antares. Saya tidak bisa membantu Anda jika Tuan Antares sudah menggunakan kekerasan nantinya." Perempuan yang entah siapa namanya itu memberi isyarat agar segera bangun.

"Aku mau pulang!" teriak Ale seraya menolak untuk bangun.

"Nona Alenka. Jangan sampai Tuan Antares yang datang ke sini. Karena jika dia yang datang ke sini, Anda bisa dalam masalah besar." Perempuan itu kembali memperingati.

"Tapi–"

"Jika ingin selamat dari kekerasan fisik dan mental yang akan diberikan Tuan Antares ke Anda, mending Nona Alenka mendengarkan saya. Saya hanya bisa membantu dengan nasihat seperti ini."

Ale terpaksa bangkit lalu dengan malasnya dia memakan makanan yang dibawa oleh pelayan cantik itu.

"Untuk apa datang si perias ke sini?" tanya Ale penasaran. Meskipun ia benci dengan segala hal yang terjadi kepadanya, tapi bukan berarti ia tidak berhak untuk tahu apa yang sedang ada di depannya saat ini.

"Untuk merias Anda," sahut perempuan itu dengan nada suara yang lebih lembut lagi.

"Kenapa?" Ale mengaduk-aduk makanannya. Ia tidak selera sama sekali untuk menelan makanan yang ada di hadapannya.

"Tuan Antares ingin memberi kejutan kepada Anda."

"Kejutan?" Ale menyudahi makannya.

"Iya, kejutan." Kening perempuan itu mengerut. "Kenapa tidak dilanjutkan makannya? Nona Alenka baru makan sedikit."

"Aku kenyang." Ale membaringkan kembali tubuhnya.

Helaan napas perempuan itu terdengar. "Baiklah." Lalu mengambil piring yang masih menyisakan makanan itu dan memilih membawa keluar kamar. Sebelum itu, ia menoleh kepada Ale.

"Nama saya Velove. Nona Ale bisa memanggil saya dengan nama Ve. Jika butuh sesuatu, tekan saja bel yang ada di atas kepala ranjang dan saya akan datang." Menjelaskan panjang lebar tentang dirinya lalu pergi keluar kamar.

Ale memutar bola matanya malas. Perempuan itu terlihat seusia dirinya dan juga sangat cantik. Bagaimana bisa menjadi pelayan di rumah besar Natares yang kayak neraka.

Apa dijebak juga?

Apa dijual?

Atau memang sengaja menjual harga diri?

Ale menggelengkan kepalanya berkali-kali untuk melepas pikiran bodohnya itu. Ia tidak boleh memikirkan hal negatif pada orang yang belum ia kenal dengan baik.

Tidak boleh.

Kecuali kepada Antares!

***

"Dia tidak makan?" Antares menatap Ve dengan datar.

Ve tersenyum sekilas. "Sedikit, Tuan. Mungkin dia masih shock sehingga terlalu cepat kenyang."

"Jangan mengelabui saya, Ve. Kamu tahu siapa saya, kan?" Antares masih menatap Ve datar.

Ve mengangguk. "Saya kenal betul, Tuan. Saya tidak mungkin mengelabui Anda. Dia memang makan, tapi hanya sedikit saja."

"Baiklah!" Antares percaya kepada Ve. Velove adalah salah satu yang ia percaya dari sekian banyak orang di sampingnya. Perempuan yang ia selamatkan dari perdagangan ilegal yang dikirim ke luar negeri untuk menjadi pekerja komersial atau simpanan dan lainnya.

Ve bekerja untuknya setelah itu. Mungkin sebagai rasa terima kasih perempuan muda itu.

Bisa jadi!

"Antarkan mereka ke kamar Alenka setelah kamu membawa ke belakang piring kotor itu."

Ve menoleh ke arah dua perempuan yang duduk di sofa tepat di hadapan Antares.

Tunggu, sepertinya satu perempuan dan satu lagi perempuan bukan, lelaki juga dipertanyakan.

"Ve." Antares menyebut nama Ve yang lagi melamun.

"Oh, iya, Tuan." Ve segera menuju ke belakang untuk meletakkan piring kotor. Selang beberapa menit setelahnya, ia kembali sembari memberi isyarat agar dua orang tamu itu mengikutinya.

Mereka berjalan menuju kamar yang ditempati Ale.

Krek

Membuka pintu sembari mempersilakan keduanya masuk.

"Nona Alenka," panggil Ve kepada Ale yang tertidur.

Ale masih belum membuka mata.

"Nona Alenka!" Ve berteriak. Berharap dengan teriakannya bisa membuat Ale bangun.

Benar saja. Ale mengerjap dan mengucek matanya berkali-kali.

"Ada apa?" tanya dengan bingung.

"Anda tertidur?" tanya Ve.

Ale mengangguk.

"Sebaiknya cuci muka Anda di kamar mandi." Ve membantu Ale menuju kamar mandi.

Ale yang berada di kamar mandi menghela napas. Ia mengedarkan pandangannya di kamar mandi luas itu, tapi tidak ada jalan sedikit pun untuk melarikan diri.

Ia pasrah!

Entah apa yang akan terjadi padanya setelah ini?

Ale segera membasuh muka. Setelah merasa sudah lebih segar, ia kembali keluar.

"Silakan duduk." Salah satu dari dua penata rias itu menyuruh Ale duduk di depan kaca.

Ale yang belum mengerti dengan apa yang akan terjadi hanya bisa mengangguk. Duduk seraya memejamkan mata sesuai arahan.

Ale mulai merasakan jari-jari menari di atas wajahnya. Entah apa yang keduanya lakukan, yang jelas ia merasakan wajahnya yang seperti tertimpa beberapa beban.

Cukup lama ia memejamkan mata bahkan sampai tertidur. Berapa jam? Sejam? Dua jam? Entahlah. Ia terbangung saat tepukan halus mendarat di bahunya.

"Nona Alenka, bisa bangung buka mata sekarang."

Ale membuka mata dan betapa kagetnya dirinya saat menyaksikan seseorang di depannya. Ah, di dalam kaca. Bukan, tepatnya pantulan di kaca. Ale menyentuh wajahnya.

Benarkah itu dia?

Sangat cantik!

Ale tersenyum lalu menoleh pada dua perias itu. "Ini aku?"

Keduanya mengangguk seraya tersenyum.

"Tentu." Salah satunya menjawab.

"Aku tidak menyangka bisa secantik ini."

"Nona Alenka cantik bahkan sebelum berdandan." Ve menyahut.

Ale melirik Ve dan kemudian bertanya. "Ya, aku tahu." Ale memuji dirinya sendiri. "Tapi aneh."

Ketiga orang di kamar itu menatap fokus pada Ale.

"Make up ini seperti make up pengantin." Menatap wajahnya kembali ke cermin. "Jangan bilang kalau–"

"Ya, Nona Alenka akan menikah," potong Ve.

"Silakan ganti pakaian." Perempuan atau bisa dibilang separuh perempuan separuh lelaki itu mengeluarkan gaun putih dari tas besar dan kemudian menyerahkan kepada Ale.

Ale menggeleng. "Aku gak mau menikah." Lantas mendorong separuh lelaki separuh perempuan itu hingga menabrak Ve. Kesempatan diambil oleh Ale untuk kabur.

Ale berhasil melewati pintu kamar dan keluar dari sana.

Ve yang menyadari segera menyusul, tapi Ale sudah terlalu jauh.

Ale yang kebingungan di mana dia berada hanya bisa mematung. Rumah Antares terlalu banyak pintu sehingga ia bingung pintu mana yang harus ia lewati untuk keluar dari rumah besar itu.

Seperti labirin saja.

"Nona Alenka!"

Terdengar suara Ve membuat Ale mendorong pintu di depannya. Ia yakin jika pintu itu akan membawanya keluar lantaran dari celah-celah ventilasi terpantulkan cahaya.

Namun, yang didapatkan olehnya adalah sapaan dari seseorang yang terdengar datar dan dingin.

"Mau kabur?"

Deg

Ale melotot. Di depannya ada Antares. Lelaki itu menyeringai ke arahnya.

Ale mematung. Seketika seluruh tubuhnya lemas seolah tulangnya seperti jeli yang siap lunglai ke bawah.

"Tuan, maaf." Ve yang datang dengan napas ngos-ngosan menundukkan kepala seraya menarik tangan Ale untuk mengikutinya kembali ke kamar perempuan itu.

"Biar saya saja, Ve."

Antares bangkit dari duduknya lalu mendekat. Menggenggam kuat tangan Ale lalu memaksa mengikuti langkahnya.

"Sakit," cicit Ale.

Antares tidak peduli. Saat mereka tiba di kamar, Antares mendorong Ale hingga terjatuh di atas tempat tidur.

"Kenakan gaunnya sekarang!" perintah Antares.

"Tidak mau!" tolak Ale.

"Tidak mau?" Antares mendekat, menggenggam ujung dress yang dikenakan Ale lalu dengan sekali hentakan dress itu koyak hingga menunjukkan tubuh Ale.

"Kamu!" Ale marah.

"Saya bisa melakukan lebih dari ini!" peringat Antares.

Ale menangis. Terpaksa ia mengenakan gaun pernikahan itu. "Aku gak mau nikah." Kalimat itu diucapkan olehnya seraya memakai gaun.

Antares tidak peduli. Lelaki itu malah fokus pada tubuh Ale yang aduhai.

Ia spontan menelan ludahnya lalu kemudian menghela napas.

"Ve, kalau sudah selesai. Segera ke bawah."

"Baik, Tuan." Ve menyahut.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Sejak kecil, Iris diadopsi oleh keluarga Stewart dan tumbuh menjadi kekasih rahasia dari pamannya, Vincent. Di balik reputasi playboy-nya, CEO itu bersikap sangat dingin pada Iris. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak Vincent demi pernikahan bisnis. Ingin lepas dari penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun di hari pernikahan, Vincent justru datang bersimpuh dan memohon agar Iris tidak pergi.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Berbekal kecerdasan dan kerja keras, Jonathan Smith sukses keluar dari jerat kemiskinan hingga menjelma sebagai miliarder nomor satu di kota Rivera. Kendati dihujani berbagai serangan dari rival bisnis serta musuh yang ingin menggulingkannya, posisinya di puncak tidak pernah goyah. Imperium bisnis miliknya justru kian kuat dan tak tertandingi sejak ia resmi dilantik menjadi Perdana Menteri. Kini, Jonathan dengan mutlak mengendalikan segalanya dari takhta kekuasaan tertinggi.
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Hidup penulis naskah terkenal, Megan White, berubah drastis setelah kecelakaan tragis yang menimpanya. Ia terbangun di kediaman mewah milik seorang miliarder dingin bernama Riley Charles. Secara mengejutkan, Riley langsung mengklaim Megan sebagai istrinya. Kini, ketenangan hidup Megan sirna sepenuhnya karena ia terjebak dalam status baru sebagai nyonya di istana megah Riley yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
8.4
Dunia Nia runtuh saat kehamilannya diketahui publik. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ditolongnya menawarkan pernikahan dengan Dion, seorang duda beranak satu. Nia menerima demi menyelamatkan masa depannya. Namun, takdir berkata lain ketika ia menyadari bahwa keluarga suami barunya ternyata berhubungan erat dengan pria yang telah menghamilinya. Kini, Nia terjebak dalam dilema besar mengenai kejujuran dan penerimaan sang suami terhadap janin di rahimnya.
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.