APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TERJEBAK CINTA TUAN ANTARES

TERJEBAK CINTA TUAN ANTARES

Dunia Alenka Gealova runtuh setelah ayah tirinya tega menjual dirinya kepada Antares, seorang miliarder dingin dan angkuh. Di usia sembilan belas tahun, Alenka dipaksa menjalani pernikahan yang mengguncang batinnya, mengubah gadis ceria ini menjadi pemurung. Antares sendiri hanya menganggap pernikahan ini sebagai formalitas demi menjaga citranya di mata klien. Kini, Alenka harus berjuang bertahan di tengah tekanan pernikahan palsu yang menyesakkan ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Sah?"

"Sah!"

Ya, seketika dalam beberapa jam Ale sudah menjadi seorang istri. Istri dari lelaki arogan bernama. Antares Gumilang Dhananjaya.

"Tuan Antares, Anda sudah bisa mencium kening istri Anda." Lelakinyang menjadi oenghulu nikah itu memberi aba-aba kepada Antares.

Ale menelan ludahnya susah payah lalu kemudian menunduk. Sementara Antares hanya diam dengan gerakan lambat menghadap kepada Ale. Lantas setlah itu ia mendaratkan kecupan di kening Ale dengan cepat.

"Semoga kalian bahagia hingga kelak sampai akhir hayat."

Ale tidak peduli dan tidak mau mendengar apa yang dikatakan penghulu itu.

Bahagia apa? Apakah memaksa menikah itu bisa dikatakan adalah kebahagiaan?

Bulshit!

"Terima kasih, Pak Penghulu." Antares tersenyum kepada lelaki tua itu. Ale yakin senyum itu terpaksa. Mana mungkin lelaki licik itu bisa tersenyum tulus. "Orang saya akan menemani Anda keluar dari sini."

Ale kaget.

Apa Antars mengusir penghulu itu? Apa orang kaya semaunya melakukan hal yang menurut mereka tidak salah padahal itu salah?

"Kai!" Suara Antares meninggi.

Lelaki bermama Kai itu tiba di depan Antares dengan gagahnya. Ale pernah melihat lelaki itu, tapi entah di mana.

"Urus Pak Penghulu. Berikan bayarannya seperti apa yang telah tersepakati."

Kai mengangguk.

"Dan kamu."Menunjuk kepada Ale. "Ikut saya."

Ale membisu tanpa berani mengeluarkan kata-kata saat Antares menggandeng tangannya dan membawa menuju kumpulan orang yang entah siapa saja. Ia tidak ingin gaun pengantin yang cantik itu dikoyak oleh tangan jahil itu. Bukan karena takut koyak karena cantiknya melainkan takut jika tubuhnya tampak di depan semua orang jika tangan Antares bermain di gaun itu.

Ada beberapa orang di depannya saat ini. Terlihat jelas jika orang-orang itu adalah orang penting. Mereka memakai jas dan juga gaun mewah yang mungkin keluaran baru dan terbatas.

Astaga!

Para orang kaya.

"Antares!"

Seorang perempuan berteriak memanggil nama Antares. Lelaki itu dan juga Ale menoleh pada sumber suara. Terlihat seorang perempuan cantik, anggun sekaligus seksi berjalan ke arah mereka dengan senyum lebar.

Ale menelan ludah. Betapa cantiknya perempuan itu layaknya seperti bidadari.

Apakah kayangan sedang kosong saat ini karena bidadari turun ke bumi?

Lupakan.

"Selamat atas pernikahan kamu." Perempuan itu mengulurkan tangan.

Antares hanya menatap tanpa berkedip pada perempuan itu.

"Terima kasih." tanpa menyambut uluran tangan itu.

Ale sempat mengulum senyum. Ternyata Antares memang sudah mendarah daging menjadi orang dingin dan arogan. Namun, pertanyaan, siapa perempuan cantik itu.

"Aku gak nyangka kalau kamu menikah secepat itu."

Antares yang tadinya sudah kembali fokus pada yang lain, kini menoleh kepada perempuan itu lagi.

"Aku kira, kamu akan tetap memilih menjadi lajang."

Antares menuguk minumn yang ada di tangannya. "Kenapa harus melajang jika sudah ada yang tepat." Antares menjawab.

"Yang tepat? Masa? Bukankah kamu hanya mencintai aku saja?"

Antares mengulum senyum. Lelaki itu pandai sekali menutupi rasa amarah yang menderanya saat ini. "Mungkin dulu sebelum saya mengenal istri saya yang sekarang. Alenka adalah perempuan yang saya cintai dan wajar jika saya menikah, kan?"

Perempuan itu diam. Terlihat ada amarah yang menghantam dirinya.

"Untuk apa saya terus mencintai perempuan yang sudah memilih menjadi istri simpanan lelaki tua? Tidak menguntungkan untuk saya."

Perempuan itu merasa malu. Ia melirik kanan dan kiri lalu fokus pada Antares.

"Kamu!"

"Kamu yang memulai Clarisa," potong Antares. Antares benar-benar mempermalukan Clarisa di depan orang banyak. "Kamu menjalin hubungan dengan saya, lalu kemudian memilih menjadi simpanan ayah saya. Di mana harga diri kamu? Bahkan lelaki itu masih memiliki iatri sah."

"Cukup Antares!"

Antares mengangguk. "Oke. Cukup!" Meraih tangan Ale lalu berpamitan kepada yang lain. "Kami ke sana dulu."

Ale hendak mengeluh sakit lantaran tangannya dicekal kuat oleh Antares. Namun, karena mereka di muka umum maka ia memilih diam saja.

"Ve!" Antares berteriak memanggip Ve.

Seketika perempuan itu datang dengan langkah berlari.

"Ya, Tuan."

"Pantau terus Clarisa. Jika dia melakukan hal aneh, suruh pengawal mengusirnya."

"Baik, Tuan." Ve berlalu meninggalkan keduanya.

Kini tinggal Antares dan Ale.

"Masuk ke kamar kamu." Antares menyuruh Ale segera masuk ke kamar.

Ale mengangguk.

"Yang kamu dengar tadi itu hanya kebohongan semata. Jangan merasa kamu beruntung."

Ale mengangguk.

"Kamu adalah jaminan. Kapan saya bosan, kamu akan saya buang."

Ale tidak mengangguk mendengar kalimat itu. Sungguh sangat menyakitkan. Seperti sampah saja, karena tidak diperlukan maka akan dibuang.

Ya, Tuhan. Apa dosa yang telah ia perbuat di masa lalunya sampai terjebak dalam pernikahan dengan Antares?

***

Anteres terduduk di sofa ruang kerjanya. Di tangannya ada sebotol minuman beralkohol, anggur merah.

Glup glup glup

Antares meninum tanpa menggunakan gelas, langsung dari botol. Tidak ada wibawa sama sekali layaknya orang gila yang kehausan minuman beralkohol.

Antares menghabiskan separuh lalu kemudian melempar ke lantai.

Prang

Pecah berserakan. Bahkan isinya memberi jejak di lantai.

"Clarisa, sialan! Kenapa dia bisa datang ke pernkahan saya. Siapa yang memberitahukan ke dia?" Antares memijit pelipisnya.

Jika boleh ia jujur. Perasaannya kepada perempuan itu utuh. Namun, mengingat apa yang sudah Clarisa lakukan, rasa jijik, marah dan murka bercampur menjadi satu. Mereka menjalin hubungan selama tiga tahun dan Antares tidak menyangka selama itu pula, Clarisa menjalin hubungan gelap dengan ayah Antares.

Antares benci lelaki tua itu setelah tahu kebenarannya apalagi saat Clarisa memilih sang ayah. Antares ingin memberitahu ibunya, tapi ia tidak tega lantaran ibunya terlalu bahagia bersama sang ayah. Ayahnya yang pandai berakting atau ibunya yang bodoh? Entahlah!

Tok

Tok

Tok

Terdengar ketukan di pintu. Antares mengubah ekspresinya menjadi datar kembali.

"Masuk!" perintahnya.

Ia yakin yang mengetuk itu jika bukan Ve pasti Kai. Hanya dua orang itu yang berani masuk ke ruang kerjanya. Pengawal lain akan menemuinya di ruang rapat atau di ruang tamu!

"Tuan." Itu Kai.

"Ya?" Antares menyahut singkat.

"Di luar ada Taun Feraldy Dhananjaya." Kai menyahut.

Antares mengepalkan jari-jarinya.

"Untuk apa dia datang ke sini?"

Kai menggeleng. "Saya tidak tahu, Tuan."

"Sendirian?" tanya Antares lagi.

"Bersama Nyonya Melati Dhananjaya," sahut Kai..

Antares meluluhkan ekspresinya saat nama sang ibu disebut. Ia tidak boleh menunjukkan amarahnya di depan perempuan yang sudah melahirkannya itu dengan cinta.

"Saya akan segera ke sana." Antares keluar dari ruang kerjanya menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.

Saat ia menuju ruang tamu, sambutan hangat diberikan oleh sang ibu. Seperti anak kecil, Antares masuk ke dalam pelukan sang ibu.

"Ibu merindukan putra kecil ibu ini." Antares tersenyum mendengar itu.

Umurnya sudah 33 tahun dan bagi sang ibu, dirinya masih putra kecil berusia 5 tahun. Antares membantah? Tidak! Ia tidak ingin ibunya menangis lalu kecewa padanya. Jadi, ia membiarkan ibunya menganggap dirinya seperti apa saja asalkan masih bisa ia terima dengan akan sehat.

"Saya juga." Antares membalas.

Cup

Cup

Lelaki arogan mendapatkan ciuman di kedua pipinya.

"Ibu tidak menyangka jika putra ibu menikah malam ini. Kenapa tidak memberitahu?" Melati protes.

Antars menggaruk kepalanya. Niatnya tidak ingin menunjukkan Alenka ke keluarganya sebagai istri. Ia menjadikan Alenka istri di depan rekan kerjanya saja, tapi ia tidak punya pilihan sekarang selain menjelaskan dengan belokan kanan kiri agar ibunya tidak kecewa.

"Maaf, Bu. Niat saya awalnya mau memberitahu Ibu sama Ayah ketika resepsi. Tapi, ya … sudah terlambat. Semua sidah ketahuan."

"Ayah tidak menyangka anak ayah ini bisa menaklukan perempuan lain di hidupnya."

Antares menyeringai kepada ayahnya. "Kenapa tidak? Saya punya uang, punya jabatan punya harga diri dan tentu saja tampan. Perempuan akan datang tanpa harus saya rayu." Itu sindiran untuk sang ayah.

Feraldy tertawa. "Kamu memang putraku. Nyatanya kita berhasil meluluhkan wanita cantik."

Antars paham. Wanita cantik yang dimaksud bukanlah sang ibu melainkan wanita lain. Ya, pasti Clarisa.

"Mungkin sama, tapi mungkin juga beda."

Melati menyudahi adu mulut ayah dan anak itu. "Sudahlah, Ayah. Jangan terus pamer kehebatan saat meluluhkan hati ibu. Gak baik loh."

Feraldy tertawa seraya mengecup pipi istrinya.

Cup

"Kamu yang terbaik, Sayang." Feraldy memuji istrinya sampai wajah sang istri merona layaknya tomat.

Rasanya Antares ingin muntah. Apa yang ditunjukkan ayahnya kepadanya saat ini? Atau ayahnya mengajak perang dingin? Dia siap.

"Ibu boleh melihat istri kamu?" tanya Melati.

Antares menghela bapas pelan. "Dia sudah tidur, Bu. Terlalu lelah."

"Ah, maaf. Ibu lupa jika kedatangan kami terlalu malam ke sini."

"Menginaplah." Antares memberi saran. "Besok pagi Ibu dan Ayah bisa bertemu dengannya."

"Mungkin hanya ibumu, Antares."

Antares menaikkan sudut bibirnya. Ia yakin ayahnya menolak untuk menginap. Kebiasaan! Pasti saat menginap, maka sang ayah memilih ke rumah simpanannya.

"Ayah harus ke Bandung malam ini. Besok pagi ada rapat."

Alasan konyol.

Antares mengangguk. "Baiklah, Yah. Semoga selamat sampai tujuan. Hati-hati jangan sampai mendapat halangan di jalan."

Entah peringatan atau hanya sekedar pengingat saja. Antares berhasil membuat Feraldy merinding.

"Ayah pamit."

Cup

Feraldy mengecup kepala sang istri. Antars hanya menatap tanpa berkedip.

Setelah Feraldy pergi, Antares fokus pada sang ibu. "Ibu sudah makan?" tanya Antares lembut pada Melati.

"Sudah, Nak." Melati menyahut.

"Mari saya antarkan ke kamar." Antares menggandeng tangan Melati menuju kamar yang baisa ditempati sang ibu saat bertamu ke rumah sang anak.

"Apa menantuku cantik?" Melati mengulum senyum ketika bertanya.

"Tentu. Dia sangat cantik. Ibu akan suka saat melihatnya."

Melati mengangguk. "Ibu tidak sabar menunggu esok."

"Tidurlah, Bu."

Cup

Antars mengecup kening Melati yang berbaring sembari menyelimuti sebatas dada.

"Jaga istrimu baik-baik." Melati berpesan.

"Tentu, Bu." Antares keluar dari kamar sang ibu.

Saat matanya menangkap kamar Ale, Antares memilih membelok.

"Tuan Antares?" Ve yang baru keluar dari kamar Ale menyapa.

"Dia sidah tidur?" tanya Antares.

"Sudah, Tuan. Harus berjuang keras. Dia terus berusaha kabur."

"Jaga dia jangan kabur. Dia tidak boleh pergindari rumah ini jika bukan aku yang menyuruhnya pergi."

"Baik, Tuan."

Antares lalu kembali melanjutkan langkahnya dan kali ini memilih kembali ke kamarnya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Sejak kecil, Iris diadopsi oleh keluarga Stewart dan tumbuh menjadi kekasih rahasia dari pamannya, Vincent. Di balik reputasi playboy-nya, CEO itu bersikap sangat dingin pada Iris. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak Vincent demi pernikahan bisnis. Ingin lepas dari penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun di hari pernikahan, Vincent justru datang bersimpuh dan memohon agar Iris tidak pergi.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Berbekal kecerdasan dan kerja keras, Jonathan Smith sukses keluar dari jerat kemiskinan hingga menjelma sebagai miliarder nomor satu di kota Rivera. Kendati dihujani berbagai serangan dari rival bisnis serta musuh yang ingin menggulingkannya, posisinya di puncak tidak pernah goyah. Imperium bisnis miliknya justru kian kuat dan tak tertandingi sejak ia resmi dilantik menjadi Perdana Menteri. Kini, Jonathan dengan mutlak mengendalikan segalanya dari takhta kekuasaan tertinggi.
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Demi menemukan cinta sejati, Benni Handoko yang berasal dari keluarga terpandang rela menyamar sebagai pelayan toko. Namun, takdirnya berubah drastis ketika ia mendapati Mulan, seorang gadis penari, berada di ranjangnya setelah acara jamuan keluarga. Mulan ternyata merupakan cucu sahabat nenek Benni yang sempat hilang. Walau mereka telah dijodohkan, hubungan keduanya tidak berjalan mulus dan penuh rintangan. Sanggupkah mereka menjaga cinta di tengah badai konflik yang menerpa?
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Hidup penulis naskah terkenal, Megan White, berubah drastis setelah kecelakaan tragis yang menimpanya. Ia terbangun di kediaman mewah milik seorang miliarder dingin bernama Riley Charles. Secara mengejutkan, Riley langsung mengklaim Megan sebagai istrinya. Kini, ketenangan hidup Megan sirna sepenuhnya karena ia terjebak dalam status baru sebagai nyonya di istana megah Riley yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel Istri Lugu Presdir Dingin
8.4
Dunia Nia runtuh saat kehamilannya diketahui publik. Di tengah keputusasaan, seorang wanita yang pernah ditolongnya menawarkan pernikahan dengan Dion, seorang duda beranak satu. Nia menerima demi menyelamatkan masa depannya. Namun, takdir berkata lain ketika ia menyadari bahwa keluarga suami barunya ternyata berhubungan erat dengan pria yang telah menghamilinya. Kini, Nia terjebak dalam dilema besar mengenai kejujuran dan penerimaan sang suami terhadap janin di rahimnya.
Sampul Novel Kehidupan Malam Mendatangkan Cinta
8.2
Demi melunasi utang dan biaya medis ibunya, Maudy terpaksa mengambil pekerjaan misterius berbayar tinggi. Keputusan ini menyeretnya ke dunia malam kota Alka, tempat ia harus bertahan hidup di sebuah lokalisasi. Tak disangka, Maudy justru jatuh cinta pada seorang pria kaya yang ternyata pemilik tempat tersebut. Hubungan asmara mereka pun harus menghadapi berbagai rintangan berat yang tak terduga.