APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman

Terjebak Cinta Ketua Preman

Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Min, gue udah gituan ...."

Saat aku mengucapkan itu, ya, semua memang sudah terjadi. Mungkin mulai sekarang, aku tidak lagi berada dalam gelembung impian. Kenyataan di depan mata sudah terbentang.

"A apa maksudmu?" Mina Hensel-sahabatku itu bertanya seakan tak percaya. Matanya melebar dan fokus menatapku.

Aku pun gugup, mengalihkan pandangan darinya dan beralih lagi ke bantal, lalu mencubitnya.

"Ada yang ambil keperawanan gue," kataku datar, berusaha terdengar acuh tak acuh. Namun dalam hati, sebenarnya memang sangat gugup.

Dia terlihat tersentak, tetapi selain itu, aku tidak mendengar apa-apa darinya. Hening. Degup jantung terdengar sangat kencang, mungkin karena asrama ini sangat sepi dan sunyi.

Kuangkat pandangan dari bantal, lalu melirik ke arahnya. Mina menatap, dengan mata terbelalak. Mulutnya terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata yang keluar. Dia menggeleng.

"Gue serius tauk!" kataku.

Dia terus menggeleng. "Hilih ... gak mungkin," katanya, seakan lebih tahu dariku. "Gue itu dah lama kenal lo, Amel!"

Sambil mendesah, aku bersandar di sofa dan meletakkan kaki di atas meja. “Tapi emang beneran, Min. Gue udah pernah gituan. Gue udah gak perawan," balasku dengan suara rendah.

Mina dan aku berteman sejak tahun pertama kuliah. Kami menjadi akrab karena tinggal sekamar-di asrama. Sifat serupa satu sama lain, menjadi sebab mengapa kami bisa cepat sekali akrab. Kami bersikap riang dan sangat menyukai pesta. Namun, meski pikiran dan pakaian sangat bebas, kami berdua ingin tetap suci sebelum menikah. Ya, sebenarnya kami ingin menikah dulu sebelum berhubungan. Mina pasti tahu seberapa kuat pendirianku. Jadi wajar jika dia tidak percaya, ketika kubercerita. Meskipun begitu, aku tetap ingin ini masih sebuah mimpi-ketika terbangun. Namun, ternyata memang bukan.

"Ke ... kenapa bisa sih? Kapan kejadiannya?" tanya Mina lagi.

"Ingat gak, waktu pesta terakhir di goa?"

Mina mengangguk. Goa-bar elite yang populer-tentu saja, mudah sekali diingat karena saat itu adalah pesta terakhir. Semua yang akan lulus kuliah hadir sebelum ujian, sekitar empat minggu yang lalu.

Aku melanjutkan, "Waktu itu kan lo pulang duluan, dan lo bersikeras gue harus tinggal. Gue nurut dong. Saat itu ada yang ngasih gue minum dan pas ada guru, semuanya kabur. Badan gue jadi terasa sangat panas, karena itulah gue buka baju. Karena mabuk, gue joget sama seseorang dan menciumnya. Abis itu gak tahu lagi apa yang terjadi. Setelah bangun, ada beberapa cowok di samping gue, telanjang. Ada noda darah di seprai dan anu gue sakit.”

"Waktu lo pulang pagi-pagi itu, kan bilang kalo lo tidur sama teman joged," katanya sinis.

Aku membungkuk. "Gue bohong," jawabku seraya menggigit bibir bawah, kebiasaan yang biasa kulakukan, setiap kali merasa bersalah atau tegang.

"Ya Tuhan, Amel. Itu kan udah sebulan yang lalu, dan lo baru ngasih tau gue sekarang!?"

"Iya iya, maaf."

Mina berdiri. Dia mulai mondar-mandir. "Benar-benar sulit dipercaya. Gue cuma gak bisa ... kita kan tahu, Mel, meskipun mabuk, lo gak akan ngebiarin siapa pun sentuh kulit lo."

"Ya. Gue juga mikirnya gitu, Min. Gak tahu kenapa sekarang kek gini."

Mina menghela dan berhenti maju mundur. "Oh jadi lo dibius!? Ya Tuhan! Jadi si bajingan itu mencekoki terus nikmatin tubuh lo? Gue pasti bakal ngebunuh dia, kenapa lo baru bilang sekarang, Amel? Harusnya bajingan itu udah di penjara sekarang!"

Sambil menggeleng dengan panik, aku menatap matanya. "Lo salah paham, Mina." Aku menghela, menekuk lutut dan melingkarkan tangan di kakiku. Seraya meletakkan dagu, aku berkata, "Orang lain yang minumin, tetapi laki-laki yang tidur sama gue, kebetulan ada di sana. Gue yang deketin. Nempelin tubuh ke tubuhnya, dan memulai kecupan. Gue yang benar-benar gatel!" Aku berseru dan tertawa meski tak lucu.

"Jangan bilang kayak gitu, Mel." Mina duduk di sebelahku-di sofa. Menghadapku dan melanjutkan, “lo itu dibius, jadi bukan diri lo sendiri." Dia mengintip di bawah bulu matanya, memberi tatapan yang membuatku semakin gugup. Sepertinya, dia akan mengajukan pertanyaan yang paling kutakuti.

Ya Tuhan Ya Tuhan ... tolong jangan tanya itu ....

"Dia siapa?"

Akhirnya dia menanyakan sesuatu yang membuat seluruh tubuh membeku. Detak jantung semakin cepat. Aku berkeringat sambil menggigit bibir. Haruskah aku memberi tahu Mina? Bagaimana reaksinya jika tahu siapa lelaki itu? Astaga, sepertinya aku akan mati. Tidak mungkin aku memberitahunya, karena si ....

"Sehat?" Mina bertanya, dia mengangkat alis dan melipat tangan di dada.

Karena tenggorokan kering, aku menelan ludah. Ya Tuhan ... apakah dia bakal menganggapku hina?

"si siapa?" Aku bertanya dengan bodoh.

Mina menyipitkan mata, sepertinya dia tahu apa yang kucemaskan.

"Siapa yang petik mawar lo?"

Mataku terbelalak mendengarnya. Kami saling memandang. Setelah itu, kami berdua tertawa. Aku tertawa sangat keras sampai sakit perut. Ketegangan yang terasa, menjadi hilang selamanya.

"Harusnya lo nangis ...," kataku saat akhirnya bangun dan menyeka mata. Aku menangis tersedu-sedu.

"Ya, gue tau." Dia menyeringai. "Jadi, siapa pemetik mawarnya?"

Kutampar wajahnya dengan bantal. Aku tersadar dan menatapnya dengan tegas. "Jadi gimana? Masih mau berteman sama gue?"

"Anj ...."

Aku menarik napas dalam-dalam. Apakah persahabatan kami akan berakhir? Seorang sahabat pergi. Ya Tuhan, aku akan berakhir tanpa teman, sampai mencapai usia sembilan puluh tahun, kemudian hanya kucing yang bersamaku.

Aku berhenti berpikir, ketika sesuatu mengenai bantal di wajahku. Sepertinya Mina melempar sesuatu. Aku memelototinya lalu membungkuk, mengambil bantal di lantai dan kuletakkan di pangkuan.

"Amel, jangan kebanyakan drama, siapa sih dia?"

"Handoko."

"Apa?"

"Iya si Handoko."

"Handoko si Buaya itu?"

Aku meringis dalam hati. "Ya."

Aku tidak melihat ke atas, takut, tidak ingin melihat rasa jijik dan kasihan dalam reaksi Mina. Kami berdua tahu, aku sekarang berada di daftar panjang wanita, yang telah tidur dengan Handoko.

Handoko Wijaya-si Playboy yang disebut Mina tadi. Aku tidak mungkin membantah, karena memang itu benar. Handoko adalah waria, tidak melakukan hubungan, dan nge-ses walau hanya sekali. Namun tetap saja, banyak wanita menginginkannya. Getaran misteriusnya menambah daya tariknya. Wanita menganggapnya seksi dan tentu saja, mereka berlomba-lomba, siapa yang beruntung mengetahui kebenaran Handoko Wijaya.

Dia seperti rasa mentol bagi wanita, dan dia pun menyadarinya. Nah, dengan penampilan dan kekayaan setengah dewa sempurna, siapa yang tidak menginginkannya? Mungkin aku tidak, tidak pernah tertarik padanya. Tidak pernah delusi seperti wanita lain, yang berharap mendapatkan perhatian dan bisa mengubahnya. Tidak! Tidak pernah. Namun, sungguh ironis karena Handoko-lah yang mendapatkan keperawananku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Sejak kecil, Damon hidup dalam bayang-bayang kutukan misterius. Meski sang ayah mengisolasinya dari dunia luar, ia justru tumbuh menjadi pemburu yang sangat mematikan. Ketiadaan serigala batin membuatnya menjadi sosok brutal yang enggan memimpin kawanan. Namun, takdirnya berputar arah ketika seorang putri rupawan datang ke hidupnya. Demi keselamatan perempuan tersebut, Damon harus menerima takdir sebagai Alpha terkuat yang pernah ia benci demi melindunginya.
Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun menjadi istri penurut tak membuat Laura dicintai Nikolas Riyadi. Diabaikan demi wanita lain, Laura akhirnya memilih bercerai. Keputusan sang pewaris kaya kembali melajang langsung mengguncang publik. Kini, para CEO tampan saling bersaing memperebutkan hatinya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau memilih melangkah pergi meninggalkan masa lalu?
Sampul Novel Kobaran Masa Lalu
7.8
Kehadiran wanita asing merusak rumah tangga sang protagonis dalam novel Kobaran Masa Lalu. Suami dan putranya justru membela wanita manipulatif itu hingga memicu perceraian. Di hari perpisahan, sang istri dikunci di kamar yang sengaja diledakkan dengan tabung gas. Tragisnya, sang suami yang bekerja sebagai pemadam kebakaran memilih menyelamatkan wanita lain karena mengira istrinya telah tewas. Ketika mereka bertemu kembali, tuduhan kejam justru kembali dilayangkan kepadanya.
Sampul Novel PUSTAKA CERITA DEWASA 21+
7.9
Buku ini merangkum deretan kisah cinta penuh gairah dari berbagai karakter unik, khusus untuk pembaca dewasa. Setiap bab menyajikan fantasi romantis yang berani dan menggoda, dirancang khusus menjadi teman membaca yang intens di malam hari. Rasakan dinamika hubungan yang mendalam lewat narasi yang memicu imajinasi di setiap lembarnya. Segera temukan dan nikmati kepuasan cerita yang menghibur ini.
Sampul Novel Skandal di Tengah Pre-Wedding
7.9
Rencana foto pre-wedding Nayra Lestienne di Praha hancur setelah memergoki tunangannya berselingkuh. Dilanda amarah, Nayra nekat mencium Elias Marek, seorang peneliti sejarah. Aksi impulsif itu viral dan memicu skandal besar. Demi meredam kekacauan, mereka terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama enam bulan. Meski awalnya dingin tanpa perasaan, kebersamaan di bawah satu atap perlahan menumbuhkan benih cinta di antara keduanya.