APKDock Logo
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman

Terjebak Cinta Ketua Preman

8.9 / 10.0
Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?

Terjebak Cinta Ketua Preman Bab 1

"Min, gue udah gituan ...."

Saat aku mengucapkan itu, ya, semua memang sudah terjadi. Mungkin mulai sekarang, aku tidak lagi berada dalam gelembung impian. Kenyataan di depan mata sudah terbentang.

"A apa maksudmu?" Mina Hensel-sahabatku itu bertanya seakan tak percaya. Matanya melebar dan fokus menatapku.

Aku pun gugup, mengalihkan pandangan darinya dan beralih lagi ke bantal, lalu mencubitnya.

"Ada yang ambil keperawanan gue," kataku datar, berusaha terdengar acuh tak acuh. Namun dalam hati, sebenarnya memang sangat gugup.

Dia terlihat tersentak, tetapi selain itu, aku tidak mendengar apa-apa darinya. Hening. Degup jantung terdengar sangat kencang, mungkin karena asrama ini sangat sepi dan sunyi.

Kuangkat pandangan dari bantal, lalu melirik ke arahnya. Mina menatap, dengan mata terbelalak. Mulutnya terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak ada kata yang keluar. Dia menggeleng.

"Gue serius tauk!" kataku.

Dia terus menggeleng. "Hilih ... gak mungkin," katanya, seakan lebih tahu dariku. "Gue itu dah lama kenal lo, Amel!"

Sambil mendesah, aku bersandar di sofa dan meletakkan kaki di atas meja. “Tapi emang beneran, Min. Gue udah pernah gituan. Gue udah gak perawan," balasku dengan suara rendah.

Mina dan aku berteman sejak tahun pertama kuliah. Kami menjadi akrab karena tinggal sekamar-di asrama. Sifat serupa satu sama lain, menjadi sebab mengapa kami bisa cepat sekali akrab. Kami bersikap riang dan sangat menyukai pesta. Namun, meski pikiran dan pakaian sangat bebas, kami berdua ingin tetap suci sebelum menikah. Ya, sebenarnya kami ingin menikah dulu sebelum berhubungan. Mina pasti tahu seberapa kuat pendirianku. Jadi wajar jika dia tidak percaya, ketika kubercerita. Meskipun begitu, aku tetap ingin ini masih sebuah mimpi-ketika terbangun. Namun, ternyata memang bukan.

"Ke ... kenapa bisa sih? Kapan kejadiannya?" tanya Mina lagi.

"Ingat gak, waktu pesta terakhir di goa?"

Mina mengangguk. Goa-bar elite yang populer-tentu saja, mudah sekali diingat karena saat itu adalah pesta terakhir. Semua yang akan lulus kuliah hadir sebelum ujian, sekitar empat minggu yang lalu.

Aku melanjutkan, "Waktu itu kan lo pulang duluan, dan lo bersikeras gue harus tinggal. Gue nurut dong. Saat itu ada yang ngasih gue minum dan pas ada guru, semuanya kabur. Badan gue jadi terasa sangat panas, karena itulah gue buka baju. Karena mabuk, gue joget sama seseorang dan menciumnya. Abis itu gak tahu lagi apa yang terjadi. Setelah bangun, ada beberapa cowok di samping gue, telanjang. Ada noda darah di seprai dan anu gue sakit.”

"Waktu lo pulang pagi-pagi itu, kan bilang kalo lo tidur sama teman joged," katanya sinis.

Aku membungkuk. "Gue bohong," jawabku seraya menggigit bibir bawah, kebiasaan yang biasa kulakukan, setiap kali merasa bersalah atau tegang.

"Ya Tuhan, Amel. Itu kan udah sebulan yang lalu, dan lo baru ngasih tau gue sekarang!?"

"Iya iya, maaf."

Mina berdiri. Dia mulai mondar-mandir. "Benar-benar sulit dipercaya. Gue cuma gak bisa ... kita kan tahu, Mel, meskipun mabuk, lo gak akan ngebiarin siapa pun sentuh kulit lo."

"Ya. Gue juga mikirnya gitu, Min. Gak tahu kenapa sekarang kek gini."

Mina menghela dan berhenti maju mundur. "Oh jadi lo dibius!? Ya Tuhan! Jadi si bajingan itu mencekoki terus nikmatin tubuh lo? Gue pasti bakal ngebunuh dia, kenapa lo baru bilang sekarang, Amel? Harusnya bajingan itu udah di penjara sekarang!"

Sambil menggeleng dengan panik, aku menatap matanya. "Lo salah paham, Mina." Aku menghela, menekuk lutut dan melingkarkan tangan di kakiku. Seraya meletakkan dagu, aku berkata, "Orang lain yang minumin, tetapi laki-laki yang tidur sama gue, kebetulan ada di sana. Gue yang deketin. Nempelin tubuh ke tubuhnya, dan memulai kecupan. Gue yang benar-benar gatel!" Aku berseru dan tertawa meski tak lucu.

"Jangan bilang kayak gitu, Mel." Mina duduk di sebelahku-di sofa. Menghadapku dan melanjutkan, “lo itu dibius, jadi bukan diri lo sendiri." Dia mengintip di bawah bulu matanya, memberi tatapan yang membuatku semakin gugup. Sepertinya, dia akan mengajukan pertanyaan yang paling kutakuti.

Ya Tuhan Ya Tuhan ... tolong jangan tanya itu ....

"Dia siapa?"

Akhirnya dia menanyakan sesuatu yang membuat seluruh tubuh membeku. Detak jantung semakin cepat. Aku berkeringat sambil menggigit bibir. Haruskah aku memberi tahu Mina? Bagaimana reaksinya jika tahu siapa lelaki itu? Astaga, sepertinya aku akan mati. Tidak mungkin aku memberitahunya, karena si ....

"Sehat?" Mina bertanya, dia mengangkat alis dan melipat tangan di dada.

Karena tenggorokan kering, aku menelan ludah. Ya Tuhan ... apakah dia bakal menganggapku hina?

"si siapa?" Aku bertanya dengan bodoh.

Mina menyipitkan mata, sepertinya dia tahu apa yang kucemaskan.

"Siapa yang petik mawar lo?"

Mataku terbelalak mendengarnya. Kami saling memandang. Setelah itu, kami berdua tertawa. Aku tertawa sangat keras sampai sakit perut. Ketegangan yang terasa, menjadi hilang selamanya.

"Harusnya lo nangis ...," kataku saat akhirnya bangun dan menyeka mata. Aku menangis tersedu-sedu.

"Ya, gue tau." Dia menyeringai. "Jadi, siapa pemetik mawarnya?"

Kutampar wajahnya dengan bantal. Aku tersadar dan menatapnya dengan tegas. "Jadi gimana? Masih mau berteman sama gue?"

"Anj ...."

Aku menarik napas dalam-dalam. Apakah persahabatan kami akan berakhir? Seorang sahabat pergi. Ya Tuhan, aku akan berakhir tanpa teman, sampai mencapai usia sembilan puluh tahun, kemudian hanya kucing yang bersamaku.

Aku berhenti berpikir, ketika sesuatu mengenai bantal di wajahku. Sepertinya Mina melempar sesuatu. Aku memelototinya lalu membungkuk, mengambil bantal di lantai dan kuletakkan di pangkuan.

"Amel, jangan kebanyakan drama, siapa sih dia?"

"Handoko."

"Apa?"

"Iya si Handoko."

"Handoko si Buaya itu?"

Aku meringis dalam hati. "Ya."

Aku tidak melihat ke atas, takut, tidak ingin melihat rasa jijik dan kasihan dalam reaksi Mina. Kami berdua tahu, aku sekarang berada di daftar panjang wanita, yang telah tidur dengan Handoko.

Handoko Wijaya-si Playboy yang disebut Mina tadi. Aku tidak mungkin membantah, karena memang itu benar. Handoko adalah waria, tidak melakukan hubungan, dan nge-ses walau hanya sekali. Namun tetap saja, banyak wanita menginginkannya. Getaran misteriusnya menambah daya tariknya. Wanita menganggapnya seksi dan tentu saja, mereka berlomba-lomba, siapa yang beruntung mengetahui kebenaran Handoko Wijaya.

Dia seperti rasa mentol bagi wanita, dan dia pun menyadarinya. Nah, dengan penampilan dan kekayaan setengah dewa sempurna, siapa yang tidak menginginkannya? Mungkin aku tidak, tidak pernah tertarik padanya. Tidak pernah delusi seperti wanita lain, yang berharap mendapatkan perhatian dan bisa mengubahnya. Tidak! Tidak pernah. Namun, sungguh ironis karena Handoko-lah yang mendapatkan keperawananku.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjebak Cinta Ketua Preman

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Elián
8.7
Duka mendalam membuat Alpha lycanthrope abadi, Elián, mengasingkan diri di pulau Yunani. Namun, kasus pembunuhan berantai yang merenggut nyawa kawanannya memaksa sang pemimpin pergi ke Meksiko. Tak disangka, perjalanan itu mempertemukannya dengan belahan jiwa baru, seorang wanita biasa yang krisis kepercayaan diri. Elián kini harus mengungkap misteri pembunuhan, mengendalikan sisi buasnya, sekaligus menaklukkan hati sang wanita yang menolak kehadirannya.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun membina rumah tangga, Berman tak pernah mau menatap Clarissa saat mereka bersama. Clarissa sadar dirinya hanyalah bayangan sang adik bagi suaminya. Meski telah memendam cinta yang tulus selama sebelas tahun, rasa rendah diri membuat Clarissa menyerah dan memilih pergi. Sialnya, saat mencoba melupakan Berman, kepedihan luar biasa justru mengancam nyawanya. Mencintai pria itu rupanya telah menjadi candu berbahaya yang mustahil ia hentikan.
Sampul Novel Pendekar Petualang Cinta
8.9
Anjasmara, putra selir dari Kerajaan Galuh yang rupawan, memulai pengembaraan sebagai pendekar untuk memenuhi perintah ibunya: mencari seorang wanita tangguh yang sulit ditaklukkan sebagai cinta sejati. Alih-alih demikian, ketampanannya malah memikat banyak gadis. Perjalanan asmaranya kian rumit saat ia terseret ke dalam pusaran konflik dunia persilatan yang mematikan sekaligus menguji kekuatannya. Akankah ia berhasil menemukan belahan jiwanya di tengah ancaman bahaya?
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky memendam rasa kagum yang begitu dalam pada majikan mudanya, pria yang selalu ia panggil Om. Di tengah rumitnya konflik kehidupan sang majikan, mampukah cinta tulus Nicky akhirnya mendapat balasan? Meski karakter Nicky sempat hadir di karya terdahulu, novel romansa modern ini menyajikan kisah yang sepenuhnya baru. Simak perjuangan emosional mereka dalam menghadapi liku takdir demi meraih kebahagiaan sejati yang dinanti.
Sampul Novel Sang Luna yang Ditolak Alpha: Mengandung Anak Musuhnya
9.6
Demi Lyra, Alpha Kaelan tega mengkhianatiku. Aku dipaksa mengaku ternoda dan merawat anak haramnya. Tragisnya, saat aku hamil, Kaelan menyuruhku menggugurkan kandungan demi perasaan Lyra. Penderitaanku kian lengkap ketika ibunya menyekapku hingga aku kehilangan bayi kami. Di tengah kehancuran ini, rasa cintaku sepenuhnya mati. Melalui lolongan suci, kupanggil keluarga kerajaan dari Klan Taring Putih untuk menjemput putri mereka kembali.
Sampul Novel Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku
9.4
Setelah suaminya dikabarkan meninggal dan meninggalkan utang, seorang ibu rela menjual rumah warisan serta bekerja keras demi putranya. Namun, saat sekarat, ia mendapati fakta bahwa kematian suaminya hanyalah rekayasa untuk mencuci uang bersama selingkuhannya. Lebih kejam lagi, sang putra sengaja membiarkannya tewas demi klaim asuransi miliaran rupiah. Kini, ia terbangun kembali tepat di hari sandiwara kematian suaminya dimulai untuk mengubah takdirnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan