APKDock Logo
Sampul Novel Skandal di Tengah Pre-Wedding

Skandal di Tengah Pre-Wedding

7.9 / 10.0
Rencana foto pre-wedding Nayra Lestienne di Praha hancur setelah memergoki tunangannya berselingkuh. Dilanda amarah, Nayra nekat mencium Elias Marek, seorang peneliti sejarah. Aksi impulsif itu viral dan memicu skandal besar. Demi meredam kekacauan, mereka terpaksa menjalani pernikahan kontrak selama enam bulan. Meski awalnya dingin tanpa perasaan, kebersamaan di bawah satu atap perlahan menumbuhkan benih cinta di antara keduanya.

Skandal di Tengah Pre-Wedding Bab 1

Udara sore di Prague terasa dingin dan lembab. Angin musim semi berembus lembut melewati jalan berbatu di kawasan Lesser Town, membawa aroma kopi dan bunga dari kafe-kafe kecil di sepanjang trotoar.

Nayra Lestienne menarik koper hitamnya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya memegang amplop berisi undangan pernikahannya sendiri-sesuatu yang kini terasa hampir seperti lelucon.

Ia datang dari Paris pagi tadi. Dua belas jam perjalanan, tiga kali transit, dan seharusnya semuanya berakhir manis dengan pelukan tunangannya, Calvin Roux, di depan bandara Václav Havel. Tapi, Calvin tidak datang. Tidak ada pesan, tidak ada panggilan. Hanya pesan singkat dari asistennya: "Calvin menunggu Anda di Hotel Royal Belle. Langsung ke sana saja."

Nayra sempat menertawakan ironi itu. Tunangannya yang dulu selalu cerewet soal kesetiaan dan waktu, justru tak repot-repot menjemput calon istrinya di bandara. Ia hanya menenangkan diri dengan berpikir bahwa Calvin mungkin terlalu sibuk dengan persiapan pre-wedding mereka.

"Dua bulan lagi. Dua bulan lagi semua ini akan berakhir indah," gumamnya pelan, mencoba meyakinkan diri sendiri.

Ia mengenakan mantel krem dan syal biru laut yang menutupi lehernya. Rambut hitam bergelombang terurai dari balik topinya, dan wajah lelahnya tak bisa disembunyikan. Nayra adalah editor mode di salah satu majalah bergengsi di Paris, terbiasa tampil rapi dan anggun. Tapi hari ini, wajahnya hanya dihiasi make-up tipis dan mata sembab akibat kurang tidur.

Begitu memasuki halaman Hotel Royal Belle, langkahnya melambat. Ia tersenyum kecil ketika melihat taman yang dihiasi lampu-lampu gantung dan bunga sakura yang bermekaran. Di bawah salah satu pohon, ada seorang fotografer yang tengah sibuk mengatur kamera, sementara dua orang tampak berdiri saling berhadapan di tengah taman.

Nayra mengerutkan dahi.

Sepasang kekasih-laki-laki tinggi dengan jas abu-abu, dan perempuan bergaun merah muda yang menggantung anggun di tubuhnya. Dari sudut wajah lelaki itu, Nayra melihat sesuatu yang terlalu familiar.

Langkahnya berhenti total.

Tidak mungkin. Itu tidak mungkin Calvin.

Tapi semakin lama ia menatap, semakin jelas bentuk rahang itu, potongan rambut itu, dan cara lelaki itu menyentuh wajah si perempuan.

Ia tahu benar sentuhan itu. Sentuhan yang dulu membuatnya merasa istimewa.

Sampai bibir mereka bersatu.

Sampai tangan Calvin memeluk pinggang perempuan itu seolah dunia hanya milik mereka berdua.

Sampai suara fotografer berkata riang, "Beautiful! Perfect shot!"

Dunia Nayra runtuh.

Untuk beberapa detik, ia bahkan tak bisa bernapas.

Rasa sakit merambat cepat ke dadanya, bercampur antara marah, jijik, dan tidak percaya.

Tubuhnya bergetar. Tangannya mengepal begitu kuat sampai buku jarinya memutih. "Jadi ini alasan kau tak datang menjemputku?" bisiknya parau.

Ia melangkah cepat ke arah taman, tanpa peduli tatapan orang-orang yang duduk di kafe terdekat. Suara langkah sepatu haknya terdengar keras di atas batu. Ia bahkan tidak tahu apa yang ingin ia lakukan-berteriak, menampar, atau menangis.

Tapi sebelum ia sempat menghampiri Calvin, seorang pria berjas hitam keluar dari pintu hotel, berjalan tepat di hadapannya. Ia membawa beberapa buku tebal dan kertas catatan, wajahnya tenang dan tampan dengan tatapan dingin di balik kacamata.

Dalam sepersekian detik, otak Nayra yang sudah kalut menemukan ide paling gila dalam hidupnya.

"Kalau dia bisa, aku juga bisa."

Ia berhenti di depan pria asing itu, menarik napas panjang, dan sebelum pria itu sempat bereaksi-Nayra menangkup wajahnya dan menciumnya.

Dunia seolah berhenti.

Aroma mint bercampur kopi memenuhi indera penciumannya. Bibir mereka bersentuhan, lembut tapi tegas. Tubuh pria itu menegang, buku-bukunya hampir terjatuh.

Sekitar mereka, orang-orang terdiam. Beberapa menutup mulut, beberapa lainnya mengeluarkan ponsel.

Nayra memejamkan mata, bukan karena menikmati, tapi karena tidak tahu harus bagaimana lagi melampiaskan rasa sakitnya. Saat akhirnya ia melepaskan ciuman itu, wajahnya memanas, jantungnya berdegup keras.

Pria itu menatapnya dengan ekspresi datar, tapi matanya jelas menunjukkan keterkejutan.

"Apa... barusan kau-"

"Diam." Nayra memotong cepat, suaranya rendah dan bergetar. "Aku hanya butuh... satu detik untuk melupakan seseorang."

Ia berbalik, meninggalkan pria itu begitu saja, tanpa sempat memperhatikan kerumunan yang mulai berbisik. Namun sebelum ia sempat melangkah jauh, suara bariton dalam dan tenang itu memanggilnya.

"Miss, kau tahu kau baru saja mencium Dr. Elias Marek, bukan?"

Langkah Nayra terhenti. Ia menatap ke belakang dengan alis berkerut. "Siapa?"

"Orang yang sedang diwawancarai oleh BBC lima menit lalu. Dan orang-orang itu-" pria itu menatap kerumunan yang masih menahan tawa kecil sambil mengangkat ponsel- "merekam semuanya."

Nayra menatap sekitar, dan darahnya terasa berhenti mengalir.

Beberapa orang benar-benar sedang merekam. Bahkan seorang turis tampak tersenyum lebar sambil berkata ke temannya, "I can't believe it! The historian just got kissed in public!"

"Ya Tuhan..." desis Nayra lirih.

Ia segera memutar badan, berlari ke arah pintu hotel, nyaris tersandung koper yang tadi ia tinggal di lobi. Sementara dari belakang, Elias memandangi punggung perempuan itu dengan ekspresi campuran antara bingung dan... kagum entah kenapa.

Beberapa jam kemudian, kamar hotel terasa seperti ruang interogasi.

Nayra duduk di tepi ranjang, wajahnya ditutupi kedua tangan. Ponselnya terus bergetar, notifikasi dari media sosial masuk tanpa henti. Tagar #TheKissInPrague sudah menjadi trending. Ada puluhan video dari berbagai sudut menampilkan ciumannya dengan pria asing tadi.

"Bodoh. Aku benar-benar bodoh," desisnya pelan.

Ia ingin menelepon Calvin, tapi apa gunanya? Ia sudah melihat sendiri pengkhianatan itu. Ia ingin menghapus semua video, tapi itu mustahil. Ia bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskan semua ini kepada keluarganya, kepada kantor majalah, atau kepada siapapun.

Ketukan di pintu membuatnya terlonjak.

Ia berdiri cepat, menghapus air mata, lalu membuka pintu.

Dan di sana, berdiri pria itu-Dr. Elias Marek-dengan jas hitam dan wajah yang sama tenangnya seperti sebelumnya.

Di tangannya, ada koran sore dengan foto mereka di halaman depan.

"Aku rasa kita perlu bicara," katanya datar.

Nayra menelan ludah. "Aku... aku bisa jelaskan. Itu tidak seperti yang kau pikirkan-"

"Tidak seperti yang kupikirkan?" Elias menaikkan alisnya. "Kau menciumku di depan umum, lalu kabur, dan sekarang seluruh kota membicarakan kita. Aku bahkan baru tahu aku punya 'kekasih misterius dari Paris' setelah membaca ini." Ia mengangkat koran.

Nayra menutup wajahnya. "Aku minta maaf. Aku kehilangan kendali. Aku... aku baru saja melihat tunanganku berselingkuh."

Elias menatapnya lama, lalu menghela napas pelan. "Jadi aku korban pelarian emosional?"

"Ya. Dan aku menyesal."

Hening sejenak.

Elias meletakkan koran di meja dan bersandar di pintu, menatapnya dengan tatapan peneliti yang menganalisis objek rumit. "Masalahnya, Nona Lestienne, ini tidak akan berhenti di sini. Kantorku sudah dihubungi oleh media. Sponsor risetku meminta klarifikasi. Dan aku tidak punya waktu untuk skandal murahan."

Nada suaranya tenang tapi tajam, membuat Nayra merasa seperti murid sekolah yang sedang dimarahi profesor.

"Aku akan urus semuanya," kata Nayra cepat. "Aku akan hubungi pengacaraku dan minta mereka bantu menurunkan video itu."

Elias menghela napas lagi, kali ini lebih dalam. "Kau tidak tahu cara kerja internet, ya?"

Nayra menatapnya tak berdaya. "Lalu apa yang kau mau dariku?"

"Aku ingin masalah ini selesai tanpa menghancurkan karierku," katanya singkat. "Dan mungkin juga reputasimu."

Ia berjalan ke arah meja, mengambil koran itu, dan meletakkannya di hadapan Nayra.

"Besok pagi, aku akan mengadakan konferensi pers. Jika kau setuju, kita akan mengatakan bahwa kita memang memiliki hubungan pribadi. Aku tidak mau menjelaskan detailnya, hanya ingin menenangkan publik."

Nayra terpaku. "Kau ingin... berpura-pura kalau kita pacaran?"

Elias menatapnya lurus. "Untuk sementara."

"Aku tidak bisa-"

"Kalau tidak, mereka akan memburu kita lebih lama. Dan kau akan kehilangan pekerjaanmu lebih cepat daripada aku kehilangan dana penelitian."

Kata-katanya seperti tamparan halus tapi menyakitkan. Nayra terdiam.

Ia tahu Elias benar. Skandal ini sudah terlalu besar. Ia sudah jadi topik gosip di seluruh media, bahkan beberapa situs berita mode sudah menulis tentang "Ciuman Publik Editor Paris dengan Sejarawan Muda dari Prague".

Ia menarik napas panjang. "Baik. Tapi hanya sampai semuanya tenang."

Elias mengangguk kecil. "Setelah itu, kau bebas. Tapi... kau harus tetap tinggal di kota ini selama beberapa minggu. Jika kau pergi sekarang, justru akan memperburuk keadaan."

"Berapa lama?"

"Enam bulan, paling lama."

Nayra melotot. "Enam bulan?"

"Kontrak publikasi dan sponsorku berjalan sampai itu selesai. Aku tidak bisa membiarkan mereka berpikir aku menjalani hubungan palsu tanpa bukti."

Nayra ingin protes, tapi kata-kata itu tak keluar. Ia hanya menatap pria itu lama-lama, menyadari betapa dingin dan rasionalnya Elias. Tapi entah kenapa, di balik dingin itu, ada ketenangan yang aneh.

Mungkin karena untuk pertama kalinya hari itu, seseorang tidak berteriak padanya.

Keesokan paginya, dunia benar-benar gila.

Foto-foto mereka terpampang di semua portal berita online. Tagar baru muncul: #DrEliasAndNayra. Beberapa artikel bahkan menyebut mereka "pasangan ilmuwan dan editor mode yang tak terduga".

Elias menepati janjinya. Dalam konferensi pers singkat, ia hanya berkata, "Saya mohon privasi. Kami sedang dalam hubungan pribadi dan tidak ingin mengomentari lebih jauh."

Setelah itu, ia meninggalkan ruangan tanpa ekspresi, meninggalkan wartawan yang bingung dan media yang semakin haus cerita.

Sementara Nayra duduk di kafe kecil di seberang hotel, menatap layar ponselnya kosong. Pesan dari Calvin sudah masuk sejak pagi.

"Kau sudah gila? Apa maksudmu mencium pria lain?"

"Kau mempermalukanku di depan publik!"

Nayra mengetik balasan pelan-pelan.

"Kau sudah melakukannya duluan. Bedanya, aku tidak sembunyi-sembunyi."

Lalu ia menutup ponselnya, dan untuk pertama kalinya sejak kemarin, ia tersenyum-pahit, tapi lega.

Saat itulah seseorang duduk di kursi depan, meletakkan dua cangkir kopi di meja.

Elias.

"Pagi yang indah untuk orang yang hidupnya baru hancur, ya?" katanya tenang.

Nayra mendesah. "Kau ini selalu sarkastik, atau hanya kalau bicara denganku?"

Elias tersenyum tipis. "Aku tidak sarkastik. Aku realistis."

"Kau sadar, kan, kita baru saja menandatangani kontrak paling absurd di dunia?"

"Setidaknya tidak seabsurd menciummu di depan publik," balasnya cepat, membuat Nayra mendengus kecil.

Untuk sesaat, mereka sama-sama terdiam, menikmati aroma kopi dan lalu lintas kota yang mulai ramai. Di luar sana, mungkin dunia sedang membicarakan mereka dengan segala versi cerita. Tapi di antara dua cangkir kopi itu, ada sepi yang ganjil-dan awal dari sesuatu yang bahkan mereka sendiri belum bisa mengerti.

Dan di saat matahari perlahan naik di atas langit Prague, Nayra sadar satu hal:

Kadang, satu kesalahan impulsif bisa mengubah seluruh arah hidup seseorang.

Ia hanya tidak tahu, apakah perubahan ini akan berakhir sebagai penyesalan... atau justru takdir yang tak terduga.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Skandal di Tengah Pre-Wedding

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CRAZY RICH MENIKAHI GADIS POLOS
8.8
Demi kesembuhan ibunya dan membantu sang ayah, Havva, gadis belia asal desa di Ankara, terpaksa menerima pinangan Irlan. Miliarder tersebut terpikat pesona polos Havva saat menginap di tempat kerja ayah Havva. Namun, pernikahan ini justru membawa duka. Havva harus menghadapi kenyataan pahit bahwa Irlan telah beristri. Bilqis, sang istri pertama yang modis, terus menyiksa batin Havva dengan intimidasi kejam. Sanggupkah gadis lugu ini bertahan?
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Gairah Membawa Petaka
8.3
Zakia ‘Kia’ Ananta Arman, remaja polos yang belum pernah merasakan cinta, terpesona pada Gus Beren, putra kyai pesantren. Demi mendapatkan perhatiannya, ia nekat mencampur obat perangsang dan alkohol ke dalam teh Gus Beren. Malam itu, nafsu yang ia picu justru menjadi bencana—ia mengandung anak pria yang sama sekali tak mau bertanggung jawab, bahkan saat tahu Gus Beren telah beristri siri. Kia mulai melihat karma di balik perbuatan papanya yang menyelingkuhi ibu dan kakaknya. Ketakutan masa lalu Arman pun kembali menghantui. Di tengah kehancurannya, ia harus memilih: memperjuangkan keadilan atau tenggelam dalam karma keluarganya.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel Om Duda and Me
8.0
Azalea, seorang siswi SMA yang memikat, memendam rasa pada Kenzo, duda kaya sekaligus paman sahabatnya. Sejak kepergian sang istri saat melahirkan anak mereka, miliarder itu memilih menutup diri dari cinta. Perbedaan usia yang membentang lebar tidak menyurutkan niat Azalea untuk mendekati Kenzo. Ia bertekad meruntuhkan sikap dingin pria tersebut dan mengusik hidupnya yang tenang. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini mencairkan kebekuan sang duda?
Sampul Novel SI PEMBUNUH TANPA MELIHAT
9.8
Tumbuh tanpa ibu dan diasuh oleh eks mafia membentuk pribadi pria buta ini menjadi kejam tanpa kehangatan. Ia lama terperangkap dalam kelamnya kriminalitas, hingga kehadiran Gaylen membawa titik balik. Akankah sang pembantai ini meraih kedamaian sejati di sisi wanita itu? Namun, ada misteri besar masa lalu yang mengaitkan mereka dalam konspirasi mafia yang menguras emosi dan berbahaya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan