APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terima Kasih, Mantan!

Terima Kasih, Mantan!

Di hari pernikahan mereka, Josua justru mengabaikan jas pengantinnya demi mendampingi cinta pertamanya, Hani, yang sedang hilang ingatan. Neti diminta mengalah dan menyembunyikan status mereka agar tidak merusak ingatan Hani. Kecewa dengan sikap egois calon suaminya, Neti diam-diam mengambil keputusan mengejutkan dengan menikahi pengiring pria yang sebenarnya. Ketika Josua akhirnya menyadari bahwa pernikahan palsu yang dia kira hanya akting telah menjadi kenyataan, Neti sudah menjalani hidup baru dan mengandung anak dari pria lain.
Bab
Bagikan

Bab 2

Aku mengangkat kepalaku dan melihat wajah Hani yang arogan.

Rasa sakit yang menusuk jantung menjalar dari punggung tanganku, sementara kakinya terus menginjak dengan kuat.

Orang-orang di sekitar berteriak kaget.

“Biarpun kubuang benda yang pernah kupakai, orang lain juga jangan berharap bisa memilikinya.”

Saat aku menggumpalkan tanganku dan berniat untuk berbicara, tiba-tiba terdengar suara yang kuat.

“Baik.”

Aku menoleh ke arah suara dengan kaget.

Josua yang berada di samping Hani menundukkan kepalanya dan menatapku dengan penuh rasa bersalah, lalu cincin itu ditendang ke dalam danau buatan di samping tanpa ragu.

Bagaikan meteor yang menyambar, cincin itu menghilang dalam sekejap mata.

Aku menatap ke arah hilangnya cincin itu lumayan lama.

Dulu, Josua sangat menghargainya dan tidak memperbolehkan orang lain menyentuh cincin tersebut. Dia diam-diam membawa cincin itu melintasi tujuh negara dan melamarku di bawah aurora.

Kini dia menendangnya seperti sampah.

Hani sangat senang dan merangkul leher Josua.

“Josua, kau jangan salahkan aku. Kau tahu ‘kan? Aku nggak suka barangku kena bau orang lain.”

Josua pun menjawabnya dengan penuh kasih.

Hani berpaling dan baru sadar bahwa aku masih berada di lantai.. Dia lalu berkata dengan kaget, “Nona Neti, kenapa kau masih duduk di lantai? Maafkan aku ya. Kau pengantin hari ini, tapi aku malah menghilangkan cincinmu, gimana kalau ..."

Hani menoleh dan mengambil kaleng yang dia temukan di samping.

“Jadikan tutup kaleng ini sebagai cincin pernikahanmu. Astaga, ini seperti skenario dalam drama. Membayangkannya saja sudah romantis sekali.”

Aku berdiri dan mengambil kalengnya dengan wajah pucat. Setelah kubuka tutup kalengnya, amarah di hatiku terus membara ketika melihat wajah Hani yang penuh senyuman sindir.

Saat aku hendak menyiram Hani dengan air kaleng, Josua berdiri di depan Hani dan para pengiring pria merenggut tanganku.

Teriakan Josua beserta bujukan orang di sekitar muncul bersamaan.

“Neti! Kau gila?”

“Jangan ambil hati sama anak kecil. Kau ‘kan tahu kondisinya agak spesial. Dia nggak bermaksud jahat, cuma pikirannya agak idealis.”

“Betul, betul. Hari ini kau adalah pengantin. Jangan bersikap kasar di hari yang bahagia ini.”

Tubuhku yang meronta tiba-tiba kaku dan sedih melandaku.

Josua menghampiriku, lalu merampas kaleng dan melemparkannya ke samping sambil membentakku, “Bolehkah kau jangan buat onar lagi? Kalau nggak mau nikah ya nggak usah! Apa kau hebat menganiaya orang yang hilang ingatan?”

“Sebelumnya aku benar-benar salah menilaimu. Kau kok sekejam gini?”

“Cepat minta maaf sama Hani!”

Aku memegang pergelangan tanganku dan berdiri tanpa daya. Rasa sakit di tangan tidak seberapa jika dibandingkan dengan rasa sakit di hatiku. Melihat semua orang memperhatikan Hani, aku akhirnya melarikan diri.

Saat aku bereskan emosiku dan kembali ke ruang ganti, aku melihat Josua dan Hani duduk berpelukan di sofa. Jejak merah di sudut bibir mengisahkan segalanya.

Aku mendengar Hani bertanya dengan bingung, “Josua, kenapa nggak kelihatan pengantin prianya? Apa Nona Neti tiba-tiba diputuskan oleh pasangannya?”

Mendengar ini, aku menghentikan langkahku dan tanganku yang mencengkram pintu perlahan mengencang. Aku terus memelototi Josua dan bergumam dalam hati, ‘Ini kesempatan terakhir kali. Josua, kau jangan membuatku kecewa. Asalkan kau mengaku bahwa kaulah pengantin pria hari ini, aku bakal melupakan segalanya. Aku bakal menikah denganmu dengan senang hati.’

Josua sadar akan tatapanku yang panas dan langsung mengangkat kepalanya.

Oleh karena tidak mendapatkan jawaban, Hani menggigit bibir Josua dengan kesal dan berkata, “Jawab pertanyaanku Josua.”

Di bawah tatapan Josua, aku terus menggelengkan kepalaku, memandangnya dengan tatapan mohon dan terus bergumam tanpa suara, “Jangan jawab. Asalkan kau nggak jawab …”

Bibir Josua bergetar dan pada akhirnya dia menghindari pandanganku, lalu menundukkan kepalanya dan menatap Hani dengan penuh manja.

“Hani, kau kenal sama pengantin prianya.”

“Aku kenal? Siapa?”

“Sarno Susanto.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bersama Gadis Gila Di Konser
9.0
Pertemuan tidak sengaja di sebuah konser musik mengubah hidup seorang remaja laki-laki yang membosankan. Gadis asing yang eksentrik dan penuh energi menyeretnya ke dalam rangkaian petualangan malam yang tak terduga. Di tengah riuh penonton dan melodi lagu, ia harus memutuskan untuk tetap berada di zona nyamannya yang aman atau membiarkan gadis itu mengajarinya cara menikmati masa muda yang sesungguhnya. Kisah romansa modern remaja yang hangat, dinamis, dan penuh warna.
Sampul Novel DINIKAHI CEO TAMPAN
9.6
Luna, gadis desa yang sederhana, mendadak terseret dalam takdir rumit bersama Damar, seorang CEO kaya raya. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal kekayaan sang ayah, Damar wajib memenuhi satu syarat mutlak: menikahi putri dari sahabat lama ayahnya. Takdir rupanya menunjuk Luna sebagai sosok tersebut. Akankah Damar rela menjalani pernikahan demi harta, atau dia justru menolak kehadiran Luna yang memiliki latar belakang yang sangat jauh berbeda dengannya?
Sampul Novel Godaan CEO Cantik Membangkitkan Kultivasi
9.0
Nasib Alfan Mananta berubah drastis setelah direktur rumah sakit yang cantik memaksanya untuk ikut pulang ke kediamannya. Sebagai dokter magang, Alfan tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan sang atasan. Sejak langkah pertama di rumah tersebut, dimulailah babak baru kehidupan mereka yang dipenuhi kedekatan tanpa batas. Hubungan intens ini membawa dinamika baru yang tidak terduga dalam keseharian sang dokter magang dan sang direktur di bawah satu atap yang sama.
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Elle, gadis dua puluh dua tahun, tak pernah merasakan arti rumah yang aman. Ayahnya—sosok yang seharusnya melindungi—justru menjadikannya budak, memaksanya menari telanjang di klub demi memenuhi keinginan gila sang lelaki. Derita demi derita ia telan; permohonan tak pernah didengar, hanya caci maki dan pukulan yang ia terima. Namun malam ini, tekadnya membara: ia tak akan lagi menjual tubuhnya, tak akan lagi tunduk pada teror sang ayah. Malam ini adalah malam terakhir. Saat ia melangkah keluar dari klub, sebuah pertemuan tak terduga dengan CEO yang dikenal kejam dan dingin mengubah takdirnya. Pria itu menawarkan tawaran yang tak bisa ia tolak—sebuah pernikahan kontrak. Namun di balik perjanjian itu, tersembunyi permainan kuasa, obsesi, dan hasrat yang semakin dalam. Bisakah Elle lepas dari cengkeraman ayahnya, atau justru terjerat dalam bahaya baru yang lebih membara?
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman
8.9
Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?