APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Mengisahkan Satria, seorang mahasiswa rantau asal desa yang menjalani kehidupan kuliahnya di Jakarta dengan menumpang di kediaman paman dan bibinya. Kehidupan biasa Satria berubah drastis setelah ia tanpa sengaja mengintip kejadian intim di dalam kamar utama rumah tersebut. Insiden tidak terduga ini menyingkap berbagai rahasia gelap mengenai hubungan terlarang di dalam rumah. Alih-alih menjadi penonton, Satria justru terseret dan menjadi tokoh utama dalam pusaran konflik romansa dewasa yang rumit ini.
Bab
Bagikan

Bab 5

: Hari yang Apes

“Lagi belajar apa sih, serius amat…!”

Entah disengaja atau tidak, Ajeng sengaja jongkok sambil melihat laptop Satria, sehingga dasternya yang agak longgar memperlihatkan isinya yang bikin mata Satria mau tak mau melirik juga.

“Alamak…” batin pemuda ini, kalamenjingnya mulai bergerak tak beraturan.

Dari pandangannya, ia melihat dengan utuh bagian atas tubuh molek milik Ajeng yang… Satria sendiri tak mampu berkata-kata!

Walaupun selama ini sering bercengkrama, tapi gara – gara ngintip tadi sore, pikiran Satria mulai konslet juga.

Dia pun mulai perhatikan tubuh Ajeng yang baginya sangatlah menggiurkan. Apalagi saat dekat begini, aroma Ajeng sungguhlah sangat menggoda.

“La-lagi…nyangkul…eh maksudnya belajar, eh ngulang pelajaran tadi siang Ka?” jawaban Satria yang terbata-bata bikin Ajeng menahan tawa.

“Kok gugup gitu sih, hayo mikir apa sih?” goda Ajeng, sampai dengus nafasnya terasa di pipi Satria.

“A–anu…” lidah Satria kelu, bicara dekat begini, di tambah ngintip Ajeng dan Om Brata sore tadi sedang olahraga kasur, otak Satria seketika buntu.

“Ehemmm… Kakak mau tanya, tapi kamu harus jawab jujur yaa?” Ajeng kini menatap tajam wajah tampan Satria, hingga pemuda ini makin salting di kursi belajarnya.

“T-tanya apa ka?”

“Kamu…sore tadi tahu kan kalau Om kamu…eee masuk ke kamar aku?”

Satria menarik napas sejenak, padahal di dalam hatinya ia berjuang keras mencari jawaban paling aman yang terdengar lugu.

"Tidak, Kak. Aku baru pulang kuliah, langsung istirahat di kamar," sahut Satria dengan nada seolah tidak tahu apa-apa.

Ia lantas membalikkan pertanyaan, memasang wajah polos. "Memangnya ada apa? Om Brata masuk kamar Kakak? Mungkin beliau mau kasih bonus atau transfer uang gaji, ya?"

Ajeng terdiam sejenak, lalu tertawa kecil dan mengangguk.

“Iya, ngasih bonus, sebab aku dianggap bagus kerjanya, udah ahh, aku mau istirahat!”

Namun, sebelum beranjak, sekali lagi Ajeng memerhatikan milik Satria yang sedari tadi sesak dibuatnya.

Tanpa ragu Ajeng menyentil genit, lalu melenggang aduhai meninggalkan kamar Satria dan kembali ke kamarnya.

Satria sampai bengong dan kaget bukan main, sore kemarin Tante Vega, malam ini Ajeng yang ‘melakukannya’!

“Dueeh bikin pusing aja, kalau gini terus bisa khilaf aku!” gumam Satria senewen sendiri, lalu buru-buru kunci pintu kamarnya dan kembali konsentrasinya buyar, gara - gara ulah Ajeng tadi.

Akibatnya, tengah malam barulah dia bisa memejamkan mata.

***

Hari ini Satria kuliah pagi, pukul 8.00, sehingga dia memutuskan tak ikut sarapan, takut telat ke kampus, apalagi pelajaran pagi ini dosennya terkenal killer, telat 1 menit di larang masuk kelas.

Rumahnya Om-nya masih sepi, karena dia berangkat pukul 6.15 menitan, usai jalankan kewajibannya.

Setibanya di kampus, setelah satu setengah jam lebih berkutat di jalanan Jakarta yang makin macet saja padahal masih pagi, ia pun jalan dengan tergesa-gesa usai naruh motor di parkiran.

Satria masih sibuk menata pikirannya, dengan kerlingan dan ucapan Tante Vega yang begitu menggoda, sekaligus adegan tadi malam yang bikin dia terngiang-ngiang.

Ditambah lagi sikap Ajeng yang biki otaknya makin mumets, akibatnya dia tak konsentrasi saat berjalan.

Bukkkk….tanpa sengaja ia menabrak seorang mahasiswi berpostur tinggi padat dengan setelan basket.

Bukan si pebasket wanita itu yang terjengkang, tapi tubuh kurus Satria lah yang terhempas ke tanah, hingga tas nya jatuh dan berhamburan, sebab resleting tasnya lupa dia kancing.

“Hmm…meling kemana otak mau, sampai tubuhku yang segede gaban gini tak kamu lihat,” dengus mahasiswi yang ia tabrak ini kesal.

Tapi si wanita tinggi kokoh ini segera membantunya berdiri, keringatnya menetes, tubuhnya atletis—cukup membuat Satria terpaku, harum tubuhnya menyebar, hingga hidung Satria sesaat mekar.

Merasa canggung, Satria segera menjauh tanpa menyadari bahwa dompetnya terjatuh di lapangan.

Si gadis pebasket tadi memungut dompet tersebut dan hendak mengejarnya, tapi Satria keburu menghilang di kerumunan mahasiswa lainnya dan sebab ingin buru- buru masuk kelas.

Tapi kesialan Satria malah bertambah, baru saja hendak memasuki kelas, Satria menabrak tiga laki-laki berbadan besar, dorongan akibat tabrakan itu membuat Satria hampir kembali jatuh.

Salah satu pria langsung menarik kerahnya, merasa tersinggung dan mengancam Satria dengan suara rendah.

Satria yang sejak pagi sudah kebingungan dihadapkan lagi pada situasi yang membuat pertahanannya, baik mental maupun fisik serasa runtuh.

“M-maaf Bang…aku tadi terburu-buru mau masuk kelas,” kata Satria dengan suara pelan.

“Hei kurus, dengar baik-baik, lain kali kalau jalan lihat – lihat, atau aku patahkan kaki kamu itu, huhhh!” bentaknya dengan suara mengguntur.

Setelah berkata begitu, dia hentakan tangannya, hingga Satria terdorong ke belakang dan hampir kena mahasiswa lainnya.

Kembali Satria buru-buru rangkapkan tangannya minta maaf.

Aslinya Satria bukanlah pengecut, di balik tubuh kurusnya dia pernah jawara pencak silat se Kabupaten tingkat SMP dan SMU.

Tapi Satria tahu diri, sebagai mahasiswa yang baru 2 bulan kuliah dan dari kampung pula, dia tak mau bikin masalah.

Namun di sini lah awalnya kenapa Satria justru akan menerima bully-bullyan lainnya. Apalagi ke 3 mahasiswa itu saling pandang dengan isyarat aneh.

Sampai di sini Satria masih belum nyadar, dompetnya terjatuh dan kini dipegang mahasiswi yang juga atlet basket di kampusnya.

**

Lanjut yaaa..

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami Arogan
9.1
Fay memohon dengan sangat agar Janus tidak mengakhiri pernikahan mereka. Ia rela bertahan dalam kondisi apa pun tanpa menuntut hal lebih. Namun, permohonan pilu itu justru disambut dengan tatapan dingin dari Janus. Dengan suara serak yang tegas, Janus mengingatkan Fay akan kesepakatan awal mereka. Pernikahan ini harus selesai saat Uke kembali. Walau suaranya sempat bergetar, Janus menegaskan bahwa janji masa lalu tersebut adalah batas akhir dari hubungan mereka kini.
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Kehidupan miskin mulanya sirna saat takdir mempertemukanku dengan suami kaya raya yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Di balik sosoknya yang tampan, setia, dan tanpa cela, tersimpan keanehan yang mengusik jiwa. Sikap dinginnya yang tak wajar membuatku terus bertanya-tanya tentang jati diri pria yang kunikahi ini. Mengapa ia begitu berjarak? Aku bertekad mengungkap rahasia besar yang selama ini sengaja ia sembunyikan dariku.
Sampul Novel JIKA CINTA INI SALAH
8.8
Aku merelakan hidup mewah demi cinta, tetapi ketulusanku justru dikhianati. Sekarang, aku menghadapi pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak demi masa depan anak-anak remaja kami, atau memilih pergi. Di tengah rasa bimbang dan ketergantungan ini, sebuah perasaan baru mulai tumbuh. Layakkah seorang ibu dengan dua anak sepertiku kembali membuka hati untuk cinta lain yang kini datang membawa harapan baru?
Sampul Novel Miss Liar
8.1
Sandra, gadis yatim piatu yang kabur dari kejaran rentenir desa, nekat memakai ijazah palsu demi bertahan hidup di kota besar. Sambil mencari ibu kandungnya, ia memendam hasrat balas dendam atas masa lalunya. Perjalanannya mempertemukan Sandra dengan Hardy, seorang CEO stasiun TV yang peduli padanya, serta Bayu, miliarder pemilik hotel yang menyamar. Di tengah persaingan cinta dan ambisi ini, Sandra juga harus menghadapi pengkhianatan dari sahabat kecilnya, Nina.
Sampul Novel PEMUAS IBU TEMANKU
9.3
Dalam kisah romansa modern ini, seorang pria terjebak pada peran tidak biasa yang ia anggap sebagai misi mulia sekaligus penuh kenikmatan. Tanpa niat untuk mundur atau berhenti, ia terus melangkah dalam hubungan yang sarat gairah. Narasi dewasa ini mengeksplorasi batas keinginan terdalam saat sang pria berjuang tanpa henti demi memuaskan ibu dari temannya sendiri.