APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tergoda Pesona Mafia Tampan

Tergoda Pesona Mafia Tampan

Lima tahun dihina Berti karena miskin dan mandul, Wulan akhirnya pergi. Saat mandiri, ia didekati Jefri, mafia pengincar PT WIPA. Rahasia besar terkuak: Wulan rupanya pewaris sah perusahaan itu. Kini ia bimbang di antara mantan suaminya, Haris, yang mengemis maaf agar bisa rujuk, dan daya pikat Jefri yang penuh risiko. Wulan pun harus menentukan takdirnya di tengah pusaran harta dan asmara.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Wulan," kata Berti dibuat setenang mungkin. "Kalau kata-kataku tadi dirasa menyinggung perasaanmu, aku minta maaf. Aku hanya ingin, di usiaku yang makin tua ini segera mendapatkan cucu dari Haris. Gendra punya dua, Rian punya satu, dan secepatnya aku ingin Haris segera menyusul."

"Sudahlah, Bu, tidak perlu diulang-ulang lagi!" pelan suara Haris. "Saya sebagai suami Wulan juga minta maaf kalau kata-kata Wulan tadi menyinggung perasaan ibu dan saudara-saudara saya semua."

"Baiklah...," kata Berti, "sebelum menyantap hidangan yang telah tersaji, aku ucapkan sekali lagi, selamat atas pengangkatanmu sebagai Kepala Staf Administrasi Layanan Purna Jual di WIPA. Semoga kamu bisa bekerja lebih baik dan ke depannya karirmu makin meningkat."

"Selamat ya, Har!" ucap Gendra sebagai kakak sulung. "Aku salut atas prestasimu yang gemilang. Semoga karirmu nanti makin melesat. Sukses untukmu!"

"Terima kasih, Mas," sambut Haris. "Aku juga berdoa, bisnis Mas Gendra makin mengangkasa!"

"Selamat, Mas Haris," kata Rian. "Semangat untuk membangun karir yang lebih gemilang."

"Terima kasih, Rian," tanggapan Haris. "Kudoakan karirmu sebagai bintang film makin bersinar."

"Hei..., selamat ya, Har!" berbinar paras Yaneta yang masih terlihat cantik khas perawatan salon. "Sungguh hebat, kamu, Har. Muda, tampan, cerdas, dan melejit karirnya. Andaikata aku jadi istrimu, pasti berani punya anak lebih dari dua, hehehe...."

"Terima kasih, Mbak," Haris tersenyum cerah. "Mbak Yaneta bisa saja. Mas Gendra juga hebat kok. Sejak masih lajang sudah jadi boss. Makin lama makin berkembang usahanya."

"Mas Har, selamat ya!" ucapan Davia disertai senyum cantiknya. "Aku dulu sebenarnya naksir kamu lho, Mas. Tapi entah kenapa kok malah jadi suami Mas Rian. Eh, iya..., salam sukses selalu ya, Mas. Aku yakin Mas Har makin melesat maju karirnya."

Usai pengucapan selamat dari ibu dan saudara-saudaranya, Haris melirik kepada Berti sebagai pertanda agar acara makan malam dimulai.

"Sekarang kita nikmati hidangan yang telah tersedia," kata Berti seraya mengajak semua yang hadir untuk berdoa bersama.

Usai berdoa, mereka menyantap hidangan yang tersaji di meja bundar nan luas. Para pelayan anak buah koki sibuk melakukan tugas masing-masing. Koki dibooking Haris dari sebuah restoran tenar tidak jauh dari Perumahan Intan Kemukus Residence, Kemanggisan. Perumahan yang dihuni Berti, Haris, Wulan, dan seorang pembantu ini termasuk perumahan elit yang berada di Jakarta Barat.

Ketika menikmati hidangan, terlihat Berti akrab berbincang-bincang dengan dua menantunya, Yaneta dan Davia. Dia sering menoleh ke kanan ketika bercakap-cakap dengan Davia dan Yaneta. Sesekali Berti menoleh ke kiri, tapi bukan memandang Wulan. Perempuan yang menjadi ibu dari tiga anak laki-laki itu bercakap-cakap santai dengan Haris. Haris putra kebanggaan Berti, sekaligus keluarga besarnya.

Wulan menyantap menu kesayangannya, soto daging sapi. Ada beberapa menu yang terhidang, Wulan memilih menu tersebut. Menu yang terasa mewah bagi Wulan semasa masih kecil, di kampung halamannya. Pada masa kecil, Wulan anak tunggal keluarga Pranadipa Talor – Romlah Siani, tinggal di sebuah dukuh, termasuk wilayah Jawa Tengah. Dukuh Keling namanya, termasuk wilayah Senengarjo, berjarak empat puluhan kilometer selatan Solo.

"Satenya tidak nambah, Davia?" tanya Berti kepada menantu kesayangannya.

"Tidak, Bu," jawaban Davia yang telah merasa cukup menyantap beberapa tusuk sate kambing. "Saya ingin menikmati menu lainnya."

"Cobalah soto sapi ini," Berti menunjuk baskom kecil berisi menu soto sapi yang lezat.

"Tidak, Bu," tolak Davia dengan nada haluss. "Saya tidak suka soto sapi. Teman saya yang berasal dari kampung suka sekali soto itu, tapi saya sudah bosan kok, Bu. Maaf."

"Tidak apa-apa, Davia," senyum Berti menanggapi Davia.

"Soal selera makan," sambung Yaneta, "saya dan Davia ada kesamaan, Bu."

"Kesamaan soal apa?" Berti menatap teduh ke arah Yaneta.

"Ehm..., saya dan Davia sama-sama tidak suka soto sapi," jawab Yaneta.

Yaneta dan Davia sama-sama tersenyum. Sama-sama satu pikiran ingin menyakiti hati orang lain.

"Entah mengapa ya Bu, saya sendiri tidak tahu sebabnya," lanjut Yaneta. "Waktu kecil dulu, saya suka banget sama soto sapi. Dengan berlalunya waktu, rasa suka itu berubah tidak suka. Malah, maaf..., saya merasa soto sapi itu menu orang kampung yang jauh di pedesaan sana."

"Sama," cepat-cepat Davia menyahut. "Saya juga berpikir begitu. Kesannya, kalau saya makan soto sapi, saya merasa seperti orang udik. Tapi itu hanya perasaan saya lho, Bu. Kalau orang lain lain mungkin beda. Namanya saja suka, kan tidak bisa dipaksa. Orang lain suka soto sapi, saya tidak suka sama sekali, itu wajar saja. Iya kan, Bu?"

Berti hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia habiskan makanan yang terhidang di piringnya.

Wulan terlihat banyak diam acara santap malam untuk merayakan kerhasilan suaminya. Apalagi ketika mendengar celotehan dua iparnya yang terkesan memancing-mancing kemarahannya. Tentu saja Wulan kali ini tidak mau terpancing obrolan kosong yang tidak bermutu. Kalau sampai terpancing emosinya lalu marah-marah, orang lain akan menilai Wulan berperangai buruk. Karakter Selama ini terkesan pendiam, tidak banyak bicara, tabah menghadapi perilaku mertua dan dua iparnya yang tidak menyenangkan hati. Kalau dalam waktu sama, situasi tidak beda, lalu marah-marah lagi, akan merugikan dirinya.

Di lubuk hati terdalam, sebenarnya Wulan merasa tidak nyaman setelah melontarkan kata-kata keras kepada mertuanya tadi. Tapi mau bagaimana lagi. Menahan diri selama bertahun-tahun atas deraan batin, tidak mudah. Pada malam inilah Wulan meledakkan emosinya dengan cara yang tak terduga. Bahkan oleh Berti sekali pun.

Usai acara makan hidangan utama, anak buah koki segera mengangkuti piring-piring, berbagai perabot, dan hidangan sisa ke dapur. Kini disajikan aneka minuman disajikan dan macam-macam cemilan.

"Wah, ini minuman favoritku, wedang uwuh," seru Yaneta ceria. Dia langsung meminumnya pela-pelan.

"Kalau aku suka yang ini," ucap Davia sambil mengambil segelas dawet cendol yang berwarna coklat muda. Dia langsung minum dengan senang hati.

"Kalau, Ibu, sukanya apa?" tanya Yaneta kepada Berti.

"Ehm..., aku ini saja," Berti mengambil segelas teh hangat dari deretan gelas berbagai minuman. Dia nikmati kehangatan dan aroma teh hijau yang wangi.

"Mumpung ingat," tiba-tiba Yaneta berkata sambil memandang serius wajah Haris. "Nama perusahaan tempatmu bekerja itu lengkapnya apa? Kalau besar, ya, semua orang tahu. Itu perusahaan berskala internasional. Tapi jujur saja aku belum tahu, Har."

Haris menyeruput kopi panasnya pelan-pelan. Meresapi kenikmatan paduan gula dan kopi yang memenuhi selera lidah.

"Namanya PT Wusa Inti Perkasa, Mbak. Disingkat WIPA," jawab Haris setelah menikmati kopi kegemarannya. "WIPA termasuk perusahaan ekspor-impor mobil terbesar. Sebenarnya jabatanku ini termasuk kecil dalam struktur perusahaan besar semacam WIPA ini, Mbak."

"Walaupun begitu, tapi jabatanmu kepala staf lho, Mas," sahut Davia. "Gajinya tentu dua digit, hehehe. Atau mungkin tiga digit?"

"Ah..., soal gaji itu rahasia perusahaan, Dik, hehehe," Haris menanggapi. "Yang penting sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari."

"Dengan gaji yang besar seperti sekarang ," lanjut Davia, "apa Mas Haris tidak ada niat untuk ehm..., menikah lagi?"

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Hilang, Dia Mencariku Kemana-mana
9.1
Menjadi kekasih rahasia sekaligus restorator seni bos mafia Denis Sanggu adalah cara mahasiswi miskin sepertiku bertahan hidup. Namun, hubungan lima tahun ini retak saat Denis bertunangan dengan Bella Rosana. Aku tidak hanya dipaksa mengalah saat Bella melukaiku, tetapi Denis bahkan memaksaku menggantikan Bella bermain Rolet Rusia yang mematikan. Setelah mempertaruhkan nyawa demi membalas budi masa lalu, aku pun lenyap, meninggalkan sang mafia yang kini kehilangan akal sehatnya mencariku.
Sampul Novel Anak Rahasia Sang Kepala Mafia
8.8
Lima tahun mengabdi sebagai istri tak dianggap bagi pewaris dinasti mafia Dario Mahardika, wanita ini akhirnya memilih pergi. Meninggalkan mimpi senimannya demi pria yang selalu mengutamakan Arisa, ia melangkah pergi membawa surat cerai bertandatangan dan janin berusia tiga bulan. Kini, setelah sang mantan suami menyadari kehilangan besar ini dan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk mencari keberadaannya, ia telah bertransformasi menjadi ibu sekaligus pejuang tangguh yang tidak akan mudah menyerahkan kembali kehidupannya yang sempat hancur.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo, pemuda ber-IQ 150 berprestasi militer tinggi, terpuruk akibat patah hati mendalam. Di tengah keputusasaan, Mike menawarinya bergabung dengan sindikat mafia global, Black Nostra. Walau sempat menolak demi hati nurani, keteguhan Camilio runtuh saat menyaksikan solidaritas luar biasa di kelompok tersebut. Di balik dunia kriminal yang keras, ia justru menemukan kehangatan sebuah keluarga yang tak pernah ia duga sebelumnya.
Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
8.4
Dua pewaris takhta terkaya di New York, sang pembalap F1 dan genius investasi, telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, kehadiran Ella, putri konglomerat baru, mengubah segalanya. Ketika kedua pria itu membuang lencana Mia demi emblem kain pemberian Ella, persahabatan mereka retak. Kecewa dengan pengkhianatan ini, Mia yang menyembunyikan identitas aslinya memutuskan menyerah dan menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik demi keluarganya.
Sampul Novel Setelah Mengetahui Rahasia Bos Wanitaku, Aku Terkena Masalah Besar
8.0
Setelah memutuskan kembali ke ibu kota, seorang mantan raja gangster memilih menjalani kehidupan sederhana sebagai karyawan biasa. Namun, kedamaiannya hancur saat ia tidak sengaja membongkar rahasia tersembunyi milik bos wanitanya yang berparas cantik. Penemuan tak terduga ini menyeretnya kembali ke dalam pusaran bahaya dunia bawah yang penuh intrik, aksi, dan misteri besar. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi fatal demi melindungi dirinya dan sang atasan dari ancaman masa lalu yang mengintai.
Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?