APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terbelenggu Cinta Kakak Ipar

Terbelenggu Cinta Kakak Ipar

Yuan dihantui rasa bersalah setelah melewati malam terlarang bersama kakak iparnya, Rafan. Walau sepakat merahasiakannya, ia tak bisa lupa. Di tengah situasi itu, perlakuan kejam dan perselingkuhan suaminya justru membuat Yuan kembali mencari perlindungan pada Rafan. Ketika rahasia gelap ini mulai terancam terbongkar, mampukah Yuan menemukan cinta sejati di tengah lingkaran pengkhianatan dan konflik keluarga yang rumit?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Bagaimana bisa kau ada sini, Rafan?" Yuan menoleh ke kanan dan kiri, ia tak menjumpai siapa pun di sini kecuali Rafan. Tidak ada sekretaris atau setidaknya bawahan pria itu. Untuk apa pria ini datang ke pusat perbelanjaan di jam kerja seperti ini? Batinnya.

"Memangnya kenapa kalau aku ada di sini? Ini di tempat umum, siapa pun berhak ke sini asal punya duit. Adikku menyukai warna cerah, ini bagus untuk menggodanya nanti malam."

Rafan mengambil lingerie yang masih berada di tangan Yuan dan mengembalikannya ke tempat semula lalu menyodorkan lingerie pilihannya. Tak kunjung diterima Yuan, pria itu menarik tangan wanita itu dan meletakkannya di gantungan lingerie yang ia bawa. Sedetik kemudian, lingerie itu sudah berpindah tangan. 

Yuan yang tercengang dan masih shock hanya bergeming. Tak ada perlawanan ataupun kalimat yang wanita itu keluarkan. Ia hanya mampu menatap Rafan yang nampak biasa saja setelah kejadian semalam. Padahal ia dengan susah payah berusaha melupakan, tapi yang ada malah pria ini muncul terus di pikiran dan sekarang ada di depannya. Sungguh ia hanya bisa mematung di tempat, untuk menelan salivanya saja terasa sulit. 

"Aku ada sesuatu yang lain untukmu, Yuan." Rafan merogoh saku jasnya dan, "krim untuk menutupi karya ku yang ada di balik pakaianmu. Ini sangat ampuh," bisiknya di telinga Yuan yang membuat jantung wanita itu terasa berhenti berdetak seketika. 

Yuan baru bisa menggerakkan tubuhnya ketika Rafan sudah pergi dari hadapannya. Buru-buru ia merogoh tas mungil yang talinya tersampir di pundak. Ia menatap krim yang berukuran kecil dan sedikit panjang. 

'Apa-apaan ini.'

Dengan kesal ia kembali memasukkan krim itu ke dalam tas. Hilang sudah mood-nya untuk berbelanja. Ia berjalan menuju kasir dengan tanpa sadar membawa lingerie yang diberikan oleh Rafan. Ia baru sadar ketika sudah sampai kasir dan menyerahkan baju itu pada pekerja. Meskipun dalam hati ia merutuki kebodohannya, ia tetap saja membawa barang itu pulang. 

°°°

Malam harinya, Yuan berkutat di depan cermin. Setelah ia membersihkan diri, kini ia ingin mempercantik diri. dengan menggunakan make up tipis, ia sudah siap menyambut kedatangan sang suami. 

Yuan dengan was-was duduk di tepi ranjang. Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam saat terdengar mobil masuk pekarangan rumah. Ini adalah pertama kalinya bagi keduanya terpisah untuk beberapa hari. Itulah sebabnya, Yuan sedikit gugup malam ini. Apalagi jika mengingat lingerie yang ia kenakan adalah pilihan Rafan. Ah sudahlah, lupakan asal usul lingerie ini. 

"Surprise!" kata Yuan dengan bibir yang merekah. 

Untuk sejenak Danish terdiam seraya mengamati keadaan kamarnya. Bunga mawar tersebar di seluruh ranjang. Lampu temaram yang menyala dan juga ada beberapa lilin di sudut kamar membuat suasana romantis seketika memenuhi ruangan. 

"Apa ini, Yuan? Kau menyiapkan semua ini? Kita bukan lagi pengantin baru. Untuk apa semua ini?" 

Reaksi Danish sungguh diluar dugaannya. Ia menunggunya dengan sabar sepanjang hari, rindu yang teramat dalam membuat detik-detik ini begitu istimewa. Tapi kalimat yang terdengar dari mulut Danish sedikit mencubit hatinya. Sangat jelas tak ada senyum atau kebahagiaan di bibir pria itu. Yuan kecewa, tapi sebisa mungkin tak ia tunjukkan. 

"Ya memang kita bukan pengantin baru, tapi ini adalah pertama kalinya kita berpisah selama satu minggu. Tentu saja perpisahan ini membuat aku merindukanmu, Mas. Dan dengan cara inilah aku menyambutmu. Kau juga rindu aku, kan?" Yuan berjalan mendekat. 

"Nggak begini juga, Yuan. Kau, kan, tahu, aku perjalanan dari luar kota dan jauh. Aku cape, aku mau bersih-bersih, habis itu istirahat. Jangan berusaha menggodaku, biarkan suamimu ini merehatkan badan. Kalau kau merindukan yang lain, besok akan aku beri." Danish mengusap puncak kepala wanita itu dan mengecup keningnya singkat, lalu melipir ke kamar mandi. 

Yuan masih mematung di tempat. Kenapa suaminya tiba-tiba terlihat berubah? Tak biasanya laki-laki itu tidak menghargai usaha dan kerja kerasnya. 

'Ah mungkin memang Mas Danish kecapean aja. Dia nggak berubah, Yuan. Nggak usah overthinking.'

Wanita itu membuang jauh-jauh pikiran buruknya. Meskipun dalam hati dan logikanya kini tengah ribut, ia berusaha untuk tetap berpikir positif. Ia berusaha keras untuk meyakini bahwa suaminya itu memang keletihan. 

"Mau aku buatkan kopi atau minuman lain? Atau kau mau makan sesuatu?" Yuan bertanya saat suaminya baru saja membuka pintu kamar mandi. Ia mengganti lingerinya dengan pakaian tidur setelah menyiapkan baju tidur untuk sang suami. 

"Tidak perlu. Aku mau langsung tidur."

Yuan mengangguk dan membawa tubuhnya untuk berbaring di ranjang kosong samping suaminya. Meskipun dalam hatinya ia cukup bertanya-tanya apa yang membuat suaminya seperti berubah menjadi acuh. Seumur-umur tidak pernah Yuan diperlakukan seperti ini oleh Danish. Pikiran yang ingin berpikir positif itu ternyata tidak sejalan dengan kata hatinya. 

°°°

Pagi harinya, matahari muncul di balik cakrawala dengan lembut, menyinari dunia dengan sinar keemasan. Suara burung bernyanyi dengan gembira, menyapa hari baru yang penuh potensi. Udara segar pagi mengisi paru-paru dengan kehidupan, dan embun di daun-daun memberikan kilauan magis yang menghipnotis. 

Di seberang jendela, taman bunga mulai mekar dengan indahnya. Bunga-bunga mawar, anggrek, dan tulip memberikan tampilan yang mengagumkan. Seekor kupu-kupu beterbangan di antara bunga-bunga itu, menambahkan sentuhan kecantikan alami. 

"Aku suka pagi hari," kata Yuan memandangi taman samping rumah yang ada di bawah sana. 

Sebuah rangkulan yang ia rasakan di sepanjang perutnya membuatnya sedikit terkejut. Di detik berikutnya, ada sebuah beban di pundaknya, bukan beban yang berat. Ia menyukai beban kepala suaminya itu. 

"Secangkir kopi sepertinya cukup untuk menghangatkanku pagi ini."

"Kau merindukan kopi buatanku? Aku akan segera kembali dan membawanya."

"Kau yang terbaik."

Yuan dengan semangat baru menuruni anak tangga satu persatu dan menuju dapur. Ia akan membuatkan kopi spesial seperti biasanya untuk sang suami. Senyum terukir sejak tadi, bgaimana tidak? Sikap suaminya kembali seperti biasanya, itu artinya memang semalam ia benar-benar kelelahan. Sungguh Yuan merasa bersalah karena berpikir yang tidak-tidak semalam. 

Tidak membutuhkan waktu lama bagi Yuan untuk membawa secangkir kopi itu ke kamar. Namun, begitu ia membuka pintu tak ia dapati suaminya di sana. Mendengar gemericik air di kamar mandi, Yuan tidak perlu bertanya ke mana perginya suaminya. 

Ponsel yang berada di atas nakas berdering bersamaan saat Yuan meletakkan secangkir kopi buatannya. Keningnya pun mengernyit, pasalnya ini masih terlalu pagi untuk menelepon seseorang. 

"Ae-in?" Kening Yuan tambah mengernyit ketika melihat nama kontak yang menelpon suaminya sepagi ini. 

Yuan hampir saja menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan. Namun, secepat kilat sebuah tangan menyambar ponsel itu dan menatapnya dengan tatapan tajam seolah tatapan mata itu menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Yuan adalah sesuatu yang lancang. 

"Siapa yang menghubungimu sepagi ini, Mas? Siapa Ae-in?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Sampul Novel Kompilasi Cerpen Dewasa
9.1
Antologi fiksi romantis modern ini merangkum deretan kisah cinta dewasa yang penuh gairah dan emosi mendalam. Melalui sudut pandang berbagai karakter lintas profesi, pembaca diajak menelusuri hubungan intim yang sarat konflik tajam antara protagonis dan antagonis. Selain menyajikan ketegangan yang memikat, setiap cerita pendek di dalamnya juga dirancang untuk memberikan wawasan berharga mengenai dinamika asmara sekaligus menyampaikan pesan moral yang mendalam bagi pembaca.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Mengandung Anak Boss
8.3
Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.
Sampul Novel Terjebak Cinta di Melbourne
8.4
Daniel, arsitek sukses asal Melbourne, terkejut saat Ayana mengaku pernah ditiduri olehnya. Bukti foto memaksa Daniel menampung Ayana di gudang apartemennya. Keadaan makin pelik setelah Ayana berbohong kepada ibu Daniel bahwa mereka berpacaran. Sang ibu pun mendesak Ayana menyusul Daniel ke Melbourne. Di tengah dinginnya kota itu, kebohongan tersebut perlahan berubah menjadi benih cinta yang tumbuh tulus di antara mereka.
Sampul Novel TEROR ASOKA
8.4
Tumbuh di tengah keluarga Dirandra yang menyayanginya, Asoka Lavanya Ekadanta tetap tak bisa lepas dari teror misterius sejak kecil. Saat ancaman itu kian membahayakan orang-orang terdekatnya, sang anak angkat terpaksa mengasingkan diri untuk berjuang solo. Kini, ia harus menuntaskan dendam masa lalu, mengungkap dalang di balik semua kekacauan, sekaligus memenangkan kembali hati wanita yang tulus mencintainya. Mampukah ia bertahan?