APKDock Logo
Sampul Novel Mengandung Anak Boss

Mengandung Anak Boss

8.3 / 10.0
Siska awalnya hanya ingin bekerja sebagai sekretaris di perusahaan mewah. Namun, Arga, sang atasan yang tampan, malah menyodorkan kontrak kerja yang sangat tidak biasa. Bosnya tersebut rupanya memiliki kondisi medis khusus yang mewajibkannya meminum ASI. Siska pun kini berada di persimpangan jalan yang sulit, harus memilih antara tetap bersikap profesional atau bersedia menjadi penyedia ASI demi memenuhi kebutuhan kesehatan unik sang pimpinan.

Mengandung Anak Boss Bab 1

Pagi itu, matahari bersinar cerah menerangi kota Jakarta. Siska berjalan tergesa-gesa menuju gedung perusahaan yang megah di pusat kota. Hari ini adalah hari yang sangat penting baginya, hari di mana ia akan menjalani wawancara kerja yang bisa mengubah hidupnya. Ia mengenakan setelan rapi dan sepatu hak tinggi, berharap penampilannya bisa memberikan kesan baik kepada pewawancara.

Sesampainya di lobi gedung, Siska tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Lobi itu luas, dengan lantai marmer mengkilap dan lampu kristal menggantung di langit-langit. Ia kemudian melangkah menuju meja resepsionis.

"Selamat pagi, saya Siska. Saya ada janji wawancara dengan Pak Arga," ucapnya sopan kepada resepsionis.

"Selamat pagi, Ibu Siska. Silakan tunggu sebentar, saya akan menghubungi beliau," jawab resepsionis dengan senyum ramah.

Tak lama kemudian, seorang pria tampan dengan setelan jas mahal datang menghampiri Siska. Pria itu adalah Arga, direktur utama perusahaan tersebut. Arga tersenyum dan mengulurkan tangan.

"Selamat pagi, Siska. Saya Arga, senang bisa bertemu dengan Anda. Silakan ikut saya ke ruang wawancara," katanya.

Siska mengikuti Arga menuju sebuah ruang kantor yang luas dan mewah. Mereka duduk di hadapan satu sama lain, dan wawancara pun dimulai. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Arga, dan Siska menjawab dengan penuh percaya diri. Hingga akhirnya, Arga mengajukan sebuah tawaran yang mengejutkan.

"Siska, Anda adalah kandidat yang sangat potensial. Saya sangat terkesan dengan latar belakang dan kemampuan Anda. Namun, ada satu hal lagi yang ingin saya bicarakan," kata Arga dengan nada serius.

"Apa itu, Pak?" tanya Siska dengan penasaran.

"Saya memiliki kondisi kesehatan yang agak unik. Saya butuh ASI sebagai bagian dari perawatan medis saya. Saya ingin menawarkan Anda posisi sebagai sekretaris sekaligus seseorang yang bisa membantu saya memenuhi kebutuhan medis ini. Tentu saja, kompensasi yang kami tawarkan sangat besar," jelas Arga.

Siska terdiam sejenak, mencoba mencerna apa yang baru saja didengarnya. Ia tak pernah menyangka akan mendapat tawaran seperti ini. Di satu sisi, ia sangat membutuhkan pekerjaan dan uang untuk membayar hutang ibunya yang begitu kejam. Namun di sisi lain, tawaran ini terdengar sangat aneh dan tidak biasa.

"Apakah Anda serius, Pak?" tanya Siska akhirnya.

"Ya, saya sangat serius. Saya tahu ini bukan permintaan yang biasa, dan saya bisa mengerti jika Anda membutuhkan waktu untuk mempertimbangkannya," jawab Arga dengan tenang.

Siska mengangguk pelan. "Saya... saya butuh waktu untuk memikirkan ini, Pak. Ini keputusan yang sangat besar."

"Tentu saja, Siska. Ambil waktu yang Anda butuhkan. Tapi saya harap Anda bisa memberikan jawaban secepatnya, karena saya benar-benar membutuhkan bantuan Anda," kata Arga.

Setelah wawancara selesai, Siska keluar dari gedung perusahaan dengan perasaan campur aduk. Tawaran Arga terus terngiang-ngiang di kepalanya sepanjang perjalanan pulang. Ketika tiba di rumah, ia disambut oleh ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.

"Bagaimana wawancaranya?" tanya ibunya tanpa melihat ke arah Siska.

"Berjalan dengan baik, Bu," jawab Siska singkat.

Ibunya hanya mengangguk, tidak tertarik untuk mendengar lebih lanjut. Siska masuk ke kamarnya dan duduk di atas ranjang, merenungkan tawaran Arga. Ia sangat membutuhkan uang untuk melunasi hutang ibunya yang menumpuk, tapi apakah ia siap untuk menerima tawaran yang aneh itu?

Malam itu, Siska tidak bisa tidur. Ia terus berpikir tentang apa yang harus ia lakukan. Tawaran Arga memang aneh, tapi jika itu bisa menyelesaikan masalah keuangan keluarganya, mungkin ia harus mempertimbangkannya. Setelah berpikir matang-matang, Siska akhirnya memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.

Keesokan harinya, Siska kembali ke gedung perusahaan dan menemui Arga di kantornya. Arga terlihat senang melihat kedatangannya.

"Siska, saya senang Anda kembali. Apakah ini berarti Anda telah membuat keputusan?" tanya Arga dengan harap-harap cemas.

"Ya, Pak. Saya akan menerima tawaran Anda," jawab Siska dengan tegas.

Arga tersenyum lega. "Terima kasih, Siska. Anda telah membuat keputusan yang tepat. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai kontrak dan segala detailnya."

Siska dan Arga duduk bersama, membahas kontrak kerja yang mencakup tanggung jawabnya sebagai sekretaris sekaligus membantu kebutuhan medis Arga. Kontrak tersebut sangat menguntungkan bagi Siska, dengan gaji yang jauh di atas rata-rata.

Setelah semua persyaratan disepakati, Siska merasa lega. Meskipun ia masih merasa aneh dengan situasi ini, ia tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang terbaik untuk masa depannya dan keluarganya. Bagaimanapun juga, ia harus melakukan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah keuangan yang menghimpit keluarganya.

Dalam beberapa hari berikutnya, Siska mulai bekerja di perusahaan tersebut. Ia menjalankan tugas-tugasnya sebagai sekretaris dengan baik, sambil perlahan-lahan menyesuaikan diri dengan peran tambahan yang harus ia jalani. Meskipun awalnya terasa canggung, Siska mulai menyadari bahwa ia bisa melakukannya.

Hubungannya dengan Arga pun semakin dekat. Mereka sering berdiskusi tidak hanya tentang pekerjaan, tetapi juga tentang kehidupan pribadi masing-masing. Arga ternyata adalah pria yang baik dan perhatian, meskipun ia memiliki kondisi medis yang unik. Siska merasa nyaman berada di dekatnya dan mulai melihat sisi lain dari pria tampan tersebut.

Hari demi hari berlalu, dan Siska semakin mahir dalam menjalani perannya. Ia merasa bangga karena bisa membantu Arga sembari mengatasi masalah keuangan keluarganya. Meskipun perjalanan ini penuh dengan tantangan dan dilema, Siska tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang tepat.

Di tengah segala kesulitan dan keanehan situasi ini, Siska belajar banyak tentang arti pengorbanan dan tanggung jawab. Ia tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri, siap menghadapi segala rintangan yang ada di depannya. Bab pertama dari perjalanan hidupnya ini mungkin penuh dengan pilihan yang sulit, tapi Siska tahu bahwa ia telah memulainya dengan langkah yang benar.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Mengandung Anak Boss

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Kehidupan baru Anisa Rahma dimulai setelah ia dinikahi Seno Bagaskara, seorang konglomerat yang membawanya ke rumah besar keluarganya. Namun, tinggal bersama saudara ipar lain memicu konflik rumit. Di balik kemegahan rumah itu, Anisa tidak menyadari bahwa adik kandung Seno serta suami dari iparnya memendam gairah terlarang pada dirinya. Kini, ia terperangkap dalam bahaya nafsu terselubung di kediaman tersebut. Mampukah Anisa bertahan menghadapi ancaman ini?
Sampul Novel Gairah Berbahaya Si Gadis Lugu
9.2
Niat tulus Rheina menyelamatkan sahabatnya dari tuan tanah malah berujung pelik. Sang ayah justru menikahi sahabatnya itu sebagai istri keempat, menyeret Rheina ke dalam lingkaran konflik keluarga yang kelam dan merusak hidupnya. Di tengah kerasnya tekanan hidup yang dipenuhi kata kasar dan adegan dewasa, gadis lugu ini terjebak dalam cinta segitiga yang rumit. Saksikan perjuangan emosional Rheina menghadapi takdirnya yang sarat liku.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan