APKDock Logo
Sampul Novel Terbelenggu Cinta Kakak Ipar

Terbelenggu Cinta Kakak Ipar

9.2 / 10.0
Yuan dihantui rasa bersalah setelah melewati malam terlarang bersama kakak iparnya, Rafan. Walau sepakat merahasiakannya, ia tak bisa lupa. Di tengah situasi itu, perlakuan kejam dan perselingkuhan suaminya justru membuat Yuan kembali mencari perlindungan pada Rafan. Ketika rahasia gelap ini mulai terancam terbongkar, mampukah Yuan menemukan cinta sejati di tengah lingkaran pengkhianatan dan konflik keluarga yang rumit?

Terbelenggu Cinta Kakak Ipar Bab 1

"Mas, kau pulang?"

Satu pertanyaan ringkas terdengar, suara yang serak, lembut, dan halus itu membuat sakit di kepalanya seketika hilang, tapi hanya untuk beberapa detik saja. Ia berpikir ini hanya halusinasinya semata.

Namun, sekali lagi semesta menegaskan bahwa apa yang Rafan dengar tadi bukanlah sebuah ilusi. Tapi memang ada sesuatu yang hidup di dalam kamarnya, di atas ranjang lebih tepatnya. Hal itu ia yakini setelah sepanjang punggungnya merasakan pelukan hangat dan juga desakan tubuh yang semakin mendekat. Semakin lama semakin mendekat dan seperti tengah memaksa untuk ia dekap.

"Kenapa kau diam saja? Peluk aku supaya aku kembali terlelap. Kau tahu aku susah tidur lagi jika ada yang membangunkan. Ini belum pagi, kan?" Yuan meraba-raba mencari tangan Rafan. Setelah mendapatkan tangan itu, segera ia lingkarkan ke pinggang.

Sedikit aneh saat hidung Yuan tertempel di dada bidang Rafan. Keningnya sedikit mengernyit lantaran bau alkohol yang cukup menyengat. Ia sampai sedikit terbatuk saat menghirupnya dalam.

Yuan hampir melempar pertanyaan, namun kembali tertelan begitu pelukan di pinggangnya semakin erat. Rasa nyaman itu membuat ia melupakan keganjilan pada suaminya.

Sementara itu, Rafan yang tengah tidak sadar sepenuhnya mulai merasakan gelenjar aneh dalam dirinya. Ada sesuatu yang mulai bangkit perlahan. Sudah beberapa bulan terakhir ia tidak merasakan ini, dan sekarang tiba-tiba rasa itu hadir kembali.

"Kau ingin sesuatu, Mas?"

Rafan tak menyahut ia jusru melenguh dengan tangan yang sudah bergerak begitu aktif dan sedikit ganas. Nampaknya ia melupakan kenyataan dan statusnya untuk malam ini.

Gerakan Rafan semakin lama semakin kentara bahwa ia tenggelam dalam hasrat yang sudah lumayan lama tak tertuang. Apalagi mendengar lengkuhan Yuan membuatnya bertambah brutal dan semangat. Untuk kali ini, pusing di kepalanya hilang tak bersisa.

"Mas, bisakah kita mulai sekarang? Ini telalu lama, aku tidak kuat," pinta Yuan dengan melas di tengah kegiatannya.

"Kau ingin mulai sekarang?"

Rafan mulai mengambil ancang-ancang, ia menerobos masuk perlahan. Memberantas apa pun yang menghalanginya. Terus melaju dengan bebas dan ah akhirnya kehangatan ia rasakan saat usahanya yang tak seberapa itu tak berujung sia-sia.

Malam itu akhirnya keduanya tenggelam dalam surga dunia yang sudah lama tak Rafan rasakan. Entah berapa kali Rafan menyemburkan cairan kentalnya, entah berapa jam mereka berjibaku dengan malam panas itu, dan entah mengapa rasanya berbeda dari yang dulu ia rasakan. Tapi persetan dengan pikirannya. Ia hanya butuh menyelesaikan apa yang ia mulai.

"Kau semakin lama semakin memabukkan, kau pandai membuat aku terbang. Kau selalu membuat aku lupa bagaimana cara menapak tanah. Aku sangat lelah. Ayo kita tidur, sebentar lagi pagi."

Mereka kembali berpelukan dengan erat. Meski Yuan merasakan sensasi yang berbeda saat bersenggama, ia berusaha abai dan memaksakan matanya untuk terpejam.

°°°

Sinar matahari yang memaksa masuk melalui celah jendela membuat kedua manusia yang berada di atas ranjang itu membuka mata bersamaan. Sisa rasa pusing semalam rupanya masih ada dan sedikit berdenyut-denyut di kening Rafan.

Sepersekian detik berikutnya, Rafan dan Yuan terhenyak dari tempat berbaringnya. Untuk sesaat mereka saling tukar pandang dalam keheningan. Mereka memikirkan hal yang sama. Bagaimana bisa mereka berada dalam satu tempat yang sama dalam keadaan sama-sama polos pula.

"Mas Rafan bagaimana bisa ada di kamarku, Mas?" Yuan bertanya dengan degupan jantung yang masih jelas terasa menggema.

Rafan memindai seisi kamar. Bola matanya berkeliaran ke setiap sudut dan benar, ini bukan kamarnya. Ini kamar adiknya dan juga adik iparnya. Itu artinya dirinya masuk kamar yang salah? Oh tidak. Bagaimana ini?

"Yuan, aku sepertinya tidak sadar masuk kamarmu. Aku semalam mabuk dan hanya ingin segera istirahat tanpa peduli aku salah masuk kamar atau tidak. Sungguh aku tidak sadar sudah masuk kamar yang salah. Ini bukan sesuatu yang aku sengaja." Rafan mulai panik.

"Kau harusnya sadar kalau kau salah masuk kamar saat ada seseorang di ranjangmu. Bagaimana kau lupa dengan statusmu?"

Yuan bicara dengan kesal. Ia marah dan merasa kecewa dalam satu waktu. Ia marah pada dirinya sendiri dan juga Rafan. Namun, di sisi lain ia juga kecewa karena sudah merasa mengkhianati sang suami. Ia merutuki diri sendiri bagaimana bisa tak mengenali laki-laki yang bersamanya ini suaminya atau bukan. Sungguh ia merasa buruk kali ini.

"Sudah aku katakan aku sedang mabuk, Yuan. Aku sakit kepala berat, mana bisa orang mabuk bisa berpikir dengan jernih. Lagipula kau yang dalam keadaan sadar saja tidak mengenali yang masuk kamarmu suamimu atau bukan. Kau tahu suamimu sedang berada di luar kota kenapa pintu tidak kau kunci?"

Keadaan kini berbanding terbalik. Dari semua sisi sepertinya memang Yuan yang banyak salah dibandingkan dengan Rafan. Pria itu tak sadar, ia sedang mabuk. Sementara dirinya yang sehat jiwa raga, dalam kesadaran yang sepenuhnya seharusnya bisa menahan hasrat.

Dalam keadaan genting begini, Yuan masih sempat-sempatnya teringat kejadian semalam. Erangan, lengkuhan, dan juga suara Rafan yang terdengar lebih seksi dibandingkan suaminya. Ia meraba tengkuknya saat kejadian itu masih saja segar dalam ingatannya.

"Oke baiklah. Memang aku yang terlihat sangat salah. Dibandingkan kau yang hanya punya dua kesalahan, kesalahanku lebih banyak. Ini sudah terlanjur dan kita nggak bisa melakukan apa pun selain melupakan. Bagaimana kalau kita lupakan saja kejadian ini dan anggap saja tidak pernah terjadi dan yang paling penting, jangan sampai ada keluarga kita yang tahu. Aku minta maaf."

"Memang apa lagi yang bisa dilakukan selain ini?" jawab Rafan menyingkap selimut lalu kembali menutupnya saat mendengar teriakan pelan dari Yuan.

"Aku mengakui salah bukan berarti kau tidak salah. Meminta maaf atas sebuah kesalahan tidak menurunkan harga dirimu."

"Iya aku minta maaf. Aku juga salah dalam hal ini. Balik badan, aku mau ambil pakaian."

Rafan bangkit dan memakai pakaiannya dengan cepat saat Yuan memutar tubuhnya.

"Dasar wanita, dia mengatakan ingin melupakan semuanya dan menghakui bahwa dia salah. Tapi dia berharap maafku juga." Rafan bergumam sangat pelan.

"Apa kau bilang?"

Yuan refleks berbalik badan. Sedetik kemudian, wanita itu berteriak dengan kencang.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terbelenggu Cinta Kakak Ipar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua puluh tahun Melisa setia menunggu cinta pertamanya hingga ia hampir mati rasa. Ketika mencoba bangkit, ia malah dimanfaatkan pria licik. Sementara itu, Rommy pulang sebagai pria sukses yang mapan namun masih memendam kepedihan masa lalu. Rommy pun datang untuk meminang Melisa. Sayangnya, pinangan itu ditolak karena Melisa tidak tahu tentang perjodohan masa kecil mereka. Di tengah berbagai ujian hidup, akankah kebenaran takdir masa lalu ini sanggup menyatukan kembali cinta mereka?
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Sampul Novel Ibu Susu dari Desa
8.2
Kisah dalam novel modern ini berpusat pada seorang janda muda yang kehidupannya berubah setelah dibeli oleh seorang pemburu desa dengan uang senilai empat juta. Awalnya, pria kasar tersebut menegaskan bahwa tugasnya hanyalah menjadi ibu susu bagi putranya yang masih kecil. Namun, situasi di dalam rumah tangga baru ini segera bergeser. Alih-alih sekadar membantunya melancarkan ASI, sang pemburu justru mulai merebut jatah makanan anaknya sendiri setiap malam tiba.
Sampul Novel Rosemary's Life Story
9.6
Kehidupan Rosemary Laurens hancur seketika saat sang ayah meninggal di Balikpapan. Sekretaris asal Surabaya ini harus menerima kenyataan pahit bahwa rumah dan toko keluarganya disita bank akibat utang judi mendiang ayahnya. Di tengah kemiskinan yang tiba-tiba, nasib buruk kembali menimpanya. Mobil yang ia kendarai ditabrak truk, merenggut nyawa Owen, kekasihnya. Kini, Rosemary harus berjuang sendirian untuk memulihkan luka fisik serta trauma mendalam akibat kehilangan dua pria yang sangat dicintainya.
Sampul Novel The Front Line
9.4
Cinta sanggup mengubah seseorang menjadi monster atau melembutkan jiwa yang beku. Bagi Randy, detektif yang biasa menghadapi kejamnya dunia kriminal, asmara justru menjadi bumerang yang merusak logika serta stabilitas mentalnya. Terperangkap dalam pusaran emosi mendalam akibat orang yang dicintainya, Randy kini harus berjuang keras menjaga kewarasan di tengah konflik mematikan yang mengancam nyawa. Mampukah ia bertahan?
Sampul Novel Tiga Puluh Nasi Bungkus
9.5
Penghasilan fantastis Mas Edi sebagai ojek online membuat istrinya curiga. Kecurigaan itu kian mendalam ketika ia diperintahkan membuat tiga puluh bungkus nasi bermenu seragam setiap hari. Suaminya berdalih bahwa semua uang dan tugas itu merupakan berkah dari Tuhan. Namun, rutinitas ganjil tersebut justru memicu tanda tanya besar. Rahasia kelam apa yang sebenarnya disembunyikan Mas Edi di balik tumpukan uang tunai yang ia bawa pulang tiap malam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan