APKDock Logo
Sampul Novel Obsesi Suci

Obsesi Suci

8.8 / 10.0
Hubungan antara seorang paman dan keponakan istrinya melintasi batas dalam novel modern Obsesi Suci. Berawal dari sentuhan ragu yang memicu ketegangan, keduanya terjebak dalam ketertarikan fisik yang intens. Sang paman sengaja menggoda keponakan tirinya, memicu reaksi berani yang tak terduga. Alih-alih menjauh, gadis itu justru menyambut kedekatan intim tersebut dengan kepolosan yang menantang bahaya. Di bawah bayang-bayang pernikahan, sebuah permainan hasrat yang berisiko tinggi mulai bergulir di antara mereka.

Obsesi Suci Bab 1

"Paman ... besar sekali, apa semua pria begini ...?"

Wajah keponakan istriku merona merah saat aku menyentuhnya. Tangannya yang halus terasa kaku saat meraba alat milikku dari balik celana.

Aku menatap tubuhnya yang mulai bereaksi akibat belaianku, lalu sengaja menggodanya, "Bukan hanya begini, pria juga akan memasukkan alat ini ke lubang bawahmu, lho."

Selesai berbicara, aku sengaja menyentakkan bagian bawah tubuhku ke telapak tangannya yang lembut.

Tak disangka, tangan satunya menyingkap ujung roknya sendiri. Sementara tangan yang lain menarik pakaianku dan menggenggam alat yang sudah menegang keras itu.

Sesuatu yang besar dan kokoh itu menekan perut bawahnya. Wajahnya merah padam. Dia memegang alat itu, mengesekkannya perlahan di perut bawahnya, bahkan mungkin mengarah lebih ke bawah lagi ....

Aku adalah seorang dosen. Awalnya aku memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan sempurna, tetapi beberapa hari terakhir ini aku merasa sangat tertekan.

Hal ini dikarenakan istriku yang bertubuh mungil, sepertinya tidak sanggup menahan fisikku yang kuat dan "alat besar" milikku yang bahkan lebih perkasa daripada pria Afrika. Setiap kali kami berhubungan intim, sebelum aku sempat merasa puas, dia sudah menutupi bagian bawahnya dan memohon agar aku berhenti.

Istriku, Marsha Gilda, akhirnya memutuskan untuk pisah ranjang denganku. Padahal usia pernikahan kami belum genap tiga bulan, tetapi dia sering sekali pulang ke rumah orang tuanya, bahkan sempat melontarkan keinginan untuk bercerai.

Keponakannya yang baru masuk kuliah pun sampai tahu tentang ketidakharmonisan hubungan ranjangku dengan Marsha.

Tina Devinka, keponakan istriku, tahun ini baru masuk semester satu dan kebetulan diterima di universitas tempatku mengajar. Saat awal perkuliahan, tentu saja aku sebagai paman, harus membantunya mengurus keperluannya.

Saat aku mengetuk pintu dan masuk ke kamar asramanya, aku melihatnya sedang menunduk merapikan koper.

Tubuhnya yang muda sedikit membungkuk. Menampakkan bokong yang padat dan bulat, yang bergerak perlahan, membuat jantungku berdesir.

Gadis itu lalu mendongak dan melihatku. Dia tampak sedikit terkejut, tetapi segera kembali tenang dan menyapa dengan manis, "Paman!"

Tina tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 160 cm. Kulitnya putih bersih dengan tubuh yang ramping. Rambut panjangnya diikat asal, memancarkan vitalitas anak muda.

Dia mengenakan kaus longgar dan rok pendek yang nyaris hanya menutupi bokongnya, hingga sudut celana dalamnya hampir terlihat samar. Sepasang kakinya di bawah sana terlihat jenjang dan cantik. Kulit putihnya membuat kerongkonganku terasa kering. Dadanya yang berukuran 36D terlihat menonjol di balik baju, pantas saja dia langsung diakui sebagai primadona kampus di forum diskusi universitas.

Pasti karena akhir-akhir ini istriku tidak memuaskanku, sehingga melihat Tina saja sudah membuatku berimajinasi liar.

Terutama saat aku tidak sengaja melihat sehelai pakaian dalam indah, yang tergeletak di tepi tempat tidurnya. Renda merah muda yang membentuk siluet menggoda.

Hatiku bergejolak, membayangkan bagaimana pakaian dalam itu akan membungkus tubuhnya. Seolah kerasukan, tanganku terulur membelai bokongnya, merasakan kekenyalan dan kelembutan kulitnya.

Tina terpaku sejenak, lalu rona merah muncul di wajahnya. Dia berkata lirih dengan nada malu-malu, "Paman, apa yang sedang Paman lakukan?"

Aku terpesona oleh sikapnya yang polos dan lugu ini, lalu sengaja menggodanya, "Pemalu sekali? Apa Tina belum pernah lakukan hal gini?"

Tina menatapku dengan tatapan bingung. Tatapan sucinya itu justru membuat bagian bawah perutku menegang, rasanya area selangkanganku akan segera meledak.

"Benar-benar belum pernah? Kamu sudah dewasa, lho. Kalau nggak pernah bersentuhan dengan pria sedikit pun, bagaimana kamu bisa punya pacar nantinya?"

Mendengar ucapanku, Tina terlihat jelas merasa gugup. Sepertinya dia sangat memikirkan hal ini.

"Mau bagaimana lagi Paman, nggak ada yang pernah mengajariku apa yang harus dilakukan."

Dia terlihat begitu lemah, seolah-olah boleh diperlakukan apa saja.

Aku pun menggerakkan tanganku yang berada di bokongnya, mulai menjelajahi area yang padat dan lembut itu.

Dia tersentak dan refleks ingin berteriak, tetapi aku segera menutup mulutnya dengan tanganku.

"Sst, bukannya Paman ini juga pria? Jadilah gadis penurut, Paman sendiri yang akan mengajarimu."

Matanya memancarkan binar kejutan tapi senang, penolakan yang sebelumnya ada kini melunak dan menjadi patuh.

Akhirnya, dia mengangguk.

Tanganku meremas kuat salah satu belahan bokongnya, mempermainkannya sesuka hati. Ujung jariku samar-samar menyapu ujung roknya, mencoba mencari celah di antara kedua belah bokongnya.

Mulutnya yang kututup, mengeluarkan rintihan tertahan. Saat jemariku menarik pinggiran celana dalamnya lalu melepaskannya hingga berbunyi "peletak", dia refleks gemetar. Mulutnya sedikit terbuka, dan ujung lidahnya yang lembut menyentuh telapak tanganku.

Seketika, bagian bawah tubuhku membentuk tonjolan yang sangat jelas. Celanaku pun tak sanggup lagi menyembunyikan keperkasaan alat itu.

Aku berdiri sangat dekat dengannya, membuat tonjolan itu menekan langsung ke roknya.

Dia tertegun, menunduk menatap bagian itu, dan wajahnya seketika memerah padam.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Obsesi Suci

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Penantian Yang Tak Kunjung Kembali
9.2
Enam tahun pernikahan rahasia dengan seorang direktur menyisakan luka bagi sang istri, terutama karena suaminya menolak dipanggil ayah oleh putra mereka. Ketika sang suami kembali mengabaikan ulang tahun anak mereka demi sekretaris wanitanya, ia memutuskan pergi membawa putranya dan mengajukan cerai. Kehilangan ini membuat sang suami yang biasanya tenang menjadi lepas kendali dan mencarinya ke mana-mana bagai orang gila. Namun, kali ini sang istri dan putranya benar-benar tidak akan pernah kembali lagi.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan