APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TAWANAN CEO DINGIN

TAWANAN CEO DINGIN

Demi bertahan hidup, aku melakoni peran ganda sebagai pelajar dan pacar sewaan. Takdir mempertemukanku dengan Claude, klien pertama yang seketika mengubah segalanya. Pengusaha kaya raya itu mendadak terobsesi padaku, bahkan melarangku menerima pelanggan lain. Kini, aku terperangkap dalam cengkeraman sang CEO dingin yang enggan melepaskan tawanannya. Mampukah aku meloloskan diri dari jerat obsesi menyesakkan ini? Ikuti kisah perjuanganku bebas dari sang tuan muda.
Bab
Bagikan

Bab 2

“Halo. Duduklah, Serenna.”

Madamme Bianca mempersilakanku untuk duduk. Sedangkan Anna meninggalkanku di ruangan ini seorang diri.

Aku menggigit bibirku, canggung lagi takut.

“Aku sudah mengetahui dirimu dari Anna. Kau belum berusia 18 tahun, kan?”

Kugelengkan kepalaku. “Saya berusia 17 tahun.”

Setidaknya, di usiaku yang tergolong belia ini, aku sudah mendapatkan kartu identitas dari pemerintah negara Westtia. Meskipun tahun depan, aku baru boleh bekerja.

Aku menganggukkan kepala.

Madamme Bianca pun mengulurkan perjanjian kontrak di depanku. Isinya adalah perjanjian pekerjaan paruh waktu. Ternyata, satu hari aku hanya akan mendapatkan satu klien dalam jangka waktu satu bulan sebagai masa percobaan. Sedangkan di bulan depannya, aku baru boleh mendapatkan klien lebih dari satu dalam satu hari.

Sebelum menandatangi kontrak, aku mencoba untuk bertanya. “Seberapa jauh ... hubunganku dengan klien nantinya? Aku tak bisa ... untuk tidur bersama dengan mereka.”

Perempuan gemuk di depanku ini tertawa. Bibir merahnya itu menganga lebar dengan tawanya. “Hahaha! Hahahah!”

Aku terdiam, merasa itu tak lucu.

Karena tanggapanku yang super dingin, Madamme Bianca pun menyipitkan mata. “Bukankah kepuasan klien adalah prioritas perusahaan?”

“Aku tetap tak bisa melakukannya.” Aku menegaskan. Sama sekali aku menjunjung tinggi keperawananku ini. Bejat mana yang mau mencabuliku, tak akan kubiarkan sedikit pun!

Lebih baik aku mati daripada berzina.

Bukannya aku sok suci, tetapi tindak keji itu hanya akan merugikanku.

“Hahaha. Rupanya kau adalah orang yang keras kepala.”

“Aku akan angkat kaki dari tempat ini sekarang, jika kau akan memberikan keleluasaan bagi klien untuk menjamah tubuhku.”

“Hahaha. Sombong sekalii kau, Nona Muda. Kau sudah kuberikan pekerjaan, tetapi kau masih menawar?”

“Kau yang akan kehilangan aset seperti diriku. Muda dan cantik. Aku yakin, kau akan mendapatkan banyak klien.”

Senyuman jahatku terpulas. Aku tak berbohong, kok. Wajahku memang cantik. Luar biasa, bahkan. Dengan kecantikanku, aku bisa menaklukan satu pria hanya dalam waktu sepuluh menit.

Jangan tanya seberapa banyak lelaki di sekolah yang menaksirku.

Madamme Bianca juga menyadari, wajah dan bentuk tubuhku yang proporsional lagi sintal bak gitar spanyol ini menggaet banyak pelanggan. Ia mendengus. “Cih. Baiklah. Aku akan memberikan peraturan khusus untukmu. Sebagai gantinya, kau hanya mendapatkan bayaran 100$ per jam.”

“Itu sudah lebih dari cukup untukku.”

Deal. Perjanjian ini selesai. Aku dan Madamme Bianca bersepakat. Perempuan gendut itu juga mengatakan kalau aku harus merahasiakan perlakukan khusus atas diriku. Karena, tak banyak ‘pria nakal’ yang meminta lebih daripada seharusnya. Mereka yang melanggar kontrak sendiri.

Dan terkhusus untuk diriku, Madamme Bianca akan mewanti-wanti klien dengan alasan aku yang masih belia.

“Kalau begitu, akan kuberikan kau kartu identitas baru nantinya. Semua orang di sini juga demikian. Mereka punya identitas baru.”

Madamme Bianca memberikan kartu nama baru untukku. Queen Aprodithe, mahasiswa Universitas S, jurusan Ilmu Komunikasi, berusia 20 tahun. Yah, profil yang cukup bagus.

Ketika aku selesai membaca kartu namaku, Anna muncul dengan wajah panik. “Ada klien baru yang mendadak datang. Ia akan membayar berapa pun untuk pertemuannya yang urgent ini.”

“Berikan saja Camelia atau Jean. Mereka sangat profesional.” kata Madamme Bianca.

Anna menggelengkan kepalanya. “Sayangnya, semua talent saat ini sedang pergi. Aku sudah membuatkan jadwal untuk mereka semua sejak kemarin.”

Madamme Bianca pun terantuk kepadaku.

Aku meringis. “Jangan bilang kalau ....”

“Tidak ada pilihan lain. Daripada menolak klien?” tanya Madamme Bianca.

Aku membuang napas panjang. Menelan ludahku sendiri. Padahal, aku tak ingin bekerja sekarang. Maksudku, sekarang ini!

Masih ada beberapa hal yang kuurus. Seperti Louise, Manager Toko yang pasti akan gencar mencariku karena aku menghilang di shift malam nanti. Setidaknya aku harus menjelaskan kepadanya.

Akan tetapi ...

“Kau harus berangkat. Sekarang juga.” Madamme Bianca memutuskan. Sebuah hal yang tak bisa diganggu gugat.

Manakala aku bangkit untuk menghadapi klien, Madamme Bianca mengingatkan.

“Ingat, nama barumu adalah ... Queen Aprodithe.”

* * *

Ketika aku keluar dari ruangan Madamme Bianca, Anna memberikan overview terkait dengan klien. Ia bernama Claude Weston. Tak kusangka, dia adalah seorang CEO muda berusia 28 tahun. Ia melanjutkan usaha orang tuanya sebagai desainer pakaian Cladius. Aku bahkan tahu, harga pakaian merk Cladius saja bisa mencapai jutaan dollar. Tak heran, Ia sangat-sangat-sangat kaya. Begitulah kata Anna.

“Kenapa orang se-kaya dia ada di sini? Bukannya orang kaya seperti dia bisa dengan mudah cari pacar?”

“Huh. Justru itu. Banyak orang kaya yang kesusahan cari pacar. Perempuan yang gila harta dan bisa menjilat, atau perempuan yang cinta setengah mati bisa menjadi bumerang bagi mereka.”

“Mereka tak mau ambil pusing. Memilih untuk pergi bersama dengan kita. Tak punya resiko.”

Aku manggut-manggut. Benar juga apa yang dikatakan oleh Anna.

Kami pun masuk ke dalam ruang tamu VVIP. Aku melihat Claude yang sudah bangkit. Kupikir, dia adalah om-om yang berjenggot dan berkumis.

Tetapi, dia malah tampan! Pakaiannya jelas branded produknya sendiri. Ia juga menggunakan jam tangan merk GUCCY yang berjuta-juta. Aku yakin, pakaiannya itu bisa untuk menghidupiku selama satu bulan. Saking mewahnya.

Karena aku bengong, Anna pun melemparkan pandangannya kepadaku. Ia mendelik.

“Ah, perkenalkan namaku Queen Aprodithe. Panggil saja Queen, Tuan.”

Tanpa kuduga, mendadak Claude menggebrak meja. Matanya itu melotot sampai mau lepas dari tempatnya. “Apa-apaan kau!? Kenapa kau membawa bocah sekecil ini?! Dia bahkan hampir seumuran dengan adikku!! Bukannya dikira berpacaran, kami seperti kakak-adik!!!”

Dia menggertak. Marah. Sangat amat menakutkan.

Jantungku bahkan berdebar saking takutnya.

Herannya, Anna tetap tenang. “Memangnya Tuan Claude mau pergi bersamaku atau atasan tempat ini yang berusia empat puluh tahunan?”

“Tetapi, kenapa aku disandingkan dengan anak sekecil dia?! Dia terlihat ringkih! Mana bisa menghadapi orang tuaku!”

“Aku tak bisa pergi dengannya!”

Seketika, tanganku terkepal. Kemarahanku menjelma. Kenapa om-om ini menolakku? Apa maksudnya aku tak bisa menghadapi orang tuanya? Dia meremehkanku?! YANG BENAR SAJA!

Rahangku bergemerutuk. Perasaan takutku melenyap. Hangus entah ke mana. Bergantian dengan amarah yang besar.

“Tuan, aku sudah berusia dua puluh tahun. Wajahku ini memang awet muda! Tetapi, jangan sampai Tuan merendahkanku hanya karena aku masih muda!”

“Oh, kau berani berkata songong padaku?!”

“Memangnya kenapa? Adakah alasan aku untuk tak bicara? Tuan sendiri tadi yang mengatakan, kalau seseorang yang dibutuhkan untuk bertemu orang tua Tuan adalah yang berani?”

“Apakah Tuan memandang nyaliku ini kurang?”

Claude menyeringai. Ia masih tampak meremehkanku. Namun, dia pun berkata. “Baiklah. Aku akan membawamu. Aku lihat sendiri apakah mulut besarmu itu bisa menghadapi orang tuaku.”

Anna mengerjap. Ia menggelengkan kepalanya.

Namun, tekadku sudah membara. Aku ini memang masih terlalu muda. Emosiku masih bergejolak dan tak stabil.

Tetapi, aku ingin membuktikan kepada si Claude sialan ini, kalau aku juga bisa menghadapi orang tuanya. Memangnya segila apa sih orang tua Claude!

“Ayo kita berangkat.”

Claude pun berjalan di depanku dengan langkahnya yang lebar.

* * *

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari sebuah tragedi berdarah yang fatal. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Arkan. Pria misterius itu menawarkan perlindungan lewat pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah. Demi keselamatan sang bayi, Nayla bersedia menjadi istri palsu. Namun, saat perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, berbagai rahasia besar serta ancaman bahaya justru mulai mengintai kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Laura berjuang keras mencari kerja sampingan sebagai pengasuh demi membiayai pengobatan ayahnya yang sedang sakit parah. Sayangnya, nasib buruk justru menimpanya saat ia bertemu Greyson. Kesucian Laura direnggut paksa, dan ia dipaksa menjadi pemuas hasrat pria tersebut. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang sangat menyiksa. Ia harus memilih: sanggupkah ia bertahan menjadi budak nafsu Greyson demi mendapatkan uang untuk menyelamatkan nyawa sang ayah?
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Demi melunasi utang judi sang ayah tiri, Aurora Safitri terpaksa menyetujui pernikahan sebagai istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro sendiri merupakan miliarder menawan yang kesepian lantaran istri pertamanya lebih fokus mengejar karier di luar negeri. Di balik kekayaannya, ia sangat mendambakan kehadiran seorang pendamping. Kini, Aurora harus menjalani kehidupan baru di sisi pria berkuasa tersebut. Akankah pernikahan ini menumbuhkan cinta, atau justru membawa kepedihan?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Sang Miliarder
9.2
Hubungan intim semalam membawa Raina ke dalam asmara serius dengan miliarder Felix. Sayangnya, Felix mencampakkannya demi cinta pertama yang kembali, meninggalkan Raina dengan selembar cek. Tanpa air mata, Raina pergi membawa senyum. Saat mereka bertemu lagi, Raina telah menggandeng pria baru. Felix yang kini terbakar cemburu setengah mati berbalik mengejarnya, bahkan rela mengantre demi mendapatkan kembali hati sang mantan yang dulu ia sia-siakan.
Sampul Novel Mengasuh CEO amnesia
9.7
Kehidupan Aurora berubah total setelah menolong seorang pria misterius tanpa ingatan saat malam Valentine, yang ternyata adalah CEO kaya bernama Roberto. Sempat terpisah paksa selama lima tahun, mereka kembali dipertemukan di Gemini Group. Sialnya, Roberto kini menjadi sosok yang sangat dingin dan sama sekali tidak mengenali Aurora. Aurora pun harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta pertamanya telah melupakan janji mereka, bahkan kini ia telah memiliki seorang tunangan.