APKDock Logo
Sampul Novel TAWANAN CEO DINGIN

TAWANAN CEO DINGIN

8.7 / 10.0
Demi bertahan hidup, aku melakoni peran ganda sebagai pelajar dan pacar sewaan. Takdir mempertemukanku dengan Claude, klien pertama yang seketika mengubah segalanya. Pengusaha kaya raya itu mendadak terobsesi padaku, bahkan melarangku menerima pelanggan lain. Kini, aku terperangkap dalam cengkeraman sang CEO dingin yang enggan melepaskan tawanannya. Mampukah aku meloloskan diri dari jerat obsesi menyesakkan ini? Ikuti kisah perjuanganku bebas dari sang tuan muda.

TAWANAN CEO DINGIN Bab 1

PLAK!

Sebuah tamparan keras menghujami pipiku. Rasa sakit menerjang pipiku dengan segera. Aku tatap penuh kebencian kepada Ayahku sendiri, Logan Savire.

“Apakah dengan menamparku Ayah puas?!” teriakku dengan nada yang keras.

“Berani-beraninya kau membuka mulutmu, Serenna!!”

Air mataku sudah berkumpul di pelupuk mata. Peristiwa ini sudah sering kualami. Bahkan bukan untuk pertama kalinya.

Ayahku, Logan Savire, tulang punggung keluargaku, justru orang yang paling menyebalkan di dunia ini. Ia tak bekerja, pulang dalam keadaan mabuk, dan terkadang juga pulang dengan seorang wanita. Berhaha-hihi di dalam kamar sembari bercinta. Menjijikkan.

Ia hanya mengandalkan diriku yang masih SMA untuk bekerja. Sungguh ironis. Lelaki jahanam yang paling biadab di muka bumi ini.

“Kenapa? Kenapa aku tak boleh berbicara? Bukankah Ayah hanya akan meminta uang dariku?!”

Padahal aku hanyalah seorang karyawan paruh waktu di sebuah toserba kecil. Pun aku harus mati-matian untuk mengejar waktu, antara sekolah dan bekerja. Ayahku yang tak tahu diri ini hanya menjadi benalu dalam keluargaku.

Bahkan Ibuku, Juliet Savire, sudah tak sanggup lagi dengan kekangan kekejaman Ayahku. Ia melarikan diri di suatu malam tanpa kuketahui. Tiba-tiba saja raib dari rumah ini. Melarikan diri tanpa meninggalkan satu jejakpun untukku.

“Kenapa? Kau sudah besar harusnya sudah bisa mandiri!” Ayahku yang sialan ini mulai menjambak rambutku. Aku meringis pedih.

“Apakah aku harus kabur juga dari rumah ini, sebagaimana Ibu?! Ayah pikir aku tak berani, hah?!”

PLAK!!

Satu tamparan yang jauh lebih keras nan kuat pun terasa di pipiku.

SUDAH! SUDAH CUKUP! SUDAHI SAJA SEMUANYA!

“Ayah akan menyesal karena telah menamparku.” tandasku dengan dingin. Seketika aku hempaskan tubuh Ayah ke belakang.

Dengan uraian air mata yang tak tertahankan, aku pun pergi menuju kamar. Aku keluarkan koperku dengan sesegara mungkin. Mengemasi barangku secepat yang aku bisa.

Tak mungkin lagi rasanya aku berada di neraka ini.

Mencegah air mataku yang jatuh, aku memanjatkan do’a kepada Tuhan. ‘Tuhan, maafkan aku. Aku menjadi anak yang durhaka. Sekali saja... Sekali saja...’

‘Aku sungguh tak sanggup jika terus berada di sini.’

Hanya dalam waktu lima belas menit, aku selesai mengemasi barangku. Kini, aku sudah pergi dengan menyeret koper. Ayahku yang berada di ruang tamu itu melototkan matanya.

“Kau mau ke mana, Jalang Kecil?!”

Aku diam saja.

BRAKK!!

Ayahku menarik tanganku. Tetapi, keputusanku sudah bulat. Kuenyahkan tangan Ayahku itu. Lalu, pergi ke luar rumah memberhentikan taksi yang muncul di depan mata.

Di belakang sana, Ayahku berlari-lari memanggilku.

Apa peduliku?

Memangnya kau siapa, kau hanyalah Ayah yang tak pernah pantas untuk kusebut Ayah.

* * *

Aku tahu tindakanku ini cukup gegabah. Pergi dari rumah tanpa rencana sama sekali. Dan aku yakin seratus persen, Ayahku akan meneror di tempatku bekerja. Ia akan menungguku saat aku pulang kerja.

Menghela napas berat, sepertinya aku sudah tak bisa bekerja di toserba lagi. Aku sudah tak mau berhubungan dengan Ayahku.

Di jalanan yang sempit nan kumuh, aku meminta turun kepada supir taksi. Menyeret koperku. Di kanan-kiriku, terdapat banyak sekali apartemen dan hotel dengan harga yang miring.

Mendapatkan penginapan adalah hal yang terbaik. Tak mungkin aku pergi tanpa tujuan. Aku perlu mendinginkan otak, sembari mencari pekerjaan yang baik untukku.

Masuk ke salah satu indekos di sana, sengaja membayar selama satu bulan. Setidaknya, aku tak perlu khawatir untuk tidur selama satu bulan ke depan.

Lebih baik tidak makan, daripada tak punya atap untuk pulang.

Di dalam kamar, aku mengistirahatkan tubuh seraya mencari lapangan pekerjaan via online.

“Hah ... Pekerjaan apa yang bisa kudapatkan? Sedangkan lulus SMA saja belum.”

Aku pun membuat postingan di media sosial. Berisikan keinginan bekerja. Intinya, aku siap untuk bekerja keras.

Namun, aku hanya mendapatkan kesedihan tatkala membaca komentar mereka.

[Hei, bocah! Kau hanya anak di bawah umur! Mencari pekerjaan? Kau bercanda?]

[Aku yakin, orang yang memperkerjakan dirimu hanya akan terkena sanksi UU Ketenagakerjaan!]

[Bocah tanpa skill, mau kerja apa kau? Aku saja yang sudah lulus bingung mau kerja apa. Apalagi kau!]

Semua orang menghujatku. Perkataan mereka benar. Aku mestinya bersyukur bisa bekerja paruh waktu di toserba. Tidak semua orang berbaik hati untuk memberikan pekerjaan kepada anak di bawah umur.

Hingga akhirnya ...

Sebuah pesan pun masuk ke media sosialku. Tertera namanya, Anna Cecilia.

Anna Cecilia : [Aku mencari karyawan baru di tempatku bekerja. Gajinya 150$ setiap satu jam. Apakah kau mau bekerja bersamaku?]

150$?!!! Gila saja. Ini angka yang fantastis!

Pekerjaan macam apa ini? Perasaanku menjadi tidak enak. Jangan-jangan perekrutan sebagai pekerja seks komersil? Hih! Enak saja!

Aku ini masih perawan ting-ting. Lagipula, aku ini cantik tahu!

Kubalas langsung pesan tersebut.

Serenna Savire : [Pekerjaan apa, Kak?]

Anna Cecilia : [Datang saja ke kantorku. Cupid Company, Mango Street Number 7, West Cassey].

Berada di sebelah barat kotaku? Lumayan jauh juga.

Perasaan penasaranku meningkat. Aku pun mencari di internet terkait dengan Cupid Company.

Mataku membelalak seketika... Ternyata... Ini adalah perusahaan penyedia jasa sebagai pacar sewaan.

Jantungku berdebar. Aku tahu, di Kota Cassey ini jasa pacar sewaan sudah biasa. Banyak orang yang membutuhkan pasangan. Entah itu sekadar untuk menemani mereka kencan. Atau pun sebagai pembuktian kepada orang tua mereka.

“Setidaknya ... aku tidak menjual diriku.”

Pada saat itu juga, aku pun mandi dan mengganti pakaianku. Aku harus segera ke sana. Menjadi pacar sewaan, siapa pun itu.

* * *

Aroma parfumku menguar wangi. Banyak lelaki yang mengalihkan pandangannya tatkala aku masuk ke Cupid Company.

Aku sengaja menggunakan pakaian terbaik yang kumiliki. Sebuah dress berwarna merah menyala dengan motif floral yang kecil. Roknya terbuat dari satin dengan pita di leherku. Belum lagi dengan riasanku yang sederhana, tetapi tetap menggoda.

Bagaimana pun, aku ini cantik. Aku berterima kasih kepada Ibuku yang telah menurunkan gen kecantikannya padaku.

Manakala masuk ke Cupid Company, mataku langsung mengenali Anna Cecilia yang sama persis dengan foto profil di media sosial.

Aku memperkenalkan diri dan kini ... aku diantarkan di sebuah ruangan CEO Cupid Company, Madamme Bianca.

“Aku tak menyangka kau akan datang.”

Kuulaskan sebuah senyuman. “Well, semua orang butuh uang.”

“Kau berada di tempat yang tepat. Kau bisa mendapatkan uang yang banyak dari sini. Apalagi kau cantik. Pasti banyak customer yang ingin pergi bersamamu.”

“Benarkah?”

Anna menganggukkan kepalanya.

Saat itu, aku pun masuk ke dalam ruangan Maddame Bianca. Perempuan itu memiliki tubuh gendut dengan pakaian seksi berwarna oranye. Dari pakaiannya yang super seksi, tubuhku bergetar.

Jujur saja, kakiku melemas. Perasaan takut memenuhi hatiku.

Bagaimana jika ... aku akan menjadi pekerja seks komersil?

* * *

Lanjut Membaca

Daftar Isi TAWANAN CEO DINGIN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan kampus Bunga mendadak gempar setelah ia mengetahui kebenaran yang mengejutkan. Ezza, pria yang dijodohkan dengannya dan kini sah menjadi suaminya, tiba-tiba hadir sebagai dosen baru di sana. Kemunculan Ezza yang tidak disangka-sangka ini langsung memicu kecurigaan besar dalam benak Bunga. Ia pun mulai menyangsikan tujuan sebenarnya dari sang suami. Apakah ada rencana rahasia yang disembunyikan Ezza, ataukah semua ini murni ketidaksengajaan?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan