APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tante Lusi Yang Menggoda

Tante Lusi Yang Menggoda

Sebagai pelatih kebugaran berfisik prima, pria ini terbiasa dengan rutinitas disiplin. Namun, kepergian istrinya untuk dinas luar kota selama setengah bulan menyisakan kesepian mendalam yang membuatnya terjaga tiap malam. Keadaan berubah drastis saat seorang wanita menawan berusia empat puluhan menyelinap masuk ke dalam kamarnya secara diam-diam. Menawarkan godaan yang sulit ditolak, wanita itu siap mengambil langkah pertama jika sang pelatih terus terdiam dalam kebimbangan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Tak peduli apa yang dia pikirkan, aku tetap harus minta maaf dulu.

Melihat sikapku yang tulus, Tante Lusi mengangguk pelan dan tak berbicara lagi. Lalu, mulai mengenakan pakaiannya di depanku, seolah-olah tak ada orang di sekitarnya.

Setiap gerakannya, setiap sentuhannya membuatku gugup dan jantungku berdebar kencang.

Tante Lusi memang wanita cantik, penuh pesona. Gaun tipis ungu, stoking ungu, auranya yang matang dan menggoda benar-benar mengacaukan pikiranku.

Aku yakin, kalau dia menggoda seorang pria, tak akan ada yang bisa menolaknya.

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, akhirnya dia selesai memakai pakaiannya.

"Aku ke kamar dulu, ya."

Ujarnya singkat, lalu berjalan keluar seolah tidak terjadi apa-apa barusan.

Aku memandang punggungnya yang menjauh, masih sulit memproses semua yang baru saja terjadi

Perasaan menggelora barusan, juga sensasi yang berbeda dari istriku, masih membekas kuat di benakku.

"Willy oh Willy, bajingan sekali dirimu. Bisa-bisanya ada pikiran seperti itu ke Tante Lusi? Tega sekali dengan istrimu?"

Aku reflek menampar pipiku sendiri, mencoba mengusir pikiran itu, lalu mulai merapikan ranjang.

Tiba-tiba, tanganku menyentuh sesuatu yang panjang, lembab dan agak keras.

Begitu aku membuka selimut, mataku langsung membelalak.

Itu ... mainan seks berwarna daging!

Semua orang tahu fungsi benda itu. Ini adalah teman setia wanita saat kesepian.

Yang bikin aku terbengong adalah ada foto perut sixpackku di samping benda itu, itu foto yang dipotret oleh istriku!

Kesan maskulin dan kuatnya benar-benar terlihat di foto itu!

Istriku sendiri tidak pernah pakai benda beginian. Terkadang dia bahkan kewalahan dengan diriku, masa iya masih butuh benda seperti ini?

Jadi, hanya satu kemungkinan, benda ini milik Tante Lusi!

Tapi ... kenapa dia pakai fotoku?

Aku jadi teringat suara desahan lembut yang kudengar saat baru pulang tadi, dia memanggil namaku!

Jangan-jangan ... dia masturbasi ... sambil melihat fotoku ... ?

Ekspresiku langsung berubah tak percaya.

Ternyata ... Tante Lusi punya perasaan seperti itu padaku? Bahkan melakukannya di kamarku dengan fotoku?

Aku tahu bahwa diriku memang punya daya tarik yang cukup kuat buat banyak wanita. Tapi Tante Lusi ... benar-benar di luar dugaanku!

Aku menatap mainan karet itu sambil berpikir, haruskah aku kembalikan sekarang?

Tapi aku buru-buru menggeleng kepala, menghapus pikiran itu. Kalau aku langsung balikin sekarang, keadaan malah menjadi aneh dan sangat canggung. Akan jadi seperti apa kondisinya?

Sudahlah, simpan saja dulu. Setelah aku keluar kamar nanti, dia pasti akan ambil sendiri diam-diam.

Aku meletakkan mainan itu di dalam lemari, ganti baju, lalu lanjut ke dapur untuk masak.

Selama makan, kami berdua tak ada yang bicara sepatah kata pun.

Tante Lusi tak lagi menunjukkan ketenangan seperti saat di kamar tadi. Kini wajahnya memerah.

Sesekali dia melirik ke arahku, dengan sorot mata yang tampak canggung.

Pasti gara-gara mainan seks dan foto itu.

Kami sama-sama tahu apa yang terjadi, tapi tak ada yang membicarakannya. Setelah makan malam, kami pun kembali ke kamar masing-masing.

Aku berbaring di atas ranjang dan sulit untuk tidur.

Biasanya, di saat seperti ini, hanyalah istriku yang ada di pikiranku. Tapi sekarang, yang memenuhi pikiranku justru sosok Tante Lusi.

Bentuk tubuhnya yang menakjubkan, sentuhannya yang menggoda, semuanya membuatku terpikat dan tak bisa kulupakan.

Aku mencoba melampiaskan hasratku sendiri, tapi setelah setengah jam, tak ada hasil apapun. Akhirnya, aku menyerah dan mencoba tidur sendiri.

Sekitar tengah malam, aku mendengar suara seseorang mengobrak-abrik laci kamarku. Seketika, aku terbangun dan membuka mata.

Ternyata Tante Lusi diam-diam masuk ke kamarku, berusaha mengambil mainannya sambil menyalakan senter kecil dari ponselnya.

Aku buru-buru memejamkan mata lagi, pura-pura tidak tahu apa-apa.

Awalnya kupikir dia akan segera pergi setelah menemukan barangnya. Tapi ternyata, dia malah diam-diam mengangkat selimutku!

Cahaya redup dari ponselnya menyinari tubuhku dan wajah cantiknya sedang memperhatikan tubuhku dengan seksama.

Aku memang terbiasa tidur telanjang, jadi langsung merasa malu setengah mati dan tubuhku pun mulai merasakan sesuatu yang berbeda.

"Ya ampun ... ini jauh lebih besar dari mainanku ... "

"Rasanya pasti sangat puas ... bermain dengan ini ... "

Wajahnya tampak penuh dengan rasa terkejut dan sorot matanya jelas menunjukkan hasrat yang mendalam.

Dia ragu beberapa detik, lalu akhirnya tak bisa menahan diri lagi. Dia melempar mainannya ke samping, perlahan melepas baju tidurnya dan naik ke ranjang dengan gerakan hati-hati.

Bersiap untuk langsung mengambil kendali dari atas.

Pemandangan itu kulihat dengan jelas dan aku benar-benar terkejut. Aku tak menyangka Tante Lusi bisa seberani itu!

Begitu terbuka dan penuh gairah!

Aku ini suami dari sahabat dekat putrinya!

Hubungan kami selama ini sangat baik. Tante Lusi selalu menganggap istriku seperti putrinya sendiri dan memperlakukanku layaknya anaknya.

Apa dia sama sekali tak peduli dengan batasan dan larangan ini?!

Saat merasa titik terlemahku seolah dipegang, darahku langsung berdesir kencang, sekaligus muncul sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya, begitu mengguncang dan memicu adrenalin!

Aku tiba-tiba membuka mata, menatap sosok luar biasa di depanku, begitu memikat dan memesona. Aku tak bisa lagi menahan diri, suara geraman seperti binatang buas pun keluar dari mulutku.

Aku memegang kepala Tante Lusi dan mendorongnya lebih dalam lagi ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Cinta Dan Obsesi
7.8
Sebagai kelanjutan kisah Ikhlasku dengan takdirku, Laras diasuh keluarga kaya setelah yatim piatu. Tragisnya, sang pengadopsi adalah dalang kematian ibunya yang kini berpura-pura bertanggung jawab. Bukannya bahagia dalam kemewahan, Laras justru menjadi target obsesi gelap dari kakak angkatnya sendiri. Di tengah pusaran konflik dan rintangan yang begitu rumit, mampukah perasaan obsesif tersebut terkikis dan berubah menjadi ketulusan cinta sejati?
Sampul Novel BILANG SAJA KAMU JANDA
8.6
Hati Rania hancur ketika sang suami tega menyuruhnya mengaku sebagai janda hanya demi uang. Di balik penampilan anggunnya, ia harus memendam kepedihan mendalam sekaligus berjuang menghadapi kanker ganas yang menggerogoti tubuhnya. Di tengah kondisi fisik yang terus melemah, Rania pantang menyerah demi kedua buah hatinya. Kisah pilu ini menggambarkan perjuangan seorang ibu untuk bangkit dari pengkhianatan, mengumpulkan sisa kekuatan agar bisa bertahan hidup demi anak-anaknya.
Sampul Novel Dinikahi Guru Bk
7.8
Anggun, seorang siswi yang sering melanggar aturan sekolah, mencoba menggoda guru BK-nya yang terkenal disiplin, Arjuna. Ketika Anggun menyindir ketegasannya, Arjuna justru memberikan jawaban tidak terduga bahwa dirinya sudah memiliki calon istri. Awalnya Anggun ragu dan mengira hal itu hanya candaan belaka. Namun, Arjuna kemudian memberi petunjuk bahwa calon istrinya adalah murid perempuan yang paling sering ia hukum di sekolah.
Sampul Novel Lyana
8.4
Demi menghidupi keluarganya di desa, Lyana rela bekerja keras sebagai wanita sederhana. Malangnya, takdir mempertemukannya dengan Justin, seorang miliarder sombong yang kemudian menghancurkan masa depannya. Di bawah pengaruh alkohol hingga kehilangan kesadaran, Justin tega melakukan perbuatan keji yang meninggalkan penderitaan mendalam bagi Lyana. Di tengah keputusasaan ini, akankah pria kaya tersebut bersedia mempertanggungjawabkan tindakannya, atau justru memilih kabur?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Sampul Novel Wanita Bisu Milik Polisi Kejam
8.1
Grey Massimo, polisi kejam berjuluk Hiu Daratan, menyembunyikan identitas istrinya yang tunawicara dari publik Turin. Alasan di balik keputusan ini masih misterius, entah karena malu atau demi melindunginya. Namun, ancaman datang saat seorang penelepon gelap bersiap menghabisi nyawa sang istri jika Grey menolak membebaskan seorang buronan kelas kakap. Kini, sang polisi menghadapi dilema besar antara dedikasi pada tugasnya atau menyelamatkan wanita yang didekapnya dalam rahasia.