APKDock Logo
Sampul Novel TAKDIR ISTRI BAYARAN

TAKDIR ISTRI BAYARAN

9.4 / 10.0
Demi mengangkat derajat keluarga, Runa bersedia menjadi istri bayaran bagi Kelvin, miliarder yang kehilangan penglihatannya akibat kecelakaan. Di saat istri pertama Kelvin sibuk merebut kekuasaan bisnis, Runa malah jatuh cinta pada suaminya itu. Sayangnya, ia harus memendam perasaan dan dituduh sebagai wanita materialistis oleh Kelvin. Akankah Runa sanggup bertahan melewati luka hati ini, atau justru hubungan mereka akan menghadirkan seorang anak?

TAKDIR ISTRI BAYARAN Bab 1

"ADUH!" teriak Runa saat kepalanya terkena lemparan gayung dari tetangga yang benci dengan dirinya.

"Dasar cewek ganjen! Jual diri lo sana di pinggir jalan! Jangan ngelonte di daerah sini! Bikin resah lo, Runa!" teriak wanita dengan daster yang ia angkat hingga sepaha.

"Eh! Suami Ibu aja yang keganjenan! Saya baru pulang kerja, lewat gang depan, malah di colek-colek sama suaminya! Saya hajar sekalian, baru di pelintir begitu udah mengsol tuh tangan, kan! Rasain!" teriak Runa membalas.

"Ada lo di sini resahin tau nggak lo, Runa! Kerja apa yang jam dua pagi baru balik! Ngelonte kan lo!"

Runa melotot, ia menghampiri tetagga dekat rumahnya. "Jangan asal ucap lambe jeber anda ya, Ibu. Saya tanya, ngapain suami Ibu malam-malam masih nongkrong! Nggak dapet service dari istrinya? Pantesaannn." Runa bersedekap, berbicara dengan dagu terangkat.

"Udah kere, belagu lo, Run! Kalau mau jual diri yang jauh sana!" Hina wanita itu. Runa mendengkus dan menekan ujung pipi dalamnya dengan lidah. Ia menatap sinis ke tetangganya itu.

"Lihat ya, Bu, suatu hari saya beli omongan Ibu itu pake duit segepok. Saya lempar ke muka Ibu dan Ibu harus keliling RT ini sambil teriak. Runa bukan orang Kere! Saya minta maaf!. Setuju? Dan saya akan dapatkan uang itu dengan cara yang baik. Bukan melacur kayak Ibu fitnah. Anak Ibu perempuan, baik-baik kalo ngomong! Sialan."

Runa berjalan kembali ke dalam rumah, tampak Adik laki-lakinya yang memakai seragam SMA hanya bisa menghela napas. "Kak, sabar dikit sih, jadi orang, kasihan Ibu sama Bapak kalau heboh lagi gossip tentang lo di sini," ucap Arbi yang sudah memakai sepatunya.

"Biarin aja! Emang tuh mulutnya parah banget. Nuduh gue ngelonte, kampret. Lakinya aja yang gatel colek-colek gue semalam." Omel Runa.

"Kakak sampai kapan kerja jadi cleaning service bioskop itu jadinya, coba cari kerjaan lain, Kak."

"Kalo ada ya gue mau, Bi, tapi apa, yang cepet cuma jadi cleaning service ini. Doain gue deh, Bi, siapa tau ada orang kaya yang mau jadiin gue istri muda. Nggak masalah. Biar lo bisa sekolah, kuliah, dan gue sumpel tuh mulut orang resek!"

Runa begitu emosi. Arbi mencium pipi Kakaknya lalu pamit berangkat sekolah. Runa hanya bisa memasrahkan, fitnah untuk dirinya tak akan pernah berhenti sampai ia membuktikannya suatu hari nanti.

***

Ia duduk di teras, selesai menjemur pakaian miliknya yang ia cuci. Tatapannya menerawang, helanaan napas kasar juga ia tunjukkan. Tubuhnya ia sandarkan pada dinding, mengusap kasar wajahnya karena kesal terus-terusan dihija juga difitnah seperti itu.

Wajah Runa cantik, memang tak sedikit para pria gang rumah mereka menggoda Runa. Padahal, dari segi pakaian pun, ia tak pernah menggunakan pakaian seksi apalagi ketat mencetak tubuhnya. Runa begitu sederhana, hanya memang tubuhnya proporsional dengan rambut panjang lurus sepunggung yang menambah daya tariknya.

Ia merogoh ponsel seri lawas yang lima tahun kebelakang menemani. Ponsel yang hanya biasa ia gunakan untuk berkirim pesan dengan keluarganya, boro-boro untuk bergosip bersama teman-teman, Runa sendiri tak banyak punya teman. Ia sibuk bekerja.

Pintu pagar kecil itu terbuka, seseorang datang dengan membawa keranjang berisi nasi kuning yang sudah rapi dibungkus mika putih. Runa beranjak. "Gue kunci pintu dulu, bentar, ya," ujarnya sembari berjalan ke dalam rumah, mengambil tas selempang untuk menaruh ponsel dan dompetnya.

"Gue taroh sini, ya, Run, di rumah masih ada dua keranjang lagi, isi kue-kue, kita ketemuan di depan aja, nanti jalan ke pasarnya barengan!" teriak tetangga satu RT yang dibantu Runa berjualan hasil masakan ibunya. Lumayan, Runa bisa mengantongi keuntungan dagang lima puluh ribu, untuk tambahan ongkos sehari-hari. Berjualan di pasar hanya lima jam, jika tak cepat laku, jika cepat, dua jam sudah habis.

Runa mengunci pintu. Lalu berjalan keluar pagar yang juga ia gembok. Keranjang kotak seperti keranjang piknik itu dibawa Runa dengan lengannya.

"Oy! Runa! Cewek gatel! Mau jualan apa lo! Hari gini jual diri di pasar mana laku! Malam kalau mau! Banyak tuh yang suka mangkal!" teriak tetangga dekat rumahnya yang tadi pagi melemparnya pakai gayung. Runa diam, ia berbalik badan menatap wanita itu yang berkacak pinggang.

"Apa! Berani lo lihatin gue kayak gitu! Anak tukang gorengan aja, blagu lo. Godain laki orang. Alasan aja lo pulang kerja jam dua pagi. Habis ngelonte, kan, lo! Lo pikir gue nggak tau!" Makinya lagi. Runa berdecih sebal, jika tak ingat sedang membawa dagangan orang, ia sudah menghajar wanita itu dengan tangannya.

"Ck. Udah ngehinanya?" tanya Runa sinis. Menatap penampilan wanita itu dari atas sampai bawah.

"Eh...! Kurang ajar. Berani amat lo lihatin gue kayak gitu. Emang dasar lonte!" teriaknya sambil berjalan menghampiri Runa yang tersenyum sinis diam di tempat.

Keduanya berhadapan. Runa tak gentar. "Sadar diri lu kere! Bukan berarti lu bisa ya ngegodain laki orang." Makinya lagi.

"Bu. Bisa hati-hati kalau ngomong, kan? Yang ngegodain siapa?! Ibu lihat sendiri emangnya? Saya pulang kerja. Pu-lang ker-ja! Tanya orang bioskop tempat saya kerja! Mulutnya hati-hati kalau ngomong. Berbalik ke diri sendiri baru rasa!" Runa kesal. Ia berbalik badan, berjalan kembali namun, ia teriak karena rambutnya di jambak wanita tadi. Runa mencoba melepaskan cengkraman itu namun tak bisa, hingga tetangga lain berkerumun dan melerai. Runa jatuh tersungkur karena di dorong wanita tadi. Perlahan ia beranjak, melihat isi keranjang dagangan masih aman.

Ia berdiri, merapikan kunciran rambutnya lalu menghela napas. Dengan santai ia berjalan kembali ke arah luar gang.

"Enak banget mulutnya, ngatain orang tanpa bukti. Tetangga ratu gosip, biang julid, nggak takut nanti bakal berbalik ke diri dia sendiri." Gumam Runa sembari berjalan semakin ke arah depan gang yang langsung jalan raya.

Ia berjalan kaki hingga ke pasar yang jarak satu kilo meter. Malas naik angkot. Ia berjalan kaki juga sembari menjajaki daganganya. Dan lumayan, dari dua puluh lima nasi kuning, sudah laku tujuh. Runa tak pernah malu berjualan, bekerja keras demi sekolah adiknya, meringankan beban orang tuanya juga, walau, ia mengorbankan kebahagiaannya sendiri. Baginya, keluarga segalanya.

Orang tua Runa bahkan sudah sering menangis karena Runa selalu dihina padahal tak salah apa-apa, tetangganya lah yang suka termakan omongan orang-orang. Namun, berkali-kali Runa mengingatkan orang tuanya jika tak perlu ambil pusing dengan oceham tetangga julid. Mereka bisanya fitnah. Berbicara seenaknya tanpa melihat bukti apalagi mencoba bertanya secara langsung. Runa kebal dengan hinaan, tapi ia bertekad akan membuat orang-orang tersebut, suatu hari akan malu karena ulahnya dan Runa akan membayar mulut-mulut orang itu dengan uangnya sendiri.

Lanjut Membaca

Daftar Isi TAKDIR ISTRI BAYARAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel BUKAN FILOSOFI
8.1
Alaska menolak keras perjodohan yang diatur orang tuanya demi mempertahankan hak menentukan jalan hidup sendiri. Padahal, ia adalah lelaki pelindung yang sangat tulus mencintai kekasihnya. Malangnya, kesetiaan dan keberanian Alaska justru dibalas pengkhianatan yang amat perih. Di tengah rasa sakit itu, tuntutan dari keluarganya terus datang mendesak. Kini, sanggupkah Alaska bertahan ketika komitmen serta ketulusan cintanya diuji begitu hebat?
Sampul Novel Cinta Dalam Perjodohan
9.4
Sayyidah terpaksa menjalani pernikahan yang tidak pernah ia inginkan karena perjodohan dari orang tuanya. Sang suami, Abbas, sangat jauh dari kriteria pria idamannya. Abbas hanyalah seorang yatim piatu yang sangat pendiam, selalu berpenampilan sederhana dengan gamis, dan kondisi keuangannya pun biasa saja. Di tengah jurang perbedaan ini, mampukah perasaan cinta akhirnya tumbuh di hati Sayyidah untuk sang suami? Saksikan perjuangan emosional mereka dalam menghadapi ikatan pernikahan ini.
Sampul Novel Kaum Terakhir (Pembalasan Dendam)
8.8
Demi kedamaian abadi, dunia menuntut pemusnahan total kaum kegelapan. Di tengah kerumunan yang haus darah, seorang gadis dirantai erat, menghadapi kebencian massa yang menginginkan kematiannya. Sorak amarah terus mendesak agar nyawanya segera dilenyapkan. Namun, saat eksekusi mati tampak tak terelakkan, sebuah teriakan tegas memecah keputusasaan. Sosok penyelamat tiba-tiba muncul membela sang ratu, mengubah takdir tragis yang semula sudah berada di depan mata.
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Demi mengubah nasib keluarganya, Maya Syaqilla merantau dan berakhir menjadi istri kontrak Handoko selama satu tahun, melenceng dari rencana awalnya sebagai asisten rumah tangga. Meski jalannya keliru, ia berhasil membawa kemakmuran bagi orang tuanya. Kini, akankah cinta tulus tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi abadi? Ataukah kesepakatan rahasia ini akan terbongkar dan memicu murka besar dari kedua keluarga mereka?
Sampul Novel Memilih Untuk Mencintai Diriku
9.5
Sepuluh tahun berpacaran, Kennedy akhirnya setuju menikah. Namun, ia menolak berciuman saat foto prewedding dengan alasan misofobia dan pergi begitu saja. Setibanya di rumah baru, sang wanita justru mendapati Kennedy bermesraan dengan cinta sejatinya, Winona, bahkan berjanji membatalkan pernikahan. Sadar pengabdiannya sia-sia, ia memilih kabur lebih dulu. Kini, putra bungsu Keluarga Harath itu justru keliling dunia demi memohon agar mantan tunangannya bersedia kembali.
Sampul Novel Ternyata Ada Aku Dan Istrimu! "Tapi Aku Bukan Pelakor"
9.0
Depresi akibat trauma masa lalu menyadarkanku bahwa cinta tidak selamanya indah. Di saat impian masa depan mulai dirajut, sebuah kenyataan kelam justru terbongkar. Lelaki yang telah mendampingiku selama bertahun-tahun rupanya telah beristri selama dua tahun. Kendati dikhianati, aku bersyukur kebenaran terungkap sebelum terjerumus dalam poligami. Kisah nyata penuh emosi ini menjadi bukti nyata bahwa kepalsuan serapat apa pun pasti akan tercium juga.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan