APKDock Logo
Sampul Novel Takdir Cinta dan Dendam

Takdir Cinta dan Dendam

8.6 / 10.0
Seara Arleta Kusuma menutup diri dari cinta karena merasa tiada pria sehebat ayahnya. Sementara itu, Rigelaldo Damian didera penyesalan atas kesalahpahaman masa lalu yang memicu kebencian Seara padanya. Di sisi lain, Vanessa harus menderita dalam pernikahan tanpa cinta dengan Bayu Agara, yang menikahinya hanya untuk membalas dendam pada kakak Vanessa. Saat benih cinta mulai tumbuh, Bayu pun tersiksa rasa bersalah. Akankah takdir menyembuhkan luka mereka atau justru berujung perpisahan?

Takdir Cinta dan Dendam Bab 1

Di sebuah rumah yang megah. Lebih tepatnya di sebuah dapur yang minimalis terlihat seorang gadis tengah sibuk bertempur dengan peralatan dapur, padahal jam baru menunjukan pukul 04.45 masih begitu pagi bukan. Namun, gadis itu terlihat semangat untuk memasak di pagi itu.

"Pagi Sayang," Sapa seorang wanita paruh baya. Namun, masih terlihat cantik dan anggun meski usianya sudah tidak muda lagi. Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya saat dia masuk ke dapur dan melihat sang putri tengah sibuk dengan peralatan dapur.

"Eh, Pagi Bun udah bangun?" Gadis sedikit kaget, karena tiba-tiba ada yang menyapanya, gadis itu pun menoleh dan melihat sang Bunda yang kini tengah berdiri disampingnya.

"Bukan bangun sih sayang, tapi kebangun karena haus. Eh, air di botol yang ada di kamar Bunda habis, Bunda lupa isi Air di botol minum semalam, jadi Bunda turun deh buat ambil minum, ini kamu kebiasan deh kalau mau masak rambutnya pasti lupa dikuncir," Ucap wanita paruh baya itu sambil menguncirkan rambut putrinya dengan kunciran karet karena memang hanya itu yang ada didapur.

"Hehe lupa bun, makasih udah dikuncirin," Sahut gadis Remaja yang kini kembali sibuk dengan peralatan dapur. Dia lah Seara Arleta Kusuma

"Emang masak apa sih sayang? Sampai-sampai kamu lupa kuncir rambut sendiri, dan lagian tumben masih pagi baru juga jam 05.00 subuh loh ini biasanya jam segini pasti tidur lagi kalau abis sholat subuh, Bibi aja paling baru bangun," Ucap Bunda. Lalu sang bunda kini mulai melihat masakan yang membuat putrinya sibuk dan pasti bangun dipagi buta hanya untuk memasak makanan itu.

"Lagi masak puding, terus sama Masak Ayam Rendang kesukaan Kak Rei Bun." Gadis itu menjawab sambil tangannya dengan lihai mengaduk masakannya, karena sang Bunda sudah mengajarkan gadis itu sejak dia masih kelas 8 SMP dan kebetulan gadis itu sangat senang belajar memasak.

"Wah pasti enak nih, putri Bunda kan jago masak, tapi kok masaknya banyak banget sih, sayang? Emang kamu mau ngundang siapa, Nak? Atau mau ngundang Rei dan Orang tuanya, apa Rei mau lamar putri ibu yang cantik dan manis ini," Goda Sang Bunda. Membuat Putrinya kini tersipu malu karena godaan sang Bunda untung saja dia sedang membelakangi Bundanya jadi sang Bunda tidak melihat raut wajah meronanya.

"Aku masih pengen kuliah Bun, pengen lulus terus jadi sarjana dan meneruskan perusahan ayah, jadi entar aja mikirin soal nikahnya, kalau Aku udah bisa handle perusahan Ayah," Jawab sang putri terdengar biasa saja padahal tadi wajahnya sempat merah merona.

"Sea sayang, jodoh, takdir rejeki ada ditangan Tuhan, kamu harus ingat apa yang Bunda katakan kalau kita sebagai manusia ciptaannya hanya bisa berencana tuhan lah yang menentukan. Jadi jangan terlalu memfokuskan pada satu tujuan saja, jika memang Rei jodoh kamu dan dia melamar kamu, entah itu hari ini besok dan kapan pun itu, kamu gak boleh nolak loh, Nak. Karena mungkin Rei adalah jodoh kamu, tapi jika suatu saat hubungan kamu dan Rei harus berakhir kamu juga gak boleh terlalu larut dalam kesedihan, kamu harus menerima mungkin, Nak Rei bukan jodoh kamu dan Tuhan menyiapkan jodoh lain yang terbaik buat kamu," Ucap Bunda Seara. Dia adalah Kaira ibu dari Seara Arleta.

"Iihh..., Bunda kok omongannya agak serem gitu sih, bikin bulu kuduk Sea merinding tau," Sahut Seara dengan sedikit tertawa kecil.

"Isshh..., kamu kalau Bunda Kasih tahu, malah ngeledekin gitu. Kamu kira Bunda hantu apa bikin bulu kuduk kamu merinding, udah ah mending lanjut masak, terus ini buat apa masak banyak kayak gini?" Tanya Kaira pada putrinya.

"Ini tuh Sea mau bawa buat acara nanti malam Bun, Kan hari ini aniversary 2 tahunnya hubungan Sea sama Kak Rei, Bun. Jadi sea mau kasih kejutan sama kak Rei, nanti sepulang kuliah Sea mau mampir ke apartement Kak Rei buat nganterin makanan kesukaan dia," Jawab Seara. sambil tersenyum, dia membayangkan wajah terkejutnya kekasihnya itu saat mendapatkan kejutan dari dirinya.

"Hey, pagi-pagi anak gadis Jangan ngelamun yang nggak-nggak, masih kecil kamu," Tegur Kaira. Karena melihat putrinya terdiam sambil senyum-senyum tidak jelas, lalu Kaira pun menjawil hidung putrinya itu, dan itu membuat Seara tersadar dari lamunannya dan meringis kecil.

"Aww..., aduh, sakit...! Bunda mah gak seru ah, orang Sea lagi bayangin wajah tampan kak Rei, dia tuh ganteng banget Bun kalau Lagi senyum, saat dia tersenyum pasti cewek-cewek dikampus bakalan klepek-klepek sama kak Rei, aku tuh cewek paling beruntung karena bisa jadi cewek kak Rei," ucap Seara, sambil mengusap hidungnya yang tadi sang bunda cubit.

"Bukan Kamu yang beruntung, tapi Rei yang bruntung karena bisa dapet putri Bunda yang cantik dan baik hati ini. Meski terkadang manja dan masih kolokan kayak anak kecil."

Dan perkataan Kaira terakhir Membuat Seara cemberut karena setelah dipuji langsung dijatuhkan oleh sang bunda.

"Bunda," Rengek Seara. Dengan bibir mungilnya yang mengerucut karena sang bunda. Terus menggodanya

"Tuh kan ngerengek kayak anak kecil, udah ah. Eh sayang, ngomong-ngomong gak kerasa ya udah dua tahun aja kamu pacaran sama Rei? Awet juga hubungan Kalian, Udah ah putri Bunda gak boleh merajuk lagi ya, mending sini biar Bunda bantuin masaknya, jadi apa lagi yang mau dimasak?" Tanya Kaira pada putrinya.

"Gak ada Bun masakannya udah selesai kok, eh tapi ini Bun, tolong tuang rendang Ayamnya ke kotak makan 5 potong aja Bun, sisanya biar buat kita sarapan, dan pundingnya aku udah pisahin satu loyang, dan satu loyang lagi buat dimakan sama-sama," Jawab Seara. Kaira pun hanya mengangguk mendengar arahan dari putrinya itu.

"Wah gadisku dan wanitaku sudah sibuk di dapur aja nih padahal masih pagi banget, lagi pada masak apa emang? Masih pagi udah wangi masakan," Ucap Sang Ayah yang tiba-tiba datang dan menyapa putri dan istrinya, lalu dia menuju tempat kulkas berada untuk mengambil air karena kehausan.

"Bunda lupa bawa air minum ya semalam, ayah ampe kehausan, eh pas dilihat ada botol air tapi kosong," Lanjut Arka lalu mengambil gelas untuk menuang air dan langsung meminumnya karena kehausan.

"Hehe iya Yah, Bunda semalam lupa isi air dibotol, tadi sih turun mau ambil minum buat Ayah, tapi malah lihat gadis kita ini lagi asyik masak,"sahut Kaira sambil menuang ayam Rendang yang Kaira masak ke dalam kotak makan dan mangkuk.

"Hem ternyata anak gadisku sekarang udah besar ya, tapi tetep bagi Ayah gak akan berubah, kamu masih gadis kecil Ayah, yang paling Ayah sayang," Ucap Arka sambil mengelus kepala Seara yang kini tersenyum.

"Iya Ayahku sayang, Sea akan tetap jadi gadis kecil Ayah sampai kapan pun. Sea sayang banget sama Ayah sama Bunda juga, makasih ya, Ayah, Bunda. Karena udah jadi orang tua yang terbaik buat Sea dengan kasih sayang yang melimpah untuk Sea," Ucap Seara lalu memeluk Ayah dan Bundanya secara bergantian.

"Wah wah, pagi-pagi udah disuguhin kemesraan antar anak, Ayah dan Bundanya Nih."

"Nenek...!" Seru Seara saat melihat Bu Ras menghampirinya, tanpa sungkan Seara pun langsung memeluk nenek Ras, karena Seara begitu sangat menyayangi nenek Ras seperti dia menyayangi Ayah, Bunda, Oma dan juga Opanya.

"Cucu Nenek," Ucap nenek Ras. Lalu memeluk Seara dengan erat.

"Bunda udah bangun, bukannya katanya kemarin Bunda lagi gak enak badan?" Tanya Kaira yang kini membawa makanan ke meja makan untuk sarapan.

"Udah mendingan Kai, kemaren itu cuma punggung Bunda sedikit ngilu aja maklum penyakit orang tua, tapi udah mendingan kok, semalam Bi Ika udah mijitin Bunda," Jawab Bi Ras sambil mengelus rambut cucu kesayangannya itu.

"Nenek sakit? Kok gak bilang Sea sih Nek," Sahut Seara terlihat khawatir lalu mengeratkan pelukannya pada sang Nenek.

"Nggak parah kok sayang, Cucu nenek yang manja," Ucap Bi Ras membuat Seara mengerucut kan bibir mungilnya yang malah terlihat menggemaskan.

"Nanti Arka antar ke dokter ya Bun, sekalian mau jengukin klien Arka yang semalam masuk rumah Sakit," Timpal Arka sambil membantu sang istri menata makanan dimeja makan.

"Iya Bun, mending ke dokter biar diperiksa, sekalian kamu ajak ibu ke dokter syaraf mas, kemarin Bunda juga bilang kalau kakinya kekilir saat dikamar mandi, untung ketahuan Bi Ika, takutnya ada urat syaraf yang kecetit gitu," Ujar Kaira setelah selsai menata makanan dimeja makan.

"Gak usah Ka, Kai Bunda ketukang urut aja, jangan bicara berlebihan ah nanti ada yang nangis," Ucap nenek Ras. Lalu mengedipkan matanya pada Kaira dan Arka agar gadis yang dalam pelukannya tidak khawatir.

"Gak ada penolakan," Sahut Kaira, Arka dan Seara tiba-tiba secara bersamaan, membuat nenek Ras tersenyum, dia sangat bersyukur bisa mengenal keluarga baik hati dan hangat seperti keluarga kusuma ini sampai bi Ika Pun mengira kalau bi Ras adalah Bunda dari Kaira karena tidak ada yang menyinggung soal dulu saat nenek Ras masih jadi asistenya, begitu pun dengan Sandra dan Arya karena mereka menganggap nenek Ras sudah seperti bagian dari keluarga mereka.

Setelah nenek Ras akhirnya setuju, Arka dan Kaira pun kembali ke kamar untuk membantu suaminya bersiap-siap, begitu pun dengan Seara. dia juga sudah kembali ke kamarnya untuk bersiap karena ada jadwal kuliah pagi, nenek Ras juga bersiap untuk ikut pergi ke Dokter bersama Arka. Dan kini tinggal Bi Ika lah yang yang berada di dapur untuk membersihkan peralatan masak bekas Seara memasak dan hari ini kerjaannya menjadi ringan karena tidak harus membuat sarapan untuk majikannya. Dan dia sangat berterima kasih pada Nonanya yaitu Seara Arleta Kusuma.

Bersambung

Lanjut Membaca

Daftar Isi Takdir Cinta dan Dendam

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Godaan Teknisi AC
9.1
Kehadiran seorang teknisi AC di rumah pada larut malam membawa perubahan drastis yang tak terduga. Sentuhan jemari pria asing itu membangkitkan sensasi intens yang belum pernah dirasakan sang istri sebelumnya. Di tengah pergolakan gairah yang terlarang, sang teknisi bertindak nekat dengan menarik rambutnya dan memaksa wanita itu menghubungi suaminya sendiri. Meski telah memohon demi menyelamatkan pernikahannya, panggilan telepon tersebut telanjur tersambung, mengancam membongkar rahasia malam itu.
Sampul Novel Gundik Suamiku
9.7
Topeng kesopanan sering kali menipu. Seorang wanita tega merusak rumah tangga orang lain demi menjadi selingkuhan suamiku. Ia bahkan rela mencampakkan keluarganya sendiri akibat obsesi masa lalu yang belum usai. Mengapa ia senekat itu? Berawal dari penemuan sebuah cincin berlian misterius, naluriku sebagai istri langsung bergegas menyelidiki. Aku bertekad mengungkap rahasia gelap serta motif di balik bersatunya kembali hubungan mereka.
Sampul Novel Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta
8.3
Dalam novel modern Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta, perjalanan malam di gerbong tidur menjadi penuh ketegangan sensual. Terpikat oleh aroma maskulin para pekerja konstruksi di sekitarnya, seorang wanita tak mampu menahan gejolak gairahnya yang membara hingga nekat memuaskan diri di balik selimut. Namun, tindakan rahasia itu justru berujung fatal saat seorang paman memergokinya. Dengan napas tertahan, pria itu menyingkap selimutnya dan menawarkan kepuasan nyata yang tak terduga.
Sampul Novel Melepas Masa Lalu
9.2
Hubungan lima tahun Lisa Garta mendadak berubah setelah ia menagih utang kepada Kelly, keponakan tunangannya sendiri. Keesokan harinya, sang tunangan justru menyodorkan buku catatan pengeluaran yang merinci setiap biaya selama mereka berpacaran, mulai dari es krim murah hingga barang mewah dan akomodasi hotel. Setelah dikurangi pinjaman Kelly sebesar 200 juta, Lisa dituntut untuk melunasi sisa utang sebesar 4,16 miliar rupiah dalam waktu satu bulan saja.
Sampul Novel Penyesalan Selalu Datang Terlambat
8.4
Di saat ketulusan cintanya memuncak, dia justru harus menyaksikan Stevan Nicolas memberikan seluruh kehangatan dan kasih sayangnya kepada wanita lain. Diabaikan dalam dinginnya malam yang berselimut hujan deras, ia dicap sebagai sosok yang terlalu manja hingga sang pria enggan menemuinya lagi. Namun, di balik penolakan kejam itu, Stevan tidak pernah menyadari bahwa waktu wanita yang tulus mencintainya ini sudah hampir habis, dan ajal akan segera memisahkan mereka untuk selamanya.
Sampul Novel Rahasia Pengantin Tersembunyi Tuan Muda
9.7
Demi menggantikan sang kakak, Helia, yang mendadak hilang, Adelia terpaksa menikah dengan Darren Aditya. Darren merupakan pewaris takhta konglomerat yang terkenal misterius, berwajah cacat, dan berwatak dingin. Walau publik mengenalnya sebagai sosok kejam yang temperamental, Adelia perlahan melihat sisi lain dari suaminya tersebut. Di balik topeng misteri dan sikapnya yang kaku, Darren sebenarnya memendam kepedihan mendalam serta kehampaan jiwa yang tak pernah ia tunjukkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan