APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Tragedi masa lalu saat berusia tujuh belas tahun merampas kemampuan wanita ini untuk memiliki keturunan akibat luka tusukan di rahimnya. Meski sang suami sempat berjanji untuk setia selamanya, janji itu runtuh di tahun kelima pernikahan mereka. Pria itu berkhianat dengan menjalin hubungan terlarang bersama wanita kejam yang dahulu menghancurkan fisik dan masa depannya. Kini, setelah memiliki anak dari perselingkuhan tersebut, sang suami justru menuntut perceraian demi memberikan status istri sah kepada selingkuhannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bekas luka yang menemaniku selama tiga belas tahun tiba-tiba hilang.

Air mataku langsung mengalir.

Kubuka kembali buku harian itu. Di sana muncul kalimat baru, tulisannya miring dan tidak teratur, seolah-olah penulisnya tidak bertenaga.

[Citra, aku berhasil menyelamatkanmu.]

Setelah emosiku tenang, aku pun membalas.

[Itu memang seharusnya kamu lakukan.]

Kalau bukan karena rasa sukanya.

Kalau bukan karena cinta yang kelak akan dia khianati.

Aku tidak akan pernah diserang oleh Viona sampai akhirnya kehilangan organ terpenting seorang wanita.

Rendra di usia tiga puluh malah memiliki anak dengan wanita yang menghancurkanku dan menyakitiku sekali lagi.

Tulisan baru kembali muncul di buku harian itu. Tulisannya kurang jelas, seakan ditulis dengan penuh kesakitan.

[Citra, ada hal lain yang bisa kulakukan untukmu?]

Saat Rendra di usia tujuh belas menuliskan tanda tanya, aku segera membalas: [Sudah kubilang, pergilah dari hidupku.]

[Menghilanglah dari pandanganku. Jangan jadikan cintamu saat ini sebagai pisau yang akan melukaiku di masa depan.]

Dulu, saat semua orang menertawakanku karena tidak bisa mengandung, hanya Rendra yang menggenggam tanganku erat-erat, lalu berdiri di depanku, dan melindungiku dari semua cemoohan itu.

Sebab cintanya, aku tidak lagi takut pada hinaan apa pun.

Namun, ketika akhirnya dia melepaskan tanganku, lalu berdiri bersama mereka yang menghujatku, aku pun hancur seketika. Aku merasa putus asa, bahkan sempat ingin mengakhiri hidupku.

Bisa dibilang, sebesar apa cintanya padaku dulu, sebesar itulah sakit yang aku rasakan. Rasa sakit itu bahkan jauh lebih menyakitkan daripada tusukan pisau yang merusak rahimku.

Hatiku yang telah dia sakiti tidak akan bisa kembali seperti dulu.

Aku mendengar suara pena menggores kertas dengan kuat. Setiap huruf itu ditekan dengan kuat hingga hampir menembus lembaran kertas.

[Itu nggak mungkin!]

[Citra, kamu tahu nggak? Setiap kali pulang sekolah, kamu selalu berdiri di tiang ketiga dekat kelas sambil mendengarkan musik. Aku selalu sengaja menempuh jalan yang lima menit lebih lama, hanya untuk melihatmu sekali saja. Bisa melihatmu saja, aku sudah merasa bahagia.]

[Pernah suatu kali, aku dengar kamu sakit demam saat jam olahraga. Aku panik, lalu kabur keluar sekolah hanya untuk membeli obat untukmu. Aku nggak sanggup membiarkanmu menderita sedetik pun.]

[Dan .…]

Aku menyelanya: [Aku tahu. Semua itu aku tahu.]

[Pernah suatu saat aku datang bulan, kamu dengan wajah merah membelikan pembalut untukku.]

[Saat kamu tahu aku diganggu preman sekolah, kamu langsung menemui preman itu. Seminggu penuh kalian berdua menghilang. Saat dia muncul kembali, dia pincang karena kakinya patah dan terpaksa pindah sekolah, sedangkan kamu masuk rumah sakit karena kepalamu luka dan harus dirawat selama seminggu.]

Tidak ada balasan di buku harian itu hampir sepuluh detik. Setelah itu, muncul balasan lagi: [Kamu tahu semua itu? Gimana kamu bisa tahu?]

[Kalau begitu, kenapa kamu bilang aku akan mengkhianatimu?]

Rendra tidak menulis, tetapi aku tahu dia pasti sedang bergumam, 'Aku begitu mencintaimu, mana mungkin aku akan mengkhianatimu?'

Aku bisa membayangkan raut wajah Rendra di usia tujuh belas yang terkejut, bingung, dan tidak percaya.

[Aku tahu semua ini karena dirimu di masa depan sudah menceritakan semuanya. Kamu yang berusia tiga puluh tahun juga bilang kamu menyesal sudah melakukan semua ini.]

Rendra pernah bilang seharusnya dulu dia tidak menikahi wanita mandul seperti aku. Sebab menikahiku, dia menjalani lima tahun dengan penuh rasa malu.

Dia juga bilang seharusnya dia biarkan saja preman itu terus menggangguku. Terlalu cepat menolongku membuatku lupa berterima kasih dan malah berani melawannya.

Dia selalu menyombongkan pengorbanannya, lalu berbuat sesuka hati dalam pernikahan kami, sampai akhirnya dia memiliki anak dengan selingkuhan itu sekarang.

Air mataku jatuh di atas halaman buku harian. Tulisannya menjadi buram.

Aku khawatir akan merusak buku harian itu dan gagal mengubah masa lalu, jadi aku buru-buru mengusapnya. Namun, karena diusap terlalu keras, kertas itu robek dan terbelah menjadi dua.

Saat ketakutan, aku tiba-tiba melihat tempat aku berada berubah menjadi sebuah ruang rawat rumah sakit.

Di depanku ada seorang pemuda berusia tujuh belas tahun dengan perut berbalut perban tebal.

Wajahnya pucat, alisnya berkerut menahan sakit.

Rendra di usia tujuh belas menggenggam perban yang berlumuran darah dengan satu tangan, sementara tangan lain menulis dengan susah payah sambil bergumam keras.

[Citra, tenang saja. Aku akan melindungimu, aku nggak akan pernah menyakitimu.]

Ekspresinya begitu serius seolah sedang melakukan hal terpenting dalam hidupnya.

Saat menulis itu, Rendra seperti menyadari keberadaanku.

Tiba-tiba tangannya berhenti, lalu mendongak dan bertatapan denganku.

"Citra?" tanya Rendra.

Tatapannya jernihnya yang sudah lama hilang dari ingatanku, kini muncul kembali di hadapanku.

Bibirnya yang agak kering hendak mengucapkan sesuatu, tetapi tiba-tiba suara dering telepon yang mendesak berbunyi nyaring.

Aku melihat lagi ke sekeliling, kini aku kembali berada di rumah yang berantakan.

Itu karena Rendra di usia tiga puluh.

Nada dering tajam menusuk telinga.

Rendra di usia tiga puluh meneleponku, dia memberi perintah, "Cepat datang ke kafe depan kantor. Aku dan Vio mau bicara langsung denganmu."

Pada saat yang sama, muncul kalimat baru di buku harian.

[Percaya padaku, ya? Aku nggak akan pernah begitu.]

[Aku sangat menyukaimu sampai nyawaku pun bisa kuserahkan kalau kamu mau.]

Remaja yang sedang jatuh cinta selalu mengira sumpah manis adalah bunga mawar terindah.

Seolah bunga itu tidak akan pernah layu selama diberikan kepada orang yang dicinta.

Aku menggenggam erat pena di tangan, lalu menunduk.

Baiklah.

Kalau kamu masih tidak percaya, biarlah dirimu di usia tiga puluh yang memberitahumu sendiri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Adegan Panas Malam Pertama
8.7
Malam pengantin yang semestinya menjadi momen sakral bersama suami justru berakhir mengejutkan. Aku malah menghabiskan malam penuh gairah yang begitu intim dengan sosok pria perkasa lain yang misterius. Begitu pagi menjelang, kekacauan hidup yang rumit mulai menerpa diriku. Pengalaman tak terduga yang memabukkan itu seketika menjungkirbalikkan duniaku, membawa konsekuensi besar yang akan mengubah seluruh alur takdir masa depanku selamanya.
Sampul Novel En-PD163
8.4
Janna, seorang ilmuwan berbakat, jatuh cinta pada Kingsley di tempat riset mereka. Namun, pernikahan yang diraih dengan perjuangan ini hancur karena Kingsley terobsesi pada wanita lain hingga tega menyakiti Janna. Kecewa atas pengkhianatan tersebut, Janna memutuskan bercerai dan pergi. Saat Kingsley akhirnya sadar telah dimanfaatkan dan ingin kembali, Janna telah membuka lembaran baru bersama kekasih baru yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Selama dua tahun, Nina menjalani pernikahan kontrak dengan suami misterius yang tak pernah ia temui. Suatu malam, sebuah kekeliruan fatal membuatnya salah masuk kamar dan menyerahkan kesucian kepada pria asing. Akibat pelanggaran ini, ia terancam denda besar dan memutuskan untuk meminta cerai. Namun, saat menyerahkan berkas perceraian, Nina syok mendapati bahwa suaminya ternyata adalah pria yang sama yang menghabiskan malam bersamanya.
Sampul Novel Mengejar Cinta Ustaz Tampan
9.7
Di usia kepala tiga, Dian yang tomboi dan ceplas-ceplos didera kecemasan karena belum juga melepas masa lajang. Sebuah saran tak biasa menuntunnya rajin ke masjid di waktu Subuh demi mencari pasangan. Tak disangka, ia malah jatuh hati pada Fajar Faizan, ustaz muda nan tampan yang juga seorang dosen. Demi memikatnya, Dian rela merombak drastis seluruh penampilannya. Akankah niat awal yang murni demi urusan dunia ini mampu bermuara pada kisah cinta yang tulus?
Sampul Novel my first love is paman
8.5
Pascatragedi berdarah yang menewaskan orang tuanya, Heira Attaya, siswi SMA dengan kepribadian ganda, kini tinggal bersama pria yang sangat ia cintai. Namun, hidupnya terguncang saat ia menemukan bukti bahwa sang pujaan hati terlibat dalam kematian keluarganya. Di tengah kenyataan pahit tersebut, sebuah peristiwa besar terjadi dan mengubah segalanya, hingga akhirnya Heira menghilang secara misterius tanpa meninggalkan jejak sedikit pun.