APKDock Logo
Sampul Novel Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

9.6 / 10.0
Tragedi masa lalu saat berusia tujuh belas tahun merampas kemampuan wanita ini untuk memiliki keturunan akibat luka tusukan di rahimnya. Meski sang suami sempat berjanji untuk setia selamanya, janji itu runtuh di tahun kelima pernikahan mereka. Pria itu berkhianat dengan menjalin hubungan terlarang bersama wanita kejam yang dahulu menghancurkan fisik dan masa depannya. Kini, setelah memiliki anak dari perselingkuhan tersebut, sang suami justru menuntut perceraian demi memberikan status istri sah kepada selingkuhannya.

Tak Lagi Berharap Bab 1

Saat berusia tujuh belas tahun, seseorang menusuk rahimku dengan pisau, membuatku tidak bisa mengandung seumur hidup. Dulu suamiku bersumpah akan mencintaiku selamanya, tetapi saat pernikahan kami menginjak usia lima tahun, dia malah berselingkuh dengan wanita yang dulu menghancurkan hidupku dan memiliki anak dengannya. Kini, dia memaksaku bercerai demi memberikan posisiku pada wanita itu.

Saat dokter ke-99 menegaskan bahwa aku tidak akan pernah bisa hamil seumur hidup, suamiku meninggalkanku tanpa ragu.

Aku mengejarnya sampai ke kantornya. Dari balik pintu, aku mendengar suara orang berhubungan intim.

"Vio, lahirkan anak untukku dan jadi istriku, ya?"

Tanganku yang hendak mengetuk pintu, terkulai lemas begitu mendengar kalimat Rendra itu.

Setiba di rumah, aku menurunkan semua foto pernikahan kami. Pandanganku tanpa sengaja jatuh pada sebuah buku harian suamiku yang sudah lama tidak pernah disentuhnya.

Aku yang penuh amarah, menulis empat kata di atasnya: [Rendra, hubungan kita berakhir!]

Tiba-tiba, muncul kalimat lain tepat di bawah tulisanku: [Siapa kamu? Kenapa kamu menulis di buku harianku?]

Aku terlalu dikuasai emosi, sampai lupa takut. Aku pun membalas: [Aku Citra. Karena kamu nggak mencintaiku.]

Huruf demi huruf meloncat keluar: [Kamu Citra?]

[Nggak mungkin. Sebenarnya kamu siapa?]

[Kenapa kamu bisa muncul di buku harianku?]

Tiga pertanyaan muncul berturut-turut.

Aku terkejut, lalu spontan melemparkan buku itu.

Dua menit kemudian, aku menggapai kembali buku itu setelah tenang.

Aku menatap tulisan di atas, lalu membalas: [Ini buku harianmu? Siapa kamu?]

Jawabannya muncul: [Aku Rendra.]

Dua kata itu tertulis rapi.

Tanganku sontak bergetar.

Apakah penulis itu Rendra di usia tujuh belas?

Sebelum aku mencerna situasi ini, barisan kalimat lain pun muncul. Orang di sana bertanya dengan gelisah: [Kamu belum menjawabku! Sebenarnya siapa kamu?]

Aku buru-buru menjawab di bawah: [Aku Citra di usia tiga puluh.]

Lalu kutambahkan: [Kamu akan mengkhianatiku di masa depan. Jadi, kamu di usia tujuh belas tolong jangan mendekatiku.]

Tidak ada balasan lagi di buku harian itu.

Sampai sepuluh detik kemudian, ujung pena bergerak bagai torehan pisau yang menyobek kertas. Dua kata muncul di atasnya: [Nggak mungkin!]

Aku seakan bisa melihat sosok Rendra di usia tujuh belas yang tampak marah, dan mengulang sumpah yang akan dia ingkar di masa depan.

Cinta Rendra di saat itu sangat murni dan penuh tekad kuat. Dia tentu tidak bisa membayangkan bahwa dirinya akan menjadi sekejam dan sedingin itu di usia tiga puluh.

Ketika aku hendak membalas, pintu rumah tiba-tiba terbuka. Angin malam masuk, meniup halaman buku hingga terbalik.

Aku menutup buku harian itu. Rendra yang berusia tiga puluh tahun masuk dan sibuk mengobrak-abrik laci.

Dulu, setiap kali dia pulang, dia akan memelukku dari belakang dan mengecup lembut rambutku seperti seekor kucing.

Setiap kali aku menghindarinya, dia akan mendekat, lalu membisikkan kata-kata yang membuatku tersipu.

Namun, dia yang sekarang bahkan enggan memandangku lebih dari setengah detik.

Setelah hampir sepuluh menit mencari, dia masih tidak menemukan barang yang diinginkan. Dia lalu bertanya dengan nada jengkel.

"Apa kamu melihat pusaka Keluarga Baskara?" tanya Rendra.

"Anak dalam kandungan Vio itu anak laki-laki. Pusaka keluarga selalu diwariskan pada putra sulung," lanjut Rendra.

Hatiku merasa sakit.

Aku masih ingat, di hari pernikahan kami, Rendra menyerahkan pusaka itu ke tanganku di hadapan semua tamu dan memintaku untuk menyimpannya.

Saat itu, adik laki-laki Rendra sangat tidak puas. Dia berkata, "Kak, pusaka keluarga harus diwariskan ke setiap generasi. Semua orang tahu kakak ipar nggak bisa mengandung, gimana bisa dia menerima pusaka Keluarga Baskara?"

Sejak kecelakaan tiga belas tahun lalu, tubuhku terluka dan aku tidak bisa mengandung.

Tidak ada yang berani membicarakan hal ini di depan Rendra, tetapi tidak disangka, adiknya malah mengatakannya di depan para tamu saat pernikahan mereka.

Suasana di tempat berubah canggung.

Tatapan semua orang berfokus padaku.

Rendra menggenggam erat tanganku, menampar adiknya, lalu berkata dengan tegas, "Meski Citra nggak bisa melahirkan, tetap hanya dia yang layak menjaga pusaka Keluarga Baskara!"

Saat itu, aku bersyukur telah menikahi pria yang tepat.

Selama lima tahun ini, aku selalu menjaga pusaka itu dengan hati-hati.

Namun, sekarang dia malah mengingkari janji sendiri.

Aku membuka laci di hadapanku, lalu mengeluarkan sebuah giok bertuliskan Sehat Selalu.

Rendra segera merebutnya dan tersenyum puas. "Akhirnya ketemu. Kalau Vio memakai ini, dia dan anakku pasti akan sehat selalu," ujar Rendra.

Baru setelah itu, dia menatapku sejenak. Rasa dingin di matanya tidak disembunyikan sama sekali.

"Pusaka ini memang seharusnya diwariskan turun-temurun. Kini Vio mengandung anakku, jadi pusaka ini harus diberi ke dia," ucap Rendra.

"Aku pergi dulu, aku mau menemui Vio. Setelah itu, aku akan pulang dan merayakan peringatan pernikahan kita bersamamu," lanjut Rendra.

Setiba di pintu, langkahnya tiba-tiba berhenti. Dia menoleh kepadaku dengan tatapan iba.

"Tenang saja. Meski Vio melahirkan anak laki-laki, kamu tetap istriku," ujar Rendra.

Memberi sayang setelah menyakitiku adalah kebiasaan Rendra dalam beberapa tahun terakhir.

Aku hanya bisa tersenyum kecut, menatap dia pergi dengan senang

Dia bilang aku istrinya, tetapi dia malah memiliki anak dengan wanita lain.

Aku kembali membuka buku harian. Di sana, muncul kalimat baru: [Karena menunggu jawabanmu terlalu lama, aku kehilangan posisi di belakangnya.]

Aku segera mengambil foto kelulusan kami dan menemukan bahwa posisi Rendra di usia tujuh belas dalam foto itu benar-benar telah berubah.

Aku menatap buku harian itu dengan kejut. Jari-jariku bergetar hebat.

Apakah Rendra yang menulis buku harian itu benar-benar bisa mengubah masa depan?

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tak Lagi Berharap

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian sangat yakin takkan pernah mau menikah karena baginya wanita hanya teman ranjang semata. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah ia mengenal sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang bersikap dingin dan acuh padanya. Meski Adeeva awalnya menganggap bosnya itu sebagai kesialan terbesar, Xavier justru merasa ia adalah berkah. Kini, rasa benci di antara mereka telah sirna, berganti menjadi hari-hari penuh romansa yang indah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan