APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Tragedi masa lalu saat berusia tujuh belas tahun merampas kemampuan wanita ini untuk memiliki keturunan akibat luka tusukan di rahimnya. Meski sang suami sempat berjanji untuk setia selamanya, janji itu runtuh di tahun kelima pernikahan mereka. Pria itu berkhianat dengan menjalin hubungan terlarang bersama wanita kejam yang dahulu menghancurkan fisik dan masa depannya. Kini, setelah memiliki anak dari perselingkuhan tersebut, sang suami justru menuntut perceraian demi memberikan status istri sah kepada selingkuhannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sebelum sempat aku mencerna, sebaris kalimat baru muncul di atas buku harian itu lagi: [Kalau kamu benar-benar Citra, coba beri tahu di foto kelulusan itu, aku berdiri di posisi mana?]

Aku segera membalas: [Kamu berdiri tepat di belakang Viona.]

Tidak ada balasan lagi di buku harian itu.

Satu menit berlalu tanpa jawaban. Aku pun menggenggam pena erat-erat, menuliskan kalimat lain.

[Rendra, kumohon pergilah dari hidupku.]

[Kenapa? Kalau kamu benar-benar Citra, memangnya kamu nggak tahu aku menyukaimu?]

Tanda tanya di ujung kalimat itu digoreskan begitu kuat hingga menembus kertas.

Aku membalas: [Suka? Karena rasa sukamu itulah, sehari setelah foto kelulusan, aku ditusuk oleh orang utusan Viona. Rahimku terluka, aku nggak bisa mengandung seumur hidup!]

[Tapi di usia tiga puluh, kamu malah membuat Viona mengandung anakmu!]

Setiap aku menulis satu kata, kenangan lama kembali menyayat benakku.

Aku pernah mencoba melupakan kenangan ini, tetapi di setiap malam-malam panjang, ingatan itu selalu menggangguku hingga aku tidak bisa tidur.

Masa lalu itu telah menjadi mimpi buruk yang tidak pernah bisa kulupakan.

Tiga belas tahun lalu, Viona meminta Rendra berdiri di belakangnya saat foto kelulusan. Namun, Rendra menolak.

Dia memilih berdiri di belakangku. Dia bilang tidak hanya saat itu, tetapi kelak saat foto pernikahan kami, dia juga akan berdampingan denganku.

Kalimat sederhana itu membuatku tersipu.

Keesokan harinya, Viona yang cemburu menyuruh sekelompok preman menghadangku di gang sempit.

Rendra datang terlambat. Saat melihatku yang sudah berlumuran darah, dia menangis histeris karena ketakutan.

Dia menggendongku berlari ke rumah sakit seperti orang gila. Matanya merah, dia terus memohon kepada dokter untuk menyelamatkanku.

Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Rahimku rusak parah, aku tidak akan bisa mengandung selamanya.

Rendra memelukku sambil menangis. Dia bersumpah akan mencintaiku seumur hidup dan tidak akan pernah membiarkanku terluka lagi.

Namun, aku tidak menyangka dia justru berselingkuh dengan Viona yang menghancurkan hidupku. Bahkan, memiliki anak dengannya.

[Rendra, berjanjilah padaku. Kalau kamu benar-benar menyukaiku, pergilah dari hidupku.]

[Makin jauh, makin baik! Janji, ya?]

[Anggap saja ini permohonanku.]

Setelah menunggu lama dan masih tidak mendapat balasan, aku memeluk buku harian itu sambil meringkuk di lantai hingga akhirnya tertidur.

Dalam mimpi, aku melihat Rendra yang berusia tujuh belas berlari panik di gang gelap.

Dia tampak panik dan cemas

Saat itu juga, aku tiba-tiba terbangun karena kedinginan. Kulihat malam sudah larut.

Rendra di usia tiga puluh tidak pulang sepanjang malam, bahkan tidak ada satu pun telepon atau pesan darinya.

Sementara itu, status WhatsApp Viona diperbarui setiap sepuluh menit. Total sudah ada tiga puluh status yang diunggah.

Status pertama adalah video Rendra mengenakan pusaka Keluarga Baskara ke lehernya.

Status kedua adalah Rendra yang meniup sup ayam untuk Viona, kemudian menyuapnya.

Status ketiga adalah Rendra sedang menyandarkan kepalanya ke perut Viona untuk mendengar gerakan janin. Wajahnya tampak bahagia sekali.

Di bawah setiap unggahan status itu, dipenuhi tombol suka dan ucapan selamat dari teman-teman mereka.

[Selamat Pak Rendra telah menjadi ayah baru.]

[Sudah kubilang Rendra nggak akan terus menunggu Citra yang nggak bisa mengandung itu. Dulu kalian masih nggak percaya padaku.]

[Citra mana pantas jadi istri Pak Rendra? Viona dan Pak Rendra baru pasangan yang serasi.]

Rendra memberi tanda suka di setiap unggahan.

Mungkin dia juga berpikir begitu.

Setelah berhenti melihat status WhatsApp, aku berbaring di atas sofa. Kepalaku terasa pusing, dan akhirnya aku tertidur.

Di dalam mimpi, Rendra di usia tujuh belas akhirnya berhasil keluar dari gang.

Dia melihatku digebuk oleh segerombolan preman. Viona di usia tujuh belas mengeluarkan sebuah pisau, kemudian menghunuskan pisau ke perutku.

"Citra!" teriak Rendra.

Sesaat kemudian, Rendra berlari maju dengan mata yang merah.

Targetnya adalah pemimpin preman itu. Tangannya meraih batu bata, lalu menghantamkan batu itu berkali-kali ke kepala pemimpin preman.

Preman lainnya maju dan menusuk Rendra berkali-kali.

Rendra tidak peduli, dia menggenggam erat batu bata di tangannya yang berlumuran darah. Dengan sisa tenaga, dia menghantam batu itu ke kepala pemimpin preman hingga kepalanya bocor, lalu berteriak kepada preman lainnya dengan wajah bengis.

"Kalau kalian nggak takut mati, ayo maju ke sini!" teriak Rendra.

Para preman terkejut oleh aura nekatnya, mereka kabur terbirit-birit.

Setelah mereka menghilang dari gang, Rendra akhirnya tidak tahan lagi dan jatuh di depanku.

Kami bertatapan, matanya penuh tekad. Dia tersenyum dengan bangga sambil berkata, "Citra, sudah kubilang aku akan melindungimu dan aku menepatinya."

Aku berteriak, "Rendra! Aku nggak butuh perlindunganmu!"

"Pergilah dari hidupku!"

Aku meneriaki namanya. Saat aku terbangun, air mata telah membasahi wajahku.

Aku duduk di sofa dan menarik napas dengan buru-buru. Tubuhku gemetar, entah karena dingin atau ketakutan.

Aku menunduk, melihat buku harian di pelukanku. Pikiranku agak kacau, aku tidak bisa membedakan apakah itu mimpi atau ingatan dari kenyataan yang telah terjadi.

Kutarik bajuku dan meraba perutku dengan kedua tangan. Seketika tubuhku menjadi kaku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Sekadar Figuran
7.9
Narendra Hasan, seorang CEO, lumpuh akibat kecelakaan hingga ditinggal kabur oleh tunangannya, Bella, saat hari pernikahan. Demi menyelamatkan situasi, Narendra menunjuk keponakan Bella, Sheilla, sebagai pengantin pengganti. Sheilla tak punya pilihan selain setuju demi membalas utang budi pada sang paman. Namun, pernikahan darurat ini justru membuka tabir misteri tentang kecelakaan orang tua Sheilla serta hilangnya seorang penulis terkenal. Siapakah dalang di balik semua ini?
Sampul Novel Janda Rasa Melon
8.8
Kisah romansa dewasa ini mengupas gejolak batin para tokohnya secara mendalam. Pembaca akan diajak memahami arti cinta sejati dan keraguan yang lebih dari sekadar ketertarikan fisik. Buku ini menjadi refleksi penting bagi pasangan dalam memahami satu sama lain. Jauh dari hiburan biasa, setiap bab menyajikan pesan mendalam yang memicu perenungan tentang kesetiaan dan kasih sayang yang tulus.
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel Patah Hati, Pengkhianatan, dan Balas Dendam Miliaran Dolar
8.7
Usai berjuang keras demi bayi tabung, pengkhianatan Hardian terbongkar lewat video mesra dan pencurian uang perusahaan. Di acara kantor, selingkuhannya, Celine, mengaku hamil hingga memicu insiden yang membuatku keguguran. Hardian justru mengabaikanku demi Celine. Di tengah kehancuran, rival bisnisku, Baskara Prayoga, hadir menyelamatkan. Kini, kami bersekutu secara rahasia untuk merebut kembali segalanya dan menghancurkan para pengkhianat itu.
Sampul Novel Perempuan Bersuami Tiga
8.1
Kegagalan pernikahan pertama akibat benturan kepribadian membawa Maya ke pelarian ekstrem. Ia nekat menikahi tiga lelaki berbeda secara rahasia. Namun, kebohongan rumit ini mulai goyah saat para suaminya mencium kejanggalan. Begitu kedoknya terbuka, Maya harus bersiap menerima konsekuensi fatal atas pengkhianatan tersebut. Di tengah hancurnya rasa percaya, ia kini dipaksa menentukan jalan hidup dan mempertanggungjawabkan semua tindakannya.
Sampul Novel Petaka Di Balik Gairah
8.8
Menghadapi kehancuran setelah bercerai dari suaminya, seorang wanita memutuskan untuk mencoba layanan pijat dari seorang terapis pria demi menenangkan hatinya yang terluka. Namun, keputusan itu membawanya ke dalam situasi tak terduga. Sang terapis ternyata memiliki keahlian luar biasa dalam memikat dan menggoda wanita. Sentuhan dan pesonanya yang intens membuat sang wanita benar-benar hanyut dalam sensasi mendalam yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, mengubah kesedihan menjadi pusaran gairah baru.