APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Setelah tujuh kali dikhianati oleh janji pernikahan palsu dari Rafli, sang protagonis akhirnya mengambil langkah drastis dalam novel romantis ini. Dia memutus semua komunikasi, memblokir kontak, menghindari setiap pertemuan, bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaannya demi menjauh dari Rafli. Tiga puluh tahun hidupnya yang habis untuk mencintai tanpa pamrih kini berganti menjadi tekad bulat. Dibanding terus menanti di rumah kosong tanpa kepastian, dia memilih menjalani hidup mandiri yang jauh lebih tenang.
Bab
Bagikan

Bab 4

Sejak hari itu, aku benar-benar memutus semua kontak dengan Rafli. Nomor telepon dan akun media sosialnya sudah lama aku hapus.

Selama beberapa kali teman-teman mengajakku keluar, aku selalu memastikan terlebih dahulu apakah Rafli akan hadir atau tidak. Lama kelamaan, teman-teman pun jadi tahu diri dan setiap ada acara kumpul-kumpul, mereka hanya akan mengundang salah satu dari kami.

Tak terasa, tibalah hari sebelum reuni akbar kampus. Sahabatku sudah lebih dulu menelepon, mengajakku ikut acara reuni itu. Sebagai salah satu alumni berprestasi, aku juga menerima undangan resmi dari pihak kampus.

Aku tidak menyangka, Rafli ternyata juga hadir dalam reuni tersebut. Namun ya, wajar saja. Semasa kuliah, nilai-nilainya selalu di peringkat atas. Setelah lulus, dia juga sempat membantu kampus menyediakan program kerja sama lapangan kerja. Mengundangnya menghadiri acara tersebut memang masuk akal.

Saat aku dan sahabatku, Melani, tiba di kampus, suasananya sudah sangat ramai. Dalam brosur acara yang diberikan panitia, aku langsung melihat nama Rafli tercantum. Dia akan tampil di acara urutan ketujuh.

Saat aku dan Melani menonton hingga acara keenam, aku pun mencari alasan untuk pergi. Ketika berjalan keluar dari aula, samar-samar kudengar seseorang memanggilku dari belakang. Namun, aku tidak menoleh.

Tak lama kemudian, masuk pesan dari dosen pembimbing semasa kuliah.

[ Dinda, kenapa buru-buru sekali? Aku sudah berkali-kali manggil kamu, tapi kamu nggak dengar. Selanjutnya ini acara pacarmu, lho. Kamu nggak mau nonton? ]

[ Terima kasih, Pak. Saya ada urusan mendadak, jadi harus pergi dulu. Lalu, say aini masih jomlo, nggak punya pacar! ]

Setelah membalas pesan itu, aku hanya bisa menggeleng pelan. Hubungan kami waktu kuliah memang terlalu mencolok, sampai-sampai dosen pun tahu soal aku dan Rafli.

Tanpa kuketahui, dosen itu sedang bersama Rafli sekarang. Dia sempat memperlihatkan isi pesanku pada Rafli.

Di bawah lampu aula yang remang, tatapan Rafli berubah rumit.

Usai dari kampus, aku langsung pergi ke kantor. Tadi saat buru-buru ke reuni, aku bahkan lupa membawa tas.

Begitu sampai di kantor, aku baru tahu bahwa salah satu proyek perusahaan ternyata sudah memiliki proposal kerja sama yang lengkap. Yang lebih mengejutkan lagi, nama perusahaan Rafli tercantum sebagai mitra kerja sama.

Aku langsung menelepon atasan untuk mengonfirmasi. Begitu semuanya jelas, tanpa ragu aku langsung mengajukan surat pengunduran diri.

"Pak, saya ingin mengundurkan diri karena alasan pribadi."

"Dinda, ini terlalu mendadak. Saya tadinya berencana menjadikan kamu sebagai penanggung jawab komunikasi dengan pihak rekanan proyek ini."

"Terima kasih, Pak, tapi nggak perlu. Saya nggak bisa kerja sama dengan perusahaan itu."

Setelah menutup telepon, aku langsung menyalakan komputer kantor dan menulis surat pengunduran diri. Kalau perusahaan memang ingin bekerja sama dengan Rafli, maka satu-satunya cara untuk menghindarinya adalah mundur.

Begitu surat itu kusimpan di meja kerja, aku langsung keluar dari kantor.

Saat tiba di kontrakan, aku mendapati bahwa lampu lorong sedang menyala. Tempatku ini hanya dihuni dua unit per lantai dan unit sebelah sudah lama kosong. Jadi, lampu lorong nyaris tidak pernah menyala terang.

Baru berjalan beberapa langkah, aku melihat Rafli sedang duduk merokok di dekat tangga. Sepertinya dia sudah menunggu lama, lantai di sekitarnya penuh dengan puntung rokok.

Untung aku cukup berhati-hati sehingga Rafli tidak menyadari kehadiranku. Aku segera berbalik dan menekan tombol lift.

Begitu Rafli melangkah keluar dari area tangga, pintu lift hampir menutup sempurna. Dari balik pintu yang hampir tertutup, samar-samar aku masih bisa mendengar teriakannya, "Dinda, itu kamu, 'kan? Kamu sudah pulang, kamu ada di dalam lift, bukan?"

Setelah lift turun, agar Rafli tidak bisa langsung mengejarku, aku menekan semua tombol lantai dalam lift, lalu membiarkan lift naik sendiri.

Meskipun tindakan itu agak keterlaluan, tapi ampuh.

Berhubung kontrakan sudah ditunggui oleh Rafli, aku pun memutuskan menyewa kamar hotel yang berada tidak jauh dari sana, setidaknya untuk menghindar semalam saja.

Namun, baru saja aku menyelesaikan proses check-in dan hendak naik ke lantai atas, Rafli tiba-tiba muncul sambil berlari tergesa-gesa.

Dia terengah-engah dengan keringat yang mengalir dari dahinya. Wajahnya memerah karena kelelahan. Dengan nada mendesak, dia berkata pada resepsionis, "Tadi ada tamu yang baru check-in, 'kan? Namanya Dinda, dia tinggal di sini, 'kan?!"

"Jawab aku! Cepat jawab aku!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
9.1
Tiga tahun Wenny Cladia merawat suaminya, Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali, membuat Wenny sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan. Enggan terus dihina, Wenny melayangkan gugatan cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang melabrak, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggapnya jelek kini menjelma menjadi dokter ahli medis yang menawan dan siap menantangnya.
Sampul Novel Ciuman Pengkhianat
8.4
Sebuah unggahan video memperlihatkan Arkan, suami yang sangat kupercayai, berciuman mesra dengan Lidya saat bermain kartu. Alih-alih merasa bersalah, Arkan justru membentak dan menuduhku terlalu sensitif saat aku memberikan ucapan selamat di unggahan tersebut. Pengkhianatan ini menyadarkan diriku bahwa pernikahan dan hubungan yang kami bina selama tujuh tahun kini tidak lagi memiliki arti. Sudah saatnya bagiku untuk melangkah pergi meninggalkan segalanya.
Sampul Novel Derita Gadis Ternoda
8.2
Nasib malang menimpa Ana, gadis polos yang diusir ayahnya sendiri setelah hamil akibat diperkosa. Berharap mendapat kehidupan baru di Jakarta, ia bertemu Lukman yang tulus membantunya. Sayang, kehadiran Ana justru memicu siksaan kejam dari istri Lukman, Juju. Saat benih asmara mulai tumbuh di hati Lukman untuknya, takdir mempertemukan Ana kembali dengan pelaku masa lalunya yang keji. Sanggupkah Ana lepas dari bayang-bayang trauma yang merusak hidupnya?
Sampul Novel Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
9.1
Terinspirasi dari kisah nyata, sebuah pernikahan yang telah berjalan selama enam tahun menyisakan sebuah tanda tanya besar. Meski status sudah bersuami, nyatanya sang istri masih tetap perawan hingga saat ini. Bagaimana mungkin hal tersebut terjadi dalam rumah tangga yang cukup lama? Jawabannya ada pada sang suami yang ternyata tidak mampu menyentuh istrinya. Ketidakmampuan ini membuat malam pertama yang seharusnya indah tak kunjung datang bagi mereka berdua.
Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.