APKDock Logo
Sampul Novel Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

8.9 / 10.0
Setelah tujuh kali dikhianati oleh janji pernikahan palsu dari Rafli, sang protagonis akhirnya mengambil langkah drastis dalam novel romantis ini. Dia memutus semua komunikasi, memblokir kontak, menghindari setiap pertemuan, bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaannya demi menjauh dari Rafli. Tiga puluh tahun hidupnya yang habis untuk mencintai tanpa pamrih kini berganti menjadi tekad bulat. Dibanding terus menanti di rumah kosong tanpa kepastian, dia memilih menjalani hidup mandiri yang jauh lebih tenang.

Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi Bab 1

Setelah ketujuh kalinya dijanjikan akan menikah tapi kembali diingkari oleh Rafli, aku akhirnya memutus semua hubungan dengannya secara sepihak. Kalau dia hadir di acara perkumpulan teman, aku tidak akan datang.

Kalau dia diundang tampil dalam acara reuni sekolah, aku akan pergi lebih awal. Kalau kantorku memilih kerja sama dengan perusahaannya, aku langsung mengundurkan diri.

Bahkan saat malam tahun baru, dia datang ke rumah orang tuaku untuk bersilaturahmi, aku pun berdalih keluar mengunjungi teman.

Nomornya aku blokir dan akun instagramnya kuhapus dari daftar pertemanan. Intinya, aku ingin memutus hubungan tuntas dengannya.

Aku tidak menghubunginya dan dia pun tidak akan bisa melihatku.

Selama 30 tahun pertama hidupku, sebagian besar waktu kuhabiskan untuk mencintainya dengan sepenuh hati, merawat dan memperhatikannya tanpa pamrih. Sampai akhirnya, setelah yang ketujuh kalinya dia ingkar janji untuk menikahiku, aku benar-benar sadar.

Aku tidak mau hidup seperti ini lagi.

Meski harus menjalani hidup sendirian, tetap saja lebih tenang daripada terus-menerus menunggu di rumah kosong yang tak pernah dia datangi!

Aku menunggu Rafli di kantor catatan sipil dan terus menunggu sampai para petugasnya pulang kerja. Awalnya saat aku meneleponnya, dia hanya bilang sedang sibuk dan memintaku menunggu. Namun setelah dua jam lagi berlalu, teleponnya sudah tidak bisa dihubungi.

Nada sibuk terus terdengar dari ponselnya.

Formulir pernikahan di tanganku sudah kusut karena kugenggam terlalu erat.

"Bu, kami sebentar lagi tutup. Apa Ibu masih ingin melanjutkan proses pendaftaran pernikahan?"

Seorang petugas akhirnya bertanya padaku, mungkin karena tidak tega melihatku menunggu seharian di sana.

Aku tersadar, lalu perlahan menggelengkan kepala. "Terima kasih. Nggak jadi."

Begitu keluar dari kantor catatan sipil, beberapa pegawai yang juga baru pulang kerja lewat di dekatku dan mulai berbisik-bisik. "Kayaknya aku pernah lihat dia beberapa kali. Setiap kali datang selalu sendirian buat nikah."

"Setelah kamu bilang begitu, aku juga jadi ingat. Sepertinya dia selalu nunggu seseorang yang nggak pernah datang."

Wajahku tetap tanpa ekspresi, tetapi hatiku sudah penuh dengan luka dan berdarah-darah tanpa henti. Aku begitu malu sampai tidak sanggup mengangkat kepala. Langkahku pun otomatis semakin cepat.

Kalau dihitung-hitung, ini sudah ketujuh kalinya aku datang ke kantor catatan sipil menunggu Rafli!

Baru saja keluar dan bersiap memesan taksi untuk pulang, Rafli muncul. Dia berlari kecil menghampiriku, napasnya tersengal-sengal, dan wajahnya memancarkan sedikit rasa bersalah.

"Maaf sekali, Dinda. Tadi di kantor tiba-tiba ada urusan, aku nggak terlalu telat, 'kan?"

Aku tersenyum tanpa suara.

Sebelum ini, dia bilang di kantor ada urusan. Dua kali sebelumnya lagi juga ada urusan mendadak di kantor. Terlepas dari kejadian-kejadian sebelumnya, kali ini dia masih saja menggunakan alasan yang sama.

Aku sudah terlalu lelah untuk membongkar semua alasan palsunya. Jadi, aku hanya menggeleng. "Terlambat. Petugasnya barusan pulang."

Mendengar hal itu, dia malah terlihat sedikit kesal. Dia melirik jam tangan, lalu mulai menyalahkan orang lain.

"Orang-orang ini juga keterlaluan, setiap hari pulang kerja tepat waktu, bahkan satu menit pun nggak mau nunggu," katanya sambil bergerak maju dan menarik tanganku, lalu menaruhnya di dadanya yang naik turun seolah-olah baru saja berlari.

"Tadi macet parah, lihat saja, aku sampai lari-lari ke sini. Capek sekali."

Aku hanya memandanginya dengan tatapan kosong, menahan rasa getir dalam diriku. Tidak ada orang yang sebodoh itu.

Apakah Rafli benar-benar lari ke sini atau tidak, aku bisa menebaknya. Aku menggigit bibir bawahku dan untuk pertama kalinya, aku menanyakan sesuatu yang selama ini kupendam.

"Kalau kamu memang benar-benar lari ke sini dari tempat sejauh itu, kenapa keningmu sama sekali nggak ada keringat?"

Keningnya tampak bersih dan segar. Jangankan berkeringat, bahkan setitik kelembapan pun tidak ada.

Begitu ucapanku dilontarkan, ekspresi Rafli langsung berubah. Alisnya mengerut, matanya menyala dengan emosi, dan nadanya bicaranya meninggi, "Apa maksudmu? Kamu mau bilang aku bohong? Maksudnya, aku sengaja hindari kamu supaya nggak datang untuk nikah?"

"Aku sudah capek-capek lari ke sini, kamu malah bilang aku bohong? Dinda, aku nggak nyangka kamu ternyata orang yang dingin dan nggak punya hati!"

Kemampuannya memutarbalikkan fakta benar-benar luar biasa.

Akan tetapi, reaksinya yang berteriak histeris seperti itu justru terlihat semakin jelas bahwa dia sedang menutupi kesalahan.

Aku memijat pelipis dengan pelan. Tiba-tiba saja aku tidak ingin lagi memperpanjang masalah dan terlibat lagi dengannya.

"Rafli, kamu lagi bicara jujur atau nggak, kamu sendiri yang paling jelas!"

Usai bicara, aku bersiap-siap untuk pergi.

Namun, suara dinginnya kembali menggema dari belakang. "Oke, aku tahu kok! Tapi kalau kamu punya nyali, jangan pernah cari aku lagi! Jangan terus-terusan cari aku dan mohon aku untuk daftar pernikahan denganmu!"

"Aku mau lihat, berapa lama kamu bisa bertahan kali ini!"

Kali ini, aku bertekad bulat untuk tidak menoleh. Hanya saja, bibir bawahku telah kugigit hingga meninggalkan jejak berdarah.

Baru berjalan dua langkah, layar ponselku menunjukkan sebuah pesan masuk.

[ Dinda, gagal nikah lagi ya? Sayang banget. Tapi nggak apa-apa, tunggu saja sampai kamu minta Rafli nikah untuk yang kedelapan kalinya! ]

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dijodohin
8.0
Hidup selalu menuntut bayaran atas apa yang diberikan, sebuah realitas kelam yang terlambat disadari seorang gadis muda. Demi merengkuh kebahagiaan semu, ia terlanjur menyerahkan masa mudanya ke dalam jerat pernikahan yang dijodohkan. Kini, di usianya yang masih sangat belia, ia harus menanggung konsekuensi berat dari keputusan besar tersebut. Langkah itu telah mengubah seluruh takdir dan jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel Istri Yang Kau Khianati
9.6
Di tengah perjuangan memiliki anak, Frani mendapati Gani berselingkuh dengan karyawannya. Alih-alih menyesal, suaminya malah merendahkan dirinya, didukung oleh keluarga besar Gani. Merasa harga dirinya diinjak-injak, wanita 27 tahun ini memilih pergi untuk bebas dari kendali mereka. Kini, Frani dihadapkan pada pilihan sulit: mengejar impian dalam kesendirian atau kembali membuka hatinya untuk sosok baru.
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga (20), mahasiswi kedokteran, terjebak situasi rumit dengan senior populernya, Zyan. Bermula dari insiden ciuman hingga terpaksa tinggal serumah, benci di antara mereka perlahan berubah jadi cinta. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terbongkar bahwa Zyan telah memiliki seorang putri. Di tengah luka lama dan penolakan, sanggupkah Elga bertahan demi membawa hubungan mereka ke pelaminan?
Sampul Novel Perangkap Cinta Mafia Queen
8.8
Christina Morgan, putri bos mafia Eropa, menyamar sebagai Kim Ara di Korea Selatan demi memulai hidup baru. Namun, masalah keuangan memaksanya kembali ke dunia gelap. Ia menerima misi pembunuhan berbayar tinggi dengan target CEO muda, Lee Joon Woo. Christina pun menyusup sebagai sekretaris. Rencana itu goyah saat Joon Woo jatuh cinta padanya dan rela berkorban nyawa. Akankah ketulusan sang CEO meluluhkan hati dingin Christina sebelum ia menghabisinya?
Sampul Novel Puber Kedua Sang Letnan Jendral
8.6
Kehidupan menjanda Nina kembali berwarna sejak mengenal Baskara, Letnan Jenderal TNI sekaligus calon besannya. Kelembutan dan kepedulian sang jenderal yang sering mampir ke warungnya sukses membuat Nina terpikat. Namun, kebahagiaan itu seketika runtuh saat Nina melihat Baskara di televisi bersama seorang selebriti terkenal. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Nina mulai meragukan ketulusan serta niat sebenarnya dari sang perwira tinggi selama mendekatinya.
Sampul Novel Stay With Me (Gaza dan Clara)
9.5
Pernikahan paksa akibat insiden tak terduga menyatukan Gaza dan Clara dalam ikatan tanpa cinta. Seiring waktu, rasa terpaksa itu terkikis saat mereka menyadari perasaan tulus yang rupanya telah lama terpendam. Namun, kebahagiaan mereka langsung diuji begitu pengakuan cinta terucap. Berbagai rintangan berat kini datang bertubi-tubi mengancam komitmen baru mereka. Mampukah hubungan yang berawal dari ketidaksengajaan ini bertahan melewati badai ujian?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan