APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Tak Kunjung Dinikahi, Aku Memilih Pergi

Setelah tujuh kali dikhianati oleh janji pernikahan palsu dari Rafli, sang protagonis akhirnya mengambil langkah drastis dalam novel romantis ini. Dia memutus semua komunikasi, memblokir kontak, menghindari setiap pertemuan, bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaannya demi menjauh dari Rafli. Tiga puluh tahun hidupnya yang habis untuk mencintai tanpa pamrih kini berganti menjadi tekad bulat. Dibanding terus menanti di rumah kosong tanpa kepastian, dia memilih menjalani hidup mandiri yang jauh lebih tenang.
Bab
Bagikan

Bab 1

Setelah ketujuh kalinya dijanjikan akan menikah tapi kembali diingkari oleh Rafli, aku akhirnya memutus semua hubungan dengannya secara sepihak. Kalau dia hadir di acara perkumpulan teman, aku tidak akan datang.

Kalau dia diundang tampil dalam acara reuni sekolah, aku akan pergi lebih awal. Kalau kantorku memilih kerja sama dengan perusahaannya, aku langsung mengundurkan diri.

Bahkan saat malam tahun baru, dia datang ke rumah orang tuaku untuk bersilaturahmi, aku pun berdalih keluar mengunjungi teman.

Nomornya aku blokir dan akun instagramnya kuhapus dari daftar pertemanan. Intinya, aku ingin memutus hubungan tuntas dengannya.

Aku tidak menghubunginya dan dia pun tidak akan bisa melihatku.

Selama 30 tahun pertama hidupku, sebagian besar waktu kuhabiskan untuk mencintainya dengan sepenuh hati, merawat dan memperhatikannya tanpa pamrih. Sampai akhirnya, setelah yang ketujuh kalinya dia ingkar janji untuk menikahiku, aku benar-benar sadar.

Aku tidak mau hidup seperti ini lagi.

Meski harus menjalani hidup sendirian, tetap saja lebih tenang daripada terus-menerus menunggu di rumah kosong yang tak pernah dia datangi!

Aku menunggu Rafli di kantor catatan sipil dan terus menunggu sampai para petugasnya pulang kerja. Awalnya saat aku meneleponnya, dia hanya bilang sedang sibuk dan memintaku menunggu. Namun setelah dua jam lagi berlalu, teleponnya sudah tidak bisa dihubungi.

Nada sibuk terus terdengar dari ponselnya.

Formulir pernikahan di tanganku sudah kusut karena kugenggam terlalu erat.

"Bu, kami sebentar lagi tutup. Apa Ibu masih ingin melanjutkan proses pendaftaran pernikahan?"

Seorang petugas akhirnya bertanya padaku, mungkin karena tidak tega melihatku menunggu seharian di sana.

Aku tersadar, lalu perlahan menggelengkan kepala. "Terima kasih. Nggak jadi."

Begitu keluar dari kantor catatan sipil, beberapa pegawai yang juga baru pulang kerja lewat di dekatku dan mulai berbisik-bisik. "Kayaknya aku pernah lihat dia beberapa kali. Setiap kali datang selalu sendirian buat nikah."

"Setelah kamu bilang begitu, aku juga jadi ingat. Sepertinya dia selalu nunggu seseorang yang nggak pernah datang."

Wajahku tetap tanpa ekspresi, tetapi hatiku sudah penuh dengan luka dan berdarah-darah tanpa henti. Aku begitu malu sampai tidak sanggup mengangkat kepala. Langkahku pun otomatis semakin cepat.

Kalau dihitung-hitung, ini sudah ketujuh kalinya aku datang ke kantor catatan sipil menunggu Rafli!

Baru saja keluar dan bersiap memesan taksi untuk pulang, Rafli muncul. Dia berlari kecil menghampiriku, napasnya tersengal-sengal, dan wajahnya memancarkan sedikit rasa bersalah.

"Maaf sekali, Dinda. Tadi di kantor tiba-tiba ada urusan, aku nggak terlalu telat, 'kan?"

Aku tersenyum tanpa suara.

Sebelum ini, dia bilang di kantor ada urusan. Dua kali sebelumnya lagi juga ada urusan mendadak di kantor. Terlepas dari kejadian-kejadian sebelumnya, kali ini dia masih saja menggunakan alasan yang sama.

Aku sudah terlalu lelah untuk membongkar semua alasan palsunya. Jadi, aku hanya menggeleng. "Terlambat. Petugasnya barusan pulang."

Mendengar hal itu, dia malah terlihat sedikit kesal. Dia melirik jam tangan, lalu mulai menyalahkan orang lain.

"Orang-orang ini juga keterlaluan, setiap hari pulang kerja tepat waktu, bahkan satu menit pun nggak mau nunggu," katanya sambil bergerak maju dan menarik tanganku, lalu menaruhnya di dadanya yang naik turun seolah-olah baru saja berlari.

"Tadi macet parah, lihat saja, aku sampai lari-lari ke sini. Capek sekali."

Aku hanya memandanginya dengan tatapan kosong, menahan rasa getir dalam diriku. Tidak ada orang yang sebodoh itu.

Apakah Rafli benar-benar lari ke sini atau tidak, aku bisa menebaknya. Aku menggigit bibir bawahku dan untuk pertama kalinya, aku menanyakan sesuatu yang selama ini kupendam.

"Kalau kamu memang benar-benar lari ke sini dari tempat sejauh itu, kenapa keningmu sama sekali nggak ada keringat?"

Keningnya tampak bersih dan segar. Jangankan berkeringat, bahkan setitik kelembapan pun tidak ada.

Begitu ucapanku dilontarkan, ekspresi Rafli langsung berubah. Alisnya mengerut, matanya menyala dengan emosi, dan nadanya bicaranya meninggi, "Apa maksudmu? Kamu mau bilang aku bohong? Maksudnya, aku sengaja hindari kamu supaya nggak datang untuk nikah?"

"Aku sudah capek-capek lari ke sini, kamu malah bilang aku bohong? Dinda, aku nggak nyangka kamu ternyata orang yang dingin dan nggak punya hati!"

Kemampuannya memutarbalikkan fakta benar-benar luar biasa.

Akan tetapi, reaksinya yang berteriak histeris seperti itu justru terlihat semakin jelas bahwa dia sedang menutupi kesalahan.

Aku memijat pelipis dengan pelan. Tiba-tiba saja aku tidak ingin lagi memperpanjang masalah dan terlibat lagi dengannya.

"Rafli, kamu lagi bicara jujur atau nggak, kamu sendiri yang paling jelas!"

Usai bicara, aku bersiap-siap untuk pergi.

Namun, suara dinginnya kembali menggema dari belakang. "Oke, aku tahu kok! Tapi kalau kamu punya nyali, jangan pernah cari aku lagi! Jangan terus-terusan cari aku dan mohon aku untuk daftar pernikahan denganmu!"

"Aku mau lihat, berapa lama kamu bisa bertahan kali ini!"

Kali ini, aku bertekad bulat untuk tidak menoleh. Hanya saja, bibir bawahku telah kugigit hingga meninggalkan jejak berdarah.

Baru berjalan dua langkah, layar ponselku menunjukkan sebuah pesan masuk.

[ Dinda, gagal nikah lagi ya? Sayang banget. Tapi nggak apa-apa, tunggu saja sampai kamu minta Rafli nikah untuk yang kedelapan kalinya! ]

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DIHAMILI SUAMIKU
8.0
Hidup Alexa Banderas hancur di hari kelulusan akibat pembunuhan orang tuanya oleh sang paman yang mengincar dokumen Taurus Corps. Di tengah duka, ia dipaksa menikah dengan Martin Snowden, pria kasar yang membencinya. Kini, Alexa harus memimpin perusahaan besar sekaligus melindungi sang suami dari kekasihnya yang licik demi mengamankan aset keluarga. Mampukah ia membalas dendam, mengelola bisnis, dan meluluhkan hati Martin yang begitu keras?
Sampul Novel Benci Membawa Cinta
8.2
Eleonore Duvall, pewaris angkuh Duvall Enterprises, menjalani pernikahan dua tahun dengan Kaelan Ravenswood, pria yang dicurigai sebagai pembunuh keluarganya. Walau dipandang sebelah mata, Kaelan menyimpan obsesi mendalam sejak malam rahasia masa lalu mereka. Ia pun bertekad mempertahankan pernikahan demi melindungi rahasia besarnya. Saat Eleonore menyelidiki kematian tragis keluarganya, kebenciannya goyah oleh cinta tak terduga dan identitas asli sang suami.
Sampul Novel Guruku tersayang
8.6
Bagi Raina, cinta untuk Kevin telah sirna. Trauma mendalam membekas setelah ia harus berjuang sendirian antara hidup dan mati saat melahirkan bayi kembar mereka. Di momen kritis itu, Kevin justru bersenang-senang dengan Clara. Pengkhianatan perih tersebut membuat Raina enggan rujuk. Meski kini sang suami memohon untuk kembali, ketakutan akan luka baru menyadarkan Raina bahwa kisah mereka memang harus berakhir.
Sampul Novel Lure Young Master Wolf
9.5
Akibat jebakan konspirasi jahat, seorang gadis tak sengaja berakhir dalam dekap Bei Minghan. Pria berkuasa dari keluarga Beiming ini sangat ditakuti di Mingcheng dan dijuluki manusia serigala karena kekejamannya. Namun, di balik reputasi yang mengerikan itu, putra keenam yang misterius ini menyimpan sisi lain yang tak terduga. Bagi Bei Minghan, kesetiaan adalah hal mutlak. Sosok dingin ini rupanya hanya ingin mencintai dan memanjakan satu wanita saja seumur hidupnya.
Sampul Novel OBSESI DAN KEINGINAN
9.1
Andy Alf, CEO perfeksionis pencinta keteraturan, terpikat oleh Camille, karyawan sederhana yang bekerja demi pengobatan kanker ibunya. Meski telah bertunangan dengan wanita cantik, Andy justru terobsesi pada Camille hingga nekat melakukan apa saja. Hubungan mereka pun terseret ke dalam romansa beracun dengan keterikatan emosional yang ekstrem. Di ambang kegilaan, mampukah keduanya bersatu setelah melewati ribuan perpisahan?
Sampul Novel The Cruel Prince
8.4
Nathasya terjebak dalam penderitaan akibat cinta pertama yang kini berubah menjadi obsesi kelam. Kehidupannya kini dikuasai oleh seorang pria kejam yang gila kendali dan pemenuhan hasrat seksual. Demi memilikinya seutuhnya, sosok maniak itu tidak ragu menggunakan kekerasan fisik maupun batin. Di tengah siksaan keji yang terus menderanya, seluruh impian masa depan Nathasya perlahan hancur dan lenyap. Akankah ia sanggup bertahan melewati segala penderitaan tanpa akhir ini?