APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sweet idol lover

Sweet idol lover

Pernikahan paksa akibat perjodohan keluarga menyatukan Karin dengan Vian, seorang idola terkenal. Bukannya bahagia, rumah tangga mereka justru diselimuti ketegangan karena hubungan yang memanas. Vian sangat membenci Karin dan menuduhnya sebagai pembawa sial yang dapat menghancurkan karier keartisannya. Di tengah konflik yang tajam ini, keduanya terpaksa menjalani kehidupan bersama sambil terus berseteru satu sama lain tanpa henti.
Bab
Bagikan

Bab 1

Satu

"Vian *oppa, wo ai ni, saranghae* !" Teriakan-teriakan tersebut terdengar lumayan keras dari para gadis yang tengah berkerumun di halaman luas nan terbuka tersebut. Namun, tidak hanya di sana. Di sebuah rumah, di depan layar televisi, seorang gadis juga meneriakkan kata-kata yang sama.

"Vian oppa, saranghae, saranghamida. Vian oppa, my honey, bunny, sweety, love you very much ...!"

BUGH! Sebuah bantal berukuran besar melayang dan menimpa wajah gadis tersebut.

"Berisik amat sih!" keluh seorang gadis lain yang duduk tidak jauh dari gadis itu.

"Norak, lihat orang di layar aja teriak-teriak. Mending di sana kedengaran, kalau di sini, gak bakal juga dia dengar, kecuali dia punya pendengaran super."

"PARK KARIN!" gertak gadis yang tadi berteriak-teriak tersebut sambil menatap tajam pada gadis yang baru menegur.

"Kamu itu sirik amat, sih. Kenapa? Kamu nggak suka Vian oppa? Kamu hatersnya, ya?"

"Ih, kenal juga kagak, ngapain juga jadi hatersnya? Yang aku gak suka itu kamu ribut, loncat-loncat sampai bantalan kursi aku amblas, belum lagi aku gak bisa kerja karena dengar bisingnya teriakan kamu, Nona Silvi," sahut Karin.

Silvi terkekeh dan segera mengalungkan lengan di leher Karin kemudian memeluk erat.

"Maafkan aku, my BFF, I don't know about that."

"Now you know about that. Jadi, sekarang lepaskan leherku. Kamu dah bikin aku susah napas," sahut Karin dengan suara tercekik dan memukul-mukul tangan sahabatnya itu.

"Oh, oh,mianhae, sahabatku," ucap Silvi sambil segera melepaskan tangannya.

Karin hanya menggeleng saja sambil kembali mengerjakan tugasnya. Mengerjakan desain sebuah kafetaria dengan komputer. Ia kemudian kembali fokus. Namun, itu tidak bertahan lama, karena beberapa saat kemudian Silvi kembali bersorak sambil melompat-lompat. Kata-kata oppa dan saranghae kembali meluncur dari bibir sahabatnya itu.

***

Karin tengah mengayuh sepeda dengan kecepatan sedang. Sebenarnya ia masih agak mengantuk. Gara-gara Silvi yang berteriak-teriak memanggil idola kesayangannya, ia tidak bisa fokus dan harus menunda pekerjaan. Pekerjaan tersebut akhirnya bisa ia kerjakan di saat hari telah larut dan dini hari baru selesai.

Karin berniat menambah kecepatan, tetapi sebuah mobil sport berwarna hitam metalik meluncur tiba-tiba di depannya. Karin yang mengerem mendadak tidak bisa mempertahankan keseimbangan sepedanya dan terjatuh di aspal. Mobil hitam tersebut berhenti dan sang pemilik keluar dari bagian belakang mobil. Ia melihat sekilas pada mobilnya yang masih mulus.

"Kau beruntung mobil kesayanganku tidak tergores. Jika tidak kau harus membayar ganti rugi," ucapnya pada Karin yang masih terduduk di aspal. Karin tertegun. Entah mengapa, ia merasa telah mengenal wajah pria itu.

Pria tersebut kemudian berbalik dan bergegas pergi. Karin merasa geram. Ia tidak terima diperlakukan seperti itu. Jelas-jelas mobil itu yang salah, dia juga yang jatuh dan terluka, tetapi mengapa dia yang disalahkan oleh pria itu?

Karin segera bangkit berdiri. Dengan langkah terpincang, mengejar pria tersebut.

"Hei kau!" teriaknya sambil menerjang dan menarik baju pria itu. Ia bersiap untuk melayangkan bogem mentah, tetapi siapa sangka baju pria tersebut robek dan memperlihatkan dada bidangnya. Karin yang terkejut kehilangan keseimbangan dan langsung mendaratkan ciuman pada dada nan putih mulus tersebut. Ia dan pria itu jatuh bersamaan dengan dirinya berada di atas tubuh pria itu dan bibir tetap menempel pada dada sang pria.

Mata Karin membeliak lebar seiring suara-suara jepretan kamera. Ia kemudian segera bangkit dan mengelap bibirnya dengan punggung tangan. Sementara si sopir mobil segera turun dan menolong pria yang telah jatuh bersamanya tersebut untuk berdiri. Pria itu masih menatap marah pada Karin, tetapi segera pergi dari sana saat beberapa orang yang membawa kamera mendekat. Karin juga bergegas pergi dari sana.

***

'KENCAN RAHASIA IDOL TERNAMA TERTANGKAP KAMERA'

Tulisan besar dan foto di surat kabar tersebut termuat di halaman depan. Vian membanting surat kabar tersebut dengan penuh marah. Ia yakin gadis yang terjatuh bersamanya itu telah merencanakan semua. Gadis itu pasti fans beratnya yang terlalu tergila-gila padanya. Sudah lama ia mendengar ada fans yang begitu gila melakukan apa pun untuk bisa dekat dengan idolanya, tetapi hal itu tidak pernah menimpa dia sebelumnya. Baru kali ini dan namanya langsung menjadi bulan-bulanan di media massa.

Ponsel Vian berdering beberapa saat kemudian.

"Kau berada di mana? Datang ke ruanganku sekarang!" perintah orang di seberang saat Vian menerima panggilan telepon tersebut.

Vian segera bergegas. Telepon tersebut adalah dari pimpinan agensinya.

"Pak Han, saya minta maaf. Itu semua adalah ketidaksengajaan. Saya berjanji hal semacam ini tidak akan terulang," ujar Vian saat berada di ruangan pimpinan tersebut.

"Vian, aku tahu asmara adalah hal pribadi, tapi kau adalah seorang bintang. Kau harus bisa menjaga sikap. Sekarang jika kau berhubungan dengan seorang gadis, maka karirmu yang akan menjadi taruhan."

"Pak, gadis itu bukan kekasihku. Saya bahkan tidak mengenalnya. Saya rasa dia sengaja melakukan ini."

Pak Han terdiam sejenak. Tatapan matanya tetap tertuju pada sosok Vian di depannya.

"Baiklah, kau boleh pergi, tapi untuk sementara jangan kemanapun. Kau harus mengurung diri. Jangan menjumpai siapa pun, terutama wartawan. Masalah ini, kami yang akan mengurus."

Vian hanya mengangguk pasrah. Ia sudah tidak berdaya untuk menolak perintah itu.

"Oh, ya, untuk sementara proyek-proyekmu juga akan ditangguhkan. Peran drama dan filmmu akan dialihkan pada artis lain."

"Apa? Tapi ...."

Pak Han mengangkat tangan menghentikan ucapan Vian. Ia kemudian mempersilakan Vian untuk keluar ruangan. Tangan Vian tergenggam erat. Emosi meluap dalam dadanya. Perlakuan semacam ini tidak seharusnya ia terima. Semua kemalangan terjadi karena gadis yang menabraknya itu.

***

"Hai, Vian," sapa seorang pria sambil melambaikan tangan di depan wajah Vian. Pada wajah tampan pria tersebut tersungging seulas senyum mengejek.

Vian berusaha mengabaikan dan terus melangkah pergi.

"Vian," panggil pria itu dari belakang.

"Apa kau tahu semua proyek dramamu dialihkan pada seorang artis bernama Matthew Lee alias aku?"

Vian terus saja melangkah tanpa peduli. Matthew tersenyum kecil dan kembali memanggil Vian,

"makasih, Vian, ternyata kau memang begitu baik hati."

***

Karin duduk seorang diri di kantin. Saat jatuh, desain yang ia bawa masuk ke selokan dan rusak parah. Tidak ada yang tersisa. Pekerjaan yang ia lakukan semua berakhir sia-sia. Edwin juga pasti marah besar padanya. Edwin adalah rekan kerja sekaligus atasan Karin. Meski masih muda, Edwin telah menjadi perancang bangunan yang sukses. Ia pula yang membimbing Karin dalam melakukan pekerjaannya. Karin menghela napas dan menyandarkan kepala pada meja di depannya.

"Apa yang kaulakukan di sini?" tanya Edwin sambil tersenyum dan ikut menyandarkan kepala di samping Karin.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel bukan Wanita SIMPANAN
8.7
Akibat pengaruh alkohol, Cashe melewati malam penuh gairah yang tak terduga bersama seorang pria asing nan menawan. Tindakan nekat ini membuatnya melupakan statusnya sebagai keturunan bangsawan terhormat yang telah dijodohkan dengan pria dari kalangan elit. Kini, satu kesalahan fatal tersebut mengancam kehormatan dan reputasi keluarganya. Siapakah sebenarnya pria misterius itu, dan bagaimanakah cara Cashe menghadapi konsekuensi dari pengkhianatan yang terjadi?
Sampul Novel Hasratku Padamu
9.7
Kehidupan bersama sahabatku mendadak rumit setelah hadirnya sang kakak, Octavio. Mantan atlet bola sekaligus pelatih kampusku ini terpaut usia dua belas tahun lebih tua. Sifatnya sangat arogan dan kerap merendahkanku, tetapi perselisihan kami justru menyulut ketertarikan yang begitu kuat. Walau jalinan asmara ini terlarang serta penuh bahaya, aku tak sanggup menjauh darinya. Ia adalah pria yang tidak boleh kudapatkan, namun dialah satu-satunya sosok yang paling kudambakan.
Sampul Novel Kembalinya Sang Mantan Istri yang Agung
9.5
Demi Hesti, Bram tega mengkhianati ketulusan istrinya. Di tengah duka wafatnya orang tua dan vonis kanker, sang istri didepak lewat fitnah keji hingga dipaksa bercerai. Demi bebas dari siksaan itu, ia memalsukan kematiannya lalu membuang identitas lamanya yang rapuh. Tiga tahun berselang, ia terlahir kembali sebagai Aurora Morgan, sosok wanita yang sangat berkuasa. Kini, ia datang kembali untuk membalas semua penderitaan dan penghinaan yang dahulu Bram lakukan padanya.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Cinta tulus Regina pada Malvin berbalas kepedihan. Di tahun kedua pernikahan, saat tengah mengandung, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Regina bahkan diabaikan saat bersimbah darah akibat kecelakaan tragis. Setelah berhasil bangkit dari kematian dan meraih kesuksesan, Regina siap memulai hidup baru dengan pria lain. Namun, melihat kebahagiaan itu, Malvin didera cemburu hingga nekat mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali di altar.
Sampul Novel Perceraianku Dimulai Saat Mertua Didiagnosis Kanker
7.9
Saat ibu mertuanya didiagnosis kanker rahim dan memaksa tinggal bersama, sang protagonis dihadapkan pada tuntutan sepihak dari keluarganya. Suami yang egois mengabaikan luka masa lalu pasca melahirkan, sementara putra yang dibesarkannya dengan kasih sayang justru memihak sang nenek. Menolak ditekan atas nama kewajiban moral, ia memutuskan mundur dan membiarkan suami serta anaknya mengurus semuanya sendiri. Kisah rumah tangga modern yang penuh konflik emosional.